Sabtu, 09 November 2013

BAGI WANITA INDONESIA JILBAB TIDAK WAJIB , BENARKAH? DAN PUNAHNYA BUDAYA INDONESIA ( ringkasan buku)

Kesalahan Tafsir : Orang Indonesia jadi orang Arab, orang Arab jadi orang Indonesia.

clip_image002

Gambar A : PUTRI-PUTRI KERAJAAN ARAB SAUDI-PUN TAK BERJILBAB. Tafsir surah Al Ahzab 59 dan An Nur 31 , jilbab wajib, apakah kita salah tafsir? Gambar atas keluarga kerajaan Raja Arab Saudi ketik : google images : Ameera al Taweel Princess Saudi (pakaian model kebaya), Sara bint Talal Princess Saudi. Beliau sedang memberi ceramah, dengan pakaian yang tampak wajar, sopan dan santun. Mereka sekarang sadar pentingnya Ilmu Pengetahuan yang paling utama (ayat Alquran menyinggung Ilmu 26 ayat ). Jilbab, pakaian adat mereka , dipakai hanya saat tertentu.

Gambar B : ORANG ARAB/TIMUR TENGAH RAMAI-RAMAI MENANGGALKAN JILBAB (ketik Google images : Iran woman 2013), ORANG INDONESIA RAMAI-RAMAI MEMAKAI JILBAB (google: mamah Dedeh dan jemaah ). 10 tahun lagi kita bertukar budaya dengan mereka. Kesalah pahaman tafsir Al Ahzab 59 dan An Nur 31 jilbab wajib bagi wanita Indonesia , harus segera diakhiri , sebelum punahnya budaya Indonesia. Silahkan tebak gambar diatas mana Orang Arab/Timur Tengah mana Orang Indonesia?

clip_image004

Gambar kiri : sumber koleksi pribadi

Gambar kanan: sumber google

Gambar kiri : Depan Balairung UGM ketika Wisuda Kedokteran 1980an. Para ulama dulu tidak mewajibkan jilbab , karena menganggap perilaku Nabi (Sunah) dan Sahabat sesuatu yang bersifat budaya, sehingga tidak wajib ditiru.(bila anda ragu sekarang boleh sms Ibu,tante, bibi, nenek atau album foto lama, filem-filem Indonesia lama tahun 1980an kebawah. Para Ulama ketika itu menangkap ajaran Alquran , setiap orang WAJIB menjadi orang SHOLEH (beriman dan jujur) dan selalu BERAMAL SHOLEH (berbuat kebajikan terhadap sesama) , berilmu, adil terhadap semua orang tanpa memandang agamanya, sukunya. Itulah yang menjadi kewajiban seorang muslim. Saat ini “sisa-sisa “ ulama kita dulu seperti Prof.DR. Quraish Shihab , mengatakan jilbab tidak wajib, tapi oleh ulama sekarang dianggap aneh dan nyleneh ( ketik Google : Prof.DR. Quraish Shihab jilbab tidak wajib ). Padahal bila anda dulu hidup di tahun 1980an kebawah, andalah yang dianggap aneh dan nyleneh. Karena andalah satu-satunya pemakai jilbab di Indonesia.. Karena menganggap rambut adalah aurat seperti (seperti payudara, maaf) yang harus selalu ditutupi kemana pun pergi.

Gambar kanan : Depan Balairung UGM 30 tahun kemudian, di tahun 2013. Para mahasiswi kita, ketika para ulama kita sekarang di MUI , NU, Muhammadyah dan hampir semua ulama kita sekarang beraliran / bermazhab Imam Syafii maupun SALAFY (ketik di google untuk info ). Suatu aliran yang mengadopsi gaya hidup / perilaku para sahabat yang hidup 1400 tahun lalu , yang tentu saja BERBUDAYA ARAB. Perilaku seperti tidak bersalaman laki-laki dan perempuan, laki-laki dan perempuan harus dipisah ditempat publik.Rambut , leher, telinga dianggap sesuatu yang tidak layak di lihat orang lain (termasuk AURAT) sehingga dibutuhkan jilbab untuk menutupi semua ini. Ada juga yang memasukkan wajah juga aurat , sehingga dibutuhkan jilbab yang modelnya menutupi seluruh tubuh. SEMUA INI dianggap WAJIB, yaitu bila tidak dilakukan, seorang wanita akan dianggap berdosa dan tentu saja akan masuk neraka. Padahal tidak satupun ayat di ALQURAN yang menyebutkan rambut adalah aurat , tidak berjilbab akan berdosa. Karena Alquran ( Tuhan/Alah swt ) bersifat adil , tentu akan bersikap "netral” . Alquran mewajibkan manusia mempunyai moral , karakter, HATI YANG BAIK yang bersifat INTERNAL ( dalam diri ) . Sedang BUDAYA bersifat EKSTERNAL (tampak luar , yang bisa berbeda-beda tergantung suku bangsanya) , hal itu diserahkan pada setiap individu sesuai , pembawaannya masing2. Anda memilih yang mana? ALQURAN atau BUDAYA ARAB? Keduanya boleh dan baik-baik saja . Tetapi memilih ALQURAN dan BUDAYA INDONESIA , budaya kita sendiri tentu boleh-boleh saja juga, seperti para ulama dan bangsa kita dulu sebelum 1980an.

 

Jilbab, saat penulis SMA di tahun 1976, sepengetahuan penulis hanya Negara Arab Saudi saja yang mewajibkannya. Negara-negara Timur Tengah yang lain seperti Yaman , Qatar, Lebanon, Suriah Iran, Irak, dan hampir semua negara-negara yang mayoritas penduduknya Islam  tidak ada yang mewajibkannya , apalgi di Indonesia. Pemakai jilbab di Indonesia sepanjang hidup penulis sampai 1980an awal belum pernah melihatnya. Tapi terlihat 1980an pertengahan mulai tampak. Sebelumnya yang penulis lihat adalah sejenis sari, kerudung tipis yang masih terlihat rambutnya , kebanyakan dari NU (Nahdlatul ‘Ulama) seperti yang kini di pakai istri Gus Dur, Abdurrahman Wahid presiden pertama kita. Negara berikutnya adalah negara Iran ( dahulu Persia) menyusul mewajibkan jilbab bagi warga wanitanya dengan undang-undang negara pada tahun 1979 , setelah Revolusi Islam Iran ketika para Ulama mereka berkuasa. Imbasnya meluas ke negara kita di pertengahan tahun 1980an seiring perseteruan Palestina dengan Israel dan Amerika dibelakangnya , Perang-perang ini memicu solidaritas Islam yang mengakibatkan politik identitas diri, yang merupakan rangkaian proses psikologis yang amat kompleks , sehingga jilbab diambil sebagai identias kemusliman.Dengan begitu  menjadi jelas , siapa kawan , siapa lawan.  Proses ini di negara kita diperkuat lagi dengan pulangnya para mahasiswa kita yang kuliah di Arab Saudi dan Timur Tengah yang mengusung budaya Jilbab dimana mereka menimba Ilmu. Tentu sangat menarik mempelajari mengapa terjadi perubahan pandangan tentang wajibnya jilbab, dikalangan para ulama dalam lingkup dunia Islam di Arab Saudi/Timur Tengah dahulu ( para sahabat dan Khalifah ) dan Ulama mereka sekarang. Demikian pula pada lingkup nasional ulama kita di Organisasi masa Islam yang besar  yaitu NU dan Muhammadyah yang dulu dan  sekarang. Perubahan pandangan para ulama kita dahulu yang menganggap bahwa jilbab sebagai masalah budaya yang hukum nya tidak wajib ditiru dan ulama kita sekarang yang berubah, yang memandang bahwa masalah jilbab begitu penting karena menganggap hal ini sebagai tuntunan Alquran, sehingga jilbab hukum nya wajib. Perubahan pandangan para ulama itu , yang meliputi ulama dahulu dan sekarang tentu tak lepas dari perbedaan Tafsir mereka terhadap kitab suci Alquran sebagai pedoman hidup (way of life) umat Islam. Penulis akan berusaha mengurai sesungguhnya apa yang terjadi sehingga terjadi perbedaan tafsir itu , tapi ini tentu tak lepas dari sudut pandang subyektifitas penulis . Namun demikian penulis berusaha seobyektif mungkin , sehingga mendapat gambaran yang sesungguhnya.Last but not least penulis mengucapkan beribu terima kasih kepada bapak.

Prof. DR. Quraish Shihab lewat bukunyalah yang berjudul “ Jilbab, Pakaian Wanita Muslimah . Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan Kontemporer “ penulis yang mencari kebenaran, tentang masalah jilbab ini, menemukan jawabnya.Bisa dikatakan , analisa tentang rincian pembahasan ayat-ayat jilbab yaitu Al Ahzab 59 dan An Nur 31 pada buku ini atau pada tulisan ini , hampir 99 persen milik beliau. Yang menjadikan berbeda antara buku beliau dan buku penulis adalah, penulis menambahkan pandangan-pandangan dari budaya penulis sebagai orang Jawa dan sejarah perjalanan budaya bangsa Arab/Timur Tengah serta sejarah budaya bangsa Indonesia sendiri.

Al-Qur'an Rahmatan lil 'Alamin dan Tuhan adalah Sang Maha Adil. Tuhan sangat menyayangi seluruh alam semesta, semua makhluk ciptaannya, semua bangsa, semua suku, semua manusia diseluruh dunia. Tuhan pun Maha Adil, itu berarti Tuhan selalu bersikap adil terhadap semua ciptaannya tanpa memihak, atau mengistimewakan salah satu diantara ribuan suku bangsa yang ada didunia ini. Tafsir Al-Qur'an yang merupakan mukjizat bagi makhluk semesta alam pun harus berlandaskan dan berbasis pengertian adil dan Tuhan yang menyanyayangi semua umatnya ini. Sehingga hasil tafsir Al-Qur'an seharusnya dapat membuat semua manusia dan seluruh mahluk lainnya tersenyum bahagia, merasa senang akan tafsir yang adil, tidak itu saja, bahkan tafsir tafsir tersebut dapat menginspirasi dan memajukan kesejahteraan manusia itu sendiri.

SEKARANG SEMUA BANGSA MENGEMBANGKAN

TRADISINYA SENDIRI

Bangsa yang mengembangkan tradisinya menjadi bangsa yang hebat, maju dan

clip_image0024

Sumber gambar : Bangsa Jepang

clip_image0044

Bangsa Korea Bangsa Eropa Bangsa China Bangsa Indonesia

Sumber Google.

Bila Jilbab ini dimaknai sebagai kewajiban Islam, budaya kita di seluruh Indonesia akan musnah yang berakibat musnahnya jutaan lapangan kerja dan mengubah bangsa Indonesia sebagai bangsa budak, sebuah bangsa tanpa Identitas. Budaya adalah sarana pendidikan sebuah bangsa , agar penduduknya hidup baik, teratur , maju dan sejahtera. Bangsa-bangsa yang maju sekarang adalah bangsa yang mengembangkan budaya lokalnya. Anda bisa menilainya langsung , bangsa Jepang, Korea, China apalagi bangsa Eropa yang sejak dulu sangat menghargai budayanya sendiri. Budaya-budaya mereka itu diajarkan sejak dini , bahkan di pra sekolah sampai sekolah menengah atas diajarkan. Bandingkan dengan Indonesia , yang pemerintahnya abai dengan budaya lokal bangsanya

BANGSA ARAB MULAI MENINGGALKAN JILBAB

BANGSA INDONESIA RAMAI-RAMAI MEMAKAI JILBAB

“Mereka, orang-orang Arab itu sedang meninggalkan jilbab , tapi kita justru beramai-ramai sedang menuju ke sana”.

clip_image00253

(1) (2) (3) (4) (5)

Sumber gambar : Google

Sarah Attar dan Wojdan Shaherkani ke 2 atlet wanita Arab Saudi ini ( ketik nama ini di Google) menjadi wakil negaranya di Olimpiade musim panas 2012 di Inggris. Perhatikan Orang – orang Arab Saudi /Timur Tengah ini mulai memperlonggar aturan berpakaiannya , leher dan dada bagian atas sudah tidak dianggap lagi aurat (gambar 1 dan 2). Dana Bakdounis ( ketik nama ini di Google) wanita Arab Syria yang menentang pemakaian jilbab karena ingin merasakan desiran angin di rambut dan kulitnya setelah 20 tahun tak merasakannya (gambar 3).Wanita Arab Saudi bernama Raha Moharrak yang tidak berjilbab ini , membuat sejarah ketika dia berhasil mendaki ke puncak gunung tertinggi dunia Everest ( google ketik : Raha Moharrak pendaki gunung )(4) .

Gambar 5 : para wanita Iran sekarang beramai-ramai menanggalkan jilbabnya ( google Images : Iran woman 2013). Anda dapat membuktikannya lagi, ketik google Images : Arab Woman , betapa para wanita Arab telah mulai meninggalkan budaya jilbabnya. Karena mereka paham dan mengerti bahwa di Alquran memang tidak ada satupun ayat yang menyatakan larangan memperlihatkan rambut, yang lebih dikenal istilah rambut adalah aurat, sesuatu yang tidak layak dipertontonkan kepada masyarakat umum ,seperti halnya (ma’af) payudara. Karena selama ini para poltisi dan para ulamalah yang mewajibkannya berdasar undang-undang keseluruh pelosok negara. Demikianlah, kita akan bertukar budaya dengan mereka 10 tahun lagi.

JALAN TENGAH UNTUK MENYELAMATKAN PAKAIANTRADISI : AN NUR 31

clip_image0035

Sumber gambar diatas : semua koleksi pribadi

Gambar paling kiri diambil ketika penulis bersama para murid dari Fakultas Kedokteran yang berbasis agama Islam di Yogyakarta. Penulis merasa senang dengan pakaian para jilbabers/hijabers. Mereka dengan keindahan pakaiannya yang berwarna warni ikut menyemarakkan Budaya Kota Yogyakarta. Anggota badan yang biasa terlihat pada pakaian jilbabers adalah wajah dan pergelangan tangan kebawah. Dipihak lain, penulis juga sangat senang pada gambar tengah yaitu pakaian Tarian Tradisional Jawa karena penulis dibesarkan dilingkungan budaya Kraton Pakualaman. Pakaian tradisional yang sudah ada sejak ratusan mungkin ribuan tahun yang lalu ini biasa memperlihatkan anggota badan, rambut, leher, lengan atas, dan bawah. Gambar paling kanan adalah pakaian remaja kita dalam kehidupan sehari-hari, dimana rambut, telinga dan leher juga biasa terlihat. Ketiga jenis pakaian tersebut itu sudah sesuai dengan aturan berpakaian dalam Al-Quran yang merupakan kata-kata Tuhan/Firman Allah swt, disebutkan pada Surah An-Nur ayat 31 :

“...janganlah mereka menampakkan hiasan (anggota badan) mereka, kecuali yang anggota badan (biasa) nampak dari mereka...”...atau agar lebih mudah dimengerti diterjemahkan dengan bahasa sehari-hari :

“...janganlah mereka menampakkan hiasan (anggota badan) mereka, kecuali anggota badan yang biasa tampak...”........atau dengan bahasa jawa :

“ ...awakmu kuwi tutupono kejobo sing biasane ketok...”

Mengacu dari Surah An-Nur ayat 31, jilbabers/hijabers ,para penari tradisional dan ketiga remaja itu semua sudah sesuai dengan aturanNya. Para jilbabers/hijabers hanya memperlihatkan wajah dan tangan mereka karena keduanya memang sudah biasa tampak bagi mereka. Para penari tradisional dan ketiga remaja itu-pun sudah sesuai dengan isi ayat tersebut dimana mereka memperlihatkan rambut, leher, telinga, dan bahu karena hal tersebut juga sudah biasa tampak di masyarakat kita sejak ratusan tahun yang lalu ketika tari-tarian ini diciptakan para Walisongo dan ulama-ulama besar Islam kita dulu. Berpegangan dengan ayat ini, seharusnya tidak ada yang saling menyalahkan satu sama lain, semuanya hidup berdampingan dengan damai dan rukun. Para jilbabers/hijabers dapat mengekspresikan diri dengan pakaian mereka dan para penari tradisional dan ketiga remaja itupun tetap dapat mengekspresikan diri dengan pakaian mereka, sehingga budaya kita pun akan lestari.

SIBUK MENGUTAMAKAN DUA AYAT AN-NUR 31 DAN AL AHZAB 59 TAPI MENGABAIKAN RATUSAN AYAT

Pembaca akan saya ajak untuk merenung dan memikirkan mengapakah kita tidak mengutamakan ayat-ayat yang jelas-jelas meganjurkan kita beriman , jujur, berbuat kebajikan terhadap sesama , mempelajari Ilmu disegala bidang , berbuat adil , menghormati hak-hak orang lain , merawat bumi, melestarikan alam, memperbaiki kerusakan hutan, mencegah kerusakan alam dan masih banyak lagi kalau kita ingin menjabarkannya (lihat kolom Alquran atau anda dapat mengeceknya di Alquran digital yang banyak di jual di toko-toko buku). Ratusan ayat-ayat itu pasti dan tegas dibanding dua ayat diatas yang bersifat kosmetik , tampak luar dan penuh kontroversi. Bangsa ini sedang dalam taraf sungguh memprihatinkan , kita bisa melihat , ketika kita ke sentra- industri . Siapakah pemilik-pemilik Toyota, Honda, Samsung, Panasonic, Sony, Yamaha dan masih puluhan bahkan ratusan Industri yang mencerminkan tingginya ilmu pengetahuan mereka. Maaf siapakah yang menjadi BURUHNYA? Marilah kita lihat sekeliling Toko-toko, mall , mini market, supermarket siapa pemilik dan siapa yang jadi buruhnya? Belum lagi ribuan pengusaha-pengusaha kecil kita yang perlu bantuan ilmu pengetahuan manajemen , pemasaran . Bila tidak dibantu mereka ini akan terlindas oleh para usahawan yang lebih maju dan luas ilmu pengetahuannya. Inilah pesan Alquran yang hakiki yang sesuai dengan tantangan jaman kita sekarang. Tidak usahlah kita bertengkar masalah-masalah yang bersifat relatif ini , dibanding masalah-masalah bangsa kita yang berat itu.

IMPIAN PENULIS : PONDOK PESANTREN SELAIN MEMAINKAN HADROH JUGA MEMAINKAN GAMELAN DAN WAYANG

Dapatkah Pondok pesantren kita di Indonesia selain mengajarkan tradisi Arab yang berupa Hadroh seperti yang terjadi sekarang, tapi juga mengajarkan juga seni tradisi lokal (daerah) setempat dan segenap kesusasteraanya? Hal ini seperti Ulama-ulama besar awal kita , Walisongo dulu , yang juga menciptakan / menggubah gamelan dan Tarian wayang Jawa . Sebagai Misal pondok pesantren Jawa Tengah dan Yogyakarta juga mengajarkan Gamelan dan tari Wayang , Srimpi, Bondan dsb untuk para santri wanitanya . Pondok pesantren di Padang selain hadroh diajarkan musik khas Padang yang terkenal itu dan tari piring bagi para santri watinya. Pondok pesantren Makasar,Ambon,Kalimantan selain memainkan hadroh seperti sekarang, juga memainkan musik dengan ciri khas daerahnya masing-masing. Untuk pembentukan karakter , kepahlawanan dan kesehatan jasmani para santriwan dan santriwati diajarkan pencak silat sesuai daerahnya masing-masing dan filosofinya. Umpamanya pondok pesantren Sumatera Barat mengajarkan Silat Sumatera Barat, Pondok pesantren di Jakarta mengajarkan Silat Betawi , demikian pula pondok Pesantren Jawa Barat , Aceh , dsb.

KESUSASTERAAN LOKAL ADALAH SEKOLAH UNTUK BANGSANYA

Salah satu jenis seni sastra yang berfungsi mengajarkan sukunya , untuk membentuk kepribadian manusia secara individu maupun masyarakat secara luas agar membentuk kehidupan yang baik dan damai, adalah peribahasa atau pepatah. Cobalah simak beberapa peribahasa atau pepatah yang dihasilkan nenek moyang kita yang arif dan bijaksana , ratusan atau mungkin ribuan tahun yang lalu di tanah Jawa , di bawah ini.

Ajining diri ono ing lathi : Kehormatan dirimu terletak pada lidahmu atau ucapanmu.

Ojo adigang, adigung, adiguno : Janganlah merasa paling kuat, merasa paling mulia, merasa paling penting.

Becik ketitik ala ketara : Berbuat baik maupun buruk akhirnya akan terlihat juga

Suro diro joyo ningrat lebur dening pangastuti : Semua angkara murka atau tindak kejahatan akan kalah oleh Keluhuran Budi

Pepatah Melayu:

Akibat nila setitik rusak susu sebelanga : Nama baik yang di bangun bertahun2 rusak akibat perbuatan tercela.

Dikandang kambing kita mengembik, dikandang sapi kita melenguh. Yang berarti bahwa kita harus pandai menyesuaikan diri, agar dapat selaras dengan lingkungan dimanapun kita berada.

Pepatah bugis/Makasar:

"Ininnawa mitu denre sisappa, sipudoko, sirampe teppaja" : Hanya budi baik yang akan saling mencari, saling menjaga, dalam kenangan tanpa akhir.

”Reso temmangingi namalomo naletei pammase dewata” : kerja keras dengan penuh keikhlasan dan tak lupa berdoa agar tujuan kita dapat tercapai

Pepatah Padang.

Anak ikan dimakan ikan, gadang ditabek anak tenggiri. Ameh bukan perakpun bukan, budi saketek rang haragoi : Hubungan yang erat sesama manusia bukan karena emas dan perak, tetapi lebih diikat budi yang baik. Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumpun padi.

Supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi : Pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemuliaan hanya didapat dengan budi yang tinggi ( Untuk bangsa2 lain di dunia anda dapat mencari di Google : mis. Ketik peribahasa Korea,Jepang, China, Belanda, Inggris, Iran, Afganishtan,Rusia, Nigeria , Swedia, Ethiopia dll semuanya mengajarkan kebaikan untuk suku bangsanya).

“Persamaan Alquran dan Kehidupan adalah berisi Firman – Firman NYA , yang mewajibkan kita agar beriman dan berbuat kebajikan terhadap sesama........”.

“...MARILAH KITA MENJADI MANUSIA INDONESIA YANG BERBUDAYA INDONESIA DAN BERAGAMA ISLAM .....”

Pakaian-pakaian tradisional bangsa lain dibawah ini :

clip_image001

Sumber gambar diatas : Images Google: ketik Arab Woman, one eye veil, Hanbok,Kimono,wanita Belanda

Gambar atas pakaian tradisi Bangsa Arab/Timur Tengah dengan segala modelnya. Bila dalam keadaan sehari-hari banyak sekali aliran keagamaan yang berbeda-beda jjilbabnya , mungkin berikut ini dapat digunakan sebagai penjelasannya. Ulama Besar Ibnu Katsir ( ketik google : Ibnu Katsir) mempunyai pemahaman  , Alquran harus di tafsirkan dengan Alquran itu sendiri. Bila tidak ada tuntunannya, ke Hadits Nabi Muhammad, bila tidak ada, ke pendapat para sahabat, bila tidak ada ke tabi’in ( generasi setelah sahabat) , bila tidak ada ke ulama berikutnya. Ulama sekarang di Timur Tengah , karena mencari rincian model jilbab tidak ada di Alquran dan Hadits , mereka menyandarkan pada pendapat sahabat . Padahal para sahabat itu menyandarkan pada ayat Alquran, kata-kata yang berasal dari Tuhan yaitu penggalan An Nur 31 diatas ” ..anggota badan ( hiasan) yang biasa tampak..”. Sangat masuk akal bila para sahabat berbeda-beda pendapatnyakarena memang sesuai dengan model jilbab di sukunya. Para sahabat Rasulullah, Ibnu Mas’ud ra. Ibrahim an-Nakha’I, Hasan al-Bashri ra. (31:37) memahami makna ”hiasan yang biasa nampak” itu adalah pakaian (gambar 1). Mudah ditebak karena ia memang berasal dari budaya jilbab yang menutupi seluruh tubuh. Sahabat Rasulullah lainnya, Abidah as-Salamani (5:63-64), mengartikan penggalan ayat tersebut sebagai seluruh tubuh aurat kecuali mata kiri saja yang boleh terlihat (gambar 2). karena sebelah mata yang biasa tampak. Gambar 3, kedua mata tampak kelihatannya penggabungan dari pendapat ini dengan pendapat As-Suddi (5:64), yaitu “..yang boleh tampak satu mata yang mana saja..”. Pada pakaian tradisi ini rambut adalah aurat, sesuatu yang tidak layak, tabu untuk diperlihatkan , karena terbiasa tertutup sejak pakaian ini di ciptakan ribuan tahun yang lalu dimasyarakatnya. Itulah sebabnya anda dapat melihat banyaknya model jilbab seperti diatas yang di klaim pemakainya sesuai tuntunan Alquran dan Hadits, padahal..TIDAK ADA SATUPUN RINCIAN MODEL JILBAB SEPERTI ITU DI ALQURAN DAN HADITS. Karena memang mereka mengcopy paste pendapat para sahabat sesuai tuntunan Ibnu Katsir. Tetapi memang boleh-boleh saja , tidak ada yang salah memakai pakaian budaya bangsa apapun , seperti pakaian bangsa Arab, Belanda, Korea, Jepang dll , tapi jangan lupa mengembangkan palkaian tradisi kita sendiri.

Gambar 4,5,6 : pakaian tradisional Bangsa Korea, Jepang dan Belanda. Pada kehidupan sehari-hari pakaian-pakaian tersebut, dianggap sebagai pakaian ideal dan sesuai dengan adat kesopanan suku bangsanya masing-masing. Pada pakaian tradisi ini rambut biasa tampak sejak ribuan tahun sejak pakaian ini di ciptakan oleh masyarakatnya, sehingga rambut tidak termasuk aurat . Tetapi payudara, paha atas, ketiak, pantat dan anggota badan yang biasa tertutup termasuk aurat. Memang kita sebagai umat manusia mempunyai pandangan atau pendapat yang berbeda-bedatentang mana anggota badan yang sebaiknya tampak dan mana yang sebaiknya tertutup, karena aurat adalah anggota badan yang biasa tertutup pada pakaian yang menjadi tradisi suatu suku bangsa yang bermacam ragam itu.

Sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat “ : (Adz-Dzaariyat 51:8)

Kemudian siapakah diantara semua model pakaian Tradisi wanita diantara semua suku bangsa di dunia ini yang paling benar?

“Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannyamasing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya”. ( Al Isra 17:84 )

Kata keadaannyaitu dapat berbeda-beda karena pembawaan, adat istiadat, dan kebiasaan masing-masing suku bangsa tentu berbeda.

ULAMA TEKSTUAL DAN ULAMA KONTEKSTUAL

Sebelum membahas tentang kontroversi ayat Al Ahzab 59 dan An Nur 31 ada baiknya kita memahami dahulu perbedaan antara ulama tekstual dan ulama kontekstual. Ada seorang dokter berkatapada pasiennya bahwa tidak baik meminum yang manis2. Pasien lain yang berada di luar ruanganmendengar ucapan tersebut langsung melakukan anjuran dokter tersebut, tanpa mengetahui bahwa ucapan itu dikatakan dalam konteks , berbicara pada pasien penderita penyakit gula, padahal untuk pasien diluar yang bukan penderita penyakit gula, manis bukanlah hal yang terlarang.Demikianlah ulama tekstual memahami Al’Quran dan Hadits Nabi tanpa melihat konteks atau sebab2 sejarah turunnya ayat tersebut, sehingga mereka saling bersilang pendapat. Saya pernah membuat eksperimen dengan para mahasiswa Kedokteran dari Universitas yang berbasis Islam berjumlah 60 0rang , dengan menyuruh mereka menterjemahkan Surah Yasin 8-10.

Surah Yasin (36: 8),

” Sesungguhnya kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka ( diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.

Surah Yasin (36:9),

” Dan kami adakan di hadapan mereka dinding (pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

Surah Yasin (36:10),

” Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka , mereka tidak akan beriman”.

Hasilnya sungguh beraneka ragam dan mungkin agar menjadi menarik saya meminta anda juga menerjemahkan menurut versi anda juga.

1.Penggambaran seseorang di neraka, yang tidak mematuhi perintah Allah swt.

2.Menggambarkan seseorang yang tidak bisa diberi petunjuk.

3.Penggambaran orang terbelenggu di neraka.

4. menurut versi anda....

Hasil interpretasi berdasarkan teks diatas inilah yang disebut interpretasi tekstual. Dalam sehari hari , kita paling sering menjumpai ulama tekstual seperti ini.Jadi hanya mengira2 saja berdasarkan teks2 yang ada .Sedangkan ulama kontekstual berdasarkan pertimbangan sejarah turunnya ayat tersebut. Jadi Alquran ayat2nya juga berisi sejarah yang terjadi di masa Nabi .Beberapa ayat Al Qur’an memang turun karena beberapa peristiwa yang terjadi saat itu. Kejadian2 itu dicatat dalam kitab tersendiri yaitu Kitab Asbabun Nuzul, atau kitab yang mencatat sebab2 turunnya suatu ayat (buku inibanyak di jual di toko2 buku). Ibnu Taimiyyah ( Lahir di Bagdad 22 januari 1263, more info ketik google:biografi Ibnu Tamiyah) mengemukakan , bahwa mengetahui asbabun nuzul suatu ayat al-Quran dapat membantu kita memahami pesan-pesan yang dikandung ayat tersebut. Lebih lanjut Syaikhul Islam itu menambahkan , pengetahuan ikhwal Asbabun Nuzul suatu ayat memberikan dasar yang kokoh dalam menyelami kandungan ayat tersebut( 1:V ). Kemudian para mahasiswa itu saya tunjukkan kejadian yang menjadi penyebab turunnya ayat tersebut (asbabun nuzul). Pembaca dipersilahkan untuk menilainya dibawah ini.

1. Dalam suatu riwayat dikemukakan , ketika Rasulullah saw, membaca surah 32 as-Sajdah dengan nyaring, orang2 Quraishy merasa terganggu. Mereka bersiap2 untuk menyiksa Rasulullah saw, tapi tiba2 tangan mereka terbelenggu di pundak2nya dan mereka menjadi buta sama sekali. Mereka mengharapkan pertolongan Nabi saw dan berkata : ” kami sangat mengharapkan bantuan tuan atas nama Allah dan atas nama keluarga .” Kemudian Rasulullah saw berdoa dan merekapun sembuh. Namun tak seorangpun dari mereka yang beriman . Berkenaan dengan peristiwa tersebut , turunlah ayat2 tersebut. ( QS 36 Yasin 1-10)

Diriwayatkan oleh abiu Nu’aim di dalam kitab ad-dala-il, yang bersumber dari Ibnu ’Abbas. (1)

2. Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Abu Jahl berkata ; ” Sekiranya aku bertemu dengan Muhammad , pasti aku akan berbuat (mencelakainya).” Ketika Nabi Muhammad berada disekitar Abu Jahl, orang2 menunjukkan bahwa Muhammad berada disisinya. Akan tetapi Abu Jahl tetap bertanya2:” mana dia ? ” karena tidak dapat melihatnya. Ayat ini (QS 36 Yasin 8-9) turun sebagai penjelasan bahwa pandangan Abu Jahl saat itu ditutup oleh Allah sehingga tidak dapat melihat Muhammad.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ’Ikrimah. (1)

EMPAT PERBEDAAN PARA SAHABAT DAN ULAMA SEKARANG

Ada empat perbedaan mengapa dulu , pada jaman sahabat dan Kekhalifahan di Persia , jilbab tidak diwajibkan tetapi sekarang ulama berpendapat jilbab wajib.

1. Perbedaan Pertama

Para Sahabat ( tentu dengan sepengetahuan Nabi) memahami aturan berpakaian wanita dengan penggalan pertama An Nur 31 :

“...janganlah mereka menampakkan hiasan (anggota badan) mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari mereka...”.

Selengkapnya ayat An Nur 31:

“Katakanlah kepada pria-pria mukmin : Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan hiasan (anggota badan) mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari mereka dan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka atau wanita-wanita mereka atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat-aurat wanita dan janganlah mereka menghentakkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah , hai orang-orang mukmin supaya kamu beruntung.”

Ketika ayat An Nur 31 , turun 1400 tahun yang lalu di Arab Saudi , abad ke 6 M saat Alquran turun, para sahabat (dengan sepengetahuan Nabi Muhammad tentu) memahami aturan berpakaian wanita muslim adalah penggalan kalimat :

“.. janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari mereka..”

Penulis akan menambahkan kalimat “anggota badan” agar semakin jelas :

“.. janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali (anggota badan) yang (biasa) nampak dari mereka..”

SETIAP SUKU BANGSA DIDUNIA BOLEH BERAGAMA ISLAM DENGAN PAKAIAN ADATNYA MASING –MASING

Jilbab, kebaya , kimono dan semua pakaian tradisi sesuai Alquran , Tuhan maha adil , karena setiap suku bangsa auratnya berbeda-beda.

Sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat “ : (Adz-Dzaariyat 51:8)

clip_image001[5]

Wanita Asmat Wanita Jawa Wanita Belanda Wanita Jepang Wanita Arab

Sumber gambar : Google Images : ketik semua judul diatas.

Sebelum membahas pakaian Jilbab lebih jauh ada baiknya kita memahami dulu konsep tentang Aurat. Aurat adalah suatu anggota badan yang tidak layak diperilhatkan kepada orang lain ( ind : tabu , Jawa : saru). Hal ini disebabkan karena selama ratusan tahun atau ribuan tahun yang lalu anggota badan itu tertutup. Masyarakat jawa memandang payudara, pantat , paha atas , pusar adalah aurat , memang di masyarakat ini anggota badan itu selalu tertutup. Tentu saja bila diperlihatkan yang melihat merasa risih ,malu dan orang yang terlihat pun akan malu sekali dan ini dianggap melanggar aturan kesopanan yang berat. Kebalikannya saudara-saudara kita , masyarakat Asmat di Papua tidak malu bila terlihat, karena semua anggota badan ini biasa terlihat. Demikian pula di masyarakat Arab /Timur Tengah , rambut karena biasa tertutup selama ribuan tahun , dianggap aurat dan bila terlihat akan dianggap sebagai melanggar kesopanan. Bagi masyarakat kita yang biasa melihat rambut wanita di TV dalam kehidupan sehari-hari , merasa aneh bila rambut dianggap aurat , disamakan dengan payudara dan anggota tubuh lainnya yang biasa tertutup.Firman Tuhan ini seharusnya sudah cukup jelas mengenai sahnya perbedaan-perbedaan kita bangsa-bangsa di dunia ini :

“Katakanlah (Muhammad), " Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra 17:84)

Pembawaan disini berarti adat pembawaan kita sehari-hari dari lahir yaitu pandangan-pandangan dari suku bangsa kita berasal , hal ini bisa mengenai pakaian, kebiasaan, perilaku ,pandangan hidup dan lain sebagainya. Ada saudara kita yang muslim berpendapat bahwa yang terbaik adalah suku bangsa Arab termasuk tradisi-tradisinya , termasuk cara berpakaiannya. Kalau memang begitu, mengapa tidak diciptakan satu bangsa saja Bangsa Arab , sehingga dijamin hanya satu budaya saja di dunia ini . Bukankah Allah swt Maha Kuasa seperti dalam firmannya :

“Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu..” (QS. 11:118)

Itu karena memang kita sengaja diciptakan beraneka ragam suku bangsa didunia, agar saling mengenal , saling bertegur sapa, bukannya kita harus seperti salah satu suku bangsa di dunia ini , seperti saudara-saudara kita orang Arab misalnya . Disini penulis bukan anti orang Arab, Jepang, China, Korea, Amerika, Eropa tapi penulis beranggapan semua suku bangsa di dunia ini setara . Penulis beranggapan , yang membuat mulia seseorang, bukan bangsanya , sukunya , warna kulitnya , pakaiannya berjilbab atau tidak tapi perilakunya baik atau tidak. Seperti dalam firmannya :

“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. ...” (Al Hujurat 13)

Taqwa : Berperilaku baik karena merasa takut akan (hukuman) Allah.

Jilbab , Islami atau Arabi....?

Bukti bahwa para sahabat mengacu pada penggalan An Nur 31 , pembaca dapat menilainya sendiri dari scanning asli dari catatan yang di buat hampir 700 tahun yang lalu, diambil dari buku Tafsir Ibnu Katsir III hal 489 (58). : penerbit Gema Insani Press ( more info google: Ibnu Katsir wikipedia) seorang ulama besar yang menjadi rujukan Ulama sekarang. Karyanya yang terbesar adalah Tafsir Alquran dimana tafsir ini dipakai hampir negara Islam , Arab Saudi dan termasuk Alquran yang berada di rumah anda ( terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia) .


Tentu saja pada budaya pakaian mereka , orang Arab / Timur Tengah , yang berwujud jilbab (lihat pakaian wanita Arab diatas) menurut penggalan An Nur 31 : “ anggota badan yang biasa nampak dari mereka (wanita)” atau “yang tampak darinya (wanita)” adalah wajah dan telapak tangan . Pada lembaran copy tafsir Ibnu Katsir diatas , tidak heran bila Ibnu Abbas menyatakan bahwa yang boleh tampak menurut penggalan An Nur 31 adalah wajah dan telapak tangan, karena memang Ibnu Abbas adalah seorang pria dengan suku bangsa Arab/Timur Tengah yang para wanita disukunya mempunyai pakaian adat seperti itu. Para sahabat lainnya seperti Qatadah ,Miswar bin Makhzamah ( 5:71) mengartikan dengan pendapat yang sama. Para ulama Mazhab Imam Malik bin Anas , Syafii, Hanafi, sebagai rujukan ulama kita sekarang , adalah juga bangsa Arab /Timur Tengah dan merasa sependapat dengan pendapat Ibnu Abbas ra. Hal ini karena mereka memang berasal dari bangsa yang mempunyai tradisi/ budaya Jilbab , tentu saja mereka mengartikan ayat An Nur 31 ini, berpendapat wajah . telapak tangan anggota badan yang boleh nampak, karena pada tradisi/ budaya jilbabnya , bagian tubuh ini biasa nampak. Sebaliknya rambut adalah anggota badan yang termasuk aurat , karena anggota badan ini (anggota badan dikiaskan sebagai perhiasan.pen) selama ribuan tahun pada pakaian budaya ini tidak biasa nampak. Arti Aurat pada tradisi bhs jawa : saru , dalam bahasa Indonesia : tabu . Sebagai contoh pada pakaian tradisi jawa misalnya kebaya , payudara, pusar, pantat , paha atas , termasuk aurat ( saru, tabu, tidak layak/tidak baik diperlihatkan kepada umum) karena pada tradisi pakaian Jawa , Indonesia selama ribuan tahun, anggota badan ini tidak biasa nampak.

Kalimat selanjutnya pada copy tafsir Ibnu Katsir diatas “...dan inilah pendapat yang dikenal oleh mayoritas Ulama”. Tentu saja hal ini sangat lumrah sekali, karena ulama yang menyatakan adalah ulama orang sana, orang Arab / Timur Tengah yang mempunyai budaya model jilbab seperti itu dan memang mereka sudah sesuai Ajaran Alquran An Nur 31. Alquran sebagai Rahmatan lil Alamin ditujukan untuk semua bangsa di Dunia . Bagi bangsa Indonesia dari budaya pakaian kebaya , rambut adalah anggota badan yang biasa nampak , oleh sebab itu menurut ayat tersebut, rambut boleh nampak dan tidak termasuk aurat. Pendapat ini seperti pendapat kebanyakan ulama dulu sebelum tahun 1980an, yang juga menganggap rambut bukan aurat Oleh karena itu bolehkah ulama Indonesia sekarang mengatakan :.

                     ”...Bagi wanita Indonesia Jilbab tidak wajib . Bolehkah ?...”

Masalah menjadi rumit manakala mahasiswa-mahasiswa kita di Arab Saudi/Timur Tengah lulus pertengahan tahun 80an keatas , hanya mengikuti para dosen mereka yang mengacu tafsir penggalan An Nur 31 oleh para sahabat, bukannya menafsirkan ayat tersebut berdasarkan budaya kebaya kita sendiri. Bila para ulama Indonesia bersepakat bahwa kita harus mengikuti saja pendapat para Ulama Arab/Timur Tengah, maka hal ini , selain bertentangan dengan tujuan Alquran itu sendiri yang ditujukan untuk semua suku bangsa di dunia ini , juga akan melenyapkan budaya kita, diseluruh pelosok2 Indonesia dengan segera , bak tsunami yang meluluhlantakkan sebuah daratan. Ini juga sebuah tantangan besar bagi dunia pendidikan Islam Indonesia yang berjumlah ribuan ....

