Senin, 10 Maret 2014

Tafsir Al Ahzab 59 dan An Nur 31 : Jilbab tidak wajib

Al-Qur'an Rahmatan lil 'Alamin dan Tuhan adalah Sang Maha Adil. Tuhan sangat menyayangi seluruh alam semesta, semua makhluk ciptaannya, semua bangsa, semua suku, semua manusia diseluruh dunia. Tuhan pun Maha Adil, itu berarti Tuhan selalu bersikap adil terhadap semua ciptaannya tanpa memihak, atau mengistimewakan salah satu diantara ribuan suku bangsa yang ada didunia ini. Tafsir Al-Qur'an yang merupakan mukjizat bagi makhluk semesta alam pun harus berlandaskan dan berbasis pengertian adil dan Tuhan yang menyanyayangi semua umatnya ini. Sehingga hasil tafsir Al-Qur'an seharusnya dapat membuat semua manusia dan seluruh mahluk lainnya tersenyum bahagia, merasa senang akan tafsir yang adil, tidak itu saja, bahkan tafsir tafsir tersebut dapat menginspirasi dan memajukan kesejahteraan manusia itu sendiri.

“Katakanlah (Muhammad), " Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra 17:84)

Pembawaan disini berarti adat pembawaan kita sehari-hari dari lahir yaitu pandangan-pandangan dari suku bangsa kita berasal , hal ini bisa mengenai pakaian, kebiasaan, perilaku ,pandangan hidup, kepercayaan dan lain sebagainya.

Seharusnya dengan tiga buah pernyataan ; Al-Qur'an Rahmatan lil 'Alamin , Tuhan adalah Sang Maha Adil dan ayat Al-Isra 17:84 diatas tentang pengakuan Tuhan tentang boleh nya adat istiadat ( termasuk model pakaian adat masing-masing ) semua suku bangsa di dunia, kita sudah paham bahwa jilbab sebagai pakaian adat bangsa Arab / Timur Tengah tidak diwajibkan dipakai oleh suku bangsa lain di bagian dunia lain, yang pembawaannya ( adat istiadatnya ) tentu sangat berbeda.
Bila kemudian ulama sekarang sejak tahun 1980an menafsirkan dua buah ayat (Al Ahzab 59 dan An Nur 31), yang hasilnya bertentangan dengan prinsip dasar diatas, yaitu mewajibkan budaya sebuah Bangsa ( Arab /Timur Tengah ) yaitu berupa pakaian adat jilbab, tentulah hal ini pasti sebuah kesalah pahaman. Karena sangatlah tidak mungkin Tuhan Allah swt akan berkata ( berfirman ) di ayat lain berkata begini , di ayat lain berkata begitu. Bila terjadi ketidak harmonisan pada ayat-ayat di Alquran , tentu kita sebagai manusia-lah yang tidak dapat memahaminya. Kita sebagai manusia harus dan hanya dapat berkata Wallahu A’lam bishawab : hanya Tuhanlah yang mengetahui jawaban yang sebenarnya.

                         ULAMA TEKSTUAL DAN ULAMA KONTEKSTUAL

Sebelum membahas tentang kontroversi ayat Al Ahzab 59 dan An Nur 31 , ada baiknya kita memahami dahulu perbedaan antara ulama tekstual dan ulama kontekstual. Ada seorang dokter berkata pada pasiennya bahwa tidak baik meminum yang manis2. Pasien lain yang berada di luar ruangan mendengar ucapan tersebut langsung melakukan anjuran dokter tersebut, tanpa mengetahui bahwa ucapan itu dikatakan dalam konteks , berbicara pada pasien penderita penyakit gula , padahal untuk pasien diluar yang bukan penderita penyakit gula, manis bukanlah hal yang terlarang.Demikianlah ulama tekstual memahami Al’Quran dan Hadits Nabi tanpa melihat konteks atau sebab2 sejarah turunnya ayat tersebut, sehingga mereka saling bersilang pendapat. Saya pernah membuat eksperimen dengan para mahasiswa Kedokteran dari Universitas yang berbasis Islam berjumlah 60 0rang , dengan menyuruh mereka menterjemahkan Surah Yasin 8-10.

Surah Yasin (36: 8), ” Sesungguhnya kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka ( diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.
Surah Yasin (36:9), ” Dan kami adakan di hadapan mereka dinding (pula), dan kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
Surah Yasin (36:10), ” Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka , mereka tidak akan beriman”.

Hasilnya sungguh beraneka ragam dan mungkin agar menjadi menarik saya meminta anda juga menerjemahkan menurut versi anda juga.
1.Penggambaran seseorang di neraka, yang tidak mematuhi perintah Allah swt.
2.Menggambarkan seseorang yang tidak bisa diberi petunjuk.
3.Penggambaran orang terbelenggu di neraka.
4. menurut versi anda….