               Dapatkah Para Ulama Kita Mengembangkan Tafsir Yang Sesuai Tradisi Dan Adat Budaya Kita Sendiri Bangsa Indonesia , Tanpa Mengacu Pada Pendapat Para Ulama Mazhab Yang Mempunyai Budaya Bangsa Arab/Timur Tengah.....? 

clip_image001[13]

(1) (2) (3) (4) (5)

Sumber gambar 1 : http://www.outlookindia.com/article.aspx?237883 (36) Sumber gambar 2,3,4,5 : Google

Para seniwati yang diperbolehkan berekspresi , pada saat ke-Khalifahan Islam Turki dimana saat itu pemerintahannya tidak mewajibkan jilbab . membolehkan para wanitanya berkesenian (gambar 1 ) Gambar 2,3,4 dan 5: Lenyapnya Kebudayaan Indonesia dan digantikan dengan budaya asing yaitu Arab/Timur Tengah, turut menghancurkan ekonomi kebudayaan yang menyertainya. Sektor pariwisata akan mati, tidak ada lagi turis mancanegara yang datang lantaran tidak ada lagi hal unik dan khas yang dapat dilihat dari masyarakat kita. Semua orang berjilbab , dapatkah anda membayangkan tarian wayang Rama Shinta, pemeran Shinta memakai jilbab? Rusaklah semua tradisi kita. Tidak itu saja , jutaan masyarakat akan kehilangan lapangan kerja informalnya seperti para penari, pemain musik termasuk gamelan, ,pembuat kain , penjahit pakaian, para wanita pekerja salon pemotong rambut , penata rambut yang berhubungan dengan tradisi dan masih banyak lagi. Penduduk miskin yang tidak mempunyai uang untuk sekolah formal semakin miskin lantaran lenyapnya ekonomi tradisi diatas, dan kesempatan bekerja secara halal dan terhormat menjadi hilang. Yang tersisa bagi mereka adalah pekerjaan2 sebagai pembantu rumah tangga , pekerja kasar ,buruh bangunan , penjual makanan kaki lima dsb . Ini sama saja , kita sedang bunuh diri dengan cara bunuh diri dengan tangannya sendiri. Seharusnya sebagai Bangsa Indonesia, bangsa non Arab , yang mempunyai akar budaya sendiri dan beragama Islam , kita harus mengartikan Alquran sesuai budaya kita sendiri.

BILA ANDA PENGANUT JILBAB WAJIB : UCAPKAN SELAMAT TINGGAL PADA PAKAIAN ADAT KITA

clip_image002[10]

PARA SAHABAT DAN KHALIFAH MENGACU KE AN NUR 31 : JILBAB TIDAK WAJIB. ULAMA SEKARANG MENGACU KE AL AHZAB 59 : JILBAB WAJIB

 
Para sahabat ( tentu dengan sepertujuan Nabi Muhammad saw) dan para khalifah penggantinya , memahami pakaian wanita dengan mengacu kepada penggalan An Nur 31 : ”.. janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (biasa) nampak dari mereka..”. Ketika para sahabat ini menaklukkan Bangsa Persia yang budaya berpakaian wanitanya, mempunyai tradisi anggota badan Rambut biasa terlihat ( mohon dibaca lagi ayat diatas ), seperti halnya pakaian Kebaya pakaian tradisional kita (lihat gambar peninggalan kuno dibawah), beliau-beliau ini membolehkan dan tidak mewajibkan jilbab untuk menutupi rambut. Tetapi , ulama sekarang mengacu pada Ayat Al Ahzqab 59, sehingga memahami pakaian jilbab wajib. Padahal anjuran berjilbab pada ayat tersebut dimaksudkan agar wanita muslim yang sudah merdeka ini berbedadengan budak. Jilbab pada ayat ini dimaksudkan sebagai pakaian pembeda dengan budak. Memang saat itu yang mengenakan jilbab hanyalah para bangsawan dan wanita merdeka , budak dilarang memakai jilbab . Ayat ini turun berkenaan dengan adanya gangguan kepada wanita muslimah yang sering dilecehkan karena dianggap budak, kaum yang tak terlindungi.

Dinamika Negara Persia (iran/Irak) cerminan pendapat para Sahabat/para Khalifah dahulu dan pendapat para Ulama mereka sekarang sejak 1979.

clip_image001[19]

Persia ( Iran ) tahun1600an. Iran 1501. Iran 1978. Iran 1979

Sumber gambar : Persia ( Iran ) tahun1600an dan Persia (Iran ) 1501 (Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar, 2)

Sumber gambar : Google Images:Iran 1978, Iranian revolution

Dinamika NU dan Muhammadiyah cerminan pendapat para Ulama kita dulu dan Ulama kita sekarang.

clip_image002[16]

 
NU 1964. Muhammadyah awal 1980an   Keduanya  2011
 
Sumber gambar :NU 1964 : dari buku Hadrassyaikh Hasyim Asy’ari, moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan (11)
Sumber gambar : dari Perpustakaan Kantor Pusat Muhammadiyah jl.Cik Di Tiro Yogyakarta.
Sumber gambar : keduanya 2011 dari koleksi pribadi.

 
 
Cut Nyak Dien. Cut Meutia. Pakaian Adat Aceh. Aceh, setelah undang2 1848-1908      1870-1910 nan Indah wajib jilbab 2001
 
Sumber gambar Google Images : Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Pakaian Adat Aceh
Sumber gambar Google Images :   Aceh    
 

1. Perbedaan Kedua.

“...hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka ...”

Bila para sahabat ( tentu sepengetahuan nabi) mengacu pada penggalan An Nur sebelumya, ulama sekarang mengacu pada penggalan selanjutnya An-nur 31 “... hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka..” Hal ini disebabkan karena Ulama sekarang kebanyakan adalah ulama tekstual. Yaitu ulama yang menafsirkan sebuah ayat hanya karena melihat ayat tersebut menyebut teks kerudung, sehingga menafsirkan ayat tersebut sebagai ayat yang mewajibkan kerudung atau jilbab ( Google ketik An Nur 31 jilbab wajib). Tapi lain halnya dengan ulama kontekstual yaitu menafsirkan ayat tersebut berdasarakan konteks ( sejarah , kondisi /keadaan masyarakat Arab saat itu). Imam Qurtubi (w 1273 M , 700 tahun yang lalu ) ( more info ketik Google: Biografi Imam Al-Qurthubi) ahli Hadist, Tafsir dan Fiqih yang sangat dihormati, menyebutkan bahwa sebab turunnya penggalan ayat ini adalah karena wanita- wanita pada Zaman Nabi Muhammad SAW menutup kepala mereka dengan kerudung- kerudung dan mengulurkannya ke arah punggung mereka, sehingga bagian atas dada dan leher dibiarkan tanpa sesuatu pun yang menutup keduanya. Maka ayat di atas memerintahkan wanita-wanita mukminah agar mengulurkan kerudung mereka ke arah depan sehingga menutup dada mereka. Karena itu ayat di atas bertujuan (memerintahkan) menutup dada karena keterbukaannya, dan bukan bermaksud memerintahkan ( mewajibkan ) pakaian (kerudung) dengan model tertentu (5:142). Menurut hemat penulis , terlihat nya payudara melanggar adat mereka karena menampakkan anggota badan yang tidak biasa tampak di masyarakat berpakaian serba tertutup ini dan melanggar aturan penggalan ayat sebelumnya :

janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (biasa) nampak dari mereka..” ( An Nur 24 : 31 )

clip_image001[21]

Wanita Yaman sebelum wajib jilbab. Selanjutnya wajib jilbab seluruh tubuh di Yaman. ,Gambar paling kanan : wanita Yaman pemrotes pemakaian jilbab

Sumber gambar : Google images : Yemen Woman pict, Sumber gambar paling kanan : http://lebanonglc.wordpress.com/2012/11/01/veil-freedom-and-equality/

Gambar di atas diambil dari buku Fadwa El Guindi (7), seorang wanita Arab –Mesir yang lahir 1941 dengan jabatan professor anthropology dengan PhD anthropology dari The University of Texas at Austin (1972, meneliti tentang Jilbab di Yaman tahun 70-an ketika para ulama belum mewajibkan jilbab menjadi undang-undang negara. Ia menduga busana yang terlihat sebagian buah dada seperti inilah yang yang dimaksudkan Al Hafizh Ibnu Hajar (w. 852 H) (6:34). dan sejarawan Qurtubi (w.1273) (5:142) sehingga turun ayat An-nur 31, “…….hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka…..”. Karena itu ayat di atas bertujuan (memerintahkan) menutup dada karena keterbukaannya, dan bukan bermaksud memerintahkan ( mewajibkan ) pakaian (kerudung) dengan model tertentu (5:142) . Demikian pendapat Muhammad Said al-Asymawi ( more info ketik google) , pakar hukum dan mantan Hakim Agung asal Mesir .

Bandingkan penggalan An Nur 31 diatas , dengan kata-kata wajib jilbab pada kitab suci saudara-saudara kita yang beragama Kristen di Injil Perjanjian Baru :

“5.Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. 6. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi (mengkerudungi) kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya….” Korintius 11:5-6.

Tampak jelas, pada Injil perjanjian baru, kepala memang diharuskan bertudung, berkerudung ( berjilbab). Sedang di An Nur 31 , susunan kata-katanya , para wanita yang bertradisi kerudung itu diharuskan menutup dadanya, bukannya diharuskan menutupi kepalanya dengan kerudung.

B. Perbedaan Ketiga.

Makna Al Ahzab 59 : Jilbab, pakaian pembeda antara muslim dengan budak. Kembali para ulama kita yang tekstual mengartikan Al Ahzaab 59 sebagai wajibnya jilbab , karena menyebutkan kata-kata diwajibkan jilbab.

(QS 33 Al-Ahzaab : 59)Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan wanita orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak mudah diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha Penyayang.” ...( suatu kalimat Sejarah yaitu suatu kailmat yang berhubungan dengan situasi kejadian saat itu yang menimpa umat Islam .pen )

Para Ulama kontekstual menafsirkan ayat ini berdasarkan sejarah, situasi saat itu.

JILBAB BUKAN PRODUK AGAMA ISLAM

JILBAB PRODUK NENEK MOYANG BANGSA ARAB

Wajib jilbab di kerajaan Assyria 1075 SM

Jauh hari , ribuan tahun sebelum turunnya Islam pada Tahun 600 M ( abad ke 6 M) di Arab Saudi, Jilbab telah dipakai meluas di kawasan Timur Tengah. Kerajaan Assyria ( lihat profile kerajaannya : google : Kerajaan Assyria ) pada tahun 1075 SM membuat undang – undang yang dikenal sebagai The Assyrian Code . Tertulis dalam Hukum Assyrian (. Google ketik: Assyrian code Fordham univ. Lihat I.40) : Pelacur tidak boleh berjilbab. Driver dan Miles dalam bukunya “the Assyrian Law” lebih lengkap menulis : wanita bangsawan , wanita merdeka harus berjilbab dan budak tidak boleh berjilbab (7:44-46). Pencitraan jilbab sebagai pakaian wanita terhormat ( wanita bangsawan dan wanita merdeka harus memakainya) dan pakaian wanita suci ( pelacur dan budak tidak boleh memakainya) di mulai dari sini. Karena di undangkan, yang melanggar akan dikenai sangsi, otomatis pakaian ini akan dikenakan turun temurun dari ibu ke anak . dari anak ke cucu , dari cucu ke cicit seterusnya sampai ke anak cucunya yang menyebar ke Jazirah Arab sampai hampir 1500 tahun kemudian pada saat hidup Nabi dan para sahabat. Demikianlah akhirnya pakaian jilbab menjadi simbolpakaian yang dianggap suci , terhormat ,bergengsi, bermartabat itu , menjadi pakaian adat mereka. Kemudian akhir-akhir ini jilbab dengan segenap simbolisainya yang suci dan terhormat itu sampai disini sekarang di Indonesia di tahun 2013. Nilai-nilai kuno yang sudah ada lebih dari 3000 tahun yang lalu itu lestari sampai sekarang. Tidak itu saja,  jilbab  diangkat sebagai tuntunan Islam atau yang dikenal sebagai Islami.Sebuah kesalah pahaman yang harus diluruskan , karena jilbab produk masyarakat Arab bukan produk agama Islam.

 
“ Pencitraan jilbab yang suci dan terhormat dimulai dari sini”.


JILBAB HANYA SEKEDAR PAKAIAN ADAT
SEPERTI KEBAYA, KIMONO,BAJU BODO
 
 
Assyria/Persia             Kristen      Islam                     Sekarang
I ------------------------I--------------I------------------------I
 1075 SM                      0            600 M                     2013 M
 
 
 
                                                    Gbr 1        Gbr 2              Gbr 3
 
Sumber gambar 1 : Google Images : Assyrian Empire
Sumber gambar 2 : Google : Assyrian Ancient Tablets Decodes
Sumber gambar 3 : Google : veil arab woman
 

Keterangan :

Gambar 1. Warna hijau , Daerah Kekuasaan kerajaan Assyria 1075 SM yang pengaruhnya menyebar ke Arab Saudi kuno. 2. Contoh batu bertulis berisi Undang-undang kerajaan Assyria. Gambar selanjutnya : contoh model-model jilbab pakaian adat Bangsa Arab/Timur Tengah.

Sebuah peristiwa yang sangat penting terjadi :

Asbabun Nuzul (sebuah peristiwa penyebab turunnya ayat ) Al Ahzaab 59 : istri Rasullulah pernah keluar malam untuk buang hajat (buang air). Pada waktu itu kaum munafikun mengganggu dan menyakiti istri Rasulullah tersebut. Hal ini diadukan kepada Rasulullah SAW, sehingga Rasulullah pun menegur kaum munafikun. Tetapi mereka menjawab, “Kami hanya mengganggu hamba sahaya (budak).”

Turunnya ayat ini (QS 33 Al-Ahzaab : 59) sebagai perintah untuk berpakaian tertutup agar kaum Muslimah berbeda dari para budak. Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d, di dalam kitab Ash-Thabaqat yang bersumber dari Abu Malik (8).

NABI DAN PARA KHALIFAH BERLANDASKAN AN NUR 31 ULAMA SEKARANG AL AHZAAB 59

Pengaruh Undang-undang di Assyria tahun 1075 SMdalam Hukum Assyrian ( Google ketik: Assyrian code Fordham univ. Lihat I.40) : Pelacur tidak boleh berjilbab. Driver dan Miles dalam bukunya “the Assyrian Law” lebih lengkap menulis : wanita bangsawan , wanita merdeka harus berjilbab dan budak tidak boleh berjilbab (7:44-46) masih terasa pengaruhnya sampai semasa hidup nabi hampir 1600 tahun kemudian. Para wanita Bangsawan yang berjilbab ini, adalah istri pejabat tidak ada yang berani mengganggu. Sampai jaman sekarangpun tidak ada orang yang berani mengganggu para bangsawan / istri pejabat. Umat Islam saat itu , walaupun termasuk wanita merdeka mereka tidak berjilbab . Oleh karena tidak berjilbab itulah mereka dikira budak yang dapat diperlakukan seenaknya. Turunnya ayat itu bertujuan agar umat Islam yang sudah menjadi wanita merdeka itu , dapat dibedakan dengan budak ,”Itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak mudah diganggu” ( penggalan Ayat Al Ahzab diatas) demikian maksud ayat itu , bukannya untuk menyuruh memakai jilbab ( bandingkan juga kalimat pada ayat ini dengan kalimat di Korintius 11:5-6 ). Karena wanita muslim saat itu memang wanita merdeka yang berhak mendapat perlindungan dari Sang Nabi ,yang ketika itu menjadi semacam Gubernur di Madinah. Dengan memakai jilbab , para pemuda iseng tidak ada yang berani mengganggu lagi. Karena dengan memakai jilbab sudah pasti bukan kaum budak yang bisa diperlakukan sekehendak hatinya. Tetapi yang menjadi masalah adalah , ayat ini disalah pahami sebagai sebuah ayat yang mewajibkan untuk berjilbab ( google ketik : Al Ahzaab 59 jilbab wajib) , padahal ini adalah sebuah ayat bernuansa sejarah yang berkaitan dengan kondisi sosiopolitik di Madinah saat itu . Hal ini sungguh berbeda dengan para sahabat ( yang tentu sepengetahuan Nabi ) yang memahami aturan berpakaian wanita, yang bersandar pada penggalan ayat An Nur 31.

”.. janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (biasa) nampak dari mereka.” ( An Nur 24 : 31)

Kekeliruan pengambilan acuan ayat Al Ahzab yang bersifat sejarah , tetapi kemudian dipakai untuk mengatur pakaian seorang muslimah , tentu saja menimbulkan kekacauan. Pertengkaran kedua ulama dibawah ini sebagai ilutrasinya.

 

ACUAN PADA AL AHZAB 59 MENYEBABKAN PERTENGKARAN PARA ULAMA

Allah maha adil dan bijaksana tentu hasil dari aturannya yang berupa ayat Alquran akan ditafsirkan umat manusia akan memberi dampak kerukunan , kedamaian dan hidup harmonis . Bila terjadi penafsiran diantara umat apalagi para ulama besar yang dianggap paling pandai menafsirkan sebuah ayat , tetapi hasilnya malah menimbulkan pertengkaran , tentu terjadi sesuatu kesalahan tafsir. Pertengkaran dua ulama hebat karena kedalaman keilmuannya antara Syaikh Hammud At-Tuwaijiri dan Syaikh Al Albani ( anda dapat mencarinya sendiri di google ) dibawah ini dapat menjadi pelajaran untuk kita , bahwa masing-masing suku/bangsa mempunyai auratnya sendiri-sendiri .Karena kedua beliau-beliau ini saling menyalahkan pihak lain dari kacamata budaya nya masing-masing. Kejadiannya hampir serupa tapi tidak sama di Indonesia sekarang , karena sejak ribuan tahun yang lalu rambut bukan termasuk aurat ( sesuatu yang tidak layak diperlihatkan ke masyarakat umum) seperti halnya ( ma’af) payudara , bokong , pusar dan lain sebagainya. Umat Islam di Indonesia , hanya ikut-ikutan dengan pendapat para ulama kita yang terpengaruh –para guru mereka di Arab Saudi / Timur Tengah , yang menganggap bahwa rambut termasuk anggota badan yang tidak layak diperlihatkan ( rambut termasuk aurat ). Buktinya adalah sehari-hari kita tidak risih melihat para wanita di televisi atau dalam kehidupan sehari-hari yang terlihat rambutnya. Ini tentu berbeda sekali bila kita melihat wanita yang terlihat payudara atau pusarnya sebagai misal. Kita akan merasa risih , malu dan bermacam-macam perasaan lainnya.

 

(1) (2) (3) (4) (5)

Sumber gambar 1 : Cover buku “ Mendudukan polemik berjilbab” karangan Syaikh Al Albani (6).

Sumber gambar 2 ,3 : Google Images : Veil Arab Woman

Sumber gambar 4,5 : Google Images : kebaya Dian Sastro

Perdebatan ini diambil dari buku “ Mendudukan polemik berjilbab” karangan Syaikh Al Albani ( gbr : 1 ). Banyak dari kita umat Islam yang merasa bahwa model jilbab kita yang tampak wajahnya ( gbr : 3 ) adalah model jilbab yang paling benar. Hal ini sangat keliru , karena ada ulama hebat lain dari Arab Saudi , yang mengkritik model jilbab in karena dianggap belum menutup aurat semuanya...Nah.. Syaikh Hammud At-Tuwaijiri, dari adat seluruh tubuh adalah aurat ( gbr : 2 ) menyerang pendapat Syaikh Al Albani ( gbr:3 ) seperti model jilbab kita, dengan kata-kata : “Barang siapa yang membolehkan wanita membuka wajahnya, sebagaimana pendapat Albani, maka ia telah membuka lebar-lebar pintu tabarruj (bersolek berlebihan) dan mendorong kaum perempuan untuk melakukan perbuatan tercela sebagaimana yang dilakukan oleh kaum perempuan tanpa penutup wajah sekarang ini.” ( 6: 18 ) Bahkan ia mengatakan Syaikh Al Albani telah menyelewengkan ayat-ayat Allah dan menyimpangkannya (6: 71).. Tentu saja Syaikh Al Albani membalas menuduh Syaikh At Tuwaijiri-lah yang mempunyai sikap yang ekstrim dan fanatik (6: 45). Sambil mengutip sebuah hadist:

Barang siapa yang memanggil seseorang dengan kekafiran atau mengatakan, Hai musuh Allah! Padahal ia tidak demikian, maka hal itu akan kembali kepadanya.”(6:71)

Tetapi bila kedua beliau ini mengikuti jejak para sahabat ( yang tentu dengan sepertujuan Nabi) mengacu ke penggalan An Nur 24 : 31 : ”.. janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (biasa) nampak dari mereka (wanita).” masing-masing ulama dengan budayanya sendiri-sendiri itu sudah sesuai dengan Alquran. Karena di suku Syaikh Al Albani wajah adalah anggota badan yang memang biasa nampak , sebaliknya di budaya Syaikh At Tuwaijiri wajah tidak biasa nampak. Gejala menyalahkan orang lain tanpa menghormati pihak lain yang lain budayanya ini juga sudah menular dalam kehidupan sehari-hari kita. Sekarang karena hasil indoktrinasi para ulama di televisi , radio , ceramah-ceramah ibu arisan , banyak sekali orang menyatakan bahwa rambut adalah sesuatu yang tidak layak dipertontonkan ( termasuk aurat gbr: 4 ,5 ) . Padahal bila kita mau sedikit berpikir dengan akal kita , rambut Dian Sastro diatas layak saja diperlihatkan ...apa yang salah?. Saya kemudian ingat tentang ancaman kemurkaanNYA bila kita tidak menggunakan akal kita

“...dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya “. ( Yunus 10 : 100 )

NABI MUHAMMAD TIDAK PERNAH MEWAJIBKAN JILBAB, KARENA SATU-SATUNYA HADIS TENTANG JILBABPUN TIDAK SHAHIH.

Sebuah PERKATAAN Nabi (hadis) yang oleh Abu Daud sendiri sebagai perawinya, dinyatakan Mursal, tertolak , tidak diterima alias tidak Shahih karena ada sanad ( jalur periwayat) yang terputus . Khalid bin Darik tidak mungkin mendengar dari Aisyah karena hidup tidak sejaman. Dalam bukunya Prof. DR. Quraish Shihab menyatakan bahwa, Khalid bin Darik yang meriwayatkan dari Aisyah tidak mungkin mendengar dari Aisyah karena tidak sezaman.(5:90-91).( Misalnya, penulis yang kelahiran 1960 ini , tidak mungkin mendengar langsung secara pribadi kata2 yang diucapkan Pangeran Diponegoro yang hidup 200 tahun yang lalu. Pen)

 Sumber : diambil dari buku Tafsir Ibnu Katsir III  Surah An Nur  hal 489 (58).   
         
Tulisan di atas copy dari lembaran ASLI Tafsir Ibnu Katsir yang ditulis 700 tahun yang lalu, dimana Abu Daud (lahir 817 M) sendiri , sebagai perawinya malah menyatakan hadist tersebut Mursal, yaitu hadist yang tidak bisa diterima, tidak Shahih (mohon dibaca lagi berulang-ulang ,agar tidak salah tafsir). Sebagai catatan , karya Ibnu Katsir yang paling terkenal adalah tafsir Al-Quran  yang menjadi pedoman (rujukan) hampir di semua negara Islam termasuk Al-Quran terbitan Arab Saudi dan  Al-Quran terbitan Departemen Agama di Indonesia (google: Ibnu Katsir wikipedia).Hadis inipun bersifat ahad , Tunggal, hanya satu. Bayangkan dari jutaan hadis hanya satu thok keberadaannya. Kalau memang jilbab itu wajib dan sangat penting tentu akan bertaburan hadis2 dengan riwayat sahabat yang banyak (hadis masyhur). Dengan begitu, karena satu-satunya perkataan (hadis) Nabi Muhammad ini dinyatakan tidak shahih, tidak ada lagi perkataan (hadis) untuk sandaran wajibnya jilbab. Dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad yang sangat bijaksana itu tidak memihak salah satu budaya  dan tidak pernah mengatakan jilbab wajib” , dan itu di dukung oleh bukti-bukti , fakta gambar-gambar ataupun lukisan-lukisan peninggalan sejarah kekhalifahan Islam . Mengapakah seolah-olah para ulama kita menyembunyikan informasi yang sangat penting ini. Dan dimana-mana dikabarkan seolah-olah hadis ini hadis yang Shahih?

 
LATAR BELAKANG PENULISAN

                                                                  (Ringkasan buku)

 
 

Perjalanan haji 2003 yang mencerahkan.
Ketika penulis melakukan ibadah haji di tahun 2003 , melihat betapa kehidupan di Mekah dan Madinah memiliki budaya yang sungguh sangat berlawanan dengan budaya kta di Indonesia. Para wanita memakai jilbab dan jubah dengan segala modelnya . Ada yang semua tubuh tertutup, ada yang terlihat hanya kedua matanya , ada juga yang wajahnya terlihat. Kedua tangan tertutup semua, layaknya seperti mukena , pakaian wanita ketika sedang menunaikan ibadah sholat tapi ini semuanya berwarna hitam pekat. Para wanita tidak boleh bekerja , bernyanyi , berkesenian ditempat umum. Laki-laki dan wanita bila bukan keluarga harus dipisah , tidak boleh saling bersalaman. Di hotel-hotel tidak ada lukisan mahluk hidup kecuali lukisan ke dua raja mereka. Kemudian timbul bermacam-macam pertanyaan dihati penulis : inikah Islam yang sebenarnya?. Inikah semurni-murninya ajaran islam?...ataukah semua ini hanyalah sebuah budaya seperti layaknya setiap suku bangsa di dunia ini yang masing-masing mempunyai budayanya sendiri ? ..lebih tajam lagi apakah ini ini Islami atau Arabi?..Bila ini Arabi yaitu suatu budaya yang sudah ada ribuan tahun sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW , sudah sangatlah jelas ini bukan produk Agama Islam atau memakai bahasa sekarang , bukanlah ISLAMI , karena sudah ada ribuan tahun sebelum turunnya agama Islam. Karena kita sebagai bangsa punya budaya sendiri yang cocok dan sesuai dengan kepribadian kita. Sebagai seorang manusia biasa yang dibesarkan dari lingkungan budaya seperti itu , tentu beliau Sang Nabi akan berperilaku seperti itu juga. Persoalan menjadi menjadi sangat penting , manakah yang akan kita jadikan teladan , pribadi beliau atau budaya di suku bangsa beliau?, Bila pribadi beliau , ahlak mulia beliau yang beriman dan jujur ( orang sholeh) dan selalu berbuat kebajikan (amal :berbuat, sholeh : baik , jujur) terhadap sesama itulah yang wajib kta contoh dan sesuai Alquran. Bila yang dipahami adalah budayanya , yang tidak ada di Alquran , akan terjadi Arabisasi dan budaya bangsa Indonesia akan musnah beserta jutaan lapangan pekerjaan yang menyertainya. Arabisasi belum tentu membawa kebaikan , sebagai contoh seorang wanita mengenakan jilbab belum tentu jujur , bila dia berprofesi sebagai penipu tapi dengan kedok berjilbab agar tampak suci , taat beragama , percuma saja.jilbabnya itu. Tetapi kebalikannya , bila yang dipandang wajib adalah pribadi sang Nabi yang bergelar Al Amin (yang dapat dipercaya) karena kejujurannya , walaupun sang wanita itu memakai pakaian yang sopan sesuai sopan santun adat kita disini walaupun dengan rambut terlihat , tentu akan bermanfaat dan semua orang akan bahagia mempunyai teman , keluarga , yang mempunyai sifat seperti ini..

Bagi para generasi muda pada tahun 1970an mengerti dan paham , bahwa tak seorangpun wanita di Indonesia di kala itu yang mengenakan jilbab. Ini dikarenakan tak seorangpun ulama Indonesia disaat itu yang mengatakan jilbab wajib bagi seorang wanita muslim. Para ulama saat itu pada dakwah-dakwahnya selalu menekankan betapa pentingnya menjadi orang shaleh yaitu orang yang beriman, jujur dan selalu berbuat kebajikan ( amal shaleh) kepada sesama. Pentingnya menuntut Ilmu Pengetahuan bagi bangsa Indonesia agar kita tidak kalah dengan bangsa-bangsa barat juga selalu di ulang-ulang para ulama kita saat itu. Dakwah ini ditujukan agar umat Islam berkualitas , mempunyai karakter yang unggul dan hal ini lebih di utamakan dibanding masalah berpakaian, yang dulu dipandang sebagai budaya bangsa Arab sehingga tidak perlu dicontoh. Jilbab saat itu , sepengetahuan penulis hanya di Arab Saudi saja. Kemudian Iran ( dahulu Persia) menyusul mewajibkan jilbab bagi warga wanitanya dengan undang-undang negara pada tahun 1979 , setelah Revolusi Islam Iran ketika para Ulama mereka berkuasa. Imbasnya meluas ke negara kita di pertengahan tahun 1980an seiring perseteruan Palestina dengan Israel dan Amerika dibelakangnya , Perang-perang ini memicu solidaritas Islam yang mengakibatkan politik identitas diri, yang merupakan rangkaian proses psikologis yang amat kompleks , sehingga jilbab diambil sebagai identias kemusliman.Dengan begitu menjadi jelas , siapa kawan , siapa lawan. Proses ini di negara kita diperkuat lagi dengan pulangnya para mahasiswa kita yang kuliah di Arab Saudi dan Timur Tengah yang mengusung budaya Jilbab dimana mereka menimba Ilmu. Tentu sangat menarik mempelajari mengapa terjadi perubahan pandangan tentang wajibnya jilbab, dikalangan para ulama dalam lingkup dunia Islam di Arab Saudi/Timur Tengah dahulu ( para sahabat dan Khalifah ) dan Ulama mereka sekarang. Demikian pula pada lingkup nasional ulama kita di Organisasi masa Islam yang besar yaitu NU dan Muhammadyah yang dulu dan sekarang. Perubahan pandangan para ulama kita dahulu yang menganggap bahwa jilbab sebagai masalah budaya yang tidak wajib ditiru dan ulama kita sekarang yang berubah, yang memandang bahwa masalah jilbab begitu penting karena menganggap hal ini sebagai tuntunan Alquran. Perubahan pandangan para ulama itu , yang meliputi ulama dahulu dan sekarang tentu tak lepas dari perbedaan Tafsir mereka terhadap kitab suci Alquran sebagai pedoman hidup (way of life) umat Islam. Penulis akan berusaha mengurai sesungguhnya apa yang terjadi sehingga terjadi perbedaan tafsir itu , tapi ini tentu tak lepas dari sudut pandang subyektifitas penulis . Namun demikian penulis berusaha seobyektif mungkin , sehingga mendapat gambaran yang sesungguhnya.

Membicarakan tafsir, penulis yang juga muslim ini berpendapat bahwa tafsir Alquran (ayat Qauliyah) harus sesuai dengan realita, fakta atau kenyataan yang ada (ayat Kauniyah). Hal ini dikarenakan kedua hal tersebut bersumber dari sumber yang sama dari Yang Maha Kuasa , sang maha pencipta yaitu Tuhan YME. Ibarat seseorang membeli sepeda motor honda , keadaan fisik dan cara kerjanya harus sama dengan buku panduannya.

         a. Tafsir Alquran ( ayat Qauliyah) harus sesuai dengan Realita fisik bumi ( ayat Kauniyah). Penulis akan mengambil satu ayat saja dari berpuluh ayat Alquran (ayat Qauliyah) yang penafsirannya mustahil bila tidak menggunakan Ilmu pengetahuan tentang fakta yang terjadi pada Bumi. ”Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan ” ( An-Naml 27:88) Sebelum membaca tulisan ini, sejenak pembaca merenungkan dulu isi ayat tersebut , dan dibaca sekali lagi. Apakah anda mengira yang anda lihat seperti gunung , pohon, hutan itu diam tidak bergerak ? padahal semua itu berjalan? . Penjelasannya dipersilahkan membaca selanjutnya.

Sumber google Images : ketik Pangea

Gambar lempengan-lempengan bumi yang bergerak saling menjauhi dengan kecepatan 2-7 cm pertahun. Tampak Benua Amerika terpisah dengan Benua Afrika yang dahulu menjadi satu Benua Pangea 300 juta tahun yang lalu. Dengan kecepatan seperti ini orang-orang yang hidup di atasnya melihat bahwa gunung-gunung di depannya seperti diam, padahal bergerak sangat perlahan. Pengetahuan ini baru diketahui oleh ilmuwan modern 1900-an, seorang ahli meteorologi dari Jerman, Alfred Wegener yang mengemukakan sebuah hipotesis tentang Apungan Benua ( Google ketik : Hypothesis of Continental Drift). Kemudian dengan menggunakan peralatan canggih pada abad ke-20, teori ini dapat dibuktikan kebenarannya dan dikenal dengan Teori Tektonik Lempeng ( Google ketik : Plate Tectonic Theory). Al-Quran sudah menuliskannya, sekaligus ini adalah bukti bahwa Al-Quran benar-benar berasal dari Allah SWT . Karena tidak mungkin Nabi Muhammad atau orang lain di gurun pasir 1400 tahun yang lalu mengetahui ” Teori Lempengan Tektonik ”. Pelajaran yang dipetik dari peristiwa diatas , menafsirkan ayat-ayatnya ( firmannya , kata-kata Tuhan ) harus menggunakan akal sehat kita. Menolak menggunakan akal berarti berhadapan dengan kemurkaan Sang Pencipta. Seperti didalam Alquran ditegaskan :

“..... Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya “. (Surat Yunus : 100 ).

Mudah-mudahan berpuluh ayat Alquran yang sangat sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang berkaitan dengan penciptaan bumi ( The Big Bang Theory) , penciptaan mahluk hidup yang berkembang dari buku yang dikarang Charles Darwin " On the Origin of Species " , kemudian hari dikenal sebagai Teori evolusi dan berakhirnya jagat raya ini , yang dikenal sebagai hari kiamat (Doomsday theory) akan penulis rangkum dalam satu buku yang lain. Insya Allah.

Demikian pula menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan jilbab , harus sesuai dengan kehidupan manusia itu sendiri. Kehidupan bangsa Arab/ Timur tengah dimana budaya jilbab ini bermula dan yang paling penting DAMPAK dari penafsiran ayat ini, memberi manfaat kehidupan atau malah membuat penderiataan umatnya. Tentunya , tafsir yang baik dan benar adalah tafsir yang memberi manfaat dan kebaikan tidak saja bagi umat Islam tapi juga untuk semesta alam , seluruh mahluk dan penduduk bumi tanpa memandang golongan, agamanya, sukunya, bangsanya, warna kulitnya dan lain sebagainya , karena Allah itu bersifat Rahmatan lil Alamin, mencintai seluruh alam, mencintai segala mahluknya.

                 “ Tafsir yang benar, tafsir yang menyejahterakan.
                               Tafsir yang keliru , tafsir yang menyengsarakan”.

         b. Tafsir Alquran ( ayat Qauliyah) harus sesuai dengan Realita kehidupan ( ayat Kauniyah).
Sejak ribuan tahun yang lalu , setelah bangsa Persia di taklukkan oleh para Sahabat ( Abubakar , Umar , Usman dan Ali ) dan penggantinya para Khalifah , Bangsa Persia yang berbudaya pakaian dengan rambut terlihat ( seperti halnya pakaian kebaya yang rambutnya terlihat) , di perbolehkan dan Jilbab tidak pernah diwajibkan untuk menutupi rambut tersebut. Hal ini dikarenakan beliau-beliau ini menganggap rambut bukan aurat. Hampir 35 tahun terakhir inilah jilbab diwajibkan oleh ulama-ulama mereka , tepatnya di tahun 1979 ketika para Ulama memegang kekuasaan setelah terjadinya Revolusi Islam Iran. Bisa dikatakan bahwa para Ulama mereka sekaranglah yang mewajibkan jilbab , bukan para sahabat Khulafaur Rasyidin / Khalifah Ar-Rasyidin maupun para Khalifah penggantinya. Hal ini dikarenakan adanya EMPAT PERBEDAAN antara Nabi Muhammad yang pendapatnya dicerminkan dari tafsir para Sahabat /Khalifah pengganti , dibandingkan dengan Ulama sekarang ( seperti yang telah di jelaskan diatas). Berkaitan untuk memahami hal ini sebaiknya kita harus juga mempelajari sejarah budaya bangsa Arab /Timur Tengah yang tercermin dari bangsa Persia (sekarang Irak/Iran).

FAKTA SEJARAH : NABI DAN PARA KHALIFAH TIDAK MEWAJIBKAN JILBAB ULAMALAH YANG MEWAJIBKAN JILBAB


Gambar atas : Daerah Kuning , daerah kekuasaan Persia . Sebelah selatan, tenggara kekuasaan Persia , Daerah Arab Saudi sekarang yang berwarna putih. Sampai Abad ke 6 turunnya Agama Islam di saat Rasulullah saw , sebagian besar penduduk Arab Saudi ( dulu Hijaz ),berpenduduk Ummi (tidak bisa membaca /menulis). Sebaliknya Persia sudah sangat maju peradaban ilmu pengetahuannya.

Nabi dan khalifah mengembangkan kebudayaan , para ulama melenyapkannya.

                         Persia ( Iran ) tahun1600an dan 1501    Iran 1978     Iran 1979

Sumber gambar : Persia ( Iran ) tahun1600an Persia (Iran ) 1501 (Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar, 2) Sumber Google Images: Iranian revolution

“Tafsir kata/kalimat pada Alquran dan Hadis dapat diartikan oleh 1000 orang dengan 1000 tafsir berbeda karena tergantung opini masing-masing orang , tapi Fakta ( kenyataan yang di gambarkan diatas) adalah SATU.....”.

Gambar diatas , Seperti yang dicontohkan sang Nabi dan para sahabat , ketika menaklukkan negara Persia yang mempunyai budaya rambut terlihat, persis seperti pakaian kebaya kita yang rambut juga terlihat , tidak melarangnya. Sangat jelas tidak ada satupun wanita yang memakai jilbab . Nabi dan para sahabat/ khalifah pengganti membolehkan Budaya Bangsa Persia yang terlihat rambutnya ketika mereka menaklukkan negara ini. Tapi hampir 1400 tahun kemudian disana terjadi revolusi Islam Iran 1979 ( more info Google : revolusi Islam Iran 1979), para ulama memegang tampuk tertinggi kekuasaan , jilbab diwajibkan. Dan punahlah budaya Persia nan elok itu. Sang Nabi bila ke Indonesiapun bila melihat budaya kebaya dengan rambut terlihat pasti membolehkannya. Para ulama kita sekarang yang mempunyai kedudukan sebagai pengganti Nabi dalam arti keteladanan spiritual , selayaknya juga mencontoh teladan sang Nabi, Sang panutan. Bagi umat Islam sekarang yang nyaman mengenakan jilbab , monggo saja. Tetapi yang ingin memakai kucir rambut terlihat , atau mengenakan pakaian adat dengan sanggul yang besar atau sanggul yang kecil atau ada yang inigin pakai konde di sanggul rambutnya okey-okey saja. Sehingga pakaian-pakaian adat seluruh Indonesia yang berkaitan dengan tampaknya rambut tidak terganggu dan juga tidak membunuh pakaian adat dan segala macam bentuk kesenian ikutannya. Demikianlah teladan sang Nabi yang tentu saja sesuai dengan ajaran Alquran. Peristiwa Bangsa Persiapun tampaknya sedang terjadi di Indonesia, para ulama kita sekarangp
un melarang terlihatnya Rambut...Jadi....apakah kita akan mengulang tragedi bangsa Persia ?..hanya kita sendirilah yang bisa menjawabnya.

                     BUKTI PASTI NABI DAN PARA SAHABAT PENGGANTINYA
                                              TIDAK MEWAJIBKAN JILBAB

Para istri presiden dan raja Arab memandang jilbab tidak wajib. Para istri2 presiden Bangsa Arab ini ( catatan in dibuat th 2010 ) tidak ada yang memakai jilbab , sebagai tokoh panutan selama ribuan tahun di negara asal turunnya Agama Islam , mustahil para istri ini berani melanggarnya. Alasan yang paling masuk akal ,dulu, Nabi dan para Khalifah ( nenek moyang mereka) tidak pernah mewajibkan jilbab. Gambar dari Sumber : Google

 
                   Muslimah  istri pres                Musl. Arab Jor              Musl. Arab Syria Mesir Suzane M.                  dan Ratu Rania             Istri Presiden
 
 
                                                           

                          Musl.Ratu Amira ,           Musl. ratu Haya istri .      Muslimah Arab
                    Istri Waleed bin Talal            Raja Dubai (UAE)           Qatar

Ratu Rania istri raja Jordan menyatakan jilbab tidak wajib (4). Amira ,istri dari putra Raja Arab Saudi ( mohon di perhatikan sekali lagi : ini menantu raja Arab Saudi !!!....), tidak memandang rambut sebagai aurat sehingga rambutnya tergerai tidak memakai jilbab.( google : Amira wife Prince Al-Waleed Bin Talaal). Kalau memang jilbab wajib , dengan konsekuensi ( yang tidak main-main) masuk neraka bila tidak memakainya , tentu mereka ini akan SELALU memakainya. Rakyat dan ulama apalagi suami mereka tentu akan protes . Saya tidak bisa membayangkan bila yang berkata “ Jilbab tidak wajib” adalah orang Indonesia , tentu cacian dan makian akan bertubi-tubi menerpa , tentu dari bangsa kita sendiri. Apakah kita memang lebih Arab dari orang Arab?..Ada apakah dengan masyarakat muslim kita yang terlalu berlebihan menyikapi pakaian jilbab ini? Padahal kita diwajibkan menjadi orang shaleh ( beriman dan jujur) 131 ayat, berbuat jujur, berbuat kebajikan ( amal shaleh) disebut 91 ayat (57)

Ulama yang menganut paham aurat dari sudut kebiasaan ( adat budaya ):

Imam Al-Qarafi (w.684 H): ahli hukum (juris) Islam dalam mazhab Maliki(10: 6).
Abu Ishaq asy Syathibi (w.1388 M) : ulama Tafsir.(5)
Syekh Muhammad Abduh (w.1905): ulama besar pemikir dan pembaharu pemikiran Islam, sebagai penghormatan dijadikan nama Aula di Univ. Al Azhar Mesir. Mantan Mufti Mesir ( semacam ketua MUI .red) . .(5)
Sayyid Muhammad Rasyid Ridha (w.1873); ulama besar, pembaharu.(5)
Al’Asymawi (2002) : mantan Hakim Agung Mesir.(5)
Qashim Amin (1908) : Pemikir Islam .(5)
Syekh Muhammad Suad Jalal : ulama Universitas Al-Azhar , Mesir.(5),
DR. Ir muhammad Syahrur (lahir 1939) : Pemikir Islam.(5)
Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (w.1973): Pemikir Fiqh. .(5)
Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen / Guru besar Fakultas Syariah dan hukum Univeritas Al- Azhar.(5) Jamaluddin Muhammad, mantan Sekjen Majelis Tertinggi Islam Mesir dan anggota dewan riset Islam Al-Azhar.(5)
Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (1879-1973): intelektual Muslim kelahiran Tunisia yang sangat disegani dan dihormati. Dan lain-lainnya lagi.

Ulama dan pemikir Islam di Indonesia yang sepaham dengan pendapat semacam itu di antaranya: Ulama- ulama dulu :
Prof Dr. Nurcholis Majid. (12) ,
Prof. DR. Quraish Shihab ( ketik google : Quraish Shihab jilbab tidak wajib) ,
Gus Dur. KH. Hasyim Asy’ari, ulama besar dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Sebagian besar ulama NU & Muhammadiyah di masa lalu (lihatlah foto-foto mereka zaman dulu yang masih terlihat rambutnya).
Walisongo menciptakan dan menggubah seni tari tanpa jilbab
Sunan Kalijaga : menciptakan tarian-tarian yang tidak memakai jilbab. Ulama-ulama Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, Keraton-keraton di Jawa Barat, dan lainnya, yang tak pernah melarang tari-tarian seni tradisional di wilayahnya masintg-masing. Dan, hingga sekarang tari-tarian tradisional itu masih tetap hidup dan berkembang.

Ulama yang menganut paham aurat sesuai kebutuhan untuk bekerja (memudahkan wanita bekerja, untuk kehidupannya di dunia).

Imam Abu Hanifah (w.767 M) : memasukkan kaki bukan Aurat (5).
Abu Yusuf (w.798 M) : memasukkan kedua tangan wanita bukan aurat (5 )
Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen dan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum Univeritas Al-Azhar (5).
Muhammad Ali al-hasan dan Abdurahman Faris abu aliyah : cendekiaan Muslim lulusan Fakultas Syariah Ryadh, Saudi Arabia (5,134).

Kelompok Ulama yang memandang jilbab wajib (wajah, mata dan telapaktangan , bukan aurat , sehingga boleh terlihat):
Ulama kita sekarang banyak mengikuti pandangan ulama-ulama seperti ini, sepulangnya mereka dari bersekolah dari perguruan-perguruan tinggi di Arab Saudi dan Timur Tengah yang memang berbudaya jilbab. Imam Ar-Raghib Al Ashfahani.
Abdullah Ibnu Abbas.
Syaikh Al audin AlMardawi. Imam / Madzab Hambali.
Ibnu Qudamah Al Maqdisi.
Syaikhul Islam Ibnu TaimiyyahImam Madzab Maliki.

Kelompok ulama yang berpendapat jilbab menutupi seluruh tubuh (seluruh tubuh aurat) : sumber: Kompas 4 Oktober 2009 :
Syaikh Hammud At-Tuwaijiri.
Dr. Sa’id Ramadhan Al Busi.
Almarhum Syekh Benhas.
Almarhum Abu Al-a’la Al Maududi.
Mayoritas ulama Arab Saudi, negara Arab timur dan Asia Selatan. Dan lain-lain.

PARA ULAMA INDONESIA TERDAHULU-PUN TIDAK MEWAJIBKAN JILBAB.

Ulama-ulama Indonesia : Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab : tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan.

                                            NU 1964      Muhammadiyah awal 1980an    Keduanya 2011

Sumber gambar NU 1964 : dari buku Hadrassyaikh Hasyim Asy’ari, moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan (11)
Sumber gambar dari Perpustakaan Kantor Pusat Muhammadiyah jl.Cik Di Tiro Yogyakarta.
Sumber gambar keduanya 2011 : dari koleksi pribadi.

Dahulu Organisasi masa Islam kita NU dan Muhammadiyah tidak mewajibkan institusinya berjilbab , karena para ulama mereka tidak ada satupun yang mengatakan rambut adalah sesuatu anggota badan yang tabu (aurat) untuk diperlihatkan seperti layaknya terlihatnya payudara , sehingga harus ditutup oleh jilbab. Masyarakata kita pun saat itu tidak ada yang memakai jilbab. Anda bisa melihat di foto-foto jaman dulu, bapak–ibu, kakek-nenek atau anda dapat mencari di google : ketik gambar sma jadul atau ketik youtube Titik Sandhora , nanti akan muncul para penyanyi sejamannya. Perhatikan tidak ada satupun yang mengenakan jilbab.Mereka yang dulu yang tidak berjilbab , sekarang memakai jilbab karena pengaruh media masa yang menampilkan para ulama-ulama jaman sekarang , yang berbeda pandangan dari ulama jaman dulu dan para sahabat Nabi. Karena hampir semua ulama yang sekarang mengacu pada Al Ahzab 59 sedangkan para sahabat ( dengan sepengetahuan Nabi tentunya ) dan para khalifah pengganti mengacu pada An Nur 31 sehingga jilbab tidak wajib.

                                 ACEH : KETIKA RAMBUT BELUM DIANGGAP AURAT
                                                      JILBAB BELUM DIWAJIBKAN 

 Cut Nyak Dien  Cut Meutia   Pakaian Adat Aceh   Aceh , setelah undang2
1848-1908     1870-1910       nan Indah                wajib jilbab 2001

Sumber gambar Google Images : Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Pakaian Adat Aceh
Sumber gambar Google Images : Aceh

Anda masih bisa mendengar dan melihat “sisa-sisa” ulama kita dulu yang sekarang sudah sepuh Prof.DR Quraish Shihab maupun yang sudah almarhum, Prof.DR Nurcholish Majid, Gus Dur . Perhatikan anak-anaknya yang rambutnya masih bisa dilihat, karena menganggap rambut bukan aurat. Ketika Prof.DR.Quraish Shihab yang ketinggian Ilmunya sudah tidak disangsikan lagi, menyatakan Jilbab tidak wajib ( ketik google : Prof.Quraish Shihab jilbab tidak wajib). Bila beliau ini di internet di komentari mempunyai pandangan yang aneh dan nyleneh, tetapi bila anda mengatakan rambut adalah aurat ( semacam payudara ) yang harus ditutupi memakai jilbab ditahun 1980an kebawah, andapun akan dikatakan aneh dan nyleneh karena andalah satu-satunya pemakai jilbab.

 

                                              Aceh 1956                                       Aceh 2013

Sumber gambar Aceh 1956 : koleksi pribadi Sumber gambar
Google Images : Wanita Aceh

Foto diatas adalah , foto orang tua penulis di Aceh tahun 1956 , ketika para ulama kita tidak menganggap jilbab hal yang wajib. Jilbab di wajibkan di Aceh tahun 2001. Anda bisa mengeceknya di foto2 orang tua , kakek/nenek anda (google ketik : foto smp sma jadul) tentu tahun 1980 kebawah , film-film lama kita , tak seorangpun yang memakai Jilbab. Karena saat itu para ulama mendakwahkan kejujuran , kebaikan hati terhadap orang lain yang muslim maupun non muslim, pentingnya ilmu pengetahuan , adil terhadap orang lain dsb yang bersifat isi hati, bukan tampak luar. Karena tampak luar , pakaian misalnya sifatnya berbeda setiap suku di dunia ini.Yang paling penting adalah kita sopan sesuai adat kita masing-masing. Dan untuk ukuran ini , masing-masing kita sudah tahu , mana yang sopan mana yang tidak sopan. Karena bila ini dimaknai sebagai kewajiban Islam, budaya kita di seluruh Indonesia akan musnah yang berakibat musnahnya jutaan lapangan kerja dan mengubah bangsa Indonesia sebagai bangsa budak, sebuah bangsa tanpa Identitas. Budaya adalah sarana pendidikan sebuah bangsa , agar penduduknya hidup baik, teratur , maju dan sejahtera. Bangsa-bangsa yang maju sekarang adalah bangsa yang mengembangkan buadaya lokalnya. Anda bisa menilainya langsung , bangsa Jepang, Korea, China apalagi bangsa Eropa yang sejak dulu sangat menghargai budayanya sendiri. Budaya-budaya mereka itu diajarkan sejak dini , bahkan di pra sekolah sampai sekolah menengah atas diajarkan. Bandingkan dengan Indonesia , yang pemerintahnya abai dengan budaya lokal bangsanya.

                                             BILA BUDAYA ARAB BERSIFAT WAJIB ,
                                           MUSNAHLAH JUTAAN LAPANGAN KERJA.

Tafsir yang menyulitkan/ menyengsarakan umat, adalah tafsir yang keliru.

Para ulama sekarang menafsirkan Alquran , Jilbab wajib bagi seluruh umat manusia , suku apa saja , bangsa apa saja di dunia ini , asalkan beragama Islam wajib memakai jilbab. Bila kelak sebagian besar umat manusia di dunia ini beragama Islam hanya model satu pakaian jilbab saja, alangkah sepinya , dan membosankan hidup didunia ini. Apakah ini yang dikehendaki Tuhan ? Secara nalar saja hal ini suatu hal yang mustahil. Apalagi bila dipikir-pikir lagi , selain Syahadat wajib pula bagian dari budaya Arab seperti memakai jilbab, wajib tidak bersalaman laki2 dan wanita, wajib berkelompok antar laki –laki, wajib tidak boleh memasang lukisan mahluk hidup, dan wajib-wajib lainnya , padahal tak satupun yang ada di Alquran. Oleh sebab itulah penulis sebagai seorang muslim biasa , menghimbau kepada para ulama kita sekarang terutama di kedua organisasi masa Islam terbesar yaitu Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah untuk meneladani sikap Nabi, Para Sahabat , Khalifah pengganti yang membolehkan umatnya saat itu berpakaian sesuai tradisinya masing-masing. Dari segi Masyarakat : Berkembangnya tradisi kebudayaan di setiap suku di Indonesia yang berupa pakaian adat, tari-tarian, perayaan yang berkaitan dengan perkawinan, kelahiran anak dan masih banyak lagi lainnya akan mengundang jutaan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Dampak dari Ekonomi Kebudayaan ini adalah dengan banyaknya wisatawan ini akan menyejahterakan dan memakmurkan masyarakat kita. Hotel-hotel akan bertambah banyak , ratusan ribu tenaga kerja akan terserap. Para anak tukang becak, buruh,petani yang tidak mampu bersekolah yang tinggi sampai tingkat sarjana karena kemampuan ekonomi misalnya , dapat mempunyai kesempatan untuk bekerja dengan upah yang layak dan terhormat dengan menekuni ketrampilan yang berhubungan dengan kesenian. Betapa banyak orang-orang yang terlibat dari tari-tarian tradisi misalnya , menjadi penarinya, penata rambut, penabuh gamelan, persewaan sound system, penjahit , pembuat pakaian tradisi dan ribuan bahkan jutaan lapangan pekerjaan yang baik dan halal bila kesenian-kesenian tradisi seperti ini di galakkan di seluruh Indonesia. Tetapi sebaliknya bila kita mewajibkan budaya Arab seperti jilbab ini akan musnahlah keaneka ragaman budaya kita. Apakah anda dapat membayangkan Tari-tarian Rama dan Shinta , penari wanitanya mengenakan jilbab?...betapa lucu dan rusaknya penampilan tradisi kita itu.

“ Tafsir yang benar, tafsir yang menyejahterakan.
Tafsir yang keliru , tafsir yang menyengsarakan”.

(1)           (2)           (3)                (4)             (5)
Sumber gambar 1 : http://www.outlookindia.com/article.aspx?237883 (36)
Sumber gambar 2,3,4,5 : Google


Para seniwati yang diperbolehkan berekspresi , pada saat ke-Khalifahan Islam Turki dimana saat itu pemerintahannya tidak mewajibkan jilbab (1 ) Gambar selanjutnya (2.3.4): dari segi individu sebagai seorang muslim : para seniman dan seniwati muslim kita ini dapat hidup layak dan sejahtera dari penghasillan mereka menggeluti dunia keseniannya baik yang tradisional maupun modern. Merekapun beramal sholeh ( berbuat baik pada orang lain ) karena memberi nafkah pada industri sampingannya seperti tata rambut, persewaan musik, pakaian, para pemain band pengiring , puluhan penabuh gamelan ,ratusan karyawan Televisi dimana mereka bekerja dan lain-lainnya. Secara langsung mereka ini telah memberi pekerjaan dan penghidupan pada ribuan orang lainnya. Dari beragam cabang atau bentuk seni tersebut, penghasilan mereka dapat mencapai ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Padahal mereka inilah yang diharapkan oleh Alquran : Al Maidah 5:32.
” ..... Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. ..” .

Karena Tuhan tahu , bahwa mencari pekerjaan, mencari rejeki , penghasilan yang layak sangat sulit di dunia ini. Tapi sekarang beribu-ribu seniman-seniwati tradisi terancam menjadi pengangguran, karena para ulama yang mewajibkan masyarakat Islam untuk mengikuti budaya Arab. Padahal ini adalah sebuah sistem sosial, sistem simbiose mutualistik yang sempurna . Banyak pertanyaan seputar banyaknya TKW/TKI , yang merupakan rakyat Indonesia yang terpaksa keluar negeri lantaran sangat jarangnya pekerjaan non formal seperti itu sekarang di negeri sendiri. Apakah ini juga dampak dari ditinggalnya budaya Ibu Pertiwi kita? Selanjutnya , apakah ...” Bangsa Indonesia sedang bunuh diri dengan tangannya sendiri”?.( 5): Barang-barang kesenian liukisan, patung mahluk hidup yang terinspirasi seni tradisi sangat laku dijual di luar negeri, membuat pembuatnya hidup sejahtera. Kita harus mengambil pelajaran ketika, batik dijadikan pakaian nasional dan diwajibkan dikenakan di seluruh penjuru negeri. Pedagang kecil, penjahit, pembuat kain batik , pengecer, penjual lilin batik , pegawai perusahaan batik , masih banyak lagi yang melibatkan jutaan orang dan dapat merasakan kesejahteraan yang meningkat. Uang mengalir ke kantong-kantong rakyat pedesaan yang miskin. Marilah kita kembali ke akar tradisi kita yang menyejahterakan.

“ Para seniman dan seniwati Indonesia berkaryalah terus dengan pakaian tradisi kita yang indah dan mempesona itu. Apa yang anda lakukan itu mulia dan sesuai dengan ajaran Alquran dan Nabi muhammad junjungan kita....”.


Bangsa indonesia telah menjadi bangsa setengah arab ( 2011 M )

                                                (1)                       (2)                             (3)

Sumber gambar 1,2,3: dari koleksi pribadi

Ketika penulis naik haji tahun 2003 , tak ada satupun pemandangan di televisi nasional mereka seperti ini. Tapi pada saat umrah april 2011 , mereka sudah berubah. Wajib jilbab , seperti wajib helm di Indonesia memang masih berlaku. Ada hal yang aneh , mengapa bila dijalan seorang wanita di jalanan tidak boleh memperlihatkan rambut ( disana ada wajib jilbab , akan dikenai sangsi BAGI pelanggarnya) , tetapi bila dirumah mereka membolehkan menonton wanita-wanita yang memerlihatkan rambut. Kebalikannya di Indonesia semakin banyak pemandangan di televisi kita , seperti gambar paling kanan. Akankah kita bertukar budaya dengan mereka 10 -20 tahun lagi ? Orang Indonesia semua pakai jilbab , orang Arab mencabut undang-undang jilbab dan berpakaian dengan rambut terlihat seperti diatas.Kalau hal ini terjadi sungguh sangat mengenaskan. Apakah budaya ini yang kita butuhkan?..hanya kitalah bangsa Indonesia yang bisa menjawabnya.

                                 HANYA TKI, DARI SEBAGIAN KECIL YANG PAKAI
                                           JILBAB KETAT DI TV ARAB SAUDI          

Ulama dan pemerintah Arab Saudi memandang masalah rambut tidak penting.

                                              (1)                             (2)                          (3)

Sumber gambar : dari koleksi pribadi

Selama tiga hari di Arab Saudi dan menonton TV di Madinah pada bulan April 2011, dalam satu tayangan yang paling mengejutkan adalah, dari beberapa gelintir pemakai jilbab ketat (tak sehelaipun rambut yang terlihat) justru seorang TKW Indonesia. Mereka wanita Arab Saudi itu sekarang sudah melakukan semuanya seperti halnya kita sekarang, seperti ajang pencarian bakat “ Arabs got talent “ (gambar kiri). Ada beberapa orang Arab Saudi memang terlihat memakai jilbab tapi seadanya, rambut atas masih terlihat. Coba perhatikan gambar tengah, presenter resmi TV pemerintah Arab Saudi yang juga rambut atas sedikit terlihat. Sedang pada gambar kanan seorang TKW Indonesia yang pakai jilbab ketat dengan mantapnya , tak sehelai rambutpun yang terlihat, karena memandang rambut adalah aurat yang sama sekali tidak boleh terlihat.Sungguh sebuah gejala yang sangat mengkhawatirkan. Orang Indonesia sampai demikian fanatiknya terhadap masalah rambut, sehingga sehelai rambutpun tidak mau diperlihatkan. Para ulama NU dan Muhammadiyah, terutama yang muda-muda harus mengkaji ulang pandangan atau pemahaman mereka terutama yang berkaitan dengan hadist-hadist yang memuat budaya Arab , bila tidak ingin melihat musnahnya kebudayaan nasional, budaya Indonesia. Karena yang rugi bukan mereka, orang-orang Arab itu, tapi kita sendirilah yang merugi.

Sekilas perbedaan Alquran dan Hadis.

                          HANYA AL-QURAN DIJAMIN ALLAH SWT , HADIS TIDAK.

1.Cara penulisan Alquran.
Hanya Al-Quran-lah yang dijamin kebenarannya oleh Allah SWT, tidak ada satu pun ayat di dalam Al-Quran yang menjamin kebenaran hadist.

“ Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” ( Al Hijr 15:9)

Mengapa Hadis tidak dijamin kebenarannya , karena tidak seperti Alquran yang sepengetahuan langsung Rasulullah, hadis ditulis tidak sepengetahuan Rasullullah SAW sehingga beliau tidak bisa mengecek kebenarannya.

2. Cara penulisan Hadis.

Setelah didalami ternyata hadis begitu sarat dengan masalah tentang kebenaran isinya sehingga para ulama membagi hadis menjadi bermacam-macam ( google ketik : jenis-jenis hadis) : Hadis shahih, hadis hasan , hadis ahad, hadis masyhur dan lain sebagainya yang begitu rumit. Hal ini karena Hadis baru dituliskan seratus tahun setelah kematian Nabi saat Khalifah Umayah, Umar bin Abdul Azis yang berkuasa tahun 717 M, mengumpulkan hadist-hadist (perkataan-perkataan Nabi) yang di ingat para cucu sahabat dan menuliskannya /membukukannya . Penulisan yang begitu lama , disebabkan adanya pelarangan penulisan Hadis oleh Sang Nabi sendiri .(Ensiklopedi pelajar Islam jilid 2 hal 65) dan ( 48 hal 52)( google ketik : jejak sejarah pelarangan penulisan hadis)

Sang Nabi hanya menghendaki Alquran saja dan melarang hadistnya (kata-katanya) dituliskan.

Tidak seperti artis-artis jaman sekarang yang merasa bangga dengan kepopulerannya karena dimana-mana para penggemarnya memasang gambar-gambar dirinya dan mengutip kata-katanya. Sang Nabi yang bijaksana ini , malah sangat khawatir ketika terjadi gejala-gejala kultus individu seperti ini , gejala yang manusiawi di suatu kelompok masyarakat ketika mendapatkan seseorang yang dapat memberikan rasa bahagia, kekaguman dan lain sebagainya. Rasa tanggung jawab yang besar sehingga melarang penggambaran wajahnya maupun pencatatan/penulisan kata-kata ( hadis : artinya kata-kata) dan tingkahlakunya (sunnah : artinya tingkah laku). Beban berat karena dipercaya yang maha kuasa sebagai penyampai pesan (the Messenger) untuk mengatur umat manusia , membuatnya bersikap demikian. Seolah Sang Nabi hendak menyatakan dalam bahasa Indonesia kini :

"...ini semua bukan tentang saya, tapi tentang pesan yang ditujukan kepadamu umatku, dari Allah swt , Tuhan Yang Maha Kuasa.."

Seperti kata pepatah : It's all about the song , not the singer. Ini semua tentang isi pesan nyanyian bukan tentang penyanyinya. Kira-kira demikianlah penggambaran harapan sang Nabi kepada umatnya dengan bahasa sehari-hari saat ini, agar mudah dimengerti.

Syeikh Manna’ Alqaththan, seorang ulama mumpuni, dan profesor yang pernah menjadi Ketua Program Pasca Sarjana di Universitas Imam Muhammad bin Su’ud Saudi Arabia, dalam bukunya Pengantar Studi Ilmu Hadis (48: hal 47), mengutip hadis – hadis ( perkataan – perkataan dari Nabi Muhammad SAW ) yang intinya mengharapkan umat Islam hanya berpegangan pada Alquran saja dan menolak segala ucapan ( hadis ) dan perilakunya ( sunah ) ditulis / dicatat secara khusus.

Dari Abi Sa’id al Khudri r.a bahwasanya Rasul SAW bersabda, ”Jangan menulis dari padaku, barang siapa menulis dari padaku selain Al-Quran maka lenyapkanlah dan ambillah hadist dariku (dengan dihafal. -pen.) tidak mengapa, barangsiapa yang berbohong dengan sengaja atas namaku maka akan mendapatkan tempat duduknya dari api neraka.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a berkata, : Rasullullah SAW datang kepada kami dan sedangkan kami menulis hadist, lalu beliau bersabda, “Apa yang sedang kalian tulis?” Kami menjawab, “Hadist (perkataan-perkataan) yang kami dengar dari Engkau.” Beliau berkata, “Apakah kalian menghendaki kitab selain kitabullah ( Kitab Allah – Alquran.pen )? Tidaklah sesat umat sebelum kalian melainkan karena menulis dari kitab-kitab selain selain Kitabullah ( Kitab Allah : Al-Quran. -pen)”.

Imam Bukhari pun ( ketik google : Biografi Imam Bukhari) yang lahir 196 H/810 M, hampir 200 tahun setelah meninggalnya Nabi ( meninggal 632 M) memilah-milah satu juta hadits yang diriwayatkan 80.000 perawi disaring menjadi hanya 7275 hadits yang dianggap shahih , dan selebihnya yang sembilan juta , sembilan ratus ribu sekian (9.992.725) adalah palsu. Dalam penyaringan ini , beliau tidak pernah bertemu orang yang meriwayatkan paling akhir (generasi ketiga setelah hidupnya sahabat) , karena belum lahir , ketika Khalifah Umayah Umar bin Abdul Azis yang berkuasa dari tahun 717 M menyuruh setiap orang yang pernah mendengar kata-kata Nabi (hadis) untuk menuliskannya . Jangankan bertemu orang-orang yang meriwayatkan hadis , apalagi bertemu sang Nabi sendiri untuk mengecek kebenaran isi hadis tersebut. Demikian pula Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah yang lahir rata-rata 200 tahun setelah meninggalnya Nabi ( ketik biografi nama-nama ini di google ). Hal ini membuat hadis Imam Bukhari yang dianggap paling shahih sekalipun dapat dianggap tidak shahih pihak lain ( google : hadis palsu dan lemah di Imam Bukhari). Sejarah mencatat kemudian bahwa umat Islam terpecah-pecah menjadi berpuluh Mazhab karena keyakianan hadis yang diyakini ( googgle ketik : Mazhab perbedaan hadist ). Itu sebabnya dulu , ketika ditahun 70 -80an para ulama menyarankan bila terjadi perbedaan kembalilah ke Alquran.

                                   PERBANDINGAN ISI ALQURAN DAN ISI KITAB HADIS
 
AL-QURAN.
KITAB HADIST,  (Bukhari, Muslim dan lain-lain) Cermin budaya bangsa Arab/Arya
1. a.Menutup aurat. Aurat tidak didefinisikan QS An Nur (24) : 30-31. Tidak ada Satu ayatpun menyebut rambut aurat.
Ulama-ulama berbeda pendapat
rambut aurat, lengan aurat
seluruh tubuh aurat, dan lain-lain
b.Jilbab diwajibkan saat itu saja. Karena ada kebutuhan khusus. Muslimah dilecehkan karena berpakaian budak. Saat itu jilbab dipakai wanita merdeka dan bangsawan. QS Al Ahzaab 33: 59)     
Jilbab dipakai bahkan sampai rumah.
Hadist Nabi menyarankan jilbab sehingga
wanita diwajibkan berjilbab. Boleh dibuka di depan muhrim, orang yang haram (tidak boleh) dinikahi.
2.   (QS. Luqman: 6). Sebab-sebab- turunnya ayat ( Asbabun Nuzul) karena ada seorang Quraisy yang berusaha membelokkan Muslim dengan menyewa biduanita.
Mengharamkan biduanita.
Ribuan hadis berisi ahlak mulia , kejujuran , ber-
Buat baik kepada setiap manusia ,tanpa memandang golongan, agama, kaya,miskin dll.
3.  Berzina termasuk dosa besar. (Al Isra 17:32) Membuat kerusakan (42 kali), masuk neraka.
          Karena pertimbangan kehati2an: Laki-laki dan wanita  wajib dipisah Laki-laki dan wanita haram bersalaman.
4. Segala yang ada di dunia ini untuk manusia .( Al Baqarah 2: 29),  Allah SWT mendudukkan seni budaya manusia pada tingkat tertinggi: Pakaian yang indah dari sutera sebagai hadiah disurga.  ( Al Hajj 22:23) ( Al Kahf 18: 31) disebutkan 6 kali .  
Menolak dunia. Melarang seni budaya, gambar. Seruling adalah suara setan Sebagian ulama mewajibkan jubah dengan jilbab warna hitam Mengharamkam  sutera
  5. Kita diwajibkan dalam Al-Quran Ilmu  disebut 44 kali .,Akal 12 kali Mencari Hikmah ( pelajaran dari sesuatu, bila dikaitkan dng alam jadi ilmu pengetahuan disebutkan) 26 kali. Murni, jujur (sholeh) disebutkan 131 kali Perbuatan jujur (amal sholeh) 91 kali (sumber : Qari CD for Digital Al-Quran, Sheikh Saad Said Al Ghamidi).
celana diatas mata kaki  mencukur kumis. memelihara jenggot.
6.         Berpuasa agar bertaqwa (selalu berbuat baik ) disebut 10 kali. Shalat  (memohon, berdoa) agar berbuat baik selalu (amar makruf nahi munkar) disebut 49 kali.
Aqiqah :      Doa seorang anak akan terhambat kecuali ditebus 2 ekor kambing.


                ALQURAN PETUNJUK KWALITAS DIRI MANUSIA , HADIS CERMINAN
                                  BUDAYA ARAB TEMPAT NABI DIBESARKAN.

 Hadis yang dulu sunnah sekarang menjadi wajib.

Dahulu ketika penulis masih SMA dan masih mahasiswa di era 1970-1980an para ulama saat itu memahami hadis diatas termasuk sunnah ( perilaku Nabi ) yang terkait dengan budaya beliau sebagai bangsa Arab sehingga tidak wajib ditiru. Tetapi terjadi perubahan yang sangat besar pada ulama kita sekarang . Hadis yang tadinya dipahami sebagai tidak wajib, sekarang menjadi wajib , karena sekarang hadis dipahami setara dengan Alquran. Itulah sebabnya pada kehidupan sehari-hari sekarang berkembang pengertian Islami , adalah berjilbab, tidak bersalaman dengan lawan jenis, laki-laki dan wanita dipisah dan masih banyak lagi seperti yang disebutkan pada kolom hadis , yang dulu 1980an kebawah tidak pernah terdengar .Tetapi faktanya seperti dapat dilihat diatas , tak satupun pernyataan yang ada di kitab hadis diatas yang ada di Alquran. Memang , Allah yang maha adil sengaja tidak memasukkan budaya Arab , karena ingin setiap bangsa berkembang dengan budayanya sendiri-sendiri. Seperti yang dicontohkan sang Nabi dan para sahabat , ketika menaklukkan negara Persia yang mempunyai budaya rambut terlihat , tidak melarangnya. Bahkan di Yogyakarta sekarang ada sebuah sekolah Favorit yang melarang para siswi wanitanya berkesenian , karena tidak sesuai dengan ajaran islam. Pembaca dapat menilainya sendiri lukisan kuno dibawah ini , yang menggambarkan suasana sehari – hari di jaman Kekhalifahan Islam. Para wanita tidak berjilbab dan bermain musik yang kemampuannya disamai para musisi modern sekarang.

                                                 (1)                                                    (2)

Sumber gbr 1 : Google (36)
Sumber gbr 2 : Google the corrs

Gambar kiri : Negara Turki , Lukisan Levni (1680-1732) saat Sultan ahmed III para musisi wanitanya tidak memakai jilbab , bahkan lebih maju karena pemain gitarnya seorang wanita. The corrs dari Irlandia th 2003, 300 th kemudian hampir menyamai seniwati2 muslim, perhatikan pemain gitarnya laki2 . Oleh sebab itu penulis sebagai orang Jawa asli ( dibesarkan dalam tradisi lingkungan Keraton Pakualaman Yogyakarta) dan orang Indonesia pada umumnya, sangat berkeberatan adat budaya Arab tersebut definisikan sebagai Islami karena hal itu selain tidak ada di Alquran juga menyalahi hukum Tuhan itu adil, yang tidak berpihak pada satu suku bangsa pun , termasuk bangsa Arab. Ucapan Nabi itu yang ditulis sebagai kitab Hadis ( hadis : kata-kata, ucapan Nabi), bila benar dari beliau, tentu saja bernuansa budaya Arab . Karena sebagai manusia biasa beliau berkembang besar dilingkungan itu, beliau tidak bisa mengelaknya.

“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. (QS Al Kahf 18:110)
"Katakanlah, 'Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi Rasul?'" (Q.s. Al-Isra': 93)


TANTANGAN BESAR BAGI DUNIA PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA


Dapatkah Para Ulama Kita Mengembangkan Tafsir Yang Sesuai Tradisi Dan Adat Budaya Kita Sendiri Bangsa Indonesia , Tanpa Mengacu Pada Pendapat Para Ulama Mazhab Yang Mempunyai Budaya Bangsa Arab/Timur Tengah.....? Tuhan yang adil tentu menghendaki siapapun orangnya, adatnya, agamanya , sukunya, pakaiannya ,berbuat kebajikan terhadap alam semesta ini termasuk kepada sesamanya. Menurut hemat penulis , Islami yang dikehendaki Al-Quran ( sesuai kolom diatasa) adalah :

‘Orang Islam , bukan hanya beriman kepada Allah swt dan terdidik (berilmu), tetapi juga kehadirannya menyebabkan banyak orang, tanpa memandang keyakinan agamanya, berterima kasih atas perbuatan baik (amal sholeh) nya’. Terngiang kembali ucapan Rasulullah diatas : “

             SIBUK MENGUTAMAKAN DUA AYAT AN-NUR 31 DAN AL AHZAB 59
                                  TAPI MENGABAIKAN RATUSAN AYAT

Pembaca akan saya ajak untuk merenung dan memikirkan mengapakah kita tidak megutamakan ayat-ayat yang jelas-jelas meganjurkan kita beriman , jujur, berbuat kebajikan terhadap sesama , mempelajari Ilmu disegala bidang , berbuat adil , menghormati hak-hak orang lain , merawat bumi, melestarikan alam, memperbaiki kerusakan hutan, mencegah kerusakan alam dan masih banyak lagi kalau kita ingin menjabarkannya (lihat kolom Alquran atau anda dapat mengeceknya di Alquran digital yang banyak di jual di toko-toko buku). Ratusan ayat-ayat itu pasti dan tegas dibanding dua ayat diatas yang bersifat kosmetik , tampak luar dan penuh kontroversi. Bangsa ini sedang dalam taraf sungguh memprihatinkan , kita bisa melihat , ketika kita ke sentra- industri . Siapakah pemilik-pemilik Toyota, Honda, Samsung, Panasonic, Sony, Yamaha dan masih puluhan bahkan ratusan Industri yang mencerminkan tingginya ilmu pengetahuan mereka. Maaf siapakah yang menjadi BURUHNYA? Marilah kita lihat sekeliling Toko-toko, mall , mini market, supermarket siapa pemilik dan siapa yang jadi buruhnya? Belum lagi ribuan pengusaha-pengusaha kecil kita yang perlu bantuan ilmu pengetahuan manajemen , pemasaran . Bila tidak dibantu mereka ini akan terlindas oleh para usahawan yang lebih maju dan luas ilmu pengetahuannya. Inilah pesan Alquran yang hakiki yang sesuai dengan tantangan jaman kita sekarang. Tidak usahlah kita bertengkar masalah-masalah yang bersifat relatif ini , dibanding masalah-masalah bangsa kita yang berat itu.

                   BANGSA INDONESIA SUKSES MENIRU BUDAYA ARAB SANG NABI ,
                             TETAPI GAGAL MENIRU AHLAK MULIA SANG NABI

Orang baik dan orang jahat.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia hanya mengenal Orang baik dan Orang jahat , tidak peduli apa sukunya, bangsanya ( dengan model pakaian adatnya) , agamanya , jabatannya camat, lurah, bupati, gubernur, anggota DPR/MPR , dokter , insinyur, kyai, pendeta, ulama, bhiksu dan masih atribut-atribut yang lain. Orang baik dikategorikan sebagai orang yang berakhlak mulia , jujur selalu berbuat kebajikan, berbuat baik terhadap sesama. Orang baik inilah yang di anjurkan Alquran sampai 131 ayat yang di istilahkan sebagai orang sholeh yaitu orang beriman dan jujur, baik . Orang jahat orang mempunyai perilaku mencuri, menipu, berbuat kerusakan dan masih banyak lagi yang merugikan orang lain. Perilaku orang jahat inilah yang di Alquran sebagai perilaku dosa, berbuat kerusakan yang termasuk larangannya yang harus dijauhi ( disebutkan larangan berbuat kerusakan 42 ayat dengan ancaman masuk neraka). Sekarang hampir separuh lebih para wanita kita memakai jilbab , alasan memakainyapun bermacam-macam, karena tekanan sosial , tidak enak dengan tetangga, teman sekantor, ,merasa lebih nyaman, mengikuti tuntunan agama sampai hanya sebatas mengikuti mode dan masih beragam alasan lain. Budaya Arab lainnyapun mulai didengung-dengungkan oleh para ulama kita ( lihat kolom hadis) sebagai perilaku yang Islami , walaupun tidak ada satupun disebutkan di ayat Alquran. Dan yang lebih menyedihkan lagi adalah , hadis yang bernuansa budaya Arab yang berjumlah dibawah 30an ( ma’af kalau penulis keliru) ini lebih di fokuskan/diutamakan dari ribuan Hadis /perilaku Nabi yang mencerminkan pribadi Nabi yang mempunyai akhlak yang mulia yang sering berbuat kebajikan , menolong orang lain. Pribadi Nabi inilah yang membuat beliau terkenal dengan sebutan AL AMIN yang dapat dipercaya , karena mempunyai sifat jujur. Titik temu antara Alquran dan Hadis inilah seharusnya menjadikan fokus pendidikan agama Islam selain tentu pelajaran tentang budaya kita sendiri.

Karena pendidikan pribadi ini menjadi nomer dua , akibatnya bangsa kita yang dari penampakan luar sudah hampir mirip orang Arab dengan jilbabnya ini, menjadikan bangsa Indonesia termasuk negara yang umat muslimnya malah melakukan hal-hal yang dilarang Allah swt / Alquran. Negara kita nyaris paling banyak pencuri / kelompok penipunya (ma’af) yang kemudiaan di istilahkan lebih halus disebut Korupsi. (GoogIe : ketik Indonesia Negara terkorup ). Para pemimpin kita yang lulusan pendidikan agamapun yang bekerja di suatu departemen , di nobatkan KPK sebagai Departemen terkorup di Indonesia ( penulis sampai tidak sampai hati menuliskannya , dipersilahkan mencari sendiri di Google : departemen terkorup versi KPK) , bahkan ada propinsi yang mengklaim dirinya paling Islami , dari segi pakaian, pemisahan laki-laki dan perempuan , dsb, ternyata juga termasuk abai mendidik pejabat-pejabatnya sehingga menjadi termasuk menjadi propinsi terkorup... ( kembali penulis sampai tidak sampai hati menuliskannya , dipersilahkan mencari sendiri di Google : propinsi terkorup di Indonesia).

KONTROVERSI MALAIKAT MEMBENCI ANJING

Dalam kehidupan sehari-hari kita orang muslim mendapat didikan sejak kecil bahkan sejak SD , untuk membenci anjing. Tentang pelajaran “Agama Islam “ ini bila kita sedikit saja mau berpikir , tentu akan merasa janggal. Mengapakah Allah swt yang Rahmatan lil Alamin , yang menyayangi seluruh alam semesta , termasuk seluruh mahluk hidup membenci anjing? Dan diajarkan pula seolah-olah malaikat tidak mau masuk rumah seseorang yang ada anjingnya. Memangnya malaikat punya perasaan benci yang samgat dalam , sebuah dendam berabad-abad sampai-sampai seluruh anak cucu anjing yang hidup sekarangpun , yang tidak tahu apa-apa masih saja dibenci sang malaikat. Bahkan seluruh jenis anjing herder, pom, shitzu,doberman dan semuanya saja , pokoknya anjing , kita selalu diajarkan bahwa malaikat tidak mau masuk. Ajaran yang sangat aneh tentang pribadi malaikat...tidak itu saja ...memangnya anjing salah apa? Kok sampai hampir 1400 tahun sejak jaman Nabi , semua anjing diseluruh dunia , bahkan yang jauh dari Mekah/Medinah ribuan kilometer jauhnya sampai diseluruh pelosok pulau-pulau di indonesia dibenci seluruhnya. Demikianlah kesalah pahaman ribuan tahun yang bersamaan dengan turunnya ayat Adl-dluha 93: 1-3 harus diakhiri. Selain itu diperlukan penafsiran yang wajar terhadap hadis , penafsiran yang berlebihan akan merugikan umat Islam sendiri. Reaksi Sang Nabi ketika membersihkan kotoran ketika dijilat anjing , dengan mencucinya/ membersihkannya dengan pasir 7 kali juga harus disikapi dengan wajar. Sebagaimana lumrahnya seseorang ketika dijilat hewan entah itu kambing, sapi, kucing , kerbau tentu sebagai orang normal kitapun akan membasuhnya dengan air , karena memang kotor . Bila Nabi membersihkannya dengan pasir bukannya kita harus membersihkannya sampai 7 kali juga dengan pasir (tentu malah tambah kotor karena jenis pasir kita yang berbeda ) tetapi memandangnya sebagai kewajaran karena dipadang pasir air sangat mahal dan pasir sebagai ganti alat pembersih. Kalau di Indonesia jelas kita harus mencucinya dengan air sabun agar bersih. Ajaran-ajaran yang tidak masuk akal harus di kembalikan lagi pada ajaran yang sesuai dengan nalar/akal sehat dan tentu harus sesuai dengan prinsip Tuhan itu mencintai dan menyayangi semua mahluknya.

Gambar dari kiri: Di Negara-negara maju, anjing menjadi sarana untuk menguasai tehnik-tehnik operasi yang rumit, seperti cangkok hati, penyambungan penpembuluh empedu, dan lain-lain.. Bila teknik ini sudah dikuasai, baru diterapkan di manusia. Beribu-ribu nyawa manusia tertolong penderitaannya. Demikian pula anjing pelacak Polisi yang mencari narkoba yang mencegah terjadinya kerusakan beribu-ribu anak bangsa. Anjing penuntun orang buta, sangat membantu bagi mereka yang tidak beruntung karena tidak dapat melihat.. Orang-orang tua yang hidup sendiri atau orang-orang yang kesulitan bermasyarakat sangat terbantu kondisi kejiwaannya (sebagai terapi) dengan memelihara binatang kesayangannya. Anjing hias sebagai sahabat manusia berharga sampai puluhan juta rupiah. Potensi ekonomi ini, dari melatih , beternak dapat mengangkat Muslim dari kemelaratan. Tapi dengan hadist-hadist yang mengharamkan hewan ini (padahal di Al-Quran tidak disebutkan) , tertutuplah kesempatan ekonomi dan mendapat ilmu pengetahuan tersebut. Cobalah berkunjung ke toko-toko yang menjual hewan peliharaan seperti halnya anjing. Ada hal menarik, pemiliknya mendapat hasil puluhan juta rupiah dari penjualan anjing-anjing peliharaan tersebut dan hidup layak, tapi pemelihara atau pembantu untuk membuang kotorannya, memandikannya adalah mereka yang beragama Islam.

ISLAMI YANG HINDUNI DAN BUDHANI

Akhir-akhir ini para ulama kita sekarang mengatakan rambut seperti halnya payudara adalah termasuk Aurat, yaitu suatu anggota tubuh yang tidak senonoh bila diperlihatkan. Oleh sebab itu harus ditutup oleh Jilbab. Karena yang mengatakan ulama semua orangmenjadi takut , apalagi diberi embel-embel kata-kata dosa dan neraka ( padahal tidak ada satupun firman Tuhan , ayat Alquran ,yang mengatakan apabila tidak memakai jilbab berdosa atau masuk neraka) Dalam kehidupan masyarakat kita, pakaian ini sering disebut sebagai pakaian Islami. Tapi mengapa saudara-saudara kita yang beragama Hindu dan Budha juga beranggapan demikian dan memakai jilbab juga? Bahkan merekapun tidak mau bersalaman dengan wanita yang bukan saudaranya , tidak boleh berkumpul laki-laki dan perempuan dan masih banyak lagi. Para ulama kita mengatakannya Islami walaupun tidak ada satu katapun di Alquran mengatakan rambut aurat, laki-laki dan peremouan tidak boleh bersalaman, tidak boleh berkumpul. Mengapa semua ini bisa terjadi? Siapa yang paling berhak mengklaim pakaian dan perilaku ini?

Jilbab , Hinduni apa Islami? 

Festval yang di juluki Lathmar Holi di India , yang termasuk sebuah festival paling kuno( Lathmar Holi is one of the most ancient festivals in India ) , dimana wajah juga termasuk aurat ,sangat mirip dengan pandangan Ulama Mazhab di Arab Saudi ( ketik gambar Google : Lathmar holi ).

Gambar diatas : Para pendeta Hindu tidak boleh bersalaman. Di Thailand, pengikut budhapun menolak bersalaman dengan lain jenisnya. Pendeta wanita Budha diatas lebih “ hebat “ lagi, karena menganggap rambut aurat , semua rambut di gundul ( google images : nun buddhist woman) Mengapa kita begitu mirip dengan saudara-saudara kita ini?

Hindu      Budha          Islam

Japala mala jml 108    Japala mala jml 108    Rosario jml 108   Tasbih jml 99
Tasbih Hindu              Tasbih Budha           Tasbih Kristen    Tasbih Islam

Sumber gambar dari Google gambar : dari atas : monk hindi , monk buddha, japala mala hindu, japala mala budha , rosario , tasbih.

Ternyata ayat2 dalam kitab2 Hindu juga mempunyai kecocokan dg apa yg tertulis dalam surat      Al-Ikhlas, seperti sebagai berikut :( 54)
QS. Al-Ikhlas (112) : 1 = Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec. 2 V. 1 –> Tuhan hanya satu.
QS. Al-Ikhlas (112) : 2 = Bhagavat Gita Ch. 10 V. 3 –> Dia adalah Tuhan semesta alam
QS. Al-Ikhlas (112) : 3 = Shvetashatara Upanishad Ch. 6 V. 9 –> Tuhan tidak punya bapak & ibu
QS. Al-Ikhlas (112) : 4 = Shvetashatara Upanishad Ch. 4 v. 19 dan Yajurveda Ch. 32 V. 3 –> tidak ada yg menyerupai Tuhan

JILBAB ISLAMI ATAU YAHUDINI..?

Buku: “The Jewish woman in Rabbinic Literature” karangan Rabbi Dr. Menachem M. Brayer dan gambar wanita Yahudi berjilbab diabadikan tahun 1881 di Georgia Amerika Serikat (44). Semua model jilbab yang ada di Arab Saudi sekarang, tampak pula di masyarakat wanita Yahudi ( more info Google images ketik : jewish veil ) . Gambar paling kanan sekumpulan Rabbi (pendeta Yahudi) orthodox, yang memisahkan laki-laki dan wanita.

JILBAB , ISLAMI ATAU KRISTENI..?

Gambar atas : Pada agama Kristen / Katolik Orthodoxpun , pemakaian jilbab , tidak bersalaman, pemisahan laki-laki dan perempuan semuanya ada.(google images: Catholic nun)

PEMISAHAN LAKI- LAKI DAN PEREMPUAN , ISLAMI ATAU KATHOLIKI..?

Sekolah Katolik ( Biarawati dan pendeta)    Sekolah Islam ( pondok pesantren)

Kristen/ Katolik                  Wanita Arab

Sumber google Images : Catholic orthodox nun , Arab woman

Perhatikan panjangnya jilbab sampai dibawah dada , hampir menyentuh pusar ,yang akhir-akhir inipun disebut sebagai Islami.Mengapa begitu mirip bahkan bisa dikatakan sama.

SEKTE KRISTEN AMISH

Ulama-ualama kita sekarang juga mengembangkan pakaian yang Islami , dengan memelihara jenggot tapi kumis dicukur bersih dan memakai jubah atau celana diatas mata kaki. Tapi mereka tidak sendiri. Tiga gambar kiri : Sekte Amish Kristen orthodox (nilai2 lama) ( ketik Google Images Sekte Amish ) dengan kumis dicukur bersih , celana diatas mata kaki. Gambar kanan : Kumpulan Rabbi ( pendeta Yahudi) orthodox th 1915 ( ketik Google Images Orthodox Jews ) dengan jubah diatas mata kaki. Gambar paling kanan : sekarang mereka selain memakai jubah diatas mata kaki tapi juga berkembang dengan memakai celana panjang. Perhatikan merekapun laki-laki dan perempuan dipisah .Semua ini Islami , Kristeni, sekte Amishi atau Yahudini ?

SUKU BADUY YANG ISLAMI?

Suku baduy Banten Indonesia    Suku baduy (bedouin) Arab.    Taliban

Perhatikan gambar diatas tentang kemiripan, suku Baduy Indonesia , bangsa Arab Saudi dan bangsa Taliban yang dikenal sebagai penganut agama Islam yang militan / taat, sehingga semua perilakunya dikenal sebagai Syariat Islam atau sehari-hari dikenal perilaku yang Islami. Suku Baduy Indonesia ini ( google : orang Kanekes wikipedia) hampir 400 tahun yang lalu mereka sudah mempraktekan ajaran2 yang di nilai Islami ini , tentu saja minus Jilbab dan jubahnya karena penyesuaian iklim karena akan sumuk (jw:panas) tapi wujud kebudayaannya sama semua sama. Diantaranya tidak boleh menggantung lukisan hiasan2. Dulu mereka tidak mau difoto karena bila ada gambarnya termasuk pamali (tabu)( perilaku ini mirip ajaran sebagian ulama islam kelompok tertentu sekarang yang sedang marak). Tidak mengijinkan wanitanya bersama - sama. Para wanitanya dipingit , otomatis tidak boleh menari, menyanyi , memperlihatkan diri ketika ada orang asing ( tamu ) datang , para lelakilah yang keluar. Tugas wanita di rumah hanya untuk urusan rumah tangga. Wanita da tidak boleh belajar sekolah modern ,ingat kejadian Taliban menembak kepala Malala Yousefzai ( ketik nama ini di google) ketika sang gadis ini nekat sekolah .Para pria dan wanita tidak boleh bercampur,wanita tidak boleh ” ikut – ikutan urusan lelaki ” . Mereka tidak boleh berpacaran , tidak boleh berjalan berdua saja antara lelaki dan perempuan yang masih lajang. Mereka harus mau dijodohkan satu sama lain tanpa mengenal pasangannya. warna baju yang dipilih warna hitam dan putih ( antara Arab Saudi dan Baduy ) . Dan masih banyak lagi persamaan expresi kebudayaan ketiga suku bangsa ini. Mustahil salah satu dari mereka saling mempengaruhi karena jarak diantara mereka ribuan kilometer.Jadi mengapa ini bisa terjadi?....

“..Sa’atnya Alquran dipelajari sendiri, ditafsirkan sendiri..karena alquran ditujukan untuk semua manusia , semua orang, semua bangsa.”

Marilah kita diskusikan semua dengan kepala dingin , untuk mencari kebenaran demi maju dan sejahteranya masyarakat kita , masyarakat Bangsa Indonesia yang kita cintai.

Dapatkan segera di dalam buku ini
Penulis berpendapat karena berisi hal-hal yang kontroversi , hasil pencarian pribadi dari literatur-literatur dalam dan luar negeri selama hampir 5 tahun ini , amatlah tidak bijaksana bila diedarkan secara meluas di toko-toko buku. Penulis menganggap bahwa sudah bukan saatnya lagi Bangsa Indonesia ini untuk membuang-buang waktu dan energi untuk berbantah-bantahan tentang keyakinan. Menurut pendapat pribadi penulis , keyakinan adalah sesuatu hal untuk diwujudkan atau dijalankan , bukan untuk diperdebatkan. Buku dicetak sangat terbatas setebal 320 halaman , Full color harga : Rp.50.000 . Bila anda berminat ,  hubungi atau sms : dr Abimanyu 085228443333 setiap hari kerja kecuali hari libur dari jam 09.00-15.00 untuk mengetahui ongkos pengiriman ke daerah anda. Ditambah untuk packing dan administrasi pegawai sebesar Rp.5.000. Kirimkan ke rek. BCA a/n Surya Habsara : 8020194988. Bila sudah mengirimkan semua biaya , tolong di informasikan Nama yang sesuai dengan pembayar rekening BCA diatas dan Alamat , ke no. HP dr Abimanyu.

Sumber penulisan  :

1. Esposito ,John L (ed), Sains-sains Islam (Jakarta:Inisiasi Press, 2004).
2. V.Barus ( et.al).Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar, ( Jakarta: PT Ichtiar baru Van             Hoeve ,2002).
3, Harian KOMPAS. 4 oktober 2009 (kompas)
4. Majalah Femina no. 42/XXXVI, 23-29 Oktober 2008.
5. Shihab,M. Quraish, Jilbab Pakaian Wanita Muslimah, ( Jakarta: Lentera Hati, 2004 )
6.Al-Albani,Muhammad Nashiruddin, Mendudukkan Polemik Berjilbab, ( Jakarta: Pustaka Azzam, 2004)
7. El Guindi,Fadwa, Jilbab antara kesalehan,Kesopanan dan Perlawanan. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta: 2003 ) cet. Ke 2.
8. Sholeh,K.H.Q., Dahlan,H.A.A, Asbabun Nuzul, ( Bandung: CV Penerbit Diponegoro, 2007) cetakan ke 10.
9. Armstrong, Karen,Sejarah Muhammad, (Magelang: Pustaka Horizona, 2007) cet. ke1.10. Yasid, Abu, Dr,LL.M., Nalar dan Wahyu, ( Jakarta: Penerbit Erlangga, 2007)
11. Misrawi,Zuhairi, Hadrassyaikh Hasyim Asy’ari, moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan, ( Jakarta: PT.Kompas Media Nusantara, 2010)
12. Refleksi pemikiran Nurcholis Majid, Menembus batas tradisi , menuju masa depan yang membebaskan, ( Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2006) .
13. Syadid, Abu Abdillah Akira , Hikmah sang Nabi, (Yogyakarta: Nuqthoh,2006). Cetakan pertama.
14. Razwi, Sayeds Ali Asgher, Muhammad rasulullah Saw , sejarah perjuangan Nabi Islam menurut sejarawan timur dan barat, ( Jakarta: Pustaka Zahra,1997)
15. Bucaille, Maurice , Dr, Firaun dalam bibel dan Al-Quran, (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2007).
16. http://pemikiranislam.wordpress.com/2007/08/05/studi-sejarah-hadis/
17. Hitti, Philip K , History of the Arabs , ( Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2008).
18. Kamus besar Bahasa Indonesia. ( Jakarta: PT. Balai Pustaka, 2002)
19. Lings, Martin , Muhammad, ( Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta,2008)
20.Armstrong, Karen. Islam : A Short History , ( Surabaya : Ikonteralitera, cetakan ke-     empat Agustus, 2004)                          
21. Sya’rawi , M,Mutawalli, Prof.DR, Anda bertanya Islam Menjawab, ( Jakarta : .  .Gema insani Press,cetakan ke tujuh 1991 )
22. Buletin berkala. Ulil Albab, edisi khusus Maulud Nabi Muhammad SAW , ( Yogyakarta: Pimpinan cabang Pemuda Muhammadyah Pakualaman  Jogjakarta, maret 2008 )
23. http://sy99.wordpress.com/2009/05/03/sejarah-penulisan-al-quran/
24.http://kampusislam.com/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=278
25.http://muslimsaja.wordpress.com/2010/09/04/jejak-sejarah-larangan-penulisan-hadits/
26. Haq Vidyarthi Abdul, Ahad Dawud ‘ Abdul, “Ramalan tentang Muhammad saw. Dalam kitab suci   agama Zoroaster,Hindu, Budha dan Kristen”
27. V.Barus ( et.al).Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar, ( Jakarta: PT Ichtiar baru Van Hoeve ,2002).
28.http://mycompilations.blogspot.com/2010/03/jilbab-antara-kesucian-dan-resistensi.html
29.http://namakugusti.wordpress.com/2010/10/13/kerudung-dalam-tradisi-yahudi-kristen/.
30. http://www.aliciapatterson.org/APF001970/Stern/Stern05/Stern05.html
31. Muhammad Ali, Wan Muhammad , Hijab Pakaian penutup Aurat Istri Nabi,  ( Jogjakarta: Citra Risalah . cetakan pertama april 2008)
32. Utsman, Fathi , Ijtihad Pakar Islam Masa Lalu, ( Solo : CV. Pustaka Mantiq, juni 1994).
33.Utsman, Muhammad Ali , Para Seniman Muslim, (Yogyakarta, Pilar Religia, Juli 2005)
34. Chirzin, Muhammad, DR, Nabi Muhammad & Dua Wajah Islam Dari Negeri Spinx, ( Yogyakarta, Ad-Dawa’Jogjakarta, cetakan pertama, April 2004)
35, Sucipto , Hery, The Great Muslim Scientist, ( Jakarta Selatan : Grafindo Khazanah Ilmu , cetakan pertama 2008).
36. http://www.outlookindia.com/article.aspx?237883
37. http://uin-suka.info/ejurnal/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=24
38. http://alim-online.blogspot.com/2009/12/hadis-pada-masa-rasulullah-saw.html
39. Soelaiman , Kasim, Salman Al Farisi, ( Jakarta, : P.T. Sastra Hudaya , cetakan kedua 1982)
40. http://pasektangkas.blogspot.com/2007/10/puasa-menurut-hindu.html
41.http://abhicom2001.multiply.com/journal/item/83/Fashion_by_Ziryab_sebuah_gaya_hidup
42. http://en.wikipedia.org/wiki/Ziryab
43. Replubika senin, 11 April 2011.
44. http://web1.kunstkamera.ru/exhibition/kavkaz/eng/xixc.htm
45. Armstrong, Karen, Satu Kota Tiga Iman, ( Surabaya, : Risalah Gusti , cetakan pertama 2004)
46. Selidik National geographic : Arkeologi menguak rahasia masa lampau India kuno.( Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia, 2011)
47. http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Hindu
48. Alqaththan,Manna’, Syeikh, Pengantar Studi Ilmu Hadis, Jakarta Timur, : Pustaka Al Kautsar, cetakan ke lima November 2010 )
49. Yamani ,Ja’far Khadim, Dr. “Sejarah Kedokteran Islam Dari Masa Ke Masa”, (Bandung : Dzikra , cetakan pertama mei 2005 )
50. Al-Hasan, Muhammad Alki . Dr. Pengantar Ilmu-Ilmu Al-Quran, Bogor: Pustaka Thariqul Izzah, 2007.
51. The World Encyclopedia no 11. Publishers Company inc. Washington D.C. USA.1965.
52. Budiawan. Anak Bangsawan bertukar jalan. Yogyakarta, : LKiS , cetakan 1 : November 2006.
53. Ensiklopedia  Mukjizat Alquran dan Hadits Jilid 1. Penerbit : PT Sapta Sentosa .Cetakan ke IV juni 2010.
54. http://ruangpelangi.wordpress.com/2011/05/28/kesamaan-islam-dengan-hindu/
55. Ma’ arif ,  Majid , Dr.  “ Sejarah Hadis “ . Penerbit : Nur Al – Huda . Cetakan I Februari 2012
56.http://news.nationalgeographic.com/news/2009/12/091209-ancient-tablets-decoded/
57. Sheikh Saad Said Al Ghamidi . Qari CD for Digital Alquran ,
58. Tafsir Ibnu Katsir III .  : penerbit Gema Insani Press .

       

307 komentar:

  1. Luar biasa analisisnya !! Salut !!! Teruskan perjuangan Pak Dokter untuk memajukan umat Islam yg sekarang ini malah lebih cenderung mengedepankan ritual dan atribut daripada kemajuan sehingga tidak heran hasil temuan dari penemu2 muslim jaman dulu tidak berkembang malah direbut orang barat karena kita lebih nyaman berkutat dan mengedepankan ritualisme dan atributisme. Salam kenal dan salam hormat utk keluarga,

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. wuih ahli tafsir baru nih, belajar di mana pak? mau dong biar pinter kayak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketika saya duduk di Bangku SMA di tahun 1976 , tak satupun wanita Indonesia yang memakai Jilbab (tentu saja sepengetahuan saya). Kalau anda ragu , boleh lihat foto-foto jaman dulu ketika ibu, bapak, kakek , nenek anda atau film-film kita , biduanita2, majalah2 Femina, Kartini , ditahun 1980-an kebawah., tak ada satupun wanita yang memakai jilbab seperti model sekarang. Yang ada adalah kerudung yang bernama SARI , yang masih menampakkan rambut.. Model ini masih di[pakai oleh Ibu Shinta istri mendiang Gus Dur Alm. Ulama-Ulama kita dulu memang tidak ada satupun yang memandang rambur adalat suatu BAGIAN BADAN yang termasuk AURAT. Aurat adalah bagian badan disuatu masyarakat yang selalu tertutup , sehingga tidak layak untuk diperlihatkan kepada masyarakat umum. Setiap bangsa auratnya berbeda-beda. Untuk masyarakat kita , aurat adalah (ma'af) payudara, alat kelamin, paha bagian atas , pusar dll. Ulama kita dulu yang masih hidup ( semoga Tuhan memperpanjang umrurya) Prof.DR Quraish Shihab, dan yang sudah meninggal Prof.DR Nurcholish Mjid, Gus Dur memandang RAMBUT BUKAN AURAT sehingga JILBAB TIDAK WAJIB. Anda juga dapat melihat H. Rhoma Irama , yang termasuk Ulama sekaligus penyanyi, juga memandang JILBAB TIDAK WAJIB, lihat saja para wanita penyanyinya , masih memperlihatkan rambutnya karena memandang rambut bukan aurat.. DIMANAKAH ANDA KETIKA SAYA SMA DI TAHUN 1976? Bila anda hidup dan dewasa ditahun ini anda akan melihat apa yang saya lihat. Inilah yang menjadi titik perhatian saya. Mengapakah ulama sebelum tahun 1980an memandang rambut buikan aurat sehingga jilbab tidak wajib dan ulama sekarang sejak tahun 1980an akhir , yang menganggap RAMBUT ADALAH AURAT sehingga JILBAB WAJIB dikenakan? Keberatan saya sebagai orang JAWA /INDONESIA karena bila jilbab wajib, punahlah budaya kita , kekhasan pakaian2 tradisi kita, seperti kebaya, baju bodo, dan ratusan jenis pakaian tradisi lain. Tetapi bila kita kita berpegang pada kalimatnya/firmannya , seperti yang dilakukan oleh para sahabat seperti Ibnu Abbas ra, Ibnu Masud ra, pada ayat An Nur 31 : : ”.. janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (BIASA ) NAMPAKdari mereka..” , tentu semua akan DAMAI. Para wanita kita yang berjilbab yang biasa nampak wajah dan telapak tangan, oke-oke saja , karena yang biasa nampak adalah anggota badan wajah dan telapakj tangan ini. Bagi para wanita dengan model jilbab hanya terlihat dua matanya saja, boleh saja , karena pada model jilbab ini yang biasa nampak adalah anggota badan kedua mata itu, seperti yang dimaksudkan An Nur 31. Tapi pada pakaian wayang seperti tradisi dikeluarga saya, masyarakat jawa pada umumnya, juga tidak masalah, karena anggota badan rambut , bahu SUDAH BIASA TAMPAK sejak dulu, ratusan mungkin ribuan tahun yang lalu ketika, kebaya maupun tari wayang ini diciptakan , yang juga oleh PARA ULAMA ISLAM KITA lho....!...Demikianlah manusia berusaha berpendapat tapi WALLAHU A'LAM BISHAWAB. ...Hanya Tuhan sendirilah yang tahu jhawaban yang sebenar-benarnya. ...Mohon ma'af bila kita berbeda pendapat. Terima kasih.

      Hapus
    2. bagi kami umat islam ini cukup lah Allah dan rasul nya yg menjelas kan tentang perselisihan kalian ini.tak perlu gusdur quraisihab kartini atau siapa lah itu."jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu kembalikan kebada Allah(alquran) dan rasul(muhammad)an-nisa 59.

      Hapus
  4. Sebagai tambahan , tanyakan pada ibu , atau nenek anda ketika beliau remaja di tahun 1960an atau 1970an , apakah beliau memakai jilbab? Saya sangat yakin jawabannya pasti tidak pakai. Karena memang saat itu para ulama kita memandang jilbab atadalah budaya Arab yang tidak wajib kita tiru. Kita bangsa Indonesia ( termasuk ANDA) punya budaya sendiri .Mereka para ulama kita menitik beratakan dakwah pada pembentukan karakter jberiman, jujur,( sholeh : beriman dan jujur, disebut 131 ayat) berbuat baik ( amal sholeh : berbuat kebajikan disebut 91 ayat) terhadap sesama ,baik yang seagama maupun pada agama lain, saling tolomg menolong, berilmu yang tinggi, dan lain sebagainya.Ulama sekarang, khususnya setelah generasi 1980an, berpatokan , pada Al Ahzab 59 ayat yang yang turun karena istri Nabi dan kaum muslim di lecehkan, diganggu karena dikira budak oleh kaum munafik , mengaku beragama Islam tapi berperilaku tidak baik ( mohon dibaca lagi tulisan saya diatas). Patokan pada ayat yang yang semestinya untuk mengatur berpakaian, tentu saja menimbulkan kekisruhan , bagaimana model jilbabnya. MEREKA BERPATOKAN PADA PENDAPAT PARA SAHABAT.. Pendapat para sahabat bisa dikelompokkan menjadi , jilbab dengan model wajah terbuka, kedua mata terlihat , satu mata terlihat atau seluruh badan dan wajah tertutup. Kita maklum saja bila para sahabat berbendapat berbeda-beda , KARENA MEMANG PADA SAAT ITU TURUN PARA SAHABAT MENGOMENTARI PAKAIAN WANITA SESUAI MODEL ADAT JILBAB DI SUKUNYA MASING2 (Lihat model jilbab di tulisan saya diatas). Bila kita bepegang/berpatokan pada An Nur 31 diatas,serperti yang dilalkukan para sahabat Ibnu Abbas dll, temntu semuanya DAMAI. " janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) kecuali biasa yang biasa nampak dari mereka."....terima kasih demikian tambahan dari saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  5. Saya memilih memakai jilbab, bahan tipis tanpa dalaman. Karena merasa nyaman saja. Saya tetap berpendapat bahwa semua berhak masuk surga karena kebaikan hati, jilbab bukan faktor utama. Walaupun menggunakan jilbab, saya tidak menghakimi yang tidak pakai, siapa tahu amal ibadahnya lebih baik daripada saya.

    Ada hadits seorang pelacur yang memberi minum anjing, dosa-dosanya diampuni lalu masuk surga. Ini hadits kalo diceritakan pasti komentarnya dikatain hadits palsu.

    Banyak cara masuk surga. Dengan banyak berbuat baik, menjaga alam. Tapi orang malah sibuk pengen masuk neraka dengan menghakimi orang lain, menyalahkan orang lain, mendebatkan hal yang tidak penting dan melupakan kerukunan beragama serta memegang amanah.

    Menurut saya di Indonesia ini, berpakaianlah yang wajar, saling menjaga kerukunan beragama, banyak menolong orang lain yang membutuhkan, memegang amanah dengan baik. Tidak hanya fokus mentang-mentang bajunya syar'i lalu bisa masuk surga yang lain nyemplung neraka semua. Merasa diri lebih baik atau ujub juga menghancurkan pahala yang dimilikinya...

    Terima kasih sudah berkomentar di blog saya

    BalasHapus
    Balasan

    1. ORANG BAIK DAN ORANG JAHAT

      Di dunia ini , dalam kehidupan sehari hari kita hanya mengenal orang baik yaitu orang yang mempunyai perbuatan baik dan orang jahat yang pekerjaannya memaksakan kehendak sambil merusak disana sini.
      Saya sangat setuju dengan pendapat anda. Ajaran Alquran adalah ajaran yang jelas. Bukankah tujuan kita di dunia ini juga terkait dengan hari esok, setelah kita meninggal? Kita umat islam diajarkan bila ingin mask surga , haruslah mempunyai HATI YANG BAIK ,pribadi yang baik, perilaku yang baik.
      Inilah kata-katanya/firmannya :

      . “Dan orang-orang yang beriman serta berbuat kebajikan (beramal :berbuat ,saleh : baik ,jujur) mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya”. (.Al baqarah 2. 82)

      .” Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang baik (saleh) , Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.”. (Al a’raf 7. 42)

      Sebaliknya dalam kehidupan sehari-hari kita sangat takut terhadap orang2 yang berniat merusak. Katakanlah dalam keramaian demonstrasi , seseorang akan sanagt takut terjebak didalamnya bila demo itu bersifat anarkis, apalagi sampai merusak , barang2 disekitar kita. Alquran dengan jelas mengingatkan tentang HUKUMAN orang2 yang sering merusak bangunan, tempat ibadah agama tertentu, walaupun menurut para perusak itu , mereka ingin mengadakan PERBAIKAN.

      Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat KERUSAKAN dimuka bumi , mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." (Al baqarah 2:11)


      Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang membuat KERUSAKAN di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik , atau dibuang dari tempat kediamannya. Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. (Al Maidah 5:33)

      Catatan kecil: Allah berfirman pilihan hukuman dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik , bagi para pembuat kerusakan yaitu pencuri , pembunuh sesuai hukum yang berlaku meluas di masyarakat saat itu ( Tahun 600an M ).Hukum itu akibat pengaruh Hukum Hammurabi, hukuman kuno yang sangat tidak berperi kemanusiaan oleh nenek moyang mereka yang juga berlaku saat Jaman Jahiliyah. ( baca kode Hammurabi atau Assyrian law di google).

      Peninggalan batu bertulis Kode (hukum ) Hammurabi.
      Hammurabi adalah Dinasti Babilonia pertama yang memerintah 1792-1750 SM Bukti saat itu hukum Hammurabi berlaku umum ( meluas di semua daerah Arab/Timut Tengah ), dapat dilihat dari kisah Nabi Isa yang dianggap melanggar hukum berat, sehingga beliaupun disalib oleh pemerintah Yerusalem ( Israel) ( sekitar tahun 33 M). Begitu juga dizaman Raja Hiksos dinasti ke 15 di Mesir , saat Nabi Yusuf ( Tahun 1600an SM , 15:42 ) ,ada hukuman salib, baca Surah Yusuf 12:41 Dan tidak menutup kemungkinan di jaman pemerintahan Nabi dan para sahabat saat itu diterapkan juga hukum potong tangan ini, karena juga dipraktekkan semua pemerintahan di wilayah itu. Karena Nabi juga manusia seperti kita, tentunya Nabi dan para sahabat juga pasti dipengaruhi oleh situasi sosio-budaya Arab/Timur tengah waktu itu . Untuk perkembangan kemanusiaan zaman sekarang Allah swt yang maha mengetahui apa yang akan terjadi masa yang akan datang ( Alquran turun 1400 tahun yang lalu) dan maha bijaksana , telah memberi alternatif lain, ”..dibuang dari tempat kediamannya” diayat itu ( Al Maidah 5:33), bisa bermakna ”dipenjara’”, tapi bangsa Arab memilih hukum potong tangan, seperti nenek moyangnya.

      Kita hanya dapat mengatakan wallahua'lam bishawab , hanya Tuhanlah yang mengerti jawaban yang sebenar-benarnya.


      Hapus
    2. bagaimana dengan tafsir ayat ini: Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Almaidah (5) : 38)

      Hapus
  6. dr.Abimanyu Sp.B @

    Menurut ANDA....

    Saat Sepeda Motor rusak, kepada siapa orang lebih percaya untuk memperbaikinya, Montir atau Koki?

    Saat ingin merenovasi rumah, kepada siapa orang lebih percaya untuk merenovasinya, Tukang Bangunan atau Supir Angkot?

    Saat ada tindakan operasi di Rumah Sakit, kepada siapa orang lebih percaya untuk melakukan tindakan operasinya, SPESIALIS BEDAH atau Dukun ?????????

    Saat ada Tafsiran ayat-ayat Al-Quran diperbincangkan (didebatkan) kepada siapa orang lebih percaya referensinya, Ulama atau SPESIALIS BEDAH ???????

    Setiap Ilmu Pengetahuan selalu ada yang Ahli di bidangnya masing-masing.

    Jawab dulu pertanyaan-pertanyaan yang sangat mudah itu boss???

    (jangan dihapus komennya ya..., bisa mengkritik harus bisa dikritik, meskipun pedas, baru itu namanya orang besaaaaarrrr).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih , anda sudah menanggapi. Yang pertama kali saya tanggapi adalah saya tidak pernah menghapus , pertanyaan. Yang diatas itu yang menghapus adalah penanya, bukan saya. Saya malah senang ada orang yang bertanya karena saya seorang pencari kebenaran, bukan mencari pembenaran.

      Ketika saya naik haji 2003 , yang saya dapati adalah hanya ada dua jenis pakaian orang Arab. Hitam untuk wanita dan putih untuk pria. Yang wanita berjilbab dengan model wajah terbuka seperti disini, model wajah semua tertutup, hanya tampak dua mata, bahkan hanya tampak satu mata. Belum lagi wanita tidak boleh bernyanyi, bekerja, bersalaman dengan laki2 bukan saudara. Lukisan mahluk hidup dilarang. Lalu Saya bertanya dalam hati, beginikah ajaran Islam? Inikah ajaran Islam yang murni?. Atau hanya budaya orang Arab saja? Sebagai orang jawa tentu kami menolak kehidupan seperti ini. Saya hidup di dalam budaya jawa yang kental. Saya dulu ketika SD pernah imenjadi penari . Kedua kakak saya penari jawa , yang fasih menari golek, srimpi dll. Tentu dengan pakaian wayang , yang memperlihatkan rambut, leher, bahu, lengan tangan.. Bagi kami ini indah dan penuh dengan ajaran kebaikan. Filosofi /pepatah jawapun mengandung ajakan untuk berbuat baik dan menjauhkan diri dari perilaku buruk.

      Adigang,adigung,adiguna.
      Jangan Merasa paling kuat, merasa paling agung, merasa paling penting

      Ajining diri dumunung ana ing lathi, ajining raga ana ing busana.
      Nilai dirimu terletak pada apa yang kamu ucapkan , nilai fisik terletak pada pakaiannya.

      Kami ini orang jawa bukan penjahat, bukan orang yang keji, penipu. Tapi mengapa kami memakai pakaian tradisi kami, masuk neraka yang konon , digodok batu , besi panas. Lalu , dimanakah letakm keadilan Tuhan? Dimana kebijaksanaannya? Saya menganggap tidak masuk akal orang berpakaian dengan tradisinya sendiri akan di hukum demikian kejam seperti pelaku kejahatan yang jelas merugikan orang lain.
      Dalam kegoyahan beragama inilah saya mencari jawabnya selama 5 tahun dengan literatur berpuluh . Literatur ini dari ulama mazhab, ulama sekarang, sejarah Nabi dsb. Syukur alhamdulillah saya sekarang masih muslim. Ini hanya pencarian pribadi, bila anda tidak sependapat tidak apa2.

      Hapus
    2. Baiklah, pertanyaan anda ini tidak menyentuh substansi yang diperdebatkan yaitu tafsir dan ayat yang saya tulis. Anda malah menyerang pribadi saya. Dalam memenangkan suatu perdebatan apa yang anda lalkukan adalah " shoot the mesenger " but " not shoot the message " . Artinya anda menyerang/menembak sang pembawa pesan bukannya berdiskusi tentang pesannya. Tehnik menjatuhkan ini, anda sengaja atau tidak , sudah ditulis Plato 2600 tahun yang lalu , tentang logical fallacy , penyesatan berlogika ,dengan tujuan untuk menggiring opini publik. Plato menyebutnya argumentatum ad hominem artinya kurang lebih sama. Bila para pembaca lainnya tidak punya bukunya , info lebih lanjut , google ketik logical fallacy sebuah kesesatan berpikir.

      Yang kedua , predikat ulama menurut siapa? marilah kita tinjau dulu arti ulama. Secara bahasa “ulama” merupakan bentuk jamak (plural) dari ‘alim yang berarti “orang yang berpengetahuan, ahli ilmu, atau ilmwan. Dulu sekitar abad ke 8 masehi , yang dimaksud ulama adalah Ibnu Sina seorang dokter ( disini saya sedang tidak menyamakan dengan beliau . Saya tidak ada apa2nya pak , dibanding beliau). Al Kwarijimi ( penemu Algoritme) seorang matematikawan,
      Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham atau Ibnu Haitham , ahli falak, ahli optiks. ( Google : 101 ilmuwan muslim ) . Dengan kriteria itu semua lulusan universitas , ataupun yang mendalami sesuatu , termasuk ulama. YANG PENTING ADALAH PENDAPATNYA ITU BENAR ATAU TIDAK. ingat lho mas, sekarang pelaku2 kejahatan mencuri/korupsi uang rakyat, yang di koran/media berita sehari hari , dikenal sebagai Ulama islam yang alim. Jangan kita silau predikatnya, tapi PERILAKUNYA BENAR ATAU TIDAK.

      Mungkin yang anda maksud ulama , dengan definisi seperti Imam Al Ghazali yang hidup abad ke 11, seperti sekarang ini , yaitu seseorang yang hafal alquran dan hadis, hasilnya pun tidak sama .

      Hapus
    3. Ulama yang menganut paham aurat dari sudut kebiasaan (Budaya ) SEHINGGA JILBAB BELUM TENTU WAJIB/TIDAK WAJIB.

      Imam Al-Qarafi (w.684 H): ahli hukum (juris) Islam dalam mazhab Maliki(10: 6). Abu Ishaq asy Syathibi (w.1388 M) : ulama Tafsir.(5)
      Syekh Muhammad Abduh (w.1905): ulama besar pemikir dan pembaharu pemikiran Islam, sebagai penghormatan dijadikan nama Aula di Universitas Al Azhar Mesir. Mantan Mufti Mesir (semacam ketua MUI.red). (5)
      Sayyid Muhammad Rasyid Ridha (w.1873); ulama besar, pembaharu.(5)
      Al’Asymawi (2002) : mantan Hakim Agung Mesir.(5)
      Qashim Amin (1908) : Pemikir Islam.(5)
      Syekh Muhammad Suad Jalal : ulama Universitas Al-Azhar, Mesir.(5),
      DR. Ir muhammad Syahrur (lahir 1939) : Pemikir Islam.(5)
      Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (w.1973): Pemikir Fiqh. (5)
      Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen / Guru besar Fakultas Syariah dan hukum Univeritas Al-Azhar.(5)
      Jamaluddin Muhammad, mantan Sekjen Majelis Tertinggi Islam Mesir dan anggota dewan riset Islam Al-Azhar.(5)
      Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (1879-1973): intelektual Muslim kelahiran Tunisia yang sangat disegani dan dihormati. Dan lain-lainnya lagi.

      Ulama-ulama Indonesia
      Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988: dalam seminar tentang jilbab tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan.

      Ulama dan pemikir Islam di Indonesia yang sepaham dengan pendapat semacam itu di antaranya: prof. DR. Quraish Shihab , Gusdur.
      Prof Dr. Nurcholis Majid. (12); KH. Hasyim Asy’ari, ulama besar dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Sebagian besar ulama NU dan Muham madi yah di masa lalu (lihatlah foto-foto mereka zaman dulu yang masih terlihat rambutnya). Walisongo menciptakan dan menggubah seni tari tanpa jilbab. Sunan Kalijaga : menciptakan tarian-tarian yang tidak mema kai jilbab.
      Ulama-ulama Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, Keraton-keraton di Jawa Barat, dan lainnya, yang tak pernah melarang tari-tarian seni tradisional di wilayahnya masintg-masing. Dan, hingga sekarang tari-tarian tradisional itu masih tetap hidup dan berkembang.

      Ulama yang menganut paham aurat sesuai kebutuhan untuk bekerja (memudahkan wanita bekerja, untuk kehidupannya di dunia).
      Imam Abu Hanifah (w.767 M) : memasukkan kaki bukan Aurat (5).
      Abu Yusuf (w.798 M) : memasukkan kedua tangan wanita bukan aurat (5).
      Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen dan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum Univeritas Al-Azhar (5).
      Muhammad Ali al-hasan dan Abdurahman Faris abu aliyah : cendekiaan Muslim lulusan Fakultas Syariah Ryadh, Saudi Arabia (5,134).

      Kelompok Ulama yang memandang jilbab wajib (wajah, mata dan telapaktangan, bukan aurat ):
      Imam Ar-Raghib Al Ashfahani.
      Abdullah Ibnu Abbas.
      Syaikh Al audin AlMardawi.
      Imam / Madzab Hambali.
      Ibnu Qudamah Al Maqdisi.
      Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
      Imam /Madzab Maliki.
      Imam Abu Hanifah.

      Kelompok ulama yang berpendapat jilbab menutupi seluruh tubuh (seluruh tubuh aurat) (lihat gambar 2) : 4 Oktober 2009 (Kompas)
      Syaikh Hammud At-Tuwaijiri.
      Dr. Sa’id Ramadhan Al Busi.
      Almarhum Syekh Benhas.
      Almarhum Abu Al-a’la Al Maududi.
      Mayoritas ulama Arab Saudi, negara Arab timur dan Asia Selatan
      Dan lain-lain (3).

      Hapus
    4. Pendapat- pendapat ulama lainnya tentang aurat :
      Pakar tafsir Ibn Jarir (w.923M) meriwayatkan, Muhammad Ibnu Sirin bertanya kepada Abidah as-Salamani tentang maksud penggalan “menjulurkan” pada Q.S Al-Ahzaab 33:59, lalu Abidah mengangkat semacam selendang yang dipakainya dan memakainya sambil menutup seluruh kepalanya hingga menutupi kedua alisnya dan menutupi wajahnya dan membuka mata kirinya untuk melihat dari arah sebelah kirinya. Ulama lain AS-Suddi berkata, “Wanita menutup salah satu matanya dan dahinya demikian juga bagian lain dari wajahnya kecuali satu mata saja.” (5: 64). Ath-thabari mengutip penafsiran Ibnu Abbas atas ayat tersebut, yang juga hanya satu mata mata saja (6: 23)

      Abu Al Hasan Al Wa’izh yang lebih dikenal dengan sebutan “Al Misri“ menyebutkan, bahwa ia memiliki majelis ceramah yang dihadiri kaum laki-laki dan perempuan. Lalu ia pun menutup wajahnya dengan kain cadar lantaran takut jika para perempuan atau wanita akan terpesona atau tergoda melihat ketempanan wajahnya (Tarikh Bagdad : XII/75-76). Syaikh Al Albany mengomentari dengan pernyataan : hal ini tidak benar, karena Nabi Muhammad SAW yang jauh lebih tampan, tapi tidak mengenakan cadar (6:25).

      Kalau masalah jilbab itu wajib, sesederhana itu , mengapa begitu banyak perbedaan diantara ulama2 diatas? Mereka adalah ulama yang luarbiasa. Bahkan ulama Mazhab Maliki, hambali, Hanafi, Syafii tidak punya pendapat yang sama, lihat Imam hanafi memasukkan kaki bukan aurat. Saya minta tolong anda menjelaskan ini.

      Alquran adalah firman/ kata kata Tuhan. Anda mengatakan rambut adalah aurat, saya meminta tolong anda untuk mencarinya di Alquran , saya ingin lihat ayatnya. Kemudian ada pendapat yang boleh diperlihatkan wajah dan telapak tangan, tolong tunjukkan ayatnya di Alquran, bahwa Allah swt berkata/berfirman demikian.

      Pertanyaan terakhir, mengapakah hampir semua ulama sebelum tahu 1980an tidak ada satupun yang menyatakan jilbab wajib? Diamanakah anda saat itu? Bila anda ragu silahkan sms tanya ibu, bapak, nenek , bibi, lihat album foto foto lama, filem2 perjuangan kita, film film lama kita. Prof Quraish Shihab , Gus Dur, Prof, nurcholis Majid juga memandang jilbab tidak wajib ( ketik di google ). Baru setelah 1980an tengah dan akhir mulai banyak generasi muda ulama saat itu menyatakan jilbab wajib, sampai sekarang.

      Saya sudah menjelaskan , di artikel saya diatas. SEKARANG SAYA INGIN ANDA GILIRAN MENJAWAB EMPAT BUAH PERTANYAAN SAYA ITU. Mungkin Keliru juga pendapat saya, dan andalah yang benar. Marilah kita diskusi dengan cara santun dan sopan seperti apa yang diteladankan Nabi kita Muhammad saw.

      Walahu a'lam bishawab . Hanya Tuhanlah yang mengetahui jawaban yang sebenar benarnya. Maaf bila ada tutur kata yang tidak berkenan di hati anda.

      Hapus
  7. Terima kasih sudah menanggapi pertanyaan saya. Pertanyaan-pertanyaan saya tersebut sangatlah mudah, dan dapat terjadi pada kejadian hidup kapan saja dan apa saja. Ketika solusi dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai masalah, kita selalu dihadapkan oleh pilihanan-pilihan. Mencari penyelesaian masalah bisa didapat dengan cara bertanya dan mendengar dari orang lain. Seorang Koki bisa memberi saran atau penilaian tentang "motor" yang rusak itu, apa yang menjadi masalah (karena sang koki selalu banyak baca pengetahuan tentang otomotif di Koran dan Internet). Walaupun secara garis besar apa yang dibilang oleh sang Koki itu hampir benar ataupun benar-benar "Benar". Namun ada sesuatu yang hilang......faktor "kapabilitas dan kompetensi" sang koki yang pada akhirnya si pemilik motor tetap saja "MEMILIH" membawa motornya ke Montir. Begitu juga dengan 3 contoh masalah yang lain. Meskipun "YANG PENTING ADALAH PENDAPATNYA ITU BENAR ATAU TIDAK" pada akhirnya untuk sesuatu yang PENTING, apalagi untuk masalah Tafsir Ayat ayat Al-Quran, maka akal dan pikiran yang di pakai untuk menyelesaikan masalahnya. Layaknya orang mau dioperasi penyakitnya tidak mungkin dia akan berpikiran sekalipun untuk pergi ke Dukun.



    Yes, indeed. I shot the messenger so people will aware whose "the messenger" is, not only the message. I did it in purpose, just like "the messenger" did it in purpose to do a research and explain it to the people by his own manner......I SHOT THE MESSENGER BY MY OWN MANNER"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih pak Rasoki Lubis. Sayapun sudah melihat facebook anda, Keren juga anda bisa menahan menara Pisa agar gak ambruk..he..he...kalau itu anda lho. Begini pak, seperti sudah saya kemukakan buku saya itu adallah pencarian pribadi saya. Hal ini karena selain faktor naik haji di tahun 2003 dan ketika saya SMA di tahun 1976 tak ada satupun orang Indonesia yang berjilbab. yang ada sari , kerudung seperti punya istri gus Dur. Silahkan sms ibu, nenek, atau film lama dulu, album foto lama. inikan menimbulkan pertanyaan pribadi saya. Jadi silahkan anda tidak percaya kepada saya tidak mengapa. Tapi yang jelas , setelah saya baca buku 2 literatur dan saya kumpulkan , tentang masalah jilbab ini , semua ulama berbeda2. Silahkan anda bisa melihat daftarnya ( ulama ulama yang seperti anda inginkan ) diatas, dari Syekh Muhammad Abduh, Rasyid ridlo dari Universitas Al Azhar Mesir dan masih banyak lagi yang menyatakan jilbab tidak wajib.
      Ulama2 kita dulu pada Forum pengkajian Islam IAIN ( sekarang UIN) Syarif Hidayatullah pada Maret 1988: dalam seminar tentang jilbab tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan.

      Prof. Quraish Shihab coba buka google Prof. Quraish Shihab jilbab tidak wajib, belum lagi Prof. DR. Nurcholis Majid , Gus Dur menyatakan jilbab tidak wajib juga. Ini semua khan juga ulama besar sesuai bidangnya montir membetulkan motor yang rusak atau koki memasak makanan. Sesuai bidangnya. Saya kan punya pendapat yang sama dengan mereka. Terus hasil pencarian saya yang salah yang mana? Bila kemudian saya menyatakan jilbab tidak wajib bagi wanita Indonesia?

      Kemudian bila anda tidak setuju tolong kalimat mana yang salah? Sayapun ingin tahu...

      Hapus
  8. Sebagai informasi, saya hanya orang biasa, lahir dari keluarga islam. Bekerja di bidang jasa penuh waktu seperti orang-orang pada umumnya. Perihal pengetahuan ilmiah saya hanya sekedar saja namun boleh lah kata teman saya (hehehe ngebanggain diri), berbanding terbalik dengan pengetahuan-pengetahuan dr.Abimanyu Sp.B yang telah banyak makan bangku sekolahan dan banyak makan buku-buku.

    Saya orang yang berpikiran bebas dan terbuka. Demokratis. Berani mengkritik dan berani dikritik. Waktu Reformasi '98 kritis terhadap pemerintah (turun ke lapangan di MPR, Trisakti, Semanggi 1, Semanggi 2).



    Ketika tahun 2007 saya bekerja di Doha, Qatar. Saya mendapati mulai banyak perempuan-perempuan arab yang meninggalkan jilbab (baju hitam dan becadar) dan mulai memakai baju layaknya perempuan-perempuan lain di belahan bumi ini (dan bukan hal yang mustahil juga nanti setelah 20 tahun, perempuan Arab mulai memakai 2 piece bikini ketika berenang di pantai). Fenomena ini menurut ulasan yang saya baca dikoran local dan media TV local dikarenakan begitu gencarnya budaya asing yang masuk terutama budaya berpakaian Barat. Di Era dimana informasi sudah begitu bebas dapat diterima dan juga diakses oleh setiap manusia, adalah celah dimana budaya asing masuk dan tidak lagi dapat dikontrol lagi oleh siapapun. Iklan-iklan barang mewah, gaya hidup selebriti dunia dan masih banyak lagi yang dapat disebutkan dari dampak negative serangan budaya asing, yang pada akhirnya menggerogoti habis budaya suatu Negara. Ketika mindset sudah berubah, seperti "Aku terlihat tidak kampungan apa bila gaya hidupku seperti gaya hidup orang Amerika" maka semua meninggalkan budaya aslinya (nggak keren). Perubahan Budaya berpakaian, budaya berbicara, bahasa, kesenian tradisional dan yang lainnya terlihat ketara dimata. Begitu miris dan mengkhawatirkan kata salah seorang Warga asli Qatar yang pernah saya tanya pendapatnya. Dan satu hal yang nyata terlihat, TIDAK ADA PERLAWANAN yang dapat dilakukan.

    BalasHapus
  9. Dan ketika saya pulang ke Indonesia, saya juga mulai sadar bahwa Indonesia mengalami hal yang sama.

    Terasa oleh saya, dr.Abimanyu Sp.B dan saya sama-sama punya penglihatan akan terkikisnya budaya tradisional kita di masa yang akan datang.

    Namun kita berbeda penglihatan tentang apa yang menjadi pokok permasalahan.

    Saya menilai masalah krisis budaya kita terjadi karena begitu gencarnya arus informasi (yang membawa budaya asing yang negative) masuk ke Indonesia. Terutama budaya barat. Kalau tekhnologi barat yang kita tiru sih bagus. Nah ini budaya barat ditelan mentah-mentah sama ABG kita yang labil, karena orangtua sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Meniru budaya barat = KEREN, melestarikan budaya Indonesia = KAMPUNGAN. Belajar kesenian daerah itu kampungan (kata anak sekarang, "Nggak banget dehh..").



    Harus ada Perlawanan. Lestarikan kebudayaan keseniaan tradisional kita. Jangankan pesantren, kalau bisa semua Universitas- Universitas dan SMA-SMA se Indonesia diaajurkan mengajarkan kesenian daerah. kalau hanya pesantren saja terlalu kecil jangkauannya.



    "Namun sangat disayangkan, dr.Abimanyu Sp.B menilai masalah krisis budaya kita (Punahnya Budaya Indonesia) karena banyak perempuan kita memakai jilbab."



    Saya jadi berandai-andai, apabila dr.Abimanyu Sp.B, terlahir di arab dan hidup disana dan mempunyai pemikiran yang "kritis" persis sama, pastinya akan menulis buku "BAGI WANITA ARAB JILBAB TIDAK WAJIB. BENARKAH? ANDA BISA PAKAI SHORTPANTS, DAN PUNAHNYA BUDAYA ARAB".

    tapi itu cuma andai-andai saja....


    BalasHapus
    Balasan
    1. Bila saya orang Arab saya tetap berpedoman pada kata kata Tuhan/Allah swt, karena itu adalah kebenaran tertinggi .

      "Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut pembawaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya."

      Al Isra 17 84

      Saya akan berkata " hai sausara2 ku orang Arab sekalian, tetaplah memakai jilbab. Karena allah telah berfirman di al Isra 17.84 kita harus sesuai dengan pembawaan/keadaan kita, budaya kita yaitu jilbab.

      Dan mengenai hotpant ini , saudara2 ku....tidak sesuai firman Allah swt di An Nur 31 :
      “...janganlah mereka menampakkan hiasan (anggota badan) mereka, kecuali anggota badan yang biasa tampak...”....

      Karena di budaya kita kaki sampai paha adalah anggota badan yang TAK BIASA TAMPAK. ....Demikianlah seandainya saya bangsa Arab

      Hal,ini Persis saat ini ketika saya membela pakaian adat bangsa saya, kebaya yang terlihat rambutnya . Menurut ayat ini rambut biasa tampak jadi boleh2 saja. Mengenai hotpant saya juga tidak setuju, karena dimasyarakat kita , paha atas sampai hampir lipat paha TIDAK BIASA TAMPAK ini melanggar kesopanan pak.

      Hapus
    2. “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).bagaimana tentang kewajiban kerudung (Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya)....ini berhubungan dengan pakaian luar sambungan ayat ad pada Qs-An-Nur 58 dan 60...silahkan tafsirkan tentang kerudung..??kemudian tentang wajibnya jilbab ada pada Qs. Al-Ahzab ayat 59 Artinya: Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

      Hapus
  10. Namun yang yang saya ingin coba sampaikan dari "andai-andai" saya tersebut adalah begitu berbahayanya budaya barat dapat masuk mengkikis habis budaya suatu Negara. Baik itu di Arab, Afrika, Asia, terutama Indonesia.

    Dahulu perempuan jawa selalu menutup "aurat" ("adalah suatu anggota badan yang tidak layak diperlihatkan kepada orang lain ind: tabu / jawa: saru. Hal ini dikarenakan ratusan atau ribuan tahun yang lalu anggota badan itu tertutup. Tentu saja bila diperlihatkan yang melihat merasa risih, malu dan yang terlihat pun akan malu sekali dan dianggap melanggar aturan kesopanan yang BERAT"). Namun silahkan keluar dari rumah sekarang....ya sekarang............pergi ke tempat umum seperti jalan raya, pasar, mall, kolam renang, dan yang lebih ekstrem lagi apabila anda keluar malam (Diskotik, night club, dan lainya yang sudah pasti semua orang tahu). Mudah bukan melihat (maaf) payudara, pantat, paha atas, pusar dan lain-lainnya. Dijalanan kota Semarang, Jogja, Medan, Makasar, Bandung dan kota-kota lainya, dapat dengan mudah kita menemukan anak perempuan dari umur13 s/d umur 25 memakai celana pendek yang sangat minim sekali dengan perasaan tanpa risih sedikitpun ( malah menganggap dirinya keren). itu baru short pants. belum kita coba bahas pakaian yang lain dan tempat umum yang lain dan waktu yang lain pula.



    Apakah yang ada di dalam benak dr.Abimanyu Sp.B menanggapi contoh kecil ini???



    Apakah yang ada di dalam benak dr.Abimanyu Sp.B menanggapi pilihan para wanita Indonesia yang memilih TIDAK untuk memakai pakaian-pakaian budaya barat, dan memilih memakai jilbab untuk menutupi auratnya????


    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho pak...saya juga tidak setuju fenomena itu. Saya juga gak bisa marah2 pada meereka, agar memakai kebaya atau pakaian yang sopan untuk ukuran kita. Saya kan sedang membela pakaian tradsi saya , kebaya dan pakaian wayang, yang ANGGOTA BADANNYA BIASA TAMPAK, yang wajar wajar saja. Saya hanya berkata bahwa pakaian pakaian itu juga sesuai Islam . Sesuai Al isra 17 84 , SESUAI adat kita dan an nur 31, menampakkan yang biasa tampak.Kemudian saya bukan anti jilbab. Coba dibaca lagi blog saya. Dengan An Nur 31 , para wanita sekarang yang lahir di jaman jilbab dipakai meluas , diatas 1990an sudah sesuai , karena mereka menampakkan wajah dan punggung tangan YANG BIASA NAMPAK. Tapi pakaian wayang , kebayapun sesuai juga, karena menampakkan leher, rambut YANG BIASA TAMPAK. AGAR PAKAIAN BUDAYA INDONESIA KU/ANDA TIDAK MUSNAH

      Hapus
  11. Musuh kita sama dr.Abimanyu Sp.B.!!!! Budaya barat megkikis budaya kita!!!

    Perbedaan Indonesia dengan negara2 lainya adalah....."KITA MELAKUKAN PERLAWANAN".

    Wanita-wanita muslimah Indonesia melakukan PERLAWANAN dengan menunjukin dirinya tidak teracuni budaya berpakaian ala BARAT. Mereka tidak dipaksa untuk berjilbab, mengikuti agama Islam juga tidak dipaksa dan mempercayai neraka juga tidak dipaksa. Itulah SALAH SATUNYA kenapa dr.Abimanyu Sp.B tidak mendapatinya di tahun-tahun sebelum 80'.



    Baik......mengenai tahun 80' saat itu saya baru lahir, saya sudah coba buka album foto, Tanya sama ibu, bapak, bibi, (saya tidak bisa sms nenek saya karena nenek saya sudah meninggal). Saat itu Ibu Saya tidak memakai jilbab. Tapi Ibu saya akhirnya memakai jilbab sejak awal 90'an....Kenapa???Dia memakai karena ingin menunjukan identitas dia sebagai muslimah yang membedakan dia dengan perempuan lainnya, ditengah-tengah krisis identitas islam yang terjadi karena gempuran budaya barat yang notabene Kristen. Tanpa terlalu pikir pusing, apapun tafsiran aurat itu apa....mau dibilang aurat termasuk rambut atau bukan akhirnya Jilbab dipilih Ibu saya. Bentuk PERLAWANAN, Iya. Mencari pahala karena tidak mengumbar aurat, juga iya. Toh pada intinya tidak ada yang salah dibandingkan ibu saya pergi ke pasar pakai tanktop dan short pants, Pasti "melanggar aturan kesopanan dan bedosa".



    Itu Pilihan yang diambil oleh Ibu saya yang tercinta, kakak perempuan saya, bibi saya, sepupu perempuan saya, keponakan perempuan, tetangga saya yang muslimah juga banyak yang memakai jilbab sekarang. Pilihan yang tanpa dipaksa oleh siapapun, sebagai wanita muslimah yang telah dewasa. Dengan niat Lillahi taala.



    Perihal perubahan itu terjadi oleh siapa saja (kata orang bule "PEOPLE CHANGE").

    Gambar orang-orang yang anda tampilkan diatas ( Sarah Attar,Wojdan Shaherkani, Dana Bakdounis, Raha Moharrak dan yang lainya) adalah contoh kecil orang yang membuka jilbabnya. Mereka ini berubah, karena orang pasti berubah.

    Namun jangan lupa banyak contoh yang dapat kita lihat Wanita Islam mulai mengenakan Jilbab sebagai pakaian sehari-hari. Ada di google, ada di TV, ada di lingkungan kita semua. Dan bukan hal yang aneh kan???

    Karena orang berubah.......ya.... berubah. Itulah orang.



    Dan orang itu berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain. Saya setuju sekali dengan anda "tidak melihat predikatnya tetapi perilakunya benar atau tidak". Banyak yang berpredikat Ulama Islam tapi melakukan korupsi. Saya percaya orang itu berbeda-beda, tidak semua Ulama itu korupsi. Masih banyak yang bagus.

    Banyak Pastur-pastur Kristen yang terkenal baik terlibat kasus pelecehan seksual kepada murid dan jemaatnya (ada di berita-berita). Saya percaya orang itu berbeda-beda. Tidak semua pastur-pastur kristen BEJAT.

    BalasHapus
  12. Baiklah....kembali ke masalah aurat.

    Ketika seseorang wanita ingin mengaplikasikan cara berpakaian yang sesuai ajaran islam (bukan sesuai budaya barat). Dia akan melihat Pedoman hidup yang diwariskan oleh Nabi Besar Muhammad SAW untuk umatnya yaitu Al-Quran dan Al-Hadis. Namun yang jadi persoalannya....Pentafsirannya berbeda-beda. (Hanya Allah yang Maha Mengetahui).

    LALU.....????

    Apakah dia akan membatalkan pilihannya??? Tentu tidak !!!!

    Dia akan memilih, .....ya ......memilih.

    Dia akan memilih salah satu tafsiran yang paling tepat diantara sekian tafsiran yang ada.

    (yang pasti dalam memilih dia akan melihat siapakah???????? The messenger yang mentafsir........)

    Dan apapun keputusan yang dia pilih tentang tafsiran aurat yang benar... Itu adalah pilihan dia. Hanya dengan dasar Lillahi taalla.

    Dan Allah pun Maha Mengetahui maksud mereka yang ingin memakai jilbab. Allah Maha Adil. Ada yang mau rambutnya ditutup tidak kenapa....kan Dia Maha Adil dan Penyayang. Dan ada yang tidak memakai Jilbab juga tidak apa-apa....Itu Pilihan.



    "Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". "Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya". ( Al Isra 17:84 )







    Terima kasih atas waktunya membaca tanggapan saya yang hanya orang biasa.

    Mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada kata yang kurang berkenan.





    "Adigang, Adigung, Adiguna". dr.Abimanyu Sp.B sudah kasih tahu artinya ke saya, "Jangan merasa paling Kuat, merasa paling Agung, merasa paling Penting.


    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau begitu. Sudah saya jawab diatas. Saya bukan anti jilbab........saya hanya mencari tahu mengapa sejak saya remaja dan ratusan tahun kebelakang tak seorang ulamapun mengatakan jilbab wajib . dan seluruhnnegara timur tengah tak mewajibkan jilbab tapi setelah revolusi Islam Iran 1979 berkumandang jilbab wajib. Dan di akhir pencarian pribadi saya, saya sependapat dengan ulama ulama yang menyatakan jilbab tidak wajib .

      Berbeda tidak apa- apa. Seperti pilihan jokowi atau prabowo , jangan membuat kita terpecah pecah. Sayandoakan anda semoga sukses , karena masa depan bangsa di tangan anda anda ank muda. Terima kasih sudah berkunjung. Salm untuk keluarga.

      Kembali kita hanya mengucap wallahu a'lam bishawab. Hanya Tuhanlah yang mengetahui jawaban yang sebenar2nya. Kita manusia hanya berusaha.

      Hapus
  13. Oiya, dr.Abimanyu Sp.B bisa tolong saya. "JANGAN MERASA PALING BENAR" itu "Adi apa ???"

    BalasHapus
  14. Kata pepatah itu satu kesatuan agar kita jangan merasa sok benar sendiri. Biasanya , mungkin seperti adat istiadat di suku anda, setiap pernyataan diikuti dengan, nun sewu, meniko pendapat pribadi kulo. Mohon maaf itu pendapat pribadi saya. Menawi lepat dalem nyuwun ngapunten bila ada kesalahan kami mohon maaf. Tapi karena kita sedang berbicara berkenaan dengan Alqura, saya memilih wallahu a'lam bishawab. Hanya Tuhan lah yang mengerti jawaban yabg se benar benarnya. Agar anda mengerti bahwa sayapun tidak merasa 100persen jawaban saya benar sendiri.

    BalasHapus
  15. Saya suka sekali dengan artikel Anda. Benar-benar membuka wawasan. Tapi yang ingin saya tanyakan, jika jilbab itu tidak wajib, apa berarti bahwa aurat perempuan itu terdiri dari seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan itu salah? Atau apa tergantung darimana ia berasal? Sebab, jika seseorang tidak memakai jilbab, otomatis rambutnya akan terlihat dan belum tentu ia memakai baju panjang sehingga lengannya bisa kelihatan. Mohon pencerahannya. Trims :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari Khalid bin Duraik: ‘’Aisyah RA, berkata: ‘’Suatu hari, asma binti abu bakar menemui Rasulullah SAW dengan menggunakan pakaian tipis, beliau berpaling darinya dan berkata: ‘’wahai asma’’ jika perempuan sudah mengalami haid, tidak boleh ada anggota tubuhnya yang terlihat kecuali ini dan ini, sambil menunjuk ke wajah dan kedua telapak tangan.’’ (HR. Abu Daud). Kalau hadits yang ini bagaimana mas?

      Hapus
    2. Terima kasih anda sudah mampir di blog saya.

      Kita tidak usah terjebak aurat wanita yang mana saja. Karena aurat setiap suku berbeda2. Seluruh tubuh adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan adalah tafsir (ucapan manusia, yang terkait budaya) Ibnu Abbas terhadap ( ucapan Tuhan/ firman Tuhan) An Nur 31 ( coba baca scanning tafsir Ibnu Katsir saya diatas ),
      “...janganlah mereka menampakkan hiasan (anggota badan) mereka, kecuali anggota badan yang biasa tampak...”

      Karena di suku beliau para wanitanya berpakaian tradisi jilbab , yang tampak adalah wajah dan telapak tangan, maka beliau berkata, bahwa yang boleh tampak adalah wajah dan telapak tangan. INI BENAR dan TIDAK SALAH. Karena sesuai di sukunya Ibnu Abbas. Sekarang kita memang lebih mementingkan ucapan manusia , beliau yang terhormat sahabat Nabi , Ibnu Abbas ra , dari pada ucapan Tuhan/firman Allah swt.Tetapi bila orang Indonesia ingin berjilbab , hal itu baik dan boleh2 saja tidak apa2.
      Ibnu Masud ra. Menafsirkan An Nur 31 ini , yang boleh tampak adalah pakaian , karena seluruh tubuh aurat. Karena beliau Ibnu Masud para wanita disukunya memakai pakaian jilbab yang menutupi seluruh tubuh. Coba di baca lagi , blog saya, semua sudah jelas.
      Di masyarakat kita, rambut, telinga, leher, lengan bawah boleh tampak. Kalau di masyarakat kita, para wanitanya ingin rambut, di kucir atau di gelung boleh saja. Apa yang salah ? Karena ayat An Nur 31 diatas , mengatakan anggota badan ini biasa tampak di masyarakat kita. Jadi bukan aurat KARENA BIASA TAMPAK.
      Dimasyarakat kita , payudara, pantat, pusar, paha atas , adalah aurat. Karena anggota badan ini TIDAK BIASA TAMPAK ALIAS BIASA TERTUTUP. Sehingga bila orang Indonesia memperlihatkan payudaranya , maka wanita ini telah melanggar perintah Tuhan, tentang menutup aurat. Pada kehidupan sehari haripun , seorang wanita berfoto memamerkan payudaranya akan dikenai undang2 pornografi, karena melanggar susila. Ayat ini sejatinya adalah aturan yang wajar saja tentang kesopanan. OLEH SEBAB ITU WALAUPUN DIA BERASAL DARI BUDAYA YANG AURATNYA LEBIH TERBUKA, SESEORANG HARUS MENYESUAIKAN DIRI DITEMPAT DIA TINGGAL. Orang barat misalnya, walaupun mereka berasal dari budaya celna yang sangat pendek , lebih bijak sana memakai celana panjang. Karena di masyarakat kita memakai hotpant, akan memperlihatkan paha atas yang tidak biasa tampak. Budaya memang berbeda2 suku2 di dunia, Islam menghormatinya. Karena yang wajib di Alquran , adalah kita harus berbuat kebajikan terhadap sesama, tanpa memandang agamanya apa, sukunya apa dll. Coba dibaca lagi artikel saya. Terima kasih.

      Hapus
    3. Sumber pernyataan ini diambil para ulama kita dari buku Tafsir Ibnu Katsir III Surah An Nur hal 489 (58). Anda bisa melihat scanning aslinya dipertengahan blog saya , pada perbedaan kedua. Pada buku Ibnu Katsir itu , Abu Daud sendirilah yang mengatakan Hadits ini Mursal, hadis yang tertolak , alias tidak shahih. Saya sendiri tidak tahu mengapa informasi penting , tentang Mursalnya hadis ini, malah disembunyikan.? Terima kasih

      Hapus
    4. Maaf, pada perbedaan ketiga.Terima kasih

      Hapus
  16. Terima kasih atas jawabannya. Saya suka sekali berdiskusi dan membuka pikiran. Sebab semakin saya belajar dan mencari tahu, semakin banyak hal justru yang belum saya ketahui. :>

    Saya mengerti kok, namun berhubung saya takut salah persepsi dan salah mengartikan, saya bertanya. Lantas, apa itu juga berarti ketika seorang wanita Indonesia sholat boleh tidak berjilbab/bermukena dan menunjukkan rambutnya? Dan apa berarti wanita suku asmat yang hendak sholat boleh juga melakukannya sesuai tata cara mereka? Aurat di sini itu dimaksudkan dalam keseharian aja atau keseluruhan ya termasuk aurat dalam sholat. Atau apa sholat itu termasuk pengecualian? Terima kasih atas pencerahannya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. IBADAH MAHDHAH & GHAIRU MHADHAH

      Dulu ketika saya SMA di tahun 1970an dalam pelajaran agama dikatakan Shalat, puasa, zakat adalah termasuk IBADAH MAHDHAH ( saya banyak menjumpai artikel di Google). Ibadah yang langsung kepada Tuhan /Allah swt ini ada rukunnya, syaratnya yang baku. Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dari al-Quran maupun al- Sunnah, jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya.
      . Tatacaranya harus berpola kepada contoh Rasul saw. Salah satu tujuan diutus rasul oleh Allah adalah untuk memberi contoh: idak boleh diperdebatkan lagi. Boleh dikatakan , bila anda melenceng dari ketentuan, maka anda akan disebut bidah dan ini sangat terlarang. Shalat , pakai celana pendek, rambut dikucir. Puasa hanya 25 hari misalnya. Bayar zakat fitrah 3,5l beras, anda cuma bayar 2 l, ini semua pelanggaran .

      Tapi bila berhubungan dengan manusia lain disebut GHAIRU MHADHAH . Keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang. Tata laksananya tidak perlu berpola kepada contoh Rasul . Misalnya sopan santun, disuatu daerah bila dipandang baik diperbolehkan. Cara berpakaian , dulu, termasuk kelompok ini. Tapi sekarang agaknya para ulama KITA sekarang akan memasukkan kearah ibahdah MAHDHAH. Sehingga setiap muslim harus berjilbab , bila melanggar dianggap berdosa, walaupun tak ada satu ayatpun yang mengatakan "...seorang wanita tak berjilbab akan berdosa.." Menyapa orangpun harus Asalamu alaikum . Tidak ada lagi selamat sore, selamat malam, punten bahasa sunda, kulonuwun bahasa jawa. Dulu, salaman antara wanita dan laki - laki , diperbolehkan. tidak ada yang mempermasalahkan. Laki-laki dan wanitapun akan dipisahkan. Sekarang para ulama kita Agaknya ingin menggantinya dengan budaya Arab /timur Tengah. Tujuan Islam agar seorang muslim selain beriman juga jujur, baik (orang sholeh) dan mempunyai perilaku yang baik (amal sholeh) , berilmu yang tinggi , malah tidak jadi fokus utama. Siapakah negara terkorup di dunia ? Ketik di google : indonesia termasuk negara terkorup. Bahkan pengadaan alquranpun di korupsi. Korupsi adalha bahasa halusnya maling, pencoleng, tidak jujur, perilaku jahat. Bekerjasama , bersepakat dengan puluhan orang untuk mencuri. Lihatlah ironisnya, negara kita adlah mayoritas muslim , hajinya terbanyak di dunia, Sekarang pandangan diarahkan sekeliling kita, masjidbselalu penuh, hampir 90 persen muslim berjilbab, pakai baju koko , pakai topi haji. Bukan hanya itu , curigapun sekarang sudah diganti su'uzon. Bapak diganti abi, ibu diganti umi. KITA UMAT ISLAM HARUS MAWAS DIRI, BILA TIDAK INGIN SEMAKIN TERPURUK. Marilah kita fokus kembali ke anjuran Tuhan/ firman Allah diatas. Budaya letak kan posisinya kembali sebagai budaya yang boleh berbeda. TIDAK USAH DITARIK KE IBADAH MAHDHAH SEPERTI DULU DI TAHUN 1970-1980an.

      Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988: dalam seminar tentang jilbab tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan.

      Ulama dan pemikir Islam di Indonesia yang sepaham dengan pendapat semacam itu di antaranya: prof. DR. Quraish Shihab , Gusdur.
      Prof Dr. Nurcholis Majid. (12); KH. Hasyim Asy’ari, ulama besar dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Sebagian besar ulama NU dan Muham madi yah di masa lalu (lihatlah foto-foto mereka zaman dulu yang masih terlihat rambutnya). Walisongo menciptakan dan menggubah seni tari tanpa jilbab. Sunan Kalijaga : menciptakan tarian-tarian yang tidak mema kai jilbab.
      Ulama-ulama Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, Keraton-keraton di Jawa Barat, dan lainnya, yang tak pernah melarang tari-tarian seni tradisional di wilayahnya masintg-masing. Dan, hingga sekarang tari-tarian tradisional itu masih tetap hidup dan berkembang. .

      Daftar ulama yang menganggap jilbab tidak wajib , Selengkapnya lihat blog sya , di judul BUKTI PASTI NABI DAN PARA SAHABAT PENGGANTINYA TIDAK MEWAJIBKAN JILBAB .

      Hapus
  17. Mas, kalau mau membeli buku mas bagaimana deh caranya dan harga keseluruhan berapa? Kayaknya kemarin saya nemu deh di postingan blog tapi saya lupa di bagian mananya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf segera akan di cetak lagi. Terima kasih atas perhatiannya.

      Hapus
  18. Memang sudah banyak kerancuan mengenai jilbab. Perempuan yang mengenakan baju modern (baju ketat sekalipun) akan dianggap berjilbab cukup dengan menambah penutup kepala / kerudung. Tapi kalau penutup kepala dilepas tidak dianggap pakai jilbab. Seolah-olah jilbab di Indonesia hanyalah 'penutup kepala / kerudung', padahal makna sebanarnya, jilbab adalah seluruh baju mulai dari atas sampai bawah.
    Mungkin hal ini disebabkan orang Indonesia lebih banyak sebagai 'pengikut hadis' sebagai imbas dari maraknya fenomena ustad gaul / selebritis di Indonesia, yang oleh banyak orang sudah dianggap sebagai ulama, sehingga wajib untuk diikuti. Yang menyedihkan, saat ini banyak orang berjilbab secara berlebihan, terlihat glamor dengan baju bertumpuk-tumpuk dan hiasan mencolok mata, bahkan diadakan peragaan busana sekalian. Padahal perilaku berlebihan adalah mubazir dan justru dibenci Allah.
    Justru 'pengikut quran' seperti ulama Quraish Shihab sering dilecehkan karena lebih banyak menggunakan landasan ayat quran dalam setiap khotbahnya daripada hadis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pernyataan anda. Inti An Nur 31 " ...janganlah memperlihatkan anggota badan yang tidak biasa tampak.." , yaitu sopan sesuai adat setempat. Saya sering melihat mahasiswi yang berjilbab , ini sudah benar, tapi memperlihatkan (maaf) belahan pantat bagian atas. Hal ini lantaran kaos terlalu ketat sehingga bagian belakang terangkat keatas ketika menunduk. Bagian belahan pantat atas ini termasuk anggota badan yang biasa tertutup , atau aurat bahasa Arabnya. Tentu memperlihatkan aurat seperti ini sangat tidak pantas dan tidak sopan dalam kehidupan se hari-hari. Marilah kita memahami kembali anjuran untuk menutup aurat, An Nur 31 " tutuplah anggota badanmu ( perhiasanmu) kecuali yang biasa tampak". Terima kasih anda telah mengunjungi blog saya.

      Hapus
  19. Assalaamu 'alaikum bapak dr. Abimanyu Sp.B
    ketika saya mencari tafsiran Qs. An-Nur ayat 31 di google, saya menemukan artikel bapak, dan saya telah membacanya, dan mohon izin, saya mensave artikel bapak,
    terima kasih banyak, saya suka dengan artikelnya dan saya mendapat wawasan baru.
    Wassalam.

    BalasHapus
  20. Bagi wanita pakai hijab ato jilbab sudah pasti benar, kalau tidak pakai jilbab belum tentu salah tp belum tentu benar, kira2 anda pilih yg mana ? Ingat Nabi meninggalkan 2 petunjuk yaitu Alquran dan Alhadits, kebanyakan yg anda rujuk hanya Alquran saja. Kalau hanya ini saja yg anda ambil anda salah, contoh gampang saja printah sholat, apakah ada di dalam Alquran jumlah rakaat tiap2 sholatnya ? Saya jamin anda cari dari pagi sampai pagi tdk akan ketemu, dan yg perlu diingat jg perbedaan Nabi Muhammad SAW dgn para Nabi yg terdahulu, Yaitu Nabi SAW, diutus u/ seluruh kaum di dunia bkn u/ arab ato jawa atau indonesia, jadi tdk bs dikaitkan dgn indonesia yg pnya baju adat sendiri bla2...jd skli lg adat tdk bs dikaitkan dgn Ibadah. Nabi SAW jg sdh menyontohkan pada Istri dan anaknya2. Sgh sedih pak dokter yg terhormat kalau Anda mengambil lgkh dgn tdk mewajibkan jilbab, sungguh menyesalnya jikalau nyawa sudah tdk di dlm jiwa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Ulama yang menganut paham aurat dari sudut kebiasaan ( adat budaya ): sehingga BANGSA YANG TIDAK BERBUDAYA JILBAB PUN BOLEH MEMAKAI PAKAIAN TRADISINYA MASING MASING.

      Imam Al-Qarafi (w.684 H): ahli hukum (juris) Islam dalam mazhab Maliki(10: 6).
      Abu Ishaq asy Syathibi (w.1388 M) : ulama Tafsir.(5)
      Syekh Muhammad Abduh (w.1905): ulama besar pemikir dan pembaharu pemikiran Islam, sebagai penghormatan dijadikan nama Aula di Univ. Al Azhar Mesir. Mantan Mufti Mesir ( semacam ketua MUI .red) . .(5)
      Sayyid Muhammad Rasyid Ridha (w.1873); ulama besar, pembaharu.(5)
      Al’Asymawi (2002) : mantan Hakim Agung Mesir.(5)
      Qashim Amin (1908) : Pemikir Islam .(5)
      Syekh Muhammad Suad Jalal : ulama Universitas Al-Azhar , Mesir.(5),
      DR. Ir muhammad Syahrur (lahir 1939) : Pemikir Islam.(5)
      Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (w.1973): Pemikir Fiqh. .(5)
      Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen / Guru besar Fakultas Syariah dan hukum Univeritas Al- Azhar.(5) Jamaluddin Muhammad, mantan Sekjen Majelis Tertinggi Islam Mesir dan anggota dewan riset Islam Al-Azhar.(5)
      Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (1879-1973): intelektual Muslim kelahiran Tunisia yang sangat disegani dan dihormati. Dan lain-lainnya lagi.

      Ulama yang menganut paham aurat sesuai kebutuhan untuk bekerja (memudahkan wanita bekerja, untuk kehidupannya di dunia) walaupun jilbab wajib.

      Imam Abu Hanifah (w.767 M) : memasukkan kaki bukan Aurat (5).
      Abu Yusuf (w.798 M) : memasukkan kedua tangan wanita bukan aurat (5 )
      Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen dan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum Univeritas Al-Azhar (5).
      Muhammad Ali al-hasan dan Abdurahman Faris abu aliyah : cendekiaan Muslim lulusan Fakultas Syariah Ryadh, Saudi Arabia (5,134).

      Saya sangat menunggu dan mengharapkan jawaban-jawaban anda atas 9 pertanyaan saya. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.

      Hapus
    3. Maaf saya hapus, tadi ada kata kat yang kurang.

      Terima kasih anda sudah hadir memberikan komentar. Pertama tama saya menghormati anda memakia bahasa yang santun, ketika berhadapan dengan orang yang berbeda pendapat. Marilah kitanmembicarakan isi/substansi tulisan saya.
      Bila anda membaca lebih teliti lagi seharusnya , masalahnya sudah jelas, ada perbedaan batasan aurat, diantara ulama. Sekarang marilah kita diskusi. Menurut anda batasan aurat seorang perempuan itu mana saja? Kemudian bila jilbab itu wajib, boleh nggak memakai jilbab tetapi memakai , baju dengan lengan setengah tangan terlihat , sampai siku, atau lengan pendek? Kemudian bila bawahan nya pakai rok, sebatas apa? Pergelangan kaki, pertengahan betis, lutut terlihat, atau diatas lutut ?....siapa yang paling benar?. Kemudian tolong tunjukkan hadis yang mewajibkan jilbab , sepertimyangnanda katakan. Alquran adalah kata2 tuhan atau firman Allah swt oleh sebab itu dikalangan ulama adalah rujukan paling utama, karena ini adalah fiman dzat yang mencipta alam ini. TUHAN/ALLAH lah yang mencipta kita, Nabi Muhammad , alam semesta ini , palet planet, matahari , hewan, tumbuhan .Sehingga kedudukan Alquran paling utama. Tolong tunjukkan wajib jilbab di Al Quran. Anda menjawab di al ahzab 59 dan an nur 31 ?...mohon dibaca lagi perbedaan pertama , kedua dan ketiga pada tulisan saya.
      Selama ratusan , bahkan ribuan tahun batasan2 aurat itu menjadi perdebatan yang sengit . Coba lihat lagi tulisan saya pada PERBEDAAN KETIGA , ketika ulama besar Syaikh at Tuwajiri mengkafirkan ulama besar lainnya Al Albany. Yang satu dari model jilbab yang tertutup seluruh tubuh , melawan pendapat jilbab seperti model jilbab wanita indonesia yang wajahnya terlihat. MEnurut Syaikh At Tuwajiri jilbab model wanita indonesia dianggap tidak benar. Tidak menutup aurat secara benar, karena wajah adalah aurat . Menurut anda , mengapakah jilbab kita itu dianggap salah, kan menurut kita itu sudah sempurna? Mengakah ada perbedaan seperti itu? Ini seperti orang jaman sekarang mengatakan , terlihatnya rambut adalah tidak benar, karena rambut adalh aurat.

      Sekaranng, bagaimana menurut pendapat anda , puluhan ulama ulama hebat di bawah inipun, tidak mewajibkan jilbab tapi sesuai kebutuhannya. Apakah mereka masuk neraka semua ?. Cuplikan ini saya ambil dari tulisan saya hampir di bagian akhir. Silahkan dibaca lagi versi utuhnya.

      PARA ULAMA INDONESIA TERDAHULU-PUN TIDAK MEWAJIBKAN JILBAB.

      Ulama-ulama Indonesia : Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab : tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan.

      Hapus
  21. Saya sependapat dgn Penulis.
    #Menurut sya, Porno, Jorok, Ngeres adanya di otak manusia. Sekalipun seluruh badan wanita dikerudungin. Ketika seseorang wanita sakit dan butuh di periksa atau bahkan di operasi, anggap saja di daerah terpencil hanya ada dokter Pria, maka apa mungkin dokter tsb masuk neraka hanya karna melihat, menyentuh tubuh paling "privasi" utk melkukan pertolongan? (kita tau, dokter telah disumpah utk tdk "ngeres") dan rasanya Lucu ketika ssorng telah menyandang gelar agama dan berkomitmen utk mampu mngendalikan diri ketika melihat cewek cantik lalu masih "ngeres dan porno".
    #Seorang Seniman, melihat / menilai sebuah lukisan wanita dri sudut pandang seni, bukan selalu Porno.
    #Seharusnya, agama mampu mendidik otak manusia agar selalu berfikir positif dan mengendalikan diri (sekalipun melihat yg bening2 dan cantik2), jadi bukan objek (dlm hal ini Tubuh wanitanya yg dibungkus) tetapi keimananlah yg harusnya mampu "mengkerudungi" otak manusia (terutama laki2), agar tak ngeres. *kasian sekali hak wanita, selalu jd objek porno, bgmna dgn pandangan anda ke ibu anda?* apakah selalu ngeres? tidak kan.
    #Negara yg besar adalah negara yg menghargai budayanya, sayang cuma slogan, kenyataannya hijabers terlalu dieluelukan, jadilah kita dijajah budaya Arab. Lihat Jepang, Korea, Cina mreka maju dan berbudaya, dgn jati dirinya. Di indonesia sayangnya yg mnonjol hanya Bali, Yogya, Toraja. Bayangkan bagaimana andaikata semua daerah di negara ini menunjukkan budayanya masing2, brp devisa yg bsa kita serap? Jangan hanya Bali, Yogya, Toraja.
    #nah bagaimana dgn mreka yg sh hidup di pedalaman hutan dan tak prnh kenal ajaran "Hijab" apakah mreka tetap akan msuk neraka? ya Salah Tuhan melahirkan mreka di pedalaman, kan mreka tdk minta dlahirkan dsna, dmna keadilan Tuhan itu?
    #bgmna mreka yg hanya percaya Tuhan, suka menolong, beramal, dermawan, tetapi tidak beragama? apakah Tuhan tetap akan memanggang mreka ke neraka? Tuhan harusnya mencintai semua umatnya.
    #So, marilah jaga budaya asli kita sebagai jati diri kita, identitas Bangsa Indonesia, apapun agamanya..
    | www.ilovehindu.weebly.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sangat menyukai komentar anda horas!!

      Hapus
  22. Terima kasih anda telah mengujungi blog. Saya.

    BalasHapus
  23. saya tertarik dengan buku yang anda tulis, tapi berhubung saya tidak tinggal d Indonesia, bisakah saya order lewat dokter?

    BalasHapus
  24. Boleh. Tolong kirim alamat. Setelah itu saya akan kekantor pos, untuk menanyakan besarnya ongkos kirim. Terima kasih

    BalasHapus
  25. Untuk menjaga kerahasiaan kirim alamat dll ke alamat email saya Suryahabsara@yahoo.com...terima kasih

    BalasHapus
  26. Balasan
    1. Buat pak diwan...mohon dikirim kembali alamat anda...maaf sms anda kedelete...terima kasih

      Hapus
  27. Sya wanita yg memakai hijab dan sy senang pakai hijab... menurut saya busana hijab bisa dimodifikasi dgn busana tradisional mana pun asal tetap sopan ... pak dokter kok repot bgt ngebahasnya?.. padahal yg make hijab cewe.. tp kebanyakan tanggapn di sini cowok... 😂

    BalasHapus
  28. Terima kasih atas kunjungan anda mbak Rinaren.

    Pertama tama saya bukanlah anti jilbab. Saya memandang semua pakaian tradisi , kimono, kebaya, hanbok , baju bodo,jilbab dan ratusan pakaian tradisi yang lain didunia ini , asalkan sesuai adat istiadat setempat , sesuai pandangan tradisi setempat DIBOLEHKAN TUHAN. Tuhan sendirilah yang mengatakannya :

    “Katakanlah (Muhammad), " Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra 17:84)

    Dulu ketika saya seusia anda di tahun 1970an , 1980an , tak ada satupun ulama kita yang mengatakan jilbab itu wajib. Para ulama kita di Muhammadyah dan NU saat itu , tidak ada satupun yang mengatakan rambut adalah aurat. Memang mereka bermazhab Imam Syafii yang mewajibkan jilbab , tapi saat itu ulama kita menganggap budaya sang Imam sebagai bidang ibadah ghairu maghdah , muamalah , bidang kebudayaan yang boleh berbeda. Sehingga kala itu kesenian kita berkembang sesuai adat istiadat kita. Akibatnya indonesia banyak menghasilkan pribadi unggulan yang hebat. Silahkan prestasi dibawah ini, politisi politisi kita yang jujur berikut ini , Sukarno, Syahrir, Hatta , Ki hajar Dewantara , Suryopranoto, dan ratusan lainnya yang memimpin bangsa kita. Sebagaian dari mereka juga memimpin asia afrika meraih kemerdekaannya. Silahkan bandingkan dengan poltisi kita sekarang. Dosen saya dulu di ugm menjadi pengajar dan MEMBUAT KURIKULUM , di sejumlah universitas di malayasia untuk kedokteran tropis. Singapura pun memanggil dosen dosen ui , sebagai tamu terhormat. Carilah nama nama di google, Pratiwi Sudharmono, astronot wanita pertama kita , bj. Habiebie, sumitro hadikusumo profesor ekonomi yang sangat dihormati di dunia internasional, prof sudiyatmo penemu pondasi cakar ayam, sehingga sebuah bandara bisa di bangun diatas rawa rawa. Memang , mengembangkan budaya sendiri membuat, bangsa itu menjadi unggul dan sejahtera. Lihatlah jepang, korea, china dsb.

    BalasHapus
  29. Lihatlah sekarang , ketika kita meninggalkan tradisi kita. Ketik di google, indonesia negara terkorup. Indonesia menjadi pengekspor pembantu rumah tangganya bangsa lain. Yang nyaris diperlakukan seperti budak. Sangat bertolak belakang sekali , ketika di era dulu. Saya sangat, sangat peduli dengan masalah budaya ini. Biarlah masalah jilbab ini dikembalikan pada posisi, BOLEH BOLEH SAJA. Seperti al isra 84 diatas. Yang ingin berpakaian kebaya silahkan dengan rambut di gelung. Yang ingin pakai baju bodo makassar oke. Bila anda ingin melihat pakaian tradisi bangsa ANDA SENDIRI , silahkan ketik google , pakaian tradisi indonesia , yang semuanya sopan. demikian pula bagi yang ingin mengembangkan tarian wayang , tarian kalimantan, tarian sulawesi oke. Sehingga semuanya berkembang.

    " MEWAJIBAKAN SUATU MODEL PAKAIAN TERTENTU AKAN MEMUSNAHKAN MODEL PAKAIAN YANG LAIN".

    Secara tidak langsung tentu saja MELARANG model pakaian yang lain. Dan dampaknya kedepan akan memusnahkan budaya masyarakat KITA,ANDA DAN SAYA.

    Tentang modifikasi yang anda sampaikan itupun salah kaprah. Konsep dari pakaian wanita menurut mazhab syafii adalah model mukena , yang boleh terlihat hanya WAJAH dan TELAPAK TANGAN. Ketik google : mazhab syafii yang boleh tampak wajah dan telapak tangan. Bila digabungkan dengan pakaian tradisi itu tidak bisa di terima. Bila anda pakai celana ataupun t shirt inipun sudah keliru. Coba ketik google images : veil woman arab saudi. Itulah model yang dianggap Islami. Bila anda tidak seperti itu , andapun belum islami. Dan akhirnya, ketika para ulama berpaham seperti ini membesar, kelak, menguasai didaerah anda, maka model mukena ini akan di UNDANGKAN lewat DPRD bahkan DPR PUSAT. Seperti di arab saudi , iran , yaman dan negara islam lain. Apakah semua ini ada di Alquran ?. Jawabnya tkdak ada . Apakah anda menerima? Bila ya....ingatlah anda hidup dimdunia ini bukan dari golongan anda saja. Ada golongan lain , pecinta tradisi yang masih ada di seluruh indonesia. Bila anda belum jelas silahkan baca lagi tulisan saya diatas dengan seksama beserta jawaban jawaban pertanyaan pembaca yang lain.Terima kasih .

    BalasHapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  31. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  32. Ma'af anda berdua ini memanfaatkan blog Saya. Anda tidak sedang berkomentar , tapi malah promosi dagangan anda disini..

    BalasHapus
  33. I am with u dr. Abimanyu,
    beberapa hari yang lalu, saat anak perempuanku yang masih duduk di bangku SD tiba-tiba meminta untuk memakai jilbab. Katanya diwajibkan sama guru agamanya, saya spontan kaget, ternyata jilbabnisasi tidak hanya disebarkan lewat pengajian-pengajian saja, tapi menjamur hingga ke pelajaran sekolah.

    Lalu saya jawab : "Tidak usah, dan bilangi sama guru agamamu, jangan mengajarkan sesuatu melebihi dari isi Al-Quran itu sendiri"

    BalasHapus
  34. “Katakanlah (Muhammad), " Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra 17:84)

    Demikianlah ajaran Tuhan. Karena pembawaan saya / adat iastiadat saya orang Indonesia/ jawa sehingga , bila ada orang Indonesia/ jawa memakai pakaian tradisi atau pakaian yang sopan menurut adat kita saya memandangnya tidak apa apa. Demikian pula bila ada yang ingin memakai , kimono, hanbok, pakaian jeans dengan rambut di kucir . Rambut di adat kita BIASA TAMPAK, sehingga sopan saja. Kecuali kalau memperlihatkan payudara , perut sampai pusatnya kelihatan , ini melanggar adat KESOPANAN kita , karena memperlihatkan anggota badan yang TIDAK BIASA TAMPAK. Sesuai Firmannya An Nur 24 : 31

    “.. janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali (anggota badan) yang (biasa) nampak dari mereka..”

    Demikianlah , pendapat saya pribadi. Tentu saja ada pendapat pendapat yang lain yang berbeda. Saya juga menghargainya. Tidak apa apa berbeda.

    Terima kasih atas komentarnya mas...salam untuk keluarga

    BalasHapus
  35. Saya tertarik dengan tulisan bapak, sangat membuka wawasan dan saya kira layak untuk diperbincangkan lebih seksama. Saya wanita, mahasiswi tingkat 1 dan beragama Islam. Saya tertarik membaca dan mengetahui lebih jauh perihal apa yang menjadi tuntutan agama saya karena saya sangat menaruh atensi pada potensi keimanan saya demi kesuksesan saya di dunia dan juga akhirat kelak.

    Banyak hal yang ingin saya ketahui lebih jauh pak. Katanya AGAMA adalah hal yang tidak bisa diperdebatkan dengan logika manusia. Sedikit banyak saya tidak setuju, bagaimana seseorang dapat mencapai keimanan dan kepercayaan tertingginya kepada Tuhan tanpa ia mengenal siapa Tuhannya dan memahami dulu hikmah mengapa Tuhan Menyukai ini dan Membenci itu, mengapa ini tidak boleh dan itu tidak boleh.

    Ketika membaca artikel bapak, sejujurnya saya sedikit lega karena saya termasuk pihak yang sedikit banyak setuju dengan pendapat yang bapak sampaikan. Bukankah agama kita adalah suatu rahmat bagi seluruh alam? Rahmat (grace) berarti anugerah ketenangan, kedamaian, kemaslahatan berupa budi pekerti yang baik bagi diri sendiri dan rasa kasih sayang dan manfaat yang diberikan kepada sesama, lalu mengapa kita hanya menitikberatkan kepada hal yang tampak dan bersifat kosmetik dalam memaknai agama kita yang merupakan rahmat luar biasa? Inilah alasan saya mengapa saya berada di pihak bapak.

    Namun pak, sebagai insan muda yang masih mencari kebenaran hakiki, saya selalu takut ketika dihadapkan dengan perkataan2 "ancaman" berlandaskan agama, baik secara teksual yang dapat saya jumpai di tulisan online atau buku2, maupun (terlebih lagi) ceramah para pemuka agama yang saya jumpai di televisi. Saya yakin setiap pemuka agama menginginkan agar ummat berada di jalan yang lurus sehingga tidak menyimpang dari aturan yang seharusnya. Namun saya sungguh tak sanggup (bahkan dapat menggoyahkan keyakinan saya pada apa yang saya setujui) jika sudah dihadapkan pada "ancaman2" yang belum jelas kebenaran/keshahihannya. Berikut hadist2 yang saya temui terkait dengan pemakaian jilbab :

    BalasHapus
  36. 1. Sayidina Ali RA menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah SAW menangis. Beliau menjawab, “Pada malam aku di-isra’- kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

    "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah perempuan yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki bukan muhrimnya. " (Jika ingin mengetahui kelanjutan haditsnya bisa dibrowsing, saya hanya menampilkan hukuman yang menitikberatkan pemakaian jilbab,)

    2. Telah menceritakan kepada kami Hannad berkata; telah menceritakan kepada kami Qabishah dari Hammad bin Salamah dari Qatadah dari Ibnu Sirin dari Shafiyah binti Al Harits dari ‘Aisyah ia berkata; “Tidak sah shalat wanita yang telah haid kecuali dengan mengenakan kerudung (khimar).” Ia berkata; “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Abdullah bin ‘Amru. Sedangkan maksud dari sabda Nabi, “Wanita yang telah haid, “Adalah wanita yang telah berumur baligh kemudian mengalami haid.” (H.R. Tirmidzi No. 344)

    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Hammad dari Qatadah dari Muhammad bin Sirin dari Shafiyyah binti Al-Harits dari Aisyah dari Nabi s.a.w., bahwasanya beliau bersabda: “Allah tidak menerima shalat wanita yang sudah haid (baligh), kecuali dengan memakai tutup kepala (khimar).” (H.R. Abu Daud No. 546) Nashiruddin Al-Albani menyatakan hadits ini shahih.

    Yang terakhir ini bukanlah "ancaman", namun cukup menghentakkan saya ketika saya berkeyakinan tidak wajib seorang wanita yang beragama islam tidak memakai jilbab.

    3. Adapun di luar shalat, ketika Rasulullah s.a.w. ditanya apakah berdosa wanita yang tidak mengenakan jilbab? Maka Rasulullah s.a.w. mengharuskan wanita yang telah baligh mengenakan jilbab (pengertian jilbab pada waktu itu adalah jalaba yaitu kain lebar sebagai mantel luar yang menyelimuti seluruh tubuh), baru boleh menghadiri acara-acara bersosialisasi dengan masyarakat. Dan hendaknya saudaranya atau kaum muslimin memberikan jilbab padanya jika ia tidak memiliki jilbab

    Telah menceritakan kepada kami Isma’il, telah mengabarkan kepada kami Ayyub dari Hafshah binti Sirin dia berkata; kami melarang gadis-gadis kami untuk keluar rumah, kemudian seorang wanita datang dan singgah di benteng bani Khalaf, lalu dia bercerita bahwa saudara perempuannya -ia berada dalam asuhan salah seorang sahabat Rasulullah s.a.w. – ikut serta berperang bersama Rasulullah s,a,w, sebanyak dua belas kali, saudara perempuanku bercerita; “Aku ikut berperang bersama beliau sebanyak enam kali peperangan, ” dia melanjutkan; “Kami bertugas mengobati orang yang terluka dan merawat yang sakit.” Lalu saudaraku perempuanku bertanya kepada Rasulullah s.a.w.; “Apakah salah seorang dari kami berdosa bila keluar rumah, sementara dirinya tidak memiliki jilbab?” Beliau menjawab: “Hendaknya saudara perempuannya memberikan jilbab kepadanya, barulah ia dapat menyaksikan acara-acara yang baik dan memenuhi undangan kaum muslimin.” (H.R. Imam Ahmad No. 19859)

    Bagaimana tanggapan bapak akan hal ini? Tidak sekali dua kali ketika saya ingin mendapatkan pencerahan mengenai kewajiban memakai jilbab, saya bertanya kepada pemuka2 agama, namun jawabannya selalu 'wajib' dan saya yakin jika saya menanyakan kembali kepada ustadz/ustadzah di Indonesia (bagaimanapun pembawaannya, baik yang setengah selebriti, pengisi acara perkumpulan pengajian ibu2, pengisi pengajian subuh, ataupun ustadz/ustadzah dengan pembawaan tidak neko2) mengenai pemakaian jilbab, pasti jawaban yang akan saya temui adalah wajib. Akan menjadi kontroversi besar jika ada ustadz/ustadzah kondang di Indonesia yang memberi saya jawaban berbeda mengenai jilbab.

    BalasHapus
  37. Jadi inilah alasan saya meminta pendapat bapak. Saat sepeda motor saya rusak, saya bisa langsung meminta montir untuk memperbaikinya. Namun ketika saya secara kebetulan bertemu dengan seorang koki yang sedikit banyak mengerti/setidaknya menaruh cukup perhatian mengenai ilmu perbengkelan, apa salahnya saya tanyakan juga kepada koki tsb?

    Terimakasih pak, mohon pencerahannya kepada saya yang muda. Mohon maaf jika banyak hal yang keliru.

    Salam sejahtera.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat mbak Intan , mohon maaf sementara anda bisa membaca jawaban saya , mengenai hadis dari Ali ini di tulisan laman sebelah , " TAFSIR AL AHZAB 59 DAN AN NUR 31 JILBAB TIDAK WAJIB BAGI WANITA INDONESIA " , juga masih di dalam blog. Saya. Karena untuk 2 minggu ke depan, saya masih banyak pekerjaan. Mudah mudahan setelah itu saya akan menjawab pertanyaan anda dengan lebih komplit. Terima kasih

      Hapus
  38. http://thisisgender.com/hijab-indonesia-sejarah-yang-terlupakan/

    BalasHapus
  39. Terima kasih buat mbak Ratri Intan atas kunjungannya.

    Baiklah saya akan menjawab pertanyaan anda menjadi 2 bagian :
    a. Tentang HADIS Ali dan HADIS tentang TATA CARA SHALAT BAGI KAUM WANITA memakai MUKENA.
    b. Tentang para ulama sekarang sejak 1980an yang mewajibkan jilbab.

    a. Tentang HADIS.

    ALQURAN : BERIMAN DAN BERBUAT BAIK SATU KESATUAN
    HADIS : TENTANG BUDAYA SANG NABI.

    ALQURAN berisi tuntunan , kewajiban kita orang islam menjadi orang yang beriman , jujur dan baik hati (orang sholeh) , menjadi orang sholeh disebutkan di 131 ayat. Kewajiban berbuat baik , berbuat kebajikan ( amal sholeh) kepada orang lain disebutkan 91 Ayat.

    Sedangkan HADIS (ucapan nabi Muhammad ) adalah cerminan budaya beliau sebagai orang biasa yang hidup dalam lingkungan budaya arab saat itu , termasuk hadis yang berisi sikap ,perilaku nabi yang baik dan luhur. Ini Seperti halnya kita yang pasti terpengaruh dimana tempat budaya kita dibesarkan ,beserta nilai nilai budaya agar kita berbuat baik kepada orang lain. Nabi Muhammad orang biasa seperti kita , Tuhan sendirilah yang mengatakannya.

    Katakanlah:"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku…” (Al Kahfi QS 18:110).

    Perilaku Nabi Muhammad itu juga sudah dilakukan oleh keluarganya , tetangganya dan orang orang lain yang hidup bahkan SEBELUM NABI LAHIR. Wanita berjilbab dengan segala modelnya , selluruh tubuh ditutup, hanya kelihatan dua mata, hanya kelihatan wajah sudah ada . Periaku tidak mau bersalaman dengan wanita lain, tidak mau memajang lukisan, patung , tidak mau berdua dengan wanita lain dan masih banyak lagi yang memang memang merupakan budaya saat itu yang masih lestari sampai saat ini. Yang membedakan adalah , Nabi muhammad TIDAK MEWAJIBKAN BUDAYA INI UNTUK UMATNYA , tapi ULAMA KITA SEJAK 1980AN LAH YANG MEWAJIBKAN KEPADA UMAT ISLAM , akibat peristiwa ( lagi-lagi ) politik, kemenangan ulama di Revolusi Islam Iran 1979.

    HADIS TIDAK BISA DI SEJAJARKAN DENGAN ALQURAN.

    Tentu saja , karena Alquran adalah sebuah petunjuk dari dzat yang maha agung. Yang membuat alam semesta , matahari , bumi , bulan dan triliunan benda benda diangkasa . Selain itu dzat ini , yang membuat kehidupan di bumi ini , dari bakteri , jasad renik, tumbuhan , hewan manusia yang sangat luar biasa tidak ada bandingannya.

    1. Hanya AlQuran–lah yang dijamin kebenarannya oleh Allah swt , sang maha pencipta alam semesta. Tidak ada satupun ayat di AlQuran yang menjamin kebenaran kitab Hadis.

    HANYA AL-QURAN DIJAMIN ALLAH SWT , HADIS TIDAK

    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya ( Al Hijr 15:9)

    Ketika petunjuk itu turun , yang disampaikan malaikat jibril 1400 tahun yang lalu kepada nabi Muhammad, beliau langsung MENDIKTEKANNYA kepada para sahabat. Nabi secara langsung dapat menelitinya , benar atau tidak saat di tuliskan. Alquran ditulis dengan SEPENGETAHUAN Nabi Muhammad.

    Mengapa Hadis tidak dijamin kebenarannya , karena tidak seperti Alquran yang sepengetahuan langsung Rasulullah, hadis ditulis TIDAK SEPENGETAHUAN Rasullullah SAW sehingga beliau tidak bisa MENGECEK kebenarannya.

    2. Nabi tidak tahu hadisnya ditulis.

    Setelah didalami ternyata hadis begitu sarat dengan masalah tentang kebenaran isinya , sehingga para ulama membagi hadis menjadi bermacam-macam ( google ketik : jenis-jenis hadis) : Hadis shahih, hadis hasan , hadis ahad, hadis masyhur dan lain sebagainya yang begitu rumit.

    Hal ini karena Hadis baru dituliskan seratus tahun setelah kematian Nabi , saat Khalifah Umayah, Umar bin Abdul Azis yang berkuasa tahun 717 M. Beliau mengumumkan ke seluruh pelosok negeri Arab, Iran, irak dan seluruh daerah kekuasaannya sampai Cordoba Spanyol , agar para penduduk negeri itu , siapa saja yang MENDENGAR HADIS AGAR DITULIS. Jadi hampir selama 100 tahun perkataan NAbi (hadis) ini, TIDAK DITULIS , tapi DITUTURKAN DARI MULUT KEMULUT.

    BalasHapus
  40. Karena hadis baru ditulis 100 tahun setelah kematian nabi, maka yang menuliskannya adalah anak cucu para sahabat. Sehingga hadis selalu berpola , " aku mendengar dari ayahku bernama A . ayahku A mendengar dari kakekku B . Kakekku B mendengar dari ayahnya lagi si C . Baru kemudian si C ini mendengar dari Ali , abu bakar , aisyah atau sahabat yang lain. Para periwayat hadis Inilah yang disebut SANAD/RAWI. Untuk zaman sekarang , pola seperti ini , nilai kepercayaannya TENTU sangat rendah. bisa saja ingatan si A, B, C salah ingat, salah ucap salah paham dan lain sebagainya. Tidak menutup kemungkinan ditamabahi sendiri , untuk SELERA pribadi , kepentingan pribadi. Siapakah yang menjamin sebuah hadis benar , mutlak seperti yang dikatakan Nabi Muhammad bila pola nya seperti ini. Bisa saja si B atau si C , membual Nabi berkata begini , nabi berkata begitu. Itulah sebabnya Bukhari menemUkan hanya 7000 an YANG MENURUT BELIAU SHAHIH ( benar ) diantara hampir 1 juta hadis. Aias yang 990.000an hadis palsu. Maklum perkataan (hadis ini) ini hanya di ingat, DITUTURKAN DARI MULUT KEMULUT melintas sampai 100 tahun , kemudian baru ditulis.

    IMAM BUKHARI , ABU DAUD , TIRMIZI TAK PERNAH BERTEMU PARA PERIWAYAT HADIS

    Apalagi bertemu Nabi Muhammad untuk mengeceknya.

    Imam Bukhari pun ( ketik google : Biografi Imam Bukhari) yang lahir 196 H/810 M, hampir 200 tahun setelah meninggalnya Nabi ( meninggal 632 M) memilah-milah satu juta hadits yang diriwayatkan 80.000 perawi disaring menjadi hanya 7275 hadits yang dianggap shahih , sembilan ratus ribu sekian (992.725) adalah palsu. Dalam penyaringan ini , beliau tidak pernah bertemu orang yang meriwayatkan paling akhir (generasi ketiga setelah hidupnya sahabat) , karena BELIAU BELUM LAHIR. Untuk meneliti keshahiham hadis , beliau hanya menduga duga saja , bahwa rangkaian para periwayat hadis itu , dalam hal ini si A , si B , si C , jujur tak berbohong. Beliau hanya BERTEMU DIATAS KERTAS. Jangankan bertemu dengan orang-orang ini, apalagi bertemu dengan sang Nabi sendiri untuk mengecek kebenaran isi hadis tersebut.

    Demikian pula Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah yang lahir rata-rata 200 tahun setelah meninggalnya Nabi ( ketik biografi nama-nama ini di google ). Karena proses berantai dari ayah , ke anak , kemudian dari anak ke cucu , membuat kekisruhan. Itulah sebabnya hadis Imam Bukhari yang dianggap paling shahih sekalipun dapat dianggap tidak shahih oleh ulama mazhab lain , Muslim , abu dawud dsbnya. ( google : hadis palsu dan lemah di Imam Bukhari atau kontroversi hadis ). Sejarah mencatat kemudian bahwa umat Islam terpecah-pecah menjadi berpuluh Mazhab karena keyakianan hadis yang diyakini ( googgle ketik : Mazhab perbedaan hadist ). Tidak heran dulu , ketika ditahun 70 -80an para ulama menyarankan bila terjadi perbedaan kembalilah ke Alquran.

    Mengapa hal ini terjadi ? Sehingga hampir ribuan umat Islam saat itu tak berani menuliskan hadis nabi . Sehingga saat ini tidak ada buku hadis (shohifah) tulisan langsung para sahabat dekat , abu bakar, umar , usman ali ,said bin zabit penulis Alquran dan istri beliau aisyah. Hal ini di sebabkan karena : :

    NABI MELARANG PENULISAN HADISNYA. BELIAU MENGHENDAKI HANYA ALQURAN.

    Seperti telah disebutkan diatas , penulisan hadis yang begitu lama , disebabkan adanya pelarangan penulisan Hadis oleh Sang Nabi sendiri .(Ensiklopedi pelajar Islam jilid 2 hal 65) dan ( 48 hal 52)( ataumbila anda tak punya bukunya google ketik : jejak sejarah pelarangan hadis)

    Syeikh Manna’ Alqaththan, seorang ulama mumpuni, dan profesor yang pernah menjadi Ketua Program Pasca Sarjana di Universitas Imam Muhammad bin Su’ud Saudi Arabia, dalam bukunya Pengantar Studi Ilmu Hadis (48: hal 47), mengutip hadis – hadis ( perkataan – perkataan dari Nabi Muhammad SAW ) yang intinya mengharapkan umat Islam hanya berpegangan pada Alquran saja dan menolak segala ucapan ( hadis ) dan perilakunya ( sunah ) ditulis / dicatat secara khusus.

    BalasHapus
  41. Riwayat yang melarang penulisan Hadits.
    Dari Abi Sa’id al Khudri r.a bahwasanya Rasul SAW bersabda, ”Jangan menulis dari padaku, barang siapa menulis dari padaku selain Al-Quran maka lenyapkanlah dan ambillah hadist dariku (dengan dihafal. -pen.) tidak mengapa, barangsiapa yang berbohong dengan sengaja atas namaku maka akan mendapatkan tempat duduknya dari api neraka.”
    (HR Muslim)
    Dari Abu Hurairah r.a berkata, : Rasullullah SAW datang kepada kami dan sedangkan kami menulis hadist, lalu beliau bersabda, “Apa yang sedang kalian tulis?” Kami menjawab, “Hadist (perkataan-perkataan) yang kami dengar dari Engkau.” Beliau berkata, “Apakah kalian menghendaki kitab selain kitabullah ( Kitab Allah – Alquran.pen )? Tidaklah sesat umat sebelum kalian melainkan karena menulis dari kitab-kitab selain selain Kitabullah ( Kitab Allah : Al-Quran. -pen)”.

    Kepatuhan Zaid bin Tsabit : Dalam buku “ Sejarah Hadis “ karangan Dr. Majid Ma’ arif ( 55 : 64 ) , Muthalib bin Abdullah meriwayatkan bahwa Zaid bin Tsabit ( sang penulis wahyu ) berkata sesungguhnya Rasulullah saw memerintahkan kami untuk tidak menuliskan sesuatupun dari hadisnya ( kata –katanya. Red. )

    Dalam hadis lain , riwayat ini sampai dengan redaksi sebagai berikut , suatu hari Zaid bin Tsabit mendatangi Muawiyah, lalu Muawiyah bertanya kepadanya tentang sebuah hadis sambil memerintahkan kepada kami untuk tidak menulis sesuatupun dari hadis beliau, lalu hadis ( yang telah ditulis ) itu dihapus.

    Dengan sanad yang sama , telah diriwayatkan hadis lain dari Zaid bin Tsabit , bahwa ia berkata sesungguhnya Nabi SAW telah melarang untuk ditulis hadisnya.

    Pesan Nabi yang lain kepada para sahabat , ketika menjawab pertanyaan seorang sahabat : “ Al-Quran harus diutamakan , sedang Zaid lebih banyak menghafal Al-Quran daripada engkau." ( Google ketik : Zaid bin Tsabit Wikipedia ) . Dan pada realitanya ( kenyataannya ) , walaupun beliau sangat fasih menuliskan Alquran , tidak ada hadis atau kata – kata Nabi yang ditulis langsung oleh Zaid bin Tsabit. Dan tidak ada satupun buku hadis tulisan tangan beliau yang dijumpai sampai sekarang , walaupun kesempatan itu sangat besar karena hampir setiap hari beliau berdiskusi dengan nabi tentang penulisan Alquran. Yang ada hanyalah hadis shahih dari beliau. Demikianlah Zaid bin Tsabit dan para sahabat dekat sangat patuh pada Nabi Muhammad saw .

    Para sahabat – sahabat yang lain:
    Mereka yang melarang penulisan hadist adalah Umar, Ibnu Mas’ud, Zaid bin Tsabit (penulis Al-Quran), Abu Musa, Abu Sa’id Al-Khudri dan sekelompok lainnya dari Sahabat dan Tabiin r.a (48:48).

    Yang diharapkan Khulafausyidin terhadap umat Islam hanya Alquran.
    Kepatuhan Umar bin Al-Khattab
    Itulah sebabnya Umar bin Al-Khattab-pun menolak dengan alasan yang sama, seperti dikemukakan Nabi Muhammad SAW. Selengkapnya Syeikh Manna’ Alqaththan (48:50) menulis :
    Dari Urwah bin Az-Zubair bahwasanya Umar bin Al-Khattab ingin menulis sunnah-sunnah Nabi, lalu beliau meminta fatwa kepada para sahabat tentang hal itu. Mereka menyarankan untuk menulisnya (karena adanya pelarangan penulisan hadist, walaupun beliau termasuk Sahabat utama Nabi, ia hanya menghafal hadist-hadist tersebut selama ini, karena tidak berani melanggar pesan Nabi Muhammad SAW. -pen). Kemudian Umar beristikharah selama sebulan. Hingga pada suatu pagi, ia akhirnya mendapatkan kemantapan hati, lalu berkata. “Suatu ketika aku ingin menulis sunnah-sunnah, dan aku ingat suatu kaum terdahulu mereka menulis buku dan meninggalkan Kitabullah. Demi Allah, aku tidak akan mengotori Kitabullah ( Kitabnya Allah - Alquran ) dengan suatu apapun.”

    Dalam analisanya, seperti yang ditulisnya di buku “Pengantar Studi Ilmu Hadis” (48:51) ia menyatakan, “Ini menunjukkan bahwa Umar ingin menulis As-Sunnah dan membukukannya, namun khawatir kaum muslimin akan terlena mempelajarinya dan melalaikan Kitabullah (Alquran).“

    BalasHapus
  42. Itulah sebabnya , dalam tulisan saya, saya tidak pernah satu kalipun menggunakan hadis sebagai dasar hukum , tetapi HANYA ALQURAN . Thok..........itu saja. SESUAI KEINGINAN NABI DAN PARA SAHABAT KHULAFAURASYIDIN yaitu Abu bakar , Umar , Usman dan Ali

    Demikianlah kerumitan hadis. Tetapi bila kita kembali ke Alquran semuanya jelas. Yang dilarang , tidak di bolehkan atau di haramkan jelas. Anda bisa juga membaca jawaban saya atas pertanyaan mas AIN DOERY di laman sebelah , juga di blog saya " tafsir Al Ahzab 59 dan An Nur 31 : jilbab tidak wajib ".


    Hadis ALI r.a. yang anda pertanayakan.

    1. Sayidina Ali RA menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah SAW menangis. Beliau menjawab, “Pada malam aku di-isra’- kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

    "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah perempuan yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki bukan muhrimnya. " (Jika ingin mengetahui kelanjutan haditsnya bisa dibrowsing, saya hanya menampilkan hukuman yang menitikberatkan pemakaian jilbab,)

    Sekarang bandingkan dengan HADIS TENTANG TATA CARA SHALAT untuk wanita koleksi anda juga :

    2. Telah menceritakan kepada kami Hannad berkata; telah menceritakan kepada kami Qabishah dari Hammad bin Salamah dari Qatadah dari Ibnu Sirin dari Shafiyah binti Al Harits dari ‘Aisyah ia berkata; “Tidak sah shalat wanita yang telah haid kecuali dengan mengenakan kerudung (khimar).” Ia berkata; “Dalam bab ini juga ada riwayat dari Abdullah bin ‘Amru. Sedangkan maksud dari sabda Nabi, “Wanita yang telah haid, “Adalah wanita yang telah berumur baligh kemudian mengalami haid.” (H.R. Tirmidzi No. 344)

    3. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Hammad dari Qatadah dari Muhammad bin Sirin dari Shafiyyah binti Al-Harits dari Aisyah dari Nabi s.a.w., bahwasanya beliau bersabda: “Allah tidak menerima shalat wanita yang sudah haid (baligh), kecuali dengan memakai tutup kepala (khimar).” (H.R. Abu Daud No. 546) Nashiruddin Al-Albani menyatakan hadits ini shahih.

    Pendapat para ulama hadis Ali diatas.

    Bahkan hadis dari ALI ini diklaim sebagai dari hadis dari Bukhari Muslim Tetapi segera dibantah oleh para ulama Arab Saudi bahwa HADIS INI PALSU , di Jawatankuasa Fatwa ( mungkin ini semacam MUI ) ARAB SAUDI. Jilid:17. Hal:165 . Demikian pula Ulama Al-Syeikh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baz di dalam Majmu' al-Fatawa. Jilid:8 hal 305 berpendapat hadis ini PALSU . selengkapnya buka googgle : BLOG HUKUM HAKAM HADITH PALSU AZAB WANITA DI NERAKA. Para ulama pun menganggap hadis dari Ali ini HADIS PALSU. Coba ketik google 10 HADIS PALSU TENTANG AZAB WANITA DI NERAKA.

    BalasHapus
  43. Pendapat penulis terhadap hadis Ali :

    1. Hadis no. 2 dan 3 diatas , adalah typical hadis yang benar. Si A mendengar , dari B yang lebih tua , dan B mendenngar dari C yang lebih tua lagi ...dan seterusnya sampai ujungnya adalah Nabi. Seperti telah disebutkan diatas, Hal ini disebabkan karena Nabi melarang perkataanya ( hadis ) di tulis . Kira kira 85tahun seetelah wafatnya nabi ( th 632 ) pada th 717 di zaman Khlifah Umar bin Abdul Azis , PERKATAAN NABI ( Hadis ) ini ditulis , setelah hampir 100 tahun dituturkan DARI MULUT KE MULUT secara berantai dari anak ke cucu , cucu ke cicit. Dapat dipastikan periwayat perkataan Nabi (sanad) , Hanad , hidup disekitar tahun ini. Beliau mendengarndari yang lebih tua , bapak atau paman , ke kakek terus keatas sampai hidupnya Nabi th 570 - 632. Ini persis seperti , anda mendengar dari cerita kakek buyut , dari ayah anda. Tentu saja kepastian ucapan kakek buyut anda , tidak ada yang tahu , karena anda tidak bisa mengeceknya. Sedangkan hadis dari Ali yang anda katakan itu , tidak ada periwayat ( sanad ) nya. Si A , si B , si C dstnya...TIDAK ADA. Bahkan hadis ini tidak ada di buku para perawi hadis ( pencatat hadis ) yang sudah di akui seperti Bukhari , Muslim, Abu Daud , Tirmizi , Imam hanbal dsb.

    2. I SI HADIS ( matan hadis ) itu sangat tidak masuk akal. Hanya terlihatnya rambut mendapat hukuman yang sangat mengerikan , seperti halnya pembunuh sadis atau pembunuh pemerkosa orang. Untuk lengkapnya silahkan lihat laman
    Sebelah , di blog saya juga , pada kolom tanya jawab hadis ini ketika saya menjawab pertanyaan saudara RAFA PURNAMA Buka laman : al ahzab 59 dan an nur 31 : jilbab tidak wajib .

    3. Hadis ini hadis Tunggal , ahad , satu...tok..! Yang bersumber hanya dari Ali. Bila yang diceritakan Ali benar bahwa wanita terlihat rambutnya akan disiksa di neraka, yang dilihat Nabi ketika Isra mi'raj tentu Nabi akan mengumumkannya ke para sahabat. Karena ini SEBUAH PEMANDANGAN DI NERAKA YANG SANGAT PENTING DAN HARUS DISAMPAIKAN. Logikanya para sahabat yang setiap hari bersama nabi kemana mana, Abu Bakar , Umar , Usman , Aisyah , Zait bin zabit pasti "akan dicritain" ( menggunakan bahasa sehari hari agar mudah dimengerti ) . Sehingga menjdi HADIS MASYHUR, banyak sumber yang menceritakan dan isi (matan) nya sama. Bukan hanya hadis TUNNGGAL seperti ini , hadis satu sumber yaitu dari Ali tok !!...atau bahasa Arabnya hadis AHAD (satu) . Saya tanya kepada anda , bila anda di beri kesempatan yang sama melihat-lihat neraka, apakah anda tidak akan menceritakan kepada sahabat sahabat anda , ibu , bapak , saudara yang anda ketahui agar semuanya juga terhindar dari siksa neraka? Tentunya anda akan menceritakannya ke anak cucu. Sehingga kelak , 100 tahun lagi tentu , banyak tersebar CERITA ANDA dengan sumber yang banyak. Mungkin ada orang saat itu yang bermaksud baik , tetapi melebih lebihkannya , mengatakan atas nama Nabi , agar norma norma kesopanan yang diyakini , di ikuti orang lain di sukunya. Marilah kita BIJAKSANA menafsirkan hadis ahad , hadis tunggal , hadis yang bersumber pada satu orang.

    4. Ketika ISRA MI'RAJ , nabi berada di Mekah belum pindah ke Madinah. Bila ini benar perkataan Nabi , tentu sejak saat di Mekah, sebelum pindah ke Madinah , Umat islam SUDAH MEMAKAI JILBAB semua. Tapi nyatanya , ketika nabi sudah pindah ke madinah , umat Islam dilecehkan) karena dikira budak. Pelecehan ini disebabkan para umat islam wanita di Madinah TIDAK MEMAKAI JILBAB , sehingga dikira budak. ( mohon dibaca lagi artikel saya tentang sebab sebab turunnya Al Ahzab 59 diatas pada PERBEDAAN KETIGA ).

    BalasHapus
  44. 5. Nabi muhammad jelas TIDAK MEWAJIBKAN memakai jilbab . Karena bila wajib , tentu BANYAK HADIS ( HADIS MASYHUR ) yang tegas. Seperti ini misalnya " hai umatku ...pakailah jilbab , karena bila tidak memakai jilbab kamu akan masuk neraka ". Tentunya akan banyak sumber dari para sahabat , seperti abu bakar , umar , usman , ali , aisyah dsb. Tapi nyatanya TIDAK ADA SATUPUN YANG TEGAS MENGATAKAN SEPERTI ITU. Sehingga kita dapat menjumpai lukisan lukisan Peninggaln khalifah tidak ada gambar wanita berjilbab . Karena memang di Alquranpun tidak ada Kewajiban jilbab yang ada menutup aurat , yang setiap suku bangsa auratnya berlainan. mohon dibaca lagi artikel saya diatas pada PERBEDAAN PERTAMA. Ironinya di Aceh PARA ULAMA- lah yang MEWAJIBKAN dengan undang undang , yaitu UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Qanun .

    6. Dengan begitu saya sependapat dengan para ulama Arab Saudi , BAHWA HADIS INI PALSU.

    SOPAN SANTUN MENURUT ALQURAN ( TUHAN )

    Setelah anda membaca begitu rumitnya hadis , bagaimana menurut Alquran ?
    Tentu saja , Tuhan yang maha adil dan bijaksana itulah yang jadi panutan kita. Inilah DZAT YANG MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA TENTU LEBIH JELAS. Tuhan di Alquran dengan tegas mengatakan setiap orang memakai pakaian sesuai norma di adatnya masing masing .

    “Katakanlah (Muhammad), " Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra 17:84)

    Dan untuk aturan rincinya untuk setiap wanita :

    “.. janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali (anggota badan) yang (biasa) nampak dari mereka..” (An Nur 24 : 31)

    Memamg benar , dalam kehidupan sehari hari , di masyarakat Indonesia , anggota badan yang biasa tampak , seperti tangan , leher , telinga , rambut , sebagian kaki untuk masayarakat kita di tampakkan adalah sopan , wajar dan tak melanggar susila. Tapi karena ulama kita sebagian besar berpegang dalam ajaran imam Syafii , maka " hanya WAJAH dan TELAPAK TANGAN " yang boleh tampak , karena memang sang Imam seseorang berbudaya JILBAB MODEL INI , KARENA beliau memang berasal dari Arab / Timur Tengah .

    TENTANG TATACARA SHALAT BAGI WANITA.

    Ulama dulu memaknai ibadah ada 2 :

    a. Ibadah Maghdah , ibadah (perintah Tuhan) yang langsung berhubungan dengan TUHAN /ALLAH SWT , dulu sering di istilahkan Hablumminallah . Karena berhubungan dengan Tuhan maka tata cara nya harus sesuai dengan cara yang sesuai TUNTUNAN NABI (dalam hadis) . SHALAT : sesuai,dengan banyaknya hadis diatas , maka harus memakai kerudung. Karena bermazhab Syafeii , maka yang tampak harus WAJAH dan TELAPAK TANGAN , seperti MUKENA yang digunakan para wanita indonesia. Tapi ada pula yang menutupi SELURUH TUBUHNYA. Selain itu , puasa, zakat , naik haji , tayamum dsb.

    BalasHapus
  45. b. Ibadah Ghairu Maghdah , MUAMALAH , ibadah (perintah Tuhan) yang berhubugan dengan MANUSIA , Hablumminanas , Kebudayaan. Cara berpakaian , berjilbab atau tidak , memisahkan wanita dengan laki laki , tidak bersalaman dengan pria/wanita lain yang bukan saudara dsb BOLEH BERBEDA DENGAN NABI. Sehingga dulu setiap suku bangsa boleh menjalankan nilai nilai budayanya masing masing. Dulu saudara saudara kita yang imigran Arab pun memakai kebaya. google ketik a.r . baswedan pakai blangkon. Leluhur Anies Baswedan bapak menteri kita yang juga masih keturunan arab , neneknya juga tak mmemakai jiilbab , bahkan memakai kebaya ketika tiba di indonesia.

    b. Tentang SEMUA PARA ULAMA SEKARANG sejak 1980an yang MEWAJIBKAN JILBAB.

    Tapi ulama sekarang setelah REVOLUSI ISLAM IRAN 1979 , yang membangkitkan solidaritas Islam di seluruh dunia itu , memasukkan semua tindakan perilaku Nabi (sunah ) , termasuk yang Bersifat budaya (muamalah ) DIMASUKKAN kedalam tindakan perilaku Nabi (sunah Nabi ) yag bersifat ibadah yang berhubungan dengan Tuhan (Ibadah Maghdah , seperti shalat puasa , berhaji, berwudu dll ) . Sehingga semua umat Islam apapun bangsanya, sukunya di dunia ini TIDAK BOLEH BERBEDA dengan budaya Nabi.
    Itulah sebabnya SETELAH 1980an SEMUA ULAMA INDONESIA YANG MUDA MUDA , mewajibkan jilbab seperti yang tanyakan . Anda bisa belajar sendiri mohon ketik google : Ibadah maghdah dan ibadah Ghairu Maghdah.

    AL AHZAB 59'dan AN NUR 31 DISALAH PAHAMI SEBAGAI PENGATUR PAKAIN WANITA.

    Tidak itu saja , untuk menguatkan pendapat wajibnya jilbab , dipakailah Al Ahzab 59 dan An Nur 31 dengan penggalan “…….hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka…..” Padahal, ayat ini berkaitan dengan peristiwa sejarah yang terjadi saat itu. Bukan mengatur pakaian wanita. ( lihat lagi PERBEDAAN KEDUA DAN PERBEDAAN KETIGA tulisan saya diatas )

    Bandingkan dengan SahabatNabi, IBNU ABBAS r.a yang memakai pennggalan An Nur 31 sebagai pengatur pakaian wanita :
    “.. janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari mereka..” (Lihat lagi PERBEDAAN PERTAMA tulisan saya diatas ).


    TENTANG ALQURAN DAN SUNAH ULAMA DULU DAN SEKARANG

    Para ulama dulu berpedoman pada ALQURAN DAN SUNAH (perilaku nabi) . Tapi dulu PERILAKU NABI ( SUNAH ) Yang diwajibkan adalah KARAKTERNYA YANG BAIK seperti , dapat dipercaya, kejujurannya , perilaku baiknya yang suka menolong orang , baik kepada orang yang membutuhkan pertolongan. Tentu saja perilaku beliau ketika beribadah SHALAT , PUASA , BERHAJI , TAYAMUM dsb.

    Tapi ulama sekarang berpedoman pada ALQURAN DAN SUNAH (perilaku nabi ) , terutama perilaku BUDAYA ARAB beliau. Malah budaya Arab beliau di Masukkan kedalam HUKUM ISLAM atau SYARIAT ISLAM , yang sayang nya TAK ADA DI ALQURAN .silahkan cari di Alquran bila anda tidak percaya. Budaya Arab/timur Tengah Seperti tak mau bersalaman dengan wanita yang bukan saudaranya (Muhrimnya) , berdua dengan wanita lain , memisahkan wanita dan laki laki di semua ruang publik, jilbab dengan segala modelnya , tampak wajah, wajah tertutup, tampak kedua mata. Tidak mau mengkoleksi patung , lukisan mahluk hidup dsb.

    Demikianlah mbak Ratri Intan demikian pendapat saya. Anda juga bisa membaca pendapat saya ketika menjawab saudara RAFA PURNAMA dan saudara AIN DOERY di laman sebelah TAFSIR AL AHZAB 59 dan AN NUR 31 : JILBAB TIDAK WAJIB. Juga bagian blog saya . Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan. Semua kita hanya bisa berucap , Tuhanlah yang mengetahui jawaban yang sebenar benarnya. Manusia hanya berusaha. Wallahu a'lam Bishawab.

    BalasHapus
  46. Mohon maaf sebelumnya karena perbedaan generasi , bagi anda yang betul betul ingin mengetahui kebenaran masalah jilbab ini , silahkan untuk membuka foto foto Revolusi Islam Iran 1979. Peristiwa politik yang MERUBAH WAHAJAH ISLAM ini dapat anda lihat di google images ketik revolusi islam iran 1979.Kami dulu generasi 1970 an lah SAKSINYA , ketika terjadi peristiwa yang luar biasa ini. SEbelum generasi kami ini habis ditelan waktu , banyak bertanyalah pada ayah , ibu , kakek , nenek , paman , tante bagaimana dulu agama Islam di praktekkan dbanding sekarang. Kemudian BANDINGKAN dengan Iran 1978 ( dulu di sebut Persia ) ketik google images . Memang tanah Iran ( dulu Persia ) ini , sejak ditaklukkan Abu Bakar , dilanjutkan Umar , Usman, Ali dan khalifah keturunannya sampai 1978 , TIDAK PERNAH MEWAJIBKAN JILBAB dan MEWAJIBKAN TRADISI BANGSA ARAB LAINNYA , seperti memisahkan laki laki dan wanita yang bukan saudaranya, laki laki dan wanita harus di pisah dengan tabir , tidak boleh bersalaman laki laki dan wanita yang bukan bersaudara , melarang lukisan dan patung mahluk hidup. dsb nya . Barulah setelah revolusi ini para ULAMA mewajibkannya , karena perilaku Nabi ini dianggap yangterbaik. Inilah yang terjadi , Nabi , para sahabat dan para khalifah TIDAK PERNAH MEWAJIBKANNYA TAPI ULAMA-LAH YANG MEWAJIBKANNYA , karena menganggap perilaku Nabi yang terbaik. Peraturan wajib di Iran ini seperti Aceh yang sejak dulu kala tidak mengenal jilbab , tapi kemudian para ulama dengan undang undang (Qanun ) Aceh 2002 mewajibkannya. Terima kasih.

    BalasHapus
  47. Heran juga, tau-tau "mendadak wajib", dan bila saya amati perdebatan yang ada, yang bawa-bawa Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka, tidak ada yang "to the point" mengutip Tafsir "Ayat Jilbab" atau Pakaian Wanita menurut Buya Hamka, istilah Gus Dur: "Gitu aja kok repot." Tanya kenapa?

    BalasHapus
  48. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  49. untuk @dr. Abimanyu Sp.B jangan takut dianggap sesat atau kafir, Tokoh-tokoh Ulama Besar terdahulu juga tak luput dari fitnah dan tuduhan, bahkan, konon Imam Bukhari pun juga dianggap sesat dan kafir, bukan? itu hal yang biasa

    BalasHapus
  50. Terima kasih atas dukungannya. Salam kenal.

    BalasHapus
  51. Saya ada satu hal yg mengganjal, mohon pencerahannya. Kalau rambut tidak mutlak dianggap sebagai aurat, mengapa mukena yg merupakan pakaian wajib wanita saat sholat jg menutup rapat seluruh rambut? Seluruh tubuh wajib tertutup kecuali wajah dan telapak tangan. Bahkan sehelai rambutpun tidak boleh luput. Mohon penjelasannya, terima kasih.

    BalasHapus
  52. Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Ma'af agak terlambat menjawabnya karena kesibukan.

    Ketika shalat , seorang wanita tidak boleh terlihat sehelaipun rambutnya karena ulama kita menganut aliran Mazhab Syafii. Ulama-ulama kita yang beraliran (mazhab ) Imam Syafii ini memang berpendapat bahwa ketika sedang shalat yang boleh tampak adalah WAJAH DAN TELAPAK TANGAN . Sehingga rambut dianggap AURAT , suatu bagian tubuh yang tidak layak diperlihatkan kepada umum. Pendapat ini mengacu pada pendapat Ibnu Abbas , seorang sahabat Nabi. Karena shalat termasuk ibada magdhah , yang berhubungan dengan TUHAN , maka ajaran sang Imam ini harus ditaati dengan MUTLAK. Tapi untuk sehari hari , bergaul dengan ORANG lain , boleh sesuai dengan budayanya masing masing. Hal ini termasuk bidang muamalah , Ghairu magdhah , yang BOLEH BERBEDA , dengan pendapat , ajaran sang Imam , demikian pendapat ulama non Arab sebelum 1979 /1980an. TApi setelah revolusi Islam Iran 1979 , imbas politiknya berpengaruh terhadap para ulama seluruh dunia. Ketik Google images Iran 1978 dan google images Revolusi Islam Iran 1979. Cara berpakaian wanita pun , yang tadinya boleh berbeda dengan budaya sang imam , sekarang dimasukkan ke ibadah magdhah , yang harus mutlak sama. Coba baca lagi tulisan saya pada PERBEDAAN PERTAMA. Kemudian baca juga jawaban saya ketika menjawab tentang mukena oleh MBAK RATRI INTAN diatas. Terima kasih

    BalasHapus
  53. Bandingkan . Google images : Woman in iran 1978 dan Google images : woman in Revolusi Islam Iran 1979.

    BalasHapus
  54. Kutipan Surat An-Nur ayat 31 yang lengkap mengandung perintah untuk berjilbab.

    وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

    Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya. Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS an-Nur [24]: 31)

    BalasHapus
    Balasan
    1. “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kehormatannya,janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).

      Hapus
  55. Terima kasih buat mbak rainnina yang sudah hadir di blog saya.

    Tapi bukankah yang anda berikan An Nur 31 itu, adalah POKOK BAHASAN blog saya ini. BAHKAN ANDA MEMBACA BLOG SAYA SAJA..TIDAK !...
    Cobalah dibaca lagi pembahasan saya tentang An Nur 31 ini pada PERBEDAAN PERTAMA dan PERBEDAAN KEDUA diatas. Lantas setelah dibaca, kalimat mana yang anda pertanyakan. Terima kasih

    BalasHapus
  56. Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu Pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda tanda kekuasaan Allah, mereka selal ingat. (QS:7:26)

    BalasHapus
  57. Pakaian untuk menutup aurat itu yg mana ?????...orang orang yg bertaqwa atau taaat kepada seluruh anjuran dan perintah Allah (taqwa) itu yg mana,,,tentu yang dianjurkan oleh Allah yaitu : Jadilah Taqwa....ikuti perintah Tuhanmu untuk menutup Aurat..

    Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya. Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS an-Nur [24]: 31)

    “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kehormatannya,janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).
    Balas



    APAKAH KURANG JELAS ANJURAN ALLAH DALAM ALQUR'AN ????? ...HANYA MANUSIA YG MAU MEMAKAI HATI, AKAL DAN IMANLAH YG DAPAT MENANGKAP TANDA TANDA PETUNJUK DARI ALLAH

    BalasHapus
  58. saya percaya bahwa keinginan hati para wanita itu yang menggerakkan mereka, hingga mengenakan jilbab...dan siapa kah yang Maha Membolak-balik hati manusia?

    BalasHapus
  59. Buat : GAD TOUR

    Bukankah blog saya ini sedang membahas An Nur 31 dan Al Ahzab 59 yang anda kemukakan?. AYat itu adalah AYAT SEJARAH , berkenaaan dengan peristiwa yang menimpa umat Islam saat itu . Bukannya MENGATUR PAKAIAN PEREMPUAN untuk berjilbab. Coba buka lagi pembahasan saya di atas , pada PERBEDAAN PERTAMA, PERBEDAAN KEDUA dan PERBEDAAN KETIGA.

    Terima kasih atas kunjungannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Buat: dr.Abimanyu Sp.B
      menyimak dari semua pernyataan anda di blog ini sepertinya anda mengingkari firman Allah SWT yg ada dalam Al-qur'an,,tampak jelas anda menganggap semua firman Allah SWT itu hanya sejarah yg ditujukan untuk bangsa arab saja,,padalah kalau anda berpikir dengan baik dan benar sesuai tuntunann islam, anda pasti akan tau kalau semua firman Allah SWT dan Sabda Baginda Nabi SAW itu ditujukan bukan cuma untuk orang arab saja tetapi untuk semua umat islam dimasa datang..khusus yg mengimani firman dan sabda itu maka ia akan menjadi pembimbing dan pedoman mereka dalam beribadah kepada Allah SWT secara baik dan benar sesuai tuntunan dan petunjuk Al-qur'an dan Hadits...
      dr.Abimanyu Sp.B...sebaiknya anda segera berpaling dari pemikiran anda sekarang karena itu hanya akan membuat anda sesat karena mengedepankan budaya nenek moyang yg tidak berdasar pada ajaran islam yg benar...anda tampak sdh meragukan firman Allah SWT atas segala perintahnya yg wajib, bukan hanya masalah wajib jilbab saja yg saya amati anda tentang tetapi wajibnya hukum syariah juga anda tentang..

      Hapus
    3. Buat: dr.Abimanyu Sp.B
      menyimak dari semua pernyataan anda di blog ini sepertinya anda mengingkari firman Allah SWT yg ada dalam Al-qur'an,,tampak jelas anda menganggap semua firman Allah SWT itu hanya sejarah yg ditujukan untuk bangsa arab saja,,padalah kalau anda berpikir dengan baik dan benar sesuai tuntunann islam, anda pasti akan tau kalau semua firman Allah SWT dan Sabda Baginda Nabi SAW itu ditujukan bukan cuma untuk orang arab saja tetapi untuk semua umat islam dimasa datang..khusus yg mengimani firman dan sabda itu maka ia akan menjadi pembimbing dan pedoman mereka dalam beribadah kepada Allah SWT secara baik dan benar sesuai tuntunan dan petunjuk Al-qur'an dan Hadits...
      dr.Abimanyu Sp.B...sebaiknya anda segera berpaling dari pemikiran anda sekarang karena itu hanya akan membuat anda sesat karena mengedepankan budaya nenek moyang yg tidak berdasar pada ajaran islam yg benar...anda tampak sdh meragukan firman Allah SWT atas segala perintahnya yg wajib, bukan hanya masalah wajib jilbab saja yg saya amati anda tentang tetapi wajibnya hukum syariah juga anda tentang..

      Hapus
  60. Buat : GAD TOUR

    Ayat ini karena berkaitan dengan sejarah , akan membuat kacau dan pertengakatran para ulama . Coba anda simak kejadian ini , anda bisa membacanya lagi di PERBEDAAN KETIGA pada tulisan saya diatas.

    Nah mas/mbak GAD TOUR anda MERASA PALING BENAR memakai jilbab yang modelnya WAJAH DAN TELAPAK TANGAN Terlihat . Karena anda MENCELA pakaian yang terlihat rambutnya , KARENA RAMBUT AURAT. Tetapi model jilbab ini , dibantah oleh ulama hebat sekelas Syaikh Hammud At-Tuwaijiri.? Coba riwayat hidupnya , Ketika mulai beranjak dewasa, beliau menghadiri halaqah Syaikh al-Faqih Abdullah bin Abdul Aziz al-Anqari, Qadhi negeri Sudan. Beliau belajar kepada Syaikh al-Faqih Abdullah bin Abdul Aziz al-Anqari berbagai macam disiplin ilmu seperti tauhid, tafsir, hadits, fiqh, fara’idh, nahwu, sirah, tarikh, adab, dan yang lainnya selama 25 tahun. Beliau sekarang menjadi rujukan para ulama Arab Saudi . Syaikh Hammud At-Tuwaijiri, dari adat SELURUH TUBUH AURAT , seperti yang sekarang mulai tampak di masyarakat kita , memakai jilbab hitam hitam yang menutupi seluruh tubuh dan WAJAH , menyerang pendapat Syaikh Al Albani yang mempunyai model jilbab yang MENAMPAKKAN WAJAH , SEPERTI ANDA :

    “Barang siapa yang membolehkan wanita membuka wajahnya, sebagaimana pendapat Albani, maka ia telah membuka lebar-lebar pintu tabarruj (bersolek berlebihan) dan mendorong kaum perempuan untuk melakukan perbuatan tercela sebagaimana yang dilakukan oleh kaum perempuan tanpa penutup wajah sekarang ini .."

    NAH , andapun DICELA , dianggap tidak MENUTUP AURAT KARENA WAJAH ANDA TERLIHAT.

    Walaupun menyebutkan jilbab, tapi dengan model yang mana ? Boleh nggak memakai Jilbab tapi BERCELANA PENDEK ATAU MEMAKAI BIKINI. Tentunya, menurut teori anda , boleh , kan ayat itu menyebutkan memakai jilbab... berarti boleh dong....Tapi ini sopan nggak?

    Saya bertanya lagi , berjilbab tapi pakai pakaian YOU CAN SEE, yang terlihat ketiaknya. Boleh nggak? Khan wanita ini juga sudah berjilbab.?

    Tapi kalau memakai penggalan ayat An Nur 31 " ..tutuplah anggota badanmu kecuali anggota badanmu yang biasa tampak .." Semuanya jelas. Coba dibaca lagi artikel saya diatas , dari awal sampai PERBEDAAN KETIGA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat: dr.Abimanyu Sp.B
      menyimak dari semua pernyataan anda di blog ini sepertinya anda mengingkari firman Allah SWT yg ada dalam Al-qur'an,,tampak jelas anda menganggap semua firman Allah SWT itu hanya sejarah yg ditujukan untuk bangsa arab saja,,padalah kalau anda berpikir dengan baik dan benar sesuai tuntunann islam, anda pasti akan tau kalau semua firman Allah SWT dan Sabda Baginda Nabi SAW itu ditujukan bukan cuma untuk orang arab saja tetapi untuk semua umat islam dimasa datang..khusus yg mengimani firman dan sabda itu maka ia akan menjadi pembimbing dan pedoman mereka dalam beribadah kepada Allah SWT secara baik dan benar sesuai tuntunan dan petunjuk Al-qur'an dan Hadits...
      dr.Abimanyu Sp.B...sebaiknya anda segera berpaling dari pemikiran anda sekarang karena itu hanya akan membuat anda sesat karena mengedepankan budaya nenek moyang yg tidak berdasar pada ajaran islam yg benar...anda tampak sdh meragukan firman Allah SWT atas segala perintahnya yg wajib, bukan hanya masalah wajib jilbab saja yg saya amati anda tentang tetapi wajibnya hukum syariah juga anda tentang..

      Hapus
  61. Terdapat tiga musibah besar yang melanda umat islam saat ini:

    1. Menganggap wajib perkara-perkara sunnah.
    2. Menganggap pasti (Qhat`i) perkara-perkara yang masih menjadi perkiraan (Zhann).
    3. Mengklaim konsensus (Ijma) dalam hal yang dipertentangkan (Khilafiyah).

    -Syeikh Amru Wardani. Majlis Kitab al-Asybah wa al-Nadzair. Hari Senin, 16 September 2013.

    http://www.suaraalazhar.com/2015/05/tiga-permasalahan-utama-umat-saat-ini.html

    BalasHapus

  62. Buat : si Unyil terima kasih infonya.

    Pernyataan yang sangat MELEGAKAN itu di kemukakan oleh seorang yang tidak usah diragukan lagi ke ilmuannya . BeliU seorang Doktor , guru besar , Syeikh Amru Wardani. Pada pengajian rutin Majlis Kitab al-Asybah wa al-Nadzair di UNIVERSITAS AL AZHAR , MESIR Hari Senin, 16 September 2013. Seperti yang saya kemukakan diatas , bahwa masalah rambut , leher , telinga aurat atau tidak , mengoleksi / membuat patung ataupun lukisan mahluk hidup boleh atau tidak , berjabat tangan antara wanita dan laki-laki boleh atau tidak yang semuanya adalah budaya Arab masih dalam perdebatan apakah WAJIB ATAU TIDAK UNTUK UMAT MUSLIM. Hal itu memang menjadi polemik selama ribuan tahun , sejak TIMBULNYA ULAMA MAZHAB ABAD KE 8 , Setelah HADIS DITULISKAN OLEH KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIS tahun 717. Sebelumnya hadis memang dilarang penulisannya OLEH NABI SENDIRI. Tapi ULAMA SEKARANG MENETAPKAN WAJIB UNTUK UMAT MUSLIM . Selengkapnya tentang polemik keberadaan hadis ini , anda bisa membaca jawaban saya kepada RAFA PURNAMA diatas.

    Mohon ijin untuk saya kutip sebagai referensi pada tulisan tulisan saya mendatang. Bahwa ada juga ULAMA SEKARANG yang berpikir seperti ULAMA DULU. Ini juga membuktikan bahwa ada juga Ulama sekarang yang TIDAK TERPENGARUH politik Revolusi Islam Iran 1979 . Terima kasih.

    BalasHapus
  63. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  64. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  65. (merasa) benar itu relatif, semua tentu punya dalil dan keyakinan masing-masing, marilah (belajar lagi) saling menghargai

    Syeh Albani dulu pun, ketika "mempopulerkan" batasan aurat versi "kecuali wajah dan telapak tangan", juga dianggap nyleneh bukan? #cmiiw

    bahkan hingga saat ini pun, jilbab versi "hijabers" pun juga (masih) dianggap sesat-lah, liberal-lah, oleh versi yang lain, sebagai contoh:

    Bilang Cadar Tak Wajib, Ulama Ini Di-Bully | TEMPO

    http://m.tempo.co/read/news/2014/06/21/115586874/Bilang-Cadar-Tak-Wajib-Ulama-Ini-Di-Bully

    "Jika Anda ingin menerapkan kebiasaan dan tradisi Barat, silakan tinggal di luar negeri," kata pengguna Twitter lainnya. Akun @m_MesOo menggambarkan cecuitnya sebagai "ajaran liberal yang sesat". 

    "Jika Anda menikmati melihat wanita muslim lainnya, itu berarti ada sesuatu yang salah dengan Anda! Dan Anda adalah orang yang membutuhkan saran," komentar @k_almassad.

    Beberapa pengguna mendukung pendapat al-Torifee, dengan mengatakan cadar terinspirasi oleh tradisi, bukan agama. "Meskipun kami yakin bahwa memperlihatkan wajah (wanita) diperbolehkan, masyarakat kita tidak menerima itu dan saya pernah mendengar orang menggambarkan seorang wanita yang memperlihatkan wajahnya sebagai pelacur," tulis @ghalibalshareef.

    BalasHapus
  66. sungguh terlalu riskan bila kita menggunakan dalil "ayat jilbab" ini, karena sebagaimana kita semua ketahui bersama, bahwa anjuran jilbab hanya bagi yang "berstatus isteri orang mukmin", tentu mustahil bagi ALLAH SWT yang namanya khilaf (tidak berfirman bagi yang berstatus gadis atau janda DALAM AYAT YANG SAMA, padahal berpotensi sama beresiko diganggu oleh orang-orang fasik di jaman jahiliyah), mungkin, ada suatu konteks sebab turunnya ayat dibalik semua itu khusus untuk hal ini

    BalasHapus
  67. TOKO HANDPHONE ORIGINAL Tepercaya.Aman dan Murah Bebas Resiko.Nikmati Keuntungan Berbelanja Dengan Hrg Relatif Murah,Super Promo.Kami Menawarkan Berbagai Jenis Type HP,Laptop,Camera,dll,Garansi Resmi Distributor dan Garansi TAM …….
    Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya.
    BERMINAT HUB-SMS:0857-3112-5055 ATAU KLIK WEBSITE RESMI KAMI http://www.alpha-shopelektronik.blogspot.com/
    BlackBerry>Samsung>Nokia>smartfrend>Apple>Acer>Dell>Nikon>canon>DLL

    Dijual

    Ready Stock !
    BlackBerry 9380 Orlando – Black
    Rp.900.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Curve 8520 Gemini
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Bold 9780 Onyx 2
    Rp.800.000,-

    Ready Stock !
    Blackberry Curve 9320
    Rp.700.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Tab 2 (7.0)
    Rp. 1.000.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Nexus I9250 – Titanium Si
    Rp.1.500.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Note N7000 – Pink
    Rp.1.700.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Y S5360 GSM – Pure White
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia 800 – Matt Black
    Rp.1.700.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia-710-white
    Rp. 900.000,-

    Ready Stock !
    Nokia C2-06 Touch & Type – Dual GSM
    Rp.450.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia 710 – Black
    Rp. 900.000,-

    Smartfren Andromax Z
    Rp.1,700.000

    Smartfren Andromax U Limited Edition
    Rp.1.000.000

    Tablet Asus Eee Pad Slider SL 1O1
    Rp.2.500.000

    Tablet Asus Memo Pad ME172 V
    RP.800.000

    Lenovo ldea Pad B490
    Rp.2.500.000

    Lenovo think Pad edge A86
    RP.1.700.000

    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari XL) – Black
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari Telkomsel)
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPod Touch 4 Gen 8GB
    Rp.700.000

    Ready Stock !
    APPLE iPod Nano 8GB – Pink
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 4752-2332G50Mn Core i3 Win7 Home
    Rp 1.300.000

    Ready Stock !
    Acer Aspire S3-951-2364G34iss
    Rp. 1.200.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 5951G Core i7 2630 Win 7
    Rp. 2.500.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 4755G Core i5 2430 Win 7 Home Premium Green
    Rp. 2.500.000,-

    Ready Stock !
    Nikon D7000 kit 18-105mm
    Rp.1.700.000

    Ready Stock !
    Nikon D90 Kit 18-105mm Vr
    Rp 1.300.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix L 120 Red
    Rp. 900.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix P 500 Black
    Rp 1.000.000

    ALPHA SHOP
    alpha-shopelektronik.blogspot.com

    BalasHapus

  68. dokterabimanyu@blogspot
    janganlah bertindak berlebihan dalam hal negatif dan menyebarkan hal sesat lagi menyesasatkan...tidakkah anda berpikir untuk menyelamatkan putra-putri andan dan penerus bangsa ini dari budaya yg merusak seperti seks bebas, pacaran, party, berpakaian tetapi mengumbar aurat..hingga banyak pemerkosaan, dan pencabulan karena rok mini dan baju seksi transparan atau joged-joged pengumbar nafu, dan seterusnya....semestinya itu yg perlu diperhatikan bukannya masalah jilbab yg dibahas dan ditentang......

    BalasHapus
    Balasan
    1. inilah dampak bila Pakaian Takwa yang dewasa ini justru telah diabaikan, "HAI ANAK ADAM, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan dan pakaian takwa itulah yang paling baik ..." [QS al-A'raf (7): 26]

      Hapus
    2. sebagai tambahan, marilah saling menghargai keyakinan masing-masing (toh bagi yang pro-cadar, bila ibu pro-jilbab, juga dianggap sesat, liberal, dan bahkan konon menurut berita, bagi adat mereka, terbukanya wajah dianggap sebagai [ma'af] pelacur, berwawasanlah, banyak-banyaklah baca berita di luar lingkungan kita, sekarang jaman serba mudah, tinggal googling), akhir kata, kiranya kurang bijak, bila baik secara sadar maupun tidak sadar, ibu juga telah menganggap "sesat dan menyesatkan" keyakinan para guru ulama, para tokoh ulama besar kita terdahulu, tak terkecuali para orang tua kita, kakek-nenek kita, dst. salam dan mohon ma'af bila ada yang tidak berkenan.

      *jangan salah, keluarga saya sendiri, keluarga besar saya, juga banyak yang berjilbab (bukan kerudung tempo doeloe).

      Hapus
    3. Maaf si Unyil pernyataan anda tentang,,saya telah menganggap "sesat dan menyesatkan" keyakinan para guru ulama, para tokoh ulama besar kita terdahulu, tak terkecuali para orang tua kita, kakek-nenek kita, dst. itu sudah termasuk fitnah karena dalam pernyataan yg saya sampaikan pernyataan sesat lagi menyesatkan itu hanya untuk dr.abi manyu..ketahuilah anda jangan langsung membela dan atau membenarkan pernyatan dr.abi manyu sehingga mengambil kesimpulan jilbab itu tidak wajib dengan hanya melihat sejarah dakwah ulama dahulu...seharusnya bila kita menggunakan akal pikiran yg bersandarkan Al-qur'an dan Hadits kita pasti bisa memahami kalau cara penyebaran dakwah islam jaman dahulu dan sekarang itu tidak lah sama karena sekarang lebih mudah,,ulama dahulu tidak mewajibkan jilbab karena raja-raja diindonesia banyak yg baru masuk islam jadi jangan mewajibkan jilbab,untuk menyampaikan hukum syariah islam yg sesuai Al-qur'an sunnah saja mereka harus berpikir dalam,,karena kalau ad pertentangan nyawa mereka sebagai taruhannya,,seperti umat islam sekarang yg berada dinegri-negri berpemimpin kafir/negara-negara mayoritas non muslim...anda pasti sdh tau kalau ulama indonesia jaman dahulu susah menyebarkan islam keindonesia karena taruhannya nyawa dahulu terikan hukum kerajaan jadi tidak mudak untuk memaksakan masyarakan untuk wajib dan taat terhadap hukum syariat islam,,contoh wajibnya jilbab,,,tetapi sekarang sistem pemerintahan kita diindonesia sdh sebagian besar dipengaruhi hukum islam walaupun dan UUD dan UU atau peraturan pemerintah masih kuat hukum liberal v setidaknya pengaruh hukum islam masih terasa..karena dakwah islam diindonesia lebih mudah maka seharusnya hukum syariat islam itu diwajib pada umat islam untuk mengetahui dan menjalankan/menerapkan serta mentaatinya dalam kehidupan sehari-hari....

      Hapus
    4. 1 x lagi saya tegaskan untuk si Unyil pernyataan anda tentang,,saya telah menganggap "sesat dan menyesatkan" keyakinan para guru ulama, para tokoh ulama besar kita terdahulu, tak terkecuali para orang tua kita, kakek-nenek kita, dst. itu sudah termasuk fitnah karena dalam pernyataan yg saya sampaikan pernyataan sesat lagi menyesatkan itu hanya untuk dr.abi manyu..

      Hapus
    5. sebagai tambahan, marilah saling menghargai keyakinan masing-masing ,,,ok saling menghargai keyakinan,,tetapi coba telaah isis blog dr.abi manyu apakah terdapat kalimat menghargai keyakinan pro jilbab...???si unyil pernyataan anda tentang : (toh bagi yang pro-cadar, bila ibu pro-jilbab, juga dianggap sesat, liberal, dan bahkan konon menurut berita, bagi adat mereka, terbukanya wajah dianggap sebagai [ma'af] pelacur. pernyataan anda ini tidak berdasar,,,dikelompok jamaah sya juga banyak yg pro cadar tetapi tidak ada yg membuat pernyataan seperti yg anda/si unyil sampaikan,,,,berwawasanlah, banyak-banyaklah belajar/berguru kepada guru yg benar,jangan pada yg sesat!!!!baca berita di luar lingkungan kita sah-sah saja, tetapi berita itu jangan diterima/ditelan mentah-mentah tanpa dicari kebenarannya,,kita semua tau banyak berita yg berisi fitnah dan pernyataan sesat lagi menyesatkan,,,,sekarang jaman serba mudah, tinggal googling), jadi berdebat tanpa dasar

      Hapus
    6. saya tidak berani berasumsi bahwa para ulama terdahulu tidak mampu berdakwah secara total

      terlepas dari perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang definisi jilbab dan batasan aurat (jangan abaikan yg minoritas, karena jumlah bukanlah ukuran, Para Tokoh Ulama Besar terdahulu yg sekarang menjadi mainstream, awalnya juga minoritas, dianggap sesat, liberal, kafir, dst, tengok saja contoh yg paling gampang: KH. Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah),

      kalau kita semua mau jujur, bila sudah bicara Mazhab, terbukanya Wajah tentu lebih dikhawatirkan menimbulkan fitnah ketimbang Rambut

      perlu dipahami, bahwa ayat yg berkenaan dengan jilbab dan batasan aurat (yg boleh terbuka), mayoritas ulama sepakat, bahwa itu harus dipahami dalam konteks situasi dan kondisi pada saat ayat itu turun .. di arab, bentuk pakaian tentu saja "yg biasa tampak" adalah "wajah dan telapak tangan", bahkan bagi yg laki-laki, karena menurut adat disana, bila terbuka dianggap tabu

      Hapus
  69. Sepertinya Aku ketinggalan menemukan halaman ini....

    Hehhe..
    Terimakasi ya ilmunya sabgat bermanfaat......
    salam MUKENA UMRAH

    BalasHapus
  70. Sepertinya Aku ketinggalan menemukan halaman ini....

    Hehhe..
    Terimakasi ya ilmunya sabgat bermanfaat......
    salam MUKENA UMRAH

    BalasHapus
  71. Sepertinya Aku ketinggalan menemukan halaman ini....

    Hehhe..
    Terimakasi ya ilmunya sabgat bermanfaat......
    salam MUKENA UMRAH

    BalasHapus
  72. Sepertinya Aku ketinggalan menemukan halaman ini....

    Hehhe..
    Terimakasi ya ilmunya sabgat bermanfaat......
    salam MUKENA UMRAH

    BalasHapus
  73. keren buat postingaya saya suka :)

    BalasHapus
  74. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  75. Maaf si Unyil pernyataan anda tentang,,saya telah menganggap "sesat dan menyesatkan" keyakinan para guru ulama, para tokoh ulama besar kita terdahulu, tak terkecuali para orang tua kita, kakek-nenek kita, dst. itu sudah termasuk fitnah karena dalam pernyataan yg saya sampaikan pernyataan sesat lagi menyesatkan itu hanya untuk dr.abi manyu..ketahuilah anda jangan langsung membela dan atau membenarkan pernyatan dr.abi manyu sehingga mengambil kesimpulan jilbab itu tidak wajib dengan hanya melihat sejarah dakwah ulama dahulu...seharusnya bila kita menggunakan akal pikiran yg bersandarkan Al-qur'an dan Hadits kita pasti bisa memahami kalau cara penyebaran dakwah islam jaman dahulu dan sekarang itu tidak lah sama karena sekarang lebih mudah,,ulama dahulu tidak mewajibkan jilbab karena raja-raja diindonesia banyak yg baru masuk islam jadi jangankan mewajibkan jilbab,untuk menyampaikan hukum syariah islam yg sesuai Al-qur'an dan hadits saja mereka harus berpikir dalam,,karena kalau ad pertentangan dari masyarakat atau raja-raja, nyawa mereka sebagai taruhannya,,seperti umat islam sekarang yg berada dinegri-negri berpemimpin kafir/negara-negara mayoritas non muslim...anda pasti sdh tau kalau ulama indonesia jaman dahulu susah,sulit,dan perlu pengorbanan yg besar dalam menyebarkan islam keindonesia dalam hal ini mepertaruhkan nyawa karena dahulu terikan hukum kerajaan jadi tidak mudah untuk memaksakan masyarakan dan penguasa untuk wajib dan taat terhadap hukum syariat islam,,seperti wajibnya jilbab,,,dan lihatlah serta cermati sistem pemerintahan kita diindonesia sekarang sdh banyak berubah dan sdh sebagian besar dipengaruhi hukum islam walaupun dalam UUD dan UU atau peraturan pemerintah masih kuat hukum liberal v setidaknya pengaruh hukum islam masih terasa..karena dakwah islam diindonesia lebih mudah maka seharusnya hukum syariat islam itu diwajib pada umat islam untuk mengetahui dan menjalankan/menerapkan serta mentaatinya dalam kehidupan sehari-hari....

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebagai tambahan, marilah saling menghargai keyakinan masing-masing ,,,ok saling menghargai keyakinan,,tetapi coba telaah isi blog dr.abi manyu apakah terdapat kalimat menghargai keyakinan pro jilbab...???si unyil pernyataan anda tentang : (toh bagi yang pro-cadar, bila ibu pro-jilbab, juga dianggap sesat, liberal, dan bahkan konon menurut berita, bagi adat mereka, terbukanya wajah dianggap sebagai [ma'af] pelacur. pernyataan anda ini tidak berdasar,,,dikelompok jamaah sya juga banyak yg pro cadar tetapi tidak ada yg membuat pernyataan seperti yg anda/si unyil sampaikan,,,,berwawasanlah, banyak-banyaklah belajar/berguru kepada guru yg benar,jangan pada yg sesat!!!!baca berita di luar lingkungan kita sah-sah saja, tetapi berita itu jangan diterima/ditelan mentah-mentah tanpa dicari kebenarannya,,kita semua tau banyak berita yg berisi fitnah dan pernyataan sesat lagi menyesatkan,,,,sekarang jaman serba mudah, tinggal googling), jadi berdebat tanpa dasar,,

      Hapus
  76. bila kita menggunakan akal pikiran yg bersandarkan Al-qur'an dan Hadits kita pasti bisa memahami kalau cara penyebaran dakwah islam jaman dahulu dan sekarang itu tidak lah sama karena sekarang lebih mudah,,ulama dahulu tidak mewajibkan jilbab karena raja-raja diindonesia banyak yg baru masuk islam jadi jangankan mewajibkan jilbab,untuk menyampaikan hukum syariah islam yg sesuai Al-qur'an dan hadits saja mereka harus berpikir dalam,,karena kalau ad pertentangan dari masyarakat atau raja-raja, nyawa mereka sebagai taruhannya,,seperti umat islam sekarang yg berada dinegri-negri berpemimpin kafir/negara-negara mayoritas non muslim...anda pasti sdh tau kalau ulama indonesia jaman dahulu susah,sulit,dan perlu pengorbanan yg besar dalam menyebarkan islam keindonesia dalam hal ini mepertaruhkan nyawa karena dahulu terikan hukum kerajaan jadi tidak mudah untuk memaksakan masyarakan dan penguasa untuk wajib dan taat terhadap hukum syariat islam,,seperti wajibnya jilbab,,,dan lihatlah serta cermati sistem pemerintahan kita diindonesia sekarang sdh banyak berubah dan sdh sebagian besar dipengaruhi hukum islam walaupun dalam UUD dan UU atau peraturan pemerintah masih kuat hukum liberal v setidaknya pengaruh hukum islam masih terasa..karena dakwah islam diindonesia lebih mudah maka seharusnya hukum syariat islam itu diwajib pada umat islam untuk mengetahui dan menjalankan/menerapkan serta mentaatinya dalam kehidupan sehari-hari....

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya tidak berani berasumsi bahwa para ulama terdahulu tidak mampu berdakwah secara total

      terlepas dari perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang definisi jilbab dan batasan aurat (jangan abaikan yg minoritas, karena jumlah bukanlah ukuran, Para Tokoh Ulama Besar terdahulu yg sekarang menjadi mainstream, awalnya juga minoritas, dianggap sesat, liberal, kafir, dst, tengok saja contoh yg paling gampang: KH. Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah),

      kalau kita semua mau jujur, bila sudah bicara Mazhab, terbukanya Wajah tentu lebih dikhawatirkan menimbulkan fitnah ketimbang Rambut

      perlu dipahami, bahwa ayat yg berkenaan dengan jilbab dan batasan aurat (yg boleh terbuka), mayoritas ulama sepakat, bahwa itu harus dipahami dalam konteks situasi dan kondisi pada saat ayat itu turun .. di arab, bentuk pakaian tentu saja "yg biasa tampak" adalah "wajah dan telapak tangan", bahkan bagi yg laki-laki, karena menurut adat disana, bila terbuka dianggap tabu

      Hapus

    2. ayat Allah SWT diturunkan bukan hanya untuk ditaati sebgian umat islam tetapi seluruhnya..makna yg biasa tampak itu sdh elas wajah dan telapak tangan,..jdi hadits ini bukan berlaku pada umat islam dinegara tertentu tetapi menyeluruh untuk semua muslimah..,tambahan menanggapi pernyataan unyil tetnang : kalau kita semua mau jujur, bicara Mazhab, terbukanya Wajah tentu lebih dikhawatirkan menimbulkan fitnah ketimbang Rambut..hal in cendrung memaksakan pemahaman Mazhab tertentu..kalau setiap jamaah kekeh dan merasa paling benar tanpa toleransi terhadap jamaah islam lain yg beda Mazhab maka itu memicu perpecahn...cobalah untuk mengedepankan persatuan umat islam dalam membaiat seorang khalifah dan menegakkan khilafah sehingga hukum syariah islam mudah diterapkan dan perbedaan Mazhab semakin mudah diselesaikan,..

      Hapus
    3. (QS 33 Al-Ahzaab : 59) dalil wajib jilbab..QS. An Nur 31 , susunan kata-katanya , para wanita diharuskan menutup dadanya dengan kerudung (memakai kerudung)..dalam menafsirkan perintah shalat fardu 5 waktu dan tata cara berwudhu qt pasti berpedoman pada hadits..begitupun memakai kerudung bukan asal pakek kain terus diselendangkan kedada,,seperti menurut pemahan Dr.abi manyu tentang kerudung hal ini jelas2 tidk memahami hadits tentang bentuk kerudung yg syarii..tentang cadar menutup wajah menurut si unyil pahami..hal ini kuat jg dalilnya dan benar ada haditsnya tetapi tidak bisa dipaksakan atau diwajibkan kepda setiap muslimah,,karena dalil tidak memakai cadar pun ada dan hadits kuat jg...namun beda halnya dengan Dr. abi manyu tentang jilbab dan kerudung tidak wajib untuk wanita indonesia..karena tidak ada dasar/dalil/hadits yg menguatkan pemahaman ini,,pemahaman Dr. abi manyu anya berdasar/berdalil pada fakta sejarah saja....

      Hapus
    4. taruhlah (dewasa ini) yang digembar-gemborkan adalah versi Cadar vs Jilbab, namun khilafiyah tetaplah khilafiyah yang tidak dapat ditetapkan sebagai syariat yang pasti, dan itu justru merupakan musibah besar bagi agama ini jika main klaim jumhur ulama, minimal telah memecah belah umat

      Hapus
  77. Cara anda sholat, nishob zakat, cara haji, niru siapa? di Al quran gak ada tuch....

    BalasHapus
  78. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  79. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  80. Pengalaman tetangga sayang yang menjadi TKW di Arab. masyarakat Arab terutama laki2 mereka itu nafsu birahi nya tinggi, makan nya banyak TKW Indonesia setelah berpulang dr Arab BANYAK YANG HAMIL oleh majikan nya atau bahkan ada yg d perkosa dan hamoir di perkosa. karena kebanyakan wanita Arab memakai cadar karena nafsu syahwat disana sangat tinggi, jika hanya bertatap dalam hitungan bbrpa detik saja lelaki disana lgsg nafsu dan seperti memberikan isyarat untuk melakukan hub seksual....bahkan jika ada pertemuan keluarga disana wajah mereka di tutup bahkan memalingkan wajah. dan tetangga saya pun hampir di perkosa oleh anak majikan nya yg masih sekolah di SD. sampe anak majikan nya onani depan tetangga saya karna nafsu nya yg tak tertahankan. mungkin itulah salah satu penyebab wanita arab bercadar. karena di sesuaikan oleh lingkungan sendiri

    BalasHapus
  81. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  82. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  83. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  84. Para biarawati juga berjilbab,,, Lukisan Bunda maria juga berjilbab,,, bisakah anda carikan dr mana asal muasal jilbab,, sejarah menyebutkan bhwa Bunda Maria bukan dr tanah arab, Nabi isa as Bukan arab.
    Sejarah juga menyebutkan dahulu arab(masa Jahiliyah) busana wanitanya sma seperti bintang Film Holywood(keliatan pusar/perut) dan saat islam datang mulai dbperbaiki lagi akhlak akhlak2 manusia.
    memang Jilbab tidaklah wajib namun itu anjuran, Anjuran oleh sang pencipta, Lebih tau mana Anda atau sang pencipta.
    Sebagai contoh : Satlantas Polri juga tdk mewajibkan para pengendedara utk tdk menelfon saat mengemudi, tdk minum2an keras saat mengemudi, istirahat bila lelah, jgn minum obat yg membuat ngantuk, dll. itu semua hanya himbauan, anjuran, tidak d wajibka. tp alangkah baiknya himbauan polisi bila d taati, krn bila tdk di taati bukan kita sndiri yg Rugi tp org lain pun jg ikut Rugi bila nantinya terjadi kecelakaan.
    sama halnya juga kalau kita membuka aurat, bisa saja ada orang mabuk lihat betis saja bs menimbulkan syahwat naik pitam,, siapa yg Rugi,,, dua duanya Rugi.
    wallahualam bissawab..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. kalau jilbab hijab pernah "diharamkan", saya malah baru tau » "ketika dahulu saya disebuah pesantren terdapat fatwa "haram" untuk memakai jilbab seperti pengertian umum, karena diketahui bahwa para biarawati juga memakai jilbab ..."

      www.kompasiana.com/zamzamitanjung/menanggapi-artikel-memakai-jilbab-tidak-wajib-abdullah-al-jakarty_5528a757f17e6126728b45a0

      Hapus
  85. yang perlu di ingat bahwasannya islam itu bukan untuk satu bangsa atau satu budaya, tapi untuk seluruh manusia didunia ini, dan jangan terlalu memaksakan pola fikiran sendiri jika sebelumnya sudah ada ketentuan yang mengaturnya yaitu sumber hukum islam dalam hal ini al quran dan hadits, terlepas banyak sekali wanita arab bahkan putri kerajaan yang mulai menanggalkan jilbab mereka, itu bukan mejadi patokan umat dan itu urusan mereka pribadi, karena selaku umat islam selama ada sumber hukum islam yang telah mengatur maka itu lah yang mejnadi patokan kita selaku umat islam.

    BalasHapus
  86. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  87. Saya mengatakan RAMBUT bagi wanita Indonesia BUKAN AURAT . Terus anda mengatai saya sesat dan menyesatkan , tidak menurut hukum Islam . Anda mengatakan menurut hukum Islam RAMBUT adalah AURAT sehingga harus ditutup dengan jilbab. Kemudian pendapat anda SELURUH TUBUH WANITA AURAT , batasnya WAJAH DAN TELAPAK TANGAN.

    Tapi Ulama2 kita yang di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyimpulkan,

    ” TIDAK MENUNJUKKAN BATAS AURAT YANG WAJIB DITUTUP MENURUT HUKUM ISLAM dan menenyerahkan kepada masing masing individu menurut situasi ,kondisi dan kebutuhan “
    (Kesimpulan Forum Pengkajian Islam dalam diskusinya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada bulan maret 1998). (5:166).

    Di cuplik dari buku Prof. DR. Qurais Shihab Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan kontemporer : jilbab pakaian wanita Muslimah hal. 166. Silahkan baca bukunya.

    Nah , saudara ipung priyanto , mbak ita , puluhan ulama kita dulu di tahun 1988 mengatakan TIDAK MENUNJUKKAN BATAS AURAT YANG WAJIB DITUTUP MENURUT HUKUM ISLAM ..dan menyerahkan pada masing masing orang..jadi kalau saya yang orang Indonesia ini , mengatakan Rambut bukan aurat dan jilbab tidak wajib...SESUAI kesimpulan para Prof. Doktor , Sarjana agama Islam yang berjumlah puluhan ini, menurut anda mereka SESAT SEMUA , TIDAK SESUAI HUKUM ISLAM SEMUA ? Kalau sesat dan tidak sesuai hukum Islam konsekuensinya mereka masuk NERAKA SEMUA. Begitu? Saya bertanya lagi , siapa sih yang berhak memasukkan orang ke neraka ..anda apa Tuhan ?

    Sekarang gantianlah anda yang menerangkan mengapa terjadi perbedaan ULAMA DULU dan ULAMA SEKARANG. Saya sangat salut bila anda bisa menerangkannya. Jangan hanya bisa mencaci kamu sesat , kamu tidak sesuai hukum Islam , kamu kafir , liberal , yahudi , dsb nya. Mari kita diskusi seperti yang dituntunkan Nabi Muhammad , dengan santun dan menghormati pihak lain. Saya tunggu jawaban anda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ” TIDAK MENUNJUKKAN BATAS AURAT YANG WAJIB DITUTUP MENURUT HUKUM ISLAM dan menenyerahkan kepada masing masing individu menurut situasi ,kondisi dan kebutuhan “
      (Kesimpulan Forum Pengkajian Islam dalam diskusinya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada bulan maret 1988). (5:166).

      Ralat: 1998 diganti 1988

      Hapus
  88. Busana Ratu Inggris, menurut Buya HAMKA (Ketua MUI ke-1, Tokoh Ulama Besar Muhammadiyah), adalah pakaian yang sopan dan menutup aurat.

    Buya HAMKA dalam Tafsir Al-Azhar, "Tidaklah semua Pakaian Barat itu ditolak oleh Islam dan tidak pula seluruh Pakaian tempatan di negeri kita dapat diterima. Kebaya Jawa yang menampakkan sebahagian dada tanpa selendang adalah termasuk Pakaian yang dilarang mengikut pandangan Islam."

    "orang puritan sebagai mayoritas di Muhammadiyah ... Jilbab bukan sesuatu yang wajib ..."

    www.academia.edu/7216467/100_Tahun_Muhammadiyah

    "Jika mau jujur dan mau membaca, pada zaman Kalifah Umar Bin Khatab seorang budak perempuan kedapatan mengenakan jilbab. ‘Umar pun marah besar dan melarang seluruh budak perempuan untuk memakai Jilbab.

    Lebih jauh lagi pelarangan Umar itu diungkapkan lebih eksplisit dalam kitab Al-Mughni Ibnu Qudamah."

    http://mojok.co/2014/12/jilbab-rini-soemarno-dan-khalifah-umar

    "Anda pernah lihat foto istri Ahmad Dahlan, istri Hasyim Asy’ari, istri Buya Hamka, atau organisasi Aisyiyah? Mereka pakai kebaya dengan baju kurung, tidak memakai kerudung yang menutup semua rambut, atau pakai tapi sebagian.

    Begitulah istri-istri para kiai besar kita. Apa kira-kira mereka tidak tahu hukumnya wanita berjilbab? Pasti tahu.

    Sebagaimana diketahui, soal pakaian wanita muslimah, para ulama berbeda pendapat setidaknya ada tiga pandangan.

    Pertama, seluruh anggota badan adalah aurat yang mesti ditutupi.

    Kedua, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

    Ketiga, cukup dengan pakaian terhormat."

    http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,61063-lang,id-c,kolom-t,Quraish+Shihab+dan+Islam+Nusantara-.phpx

    "... di kalangan jumhur ulama -- ulama arus utama -- masih terdapat khilafiyah, perbedaan pendapat tentang apakah rambut perempuan itu 'aurat'.

    Banyak ulama memandang rambut sebagai aurat sehingga perlu ditutup.

    Tapi banyak pula ulama yang berpendapat rambut bukan aurat sehingga tak perlu ditutupi.

    Sebab itu, menjadi pilihan pribadi masing-masing Muslimah mengikuti salah satu pendapat jumhur ulama: memakai, atau tidak memakai jilbab."

    http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,48516-lang,id-c,kolom-t,Polwan+Cantik+dengan+Berjilbab-.phpx

    Kerudung dalam Tradisi Yahudi & Kristen

    "bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja.

    Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

    http://mediaumat.com/kristologi/1901-41-kerudung-dalam-tradisi-yahudi-a-kristen.html

    "KH. Agus Salim, dalam Kongres Jong Islamieten Bond (JIB) tahun 1925 di Yogyakarta menyampaikan ceramah berjudul Tentang Pemakaian Kerudung dan Pemisahan Perempuan

    Tindakan itu mereka anggap sebagai ajaran Islam, padahal, menurut Salim, praktek tersebut adalah tradisi Arab dimana praktek yang sama dilakukan oleh Agama Nasrani maupun Yahudi."

    http://www.komnasperempuan.or.id/2010/04/gerakan-perempuan-dalam-pembaruan-pemikiran-islam-di-indonesia

    Terdapat tiga MUSIBAH BESAR yang melanda umat islam saat ini:

    1. Menganggap wajib perkara-perkara sunnah.
    2. Menganggap pasti (Qhat'i) perkara-perkara yang masih menjadi perkiraan (Zhann).
    3. Mengklaim konsensus (Ijma) dalam hal yang dipertentangkan (Khilafiyah).

    -Syeikh Amru Wardani. Majlis Kitab al-Asybah wa al-Nadzair. Hari Senin, 16 September 2013.

    http://www.suaraalazhar.com/2015/05/tiga-permasalahan-utama-umat-saat-ini.html

    BalasHapus
  89. Terima kasih pak unyil. Sebuah informasi yang sangat berharga, bagi mereka yang mencari KEBENARAN bukan PEMBENARAN.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Bung, ga kebayang kalau Mewarnai Rambut juga "mendadak wajib" (trend memahami agama serba tekstual) :P

      FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Tentang MENYEMIR RAMBUT

      http://mui.or.id/wp-content/uploads/2014/05/No.-23-Menyemir-Rambut.pdf

      Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak menyemir/mewarnai (rambut), maka berbedalah kalian dengan mereka”. (HR. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim)

      Dari Abu Malik al-Asyja’iy berkata, dari ayahnya berkata: Dahulu kami menyemir uban bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan al-waras (warna merah kekuningan) dan za’faron (kunyit). HR Ahmad dan al-Bazzar.

      ... Lantas Umar ibnul Khatthab berkata kepadaku: “Ini merupakan semir rambut Islam dan berkata kepada saudaraku: “Ini merupakan semir rambut Iman”. HR Ahmad (Majma’ az-Zawaid, II/328)

      Hapus
  90. Pusat Islam Sunni » Fatwa: Can I take off my hijab for work purposes? http://eng.dar-alifta.org/foreign/ViewFatwa.aspx?ID=6865

    BalasHapus
  91. Saya jadi bertanya-tanya, bagaimana jadinya jika suku-suku di pedalaman papua tiba-tiba kompak memeluk Islam, yg kita sama-sama tau kaum wanita di suku itu hanya mengenakan akar-akaran seadanya untuk menutupi bagian bawah diri mereka sementara setengah badan ke atas tanpa perlindungan apa pun. Dari penafsiran pak dokter di atas, yg saya tangkap adalah mereka tentu saja tdk berkewajiban merubah penampilan mereka mengingat selama ini,, ya sperti itulah cara mereka berpakaian, sprti itulah budaya mereka, dan seperti itulah perhiasan-perhiasan yg lumrah dan umum mereka tampakkan.

    Sepemahaman saya, Islam adalah rahmatan lil alamin yg tdk turun hanya untuk mengatur hijab arab dan kebayanya indonesia, Islam hadir untuk menyatukan kita semua dalam Islam itu sendiri tnpa harus dicecoki lgi soal suku, nasionalisme, warna kulit dan lain-lain.

    Pak dokter, jika ternyata penafsiran anda benar bhwa biarkanlah arab dgn hijabnya, biarkanlah jawa dgn kebayanya dan biarkanlah papua dengan kotekanya, maka apa yg terjadi jika mereka ke mekah untuk berhaji.....,,, bayangkan ada ribuan suku dgn tata cara berpakaian yg berbeda-beda yg akan mengelilingi ka'bah?, mgkin saja akan terjadi perdebatan sperti ini :

    Arab: loh pakaian anda datang berhaji ko gtu, cuma nutup bagian bawah doang, pake hijab dong kayak kami.

    Papua: hei kaka araaab, kou jgn songong, ini gaya kita sudah punya dari nenek moyang kita dulu, dan sperti ini kami berpakain dari dulu, dan aurat kami ya memang cuma bagian bawah ini.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  92. Terima kasih mas Ain Doery.

    Sebelum saya terangkan ada baiknay anda memahami dulu bahwa saya lahir dan remaja dimana TIDAK ADA SATUPUN ORANG YANG MENGENAKAN JILBAB seperti sekarang. DAN TAK SEORANG ULAMA-pun KETIKA saya remaja di tahun 1970 -1980an YANG MENGATAKAN JILBAB WAJIB. Kemudian saya menganalisa MENGAPA ULAMA BERUBAH?...Ulama dulu mengatakan jilbab tidak wajib dan ulama sekarang mengatakan jilbab wajib.

    Seharusnya kalau anda lebih teliti , sudah saya jawab berulang kali pada para penanya yang lain. Umat islam kita bermazhab syafii . Para ulama kita membagi ajaran Mazhab Syafii ini menjadi 2 :

    Ibadah mahdhah , Hablum minallah ( berhubungan dengan Tuhan ) dan Ibadah ghairu Mahdhah , Hablum minanas ( berhubungan dengan manusia, antar manusia ) anda bisa mempelajarinya sendiri di google : ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah.

    Ibadah mahdhah , karena berhubungan dengan Tuhan , maka harus sama persis dengan ajaran sang Imam , tata cara shalat , rukun haji , MEMAKAI MUKENA saat shalat , yang tampak hanya WAJAH DAN TELAPAK TANGAN. Berhaji pun harus memakai pakaian seperti ini. Pakaian anda kimono , hanbok , PAKIAN PAPUA , kebaya TIDAK BOLEH DIPAKAI. Para ulama dulu BERSEPAKAT BILA SHALAT DAN BERHAJI harus berjilbab model MUKENA seperti ini. Tidak boleh berbeda, tepat sama KARENA AKAN BERHUBUNGAN DENGAN Dzat yang maha suci , Allah swt / Tuhan yang maha esa.

    Ibadah ghairu Mahdhah , bidang muamalah , berhubungan antar manusia , bidang khilafiyah , budaya manusia yang berbeda beda setiap suku. Dipersilahkan tidak usah sama dengan MUKENA tadi , yang merupakan
    BUDAYA ajaran para ulama Mazhab syafii ini yang memang BERASAL DARI Arab / Timur Tengah. BOLEH BERBEDA KARENA hanya berhubungan diantara mereka , ANTAR MANUSIA.

    Tapi sejak REVOLUSI ISLAM IRAN 1979 , yang terjadi di Iran , ajaran para Ulama Mazhab baik di Suni maupun Syiah dianggap ajaran Islam oleh para ulama kita d NU dan MUHAMMADYAH. Jangan heran kelak 10 tahun lagi selain jilbab , para wanita dipisah dalam kehidupan sosial. Mereka tidak boleh berkesenian , bekerja , dirumah mereka hanya di dapur dan mengasuh anak. Laki laki dan wanita harus di pisah dengan tabir dalam satu ruanagan. Tidak boleh laki laki dan perempuan bersalaman. Patung dan lukisan mahluk hidup dilarang . Dan masih banyak lagi. Saya yakin 30 tahun lagi andalah yang sibuk seperti saya , menjelaskan kepada anak anda, generasi muda . Mengapa dulu banyak patung patung wayang sekarang dilarang pak ? kira kira demikian gambarannya. Silahkan anda ketik Himpunan Putusan Tarjih ( HPT) Muhammadyah dengan topik diatas. Misalnya google : HPT muhammadyah laki laki wanita dipisahkan tabir , aurat wanita seluruh tubuh kecuali Wajah dan telapak tangan atau Bahtsul masail ( lembaga pemimipin NU ) : aurat wanita selain wajah dan telapak tangan. Atu bila anda serius beli bukunya Himpunan Putusan Tarjih ( HPT) Muhammadyah. Saya beli di kantor pusat muhammadyah cik di tiro yogyakarta.

    Semua yang saya sebutkan mengenai budaya sang Imam ada gak di Alquran . Jelas tidak ada . Karena ajaran islam membentuk ORANG SHOLEH

    Ali Imran 3.114. Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang baik (makruf) , dan mencegah dari yang jahat (munkar )dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk ORANG ORANG YANG SHOLEH .

    Orang yang beriman dan SELALU BERBUAT KEBAIKAN DAN BERBUAT KEBAJIKAN ( amal sholeh) TERHADAP ORANG LAIN . Inilah ajaran Islam . Orang sholeh disebut 131 ayat , keawajiban beramal sholeh disebut 91 ayat. Menuntut ilmu 42 ayat.

    Al baqarah 2. 82. “Dan orang-orang yang beriman serta BERBUAT KEBAJIKAN (beramal saleh) , mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

    Keharusan berilmu tinggi agar tinggi derajatnya

    Al Mujadilah 58:11 ...... Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ILMU PENGETAHUAN beberapa derajat. ...

    BalasHapus
  93. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  94. Itulah ajaran ajaran yang JELAS DISEBUT ALQURAN. Yang bersifat karakter , kemampuan pribadi , BUKAN TAMPAK LUAR. karena tampak luar itu tergantung LINGKUNGAN , BUDAYA dimana dia tinggal. Tapi sekarang umat islam sibuk menilai orang dari luarnya. SEMAKIN ARAB SEMAKIN SHOLEH. Jilbab semakin menutupi tubuh semakin sholeh . Semakin tidak mau bersalaman semakin sholeh. Tidak mengkoleksi patumg lukisan semakin sholeh. Memanggil pak menjadi abi , ibu jadi umi. Dirumah , musik pop diganti hadroh . Dan bangsa kita semakin dan semakin Arab. Padahal agama kita menyarankan jujur , bebrbuat baik. Silahkan ketik : Negara terkorup Indonesia , padahal hajinya terbanyak , jutaan orang , penduduk muslim 200 an juta. Bandingkan Negara terbersih tidak ada korupsinya malah negara Selandia baru , jepang , Singapura.Silahkan cari di google. Kita semakin jauh dari ajaran Alquran yang mengajarkan kejujuran , kebaikan pada orang lain.

    Kita sedang prihatin lo mas kondisi umat Islam kita dibanding mereka. Apalagi negara negara Arab / Timur Tengah yang pemduduknya sekarang mewajib kan budaya ulama Mazhab , seperti yang anda sarankan , malah porak poranda. sebut saja Yaman , irak , suriah , mesir , Afghanistan , . Minggu kemarin ada bom meledak 80 orang mati , ngeri saya. Budaya mereka yang hebat di tinggalkan dan sejak 1979 berubah seperti iran. silahkan melihat negara negara itu saat kekhalifahan persia dan ottoman. google ketik : Persian woman classic dan Levni painting ottoman. Sebaliknya sekarang jepang , korea , Taiwan negara negara yang makmur dan sejahtera itu , tidak ada ledakan ledakan bom seperti di negara timur tengah. Marilah kita fokus lagi terhadap ajaran utama Alquran ini , biarlah budaya dimaknai seperti sewajarnya. Silahkan yang mau memakai kimono , hanbok , jilbab tutup wajah , atau hanya wajah dan telapak tangan saja yang tampak . Silahkan saja......Memang tidak ada batasan tentang aurat.

    ” TIDAK MENUNJUKKAN BATAS AURAT YANG WAJIB DITUTUP MENURUT HUKUM ISLAM dan menenyerahkan kepada masing masing individu menurut situasi ,kondisi dan kebutuhan “
    (Kesimpulan Forum Pengkajian Islam dalam diskusinya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada bulan maret 1998). (5:166).

    Di cuplik dari buku Prof. DR. Qurais Shihab Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan kontemporer : jilbab pakaian wanita Muslimah hal. 166. Silahkan baca bukunya.

    Terima kasih mas Ain Doery anda telah berdiskusi dengan saya secara sopan dan santun . Inilah yang dikehendaki AGAMA ISLAM. Bukan caci maki.

    Wallahu a'lam bishowab. Hanya Tuhanlah yang mengerti jawaban yang sebenar benarnya.

    BalasHapus
  95. (diluar topik) sekedar contoh pemahaman #kontekstual » Pusat Islam Sunni » Grand Mufti Al Azhar Mesir: Syaikh Ali Goma'ah - Penjelasan mengapa di Zaman ini tidak dapat Laksanakan Hudud https://youtu.be/kcK288Jxrao

    sepengetahuan saya, Buya HAMKA dan Quraish Shihab juga berpendapat senada #cmiiw

    BalasHapus
  96. dan sepertinya ... (dalam hal yg lain) Mayoritas Umat Islam Indonesia pun telah di-kafir-kan, termasuk FPI » Habib Rizieq - NU & FPI Bersatu sebagai Rumah ASWAJA Cegah Missionaris Madzhab https://youtu.be/PIsmCktDqpc

    BalasHapus
  97. Pak dokter, saya lihat anda tidak menjawab pertanyaan sdr. Ain Doery19 Agustus 2015 08.46.

    Gambar arca dibawah ini adalah busana wanita yang dahulu kala dikenakan di Nusantara.
    https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/35/Suhita.jpg

    Dan busana topless itu dahulu kala juga dikenakan di Bali, Kalimantan dll. so, apakah karena kekhawatiran anda akan hilangnya budaya Nusantara maka sekarang para wanita di Indonesia harus kembali berbusana topless untuk menghidupkan kembali budaya asli Nusantara???

    BalasHapus
  98. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  99. Pembahasan bapak memang aneh, berkampanye "Pluralisme Kebenaran" tentang jilbab, namun bapak sendiri membuat "klim pembenaran" dan menganggap salah kebenaran lain. Gak usah ngotot gitu kali pak, kalau emang jilbab itu masalah khiafiah (kalau khilafiah). Kritik ini sering saya lontarkan pedas pada orang liberal (mereka menyandang gelar liberal namun hakekatnya radikal pemikiran).

    Asal bapak tahu, saya bisa MEN-SKAK penapat bapak hanya dengan satu kalimat, "Terus yang tidak menurut aurot itu siapa?" dari RIBUAN KALIMAT DI ATAS.

    Kalau bapak berani BERDEBAT DENGAN SAYA, silahkan kunjungi facebook di sini.

    Berbialog di blog itu tidak efektif, lebih efektif via inbox.

    BalasHapus
  100. Pembahasan bapak memang aneh, berkampanye "Pluralisme Kebenaran" tentang jilbab, namun bapak sendiri membuat "klim pembenaran" dan menganggap salah kebenaran lain. Gak usah ngotot gitu kali pak, kalau emang jilbab itu masalah khiafiah (kalau khilafiah). Kritik ini sering saya lontarkan pedas pada orang liberal (mereka menyandang gelar liberal namun hakekatnya radikal pemikiran).

    Asal bapak tahu, saya bisa MEN-SKAK penapat bapak hanya dengan satu kalimat, "Terus yang tidak menurut aurot itu siapa?" dari RIBUAN KALIMAT DI ATAS.

    Kalau bapak berani BERDEBAT DENGAN SAYA, silahkan kunjungi facebook di sini.

    Berbialog di blog itu tidak efektif, lebih efektif via inbox.

    BalasHapus
  101. Terima kasih atas kunjungannya mas Jean.

    Baiklah saya akan menjawab pertanyaan mas ain doery dengan cara yang lain . Tapi sebelumnya kita harus mengerti dulu tentang konsep Islam.

    Dalam realitas kehidupan ( ulama dulu menyebutnya ayat kauniyah : ucapan / firman Tuhan yang tidak tertulis) , kita senang mempunyai tetangga atau teman yang BAIK , SELALU BANYAK berbuat KEBAIKAN pada sekeliling nya . Kita tidak peduli apakah memakai jilbab , kebaya , hanbok , kimono. Bahkan bila kita di Bertetangga dengan orang DAYAK (saya pernah bertugas di kalimantan ) maupun PAPUA yang pakaiannya minim- pun kita senang bila merekapun sering menolong tetangga , menolong saat kita kesusahan. Tidak ada perang , kerusuhan semua baik , saling menghormati.
    Pendek kata apapun PAKAIAN dari suku/ bangsa mana dia berasal YANG PALING PENTING HATINYA BAIK , KARAKTER NYA BAIK.

    SEBALIKNYA KITA paling BENCI dan sebal bila , bila tetangga kita BERBUAT KEJAHATAN , BERTINGKAH MENYUSAHKAN ORANG , MENIPU , MENCURI . Walaupun berpakaian jilbab , jilbab model tertutup semua , berkebaya , kimono hanbok dst nya.

    Demikian pula TUHAN , dalam Alquran ( Ayat QAULIYAH : ucapan Tuhan / firman Tuhan yang tertulis , kemudian diserap menjadi bhs Indonesia menjadi kuliah ) pasti menghendaki demikian juga. Alquran menghendaki agar kita menjadi ORANG YANG BAIK / ORANG SALEH. Dan pakaian pun sesuai pembawaan dari sukunya. Orang saleh seperti inilah yang masuk surga.

    Ali Imran 3.114. Mereka PERCAYA ( BERIMAN ) kepada Tuhan /Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang BAIK (MAKRUF) , dan mencegah dari yang JAHAT ( MUNKAR) dan bersegera kepada MENGERJAKAN PELBAGAI KEBAIKAN/ KEBAJIKAN ; mereka itu termasuk ORANG ORANG YANG SALEH.

    Ar Rad 13. 23.” (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan ORANG ORANG YANG SALEH dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu..”

    Lalu bagai mana tentang PEMBAWAAN SESEORANG yang di besarkan dari suku/ bangsanya di pelosok tanah air yang tentunya berkaitan dengan ADAT / BUDAYA dimana dia dilahirkan dibesarkan , termasuk MODEL/ CARA BERBUSANA/BERPAKAIAN ?

    “Katakanlah (Muhammad), " Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra 17:84)

    Kemudian , pada seorang wanita , bagian anggota tubuh mana yang boleh ditampakkan? Konteksnya dimana dulu ....Pada rapat sekolah SMA , dulu jaman saya 1970 an , para wanita memakai ROK , yang memperlihatkan LUTUT KEBAWAH . Tapi bila dia memakai celana pendek , YANG MEMPERLIHATKAN PAHA seperti ketika SEDANG OLAH RAGA. Hal ini TIDAK SOPAN , karena saat rapat seperti ini , anggota badan PAHA itu TIDAK BIASA TAMPAK. Sedang ketika berolah raga SEMUA SISWI memakai calana pendek , dan PAHA anggota badan yang biasa tampak , HAL INI TIDAK MASALAH , SOPAN SOPAN saja. AYAT KAUNIYAH / REALITAS KEHDUPAN menghendaki kita SOPAN.

    Lalu bagaimana dengan AYAT QAULIYAH/ALQURAN ?...tentu saja sama. KARENA KEDUANYA ADALAH CIPTAAN-NYA.

    AN NUR 31 : “.. janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali anggota badan yang (biasa) nampak dari mereka..”

    KLOP... REALITAS KEHIDUPAN dan ALQURAN

    BalasHapus
  102. Sedang " ajaran seluruh tubuh harus tertutup KECUALI WAJAH dan TELAPAK TANGAN adalah AJARAN PARA ULAMA MAZHAB SYAFII. Para ULAMA INI adalah para pria yang berasal DARI ARAB/ TIMUR TENGAH yang berpakaian MODEL JILBAB SEPERTI MUKENA , SAAT SEORANG WANITA SHALAT yang hanya tampak WAJAH dan TELAPAK TANGAN. Tentu saja mereka menafsirkan An Nur 31 diatas , Yang boleh/ biasa tampak adalah WAJAH dan TELAPAK TANGAN.

    PISAHKAN ajaran Tuhan dan ajaran manusia. Ajaran TUHAN untuk seluruh umat manusia , ajaran manusia TERKAIT BUDAYA sang MANUSIA ITU SENDIRI.

    Ulama kita dulu , menafsirkan An Nur 31 , yang biasa tampak RAMBUT , TELINGA , LEHER SEBAGIAN LENGAN DAN KAKI . Sehingga mau dikucir rambutnya , digelung , di sasak oke oke saja. YANG paling utama , BERBUATLAH JUJUR , BAIK KEPADA ORANG LAIN , baik yang SEAGAMA maupun yang KEPADA YANG TIDAK SEAGAMA. Yang sesuku maupun tidak sesuku. Kehidupan nyaman , damai inilah tujuan Islam. Karena ISLAM artinya DAMAI.

    Ulama kita dulu , yang berprofesi sebagai dosen AGAMA ISLAM , lulusan S1, S2, S3 , doktor dalam bidang hukum Islam , tafsir Alquran , hadis dari berbagai lulusan dari dalam dan luar negeri , berkumpul mengadakan seminar. Berpuluh dosen yang memang ahli dan menguasai di bidangnya itu , membuat kesimpulan :

    ” TIDAK MENUNJUKKAN BATAS AURAT YANG WAJIB DITUTUP MENURUT HUKUM ISLAM dan menenyerahkan kepada masing masing individu menurut situasi ,kondisi dan kebutuhan “
    (Kesimpulan Forum Pengkajian Islam dalam diskusinya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada bulan maret 1988). (5:166).

    Al Ahzab 59 dan AN nur 31 dipandang sebagai ayat yang terkait dengan SEJARAH , bukannya mewajibkan jilbab. Hadis , karena baru di tulis 100 tahun setelah meninggalnya NABI , dianggap tidak dapat dipakai sebagai pegangan hukum. Para ilmuwan kita itu mengabaikan hadis hadis yang mewajiban jilbab . Bila anda tidak punya bukunya , slahkan ketik google : jejak sejarah pelarangan hadis.

    Mas Ain doery dan mas jean ketika kita bicara orang papua yang berpakaian minim , kita harus ingat mereka JUGA ORANG SEPERTI KITA. Mereka itu HOMO SAPIEN , homo : manusia , sapiens : bijaksana , cerdas. Termasuk anda , saya , mas Doery , orang Sulawesi , Kalimantan , Sumatera , Eropa, Afrika , Arab , China , Korea dan semua bangsa di dunia ini . Yang berarti bahwa kita semua mempunyai kecerdasan, IQ , kita mempunyai NEOCORTEX terutama di Lobus Frontalis . Tempat inilah pusat BUDAYA MANUSIA punya perasaan berkelompok , berempati pada orang lain , mempunyai sopan santun , tata cara , MALU , respek pada orang lain, berempati pada orang lain , inilah tempat kepribadian kita . Pendek kata semua orang normal terlahir sudah ada dalam dirinya sifat sifat seperti itu ( BUILT-IN CONTENTS) . Hewan , mamalia , reptil apalagi serangga tentu saja TIDAK MEMPUNYAI ini . Sehingga sehari hari kita tidak pernah melihat kambing , sapi , kucing yang bercelana , karena mereka tidak punya neocortex ini di lobus frontalis ( bagian otak yang paling depan). TEMPAT BUDAYA MALU dan nilai nilai luhur manusia lainnya , seperti menolong orang dan lainnya. Anda tahu Bill gates , walapun tak beragama tapi beliau mendonasikan , menyumbang uang milayaran dolar kepada negara negara miskin. Perilaku ini memang sudah built in contents , bawaan dari lahir , cuma berkembang atau tidak tergantung apa yang di DENGAR dan apa yang di LIHAT ( radio , tv , bacaan dll)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak dokter menulis
      [[[Mas Ain doery dan mas jean ketika kita bicara orang papua yang berpakaian minim , kita harus ingat mereka JUGA ORANG SEPERTI KITA. Mereka itu HOMO SAPIEN , homo : manusia , sapiens : bijaksana , cerdas.
      Termasuk anda , saya , mas Doery , orang Sulawesi , Kalimantan , Sumatera , Eropa, Afrika , Arab , China , Korea dan semua bangsa di dunia ini . Yang berarti bahwa kita semua mempunyai kecerdasan, IQ , kita mempunyai NEOCORTEX terutama di Lobus Frontalis . Tempat inilah pusat BUDAYA MANUSIA punya perasaan berkelompok , berempati pada orang lain , mempunyai sopan santun , tata cara , MALU , respek pada orang lain, berempati pada orang lain , inilah tempat kepribadian kita . Pendek kata semua orang normal terlahir sudah ada dalam dirinya sifat sifat seperti itu ( BUILT-IN CONTENTS) . Hewan , mamalia , reptil apalagi serangga tentu saja TIDAK MEMPUNYAI ini . Sehingga sehari hari kita tidak pernah melihat kambing , sapi , kucing yang bercelana , karena mereka tidak punya neocortex ini di lobus frontalis ( bagian otak yang paling depan). TEMPAT BUDAYA MALU dan nilai nilai luhur manusia lainnya , seperti menolong orang dan lainnya. ]]]


      Pak dokter, saya tahu bahwa manusia itu umumnya mempunyai rasa malu jika terlihat apa yang di yakininya aurat bagi dirinya, tapi batas-batas aurat itu bagaimana? Untuk kaum nudis batas-batas auratnya dimana? Dijaman hellenism berpengaruh di Eropah dan sekitarnya menjadikan tubuh manusia adalah keindahan tertinggi maka itu telanjang dalam seni, pemandian dan olah raga semuanya diterima bahkan diharapkan. Pengaruh ini masih bisa dirasakan sekarang, cobalah anda keruang ganti swimming pool dinegeri barat terutama dinegara Eropa ba rat. Atau cobalah ke pantai di P. Bali, apakah karena mereka berbuat baik, menambah lapangan kerja bagi penduduk maka NEOCORTEX terutama di Lobus Frontalis tempat pusat BUDAYA anda menerima mereka yang telanjang dada???

      Di sebagian negara Afrika wanita telanjang dada itu diterima, di India perut terbuka diterima, dll. jelas dari pandangan manusia batas-batas aurat itu relatif, so, apakah menurut anda batas-batas aurat ini tidak ada standartnya? Apakah menurut anda tidak ada aturan tentang batas-batas aurat dalam Islam?

      Begini saja, bagaimana jika anda sekeluarga ke pedalaman Papua dan lalu anda memakai koteka, isteri dan anak perempuan anda juga hanya memakai skirt yang terbuat dari rajutan daun sagu ?? Tentunya anda cs. tidak usah merasa malu apabila menurut anda apa yang anda cs. kenakan itu diterima budaya setempat. Yang penting berbuat baik terhadap sesama, maksud anda begitu bukan?

      [[[Anda tahu Bill gates , walapun tak beragama tapi beliau mendonasikan , menyumbang uang milayaran dolar kepada negara negara miskin. Perilaku ini memang sudah built in contents , bawaan dari lahir , cuma berkembang atau tidak tergantung apa yang di DENGAR dan apa yang di LIHAT ( radio , tv , bacaan dll)]]]

      Sorry comment anda yang ini OOT mas. Saya lihat anda berusaha mengkaitkan perbuatan dengan pemakaian jilbab, bisa saja orang memakai jilbab melakukan perbuatan jahat, tapi bukan berarti orang itu menjadi jahat karena memakai jilbab, atau pemakai jilbab itu pasti bebuat jahat, yang salah adalah perbuatan/ kelakuan pemakai jilbab itu, bukan jilbab yang dikenakannya.

      Dalam Quran tercatat perintah
      208 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
      (QS. al-Baqarah : 208)


      208 Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

      So, jika seorang muslimah yang berbusana Islami tapi perbuatannya/ kelakuannya tidak Islami, maka dia belum menjalankan Islam secara kaaffah begitu juga , jika seorang muslimah perbuatannya/ kelakuannya Islami tapi pakaiannnya tidak Islami, maka dia belum menjalankan Islam secara kaaffah.

      Hapus