Hasil interpretasi berdasarkan teks diatas inilah yang disebut interpretasi tekstual. Dalam sehari hari , kita paling sering menjumpai ulama tekstual seperti ini. Jadi hanya mengira2 saja berdasarkan teks2 yang ada .Sedangkan ulama kontekstual berdasarkan pertimbangan sejarah turunnya ayat tersebut. Jadi Alquran ayat2nya juga berisi sejarah yang terjadi di masa Nabi .Beberapa ayat Al Qur’an memang turun karena beberapa peristiwa yang terjadi saat itu. Kejadian2 itu dicatat dalam kitab tersendiri yaitu Kitab Asbabun Nuzul, atau kitab yang mencatat sebab2 turunnya suatu ayat (buku ini banyak di jual di toko2 buku). Ibnu Taimiyyah ( Lahir di Bagdad 22 januari 1263, more info ketik google:biografi Ibnu Tamiyah) mengemukakan , bahwa mengetahui asbabun nuzul suatu ayat al-Quran dapat membantu kita memahami pesan-pesan yang dikandung ayat tersebut. Lebih lanjut Syaikhul Islam itu menambahkan , pengetahuan ikhwal Asbabun Nuzul suatu ayat memberikan dasar yang kokoh dalam menyelami kandungan ayat tersebut( 1:V ). Kemudian para mahasiswa itu saya tunjukkan kejadian yang menjadi penyebab turunnya ayat tersebut (asbabun nuzul). Pembaca dipersilahkan untuk menilainya dibawah ini.

1. Dalam suatu riwayat dikemukakan , ketika Rasulullah saw, membaca surah 32 as-Sajdah dengan nyaring, orang2 Quraishy merasa terganggu. Mereka bersiap2 untuk menyiksa Rasulullah saw, tapi tiba2 tangan mereka terbelenggu di pundak2nya dan mereka menjadi buta sama sekali. Mereka mengharapkan pertolongan Nabi saw dan berkata : ” kami sangat mengharapkan bantuan tuan atas nama Allah dan atas nama keluarga .” Kemudian Rasulullah saw berdoa dan merekapun sembuh. Namun tak seorangpun dari mereka yang beriman . Berkenaan dengan peristiwa tersebut , turunlah ayat2 tersebut. ( QS 36 Yasin 1-10) Diriwayatkan oleh abiu Nu’aim di dalam kitab ad-dala-il, yang bersumber dari Ibnu ’Abbas. (1)

2. Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Abu Jahl berkata ; ” Sekiranya aku bertemu dengan Muhammad , pasti aku akan berbuat (mencelakainya).” Ketika Nabi Muhammad berada disekitar Abu Jahl, orang2 menunjukkan bahwa Muhammad berada disisinya. Akan tetapi Abu Jahl tetap bertanya2:” mana dia ? ” karena tidak dapat melihatnya. Ayat ini (QS 36 Yasin 8-9) turun sebagai penjelasan bahwa pandangan Abu Jahl saat itu ditutup oleh Allah sehingga tidak dapat melihat Muhammad. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ’Ikrimah. (1)

                  EMPAT PERBEDAAN PARA SAHABAT DAN ULAMA SEKARANG

Ada empat perbedaan mengapa dulu , pada jaman sahabat dan Kekhalifahan di Persia , ulama dulu, jilbab tidak diwajibkan tetapi ulama sekarang berpendapat jilbab wajib. Hal ini karena khalifah dan ulama dulu menafsirkan ayat berdasarkan konteks turunnya ayat Al Ahzab 59 dan An Nur 31. Sedang ulama sekarang adalah ulama tekstual , karena pada ayat tersebut menyebut kata jilbab , kerudung .

A. Perbedaan pertama .

Makna Al Ahzab 59 : Jilbab, pakaian pembeda antara muslim dengan budak.

Para ulama kita yang tekstual biasanya mengartikan Al Ahzaab 59 sebagai wajibnya jilbab , karena menyebutkan kata-kata diwajibkan jilbab
(QS 33 Al-Ahzaab : 59) “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan wanita orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak mudah diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha Penyayang.” ...( suatu kalimat Sejarah yaitu suatu kailmat yang berhubungan dengan situasi kejadian saat itu yang menimpa umat Islam .pen )
Para Ulama kontekstual menafsirkan ayat ini berdasarkan sejarah, Asbabun Nuzul ( sebab-sebab turunnya ayat ini) pada situasi saat itu.
JILBAB BUKAN PRODUK AGAMA ISLAM
JILBAB PRODUK NENEK MOYANG BANGSA ARAB
                                                                                        
Wajib jilbab di kerajaan Assyria 1075 SM

Jauh hari , ribuan tahun sebelum turunnya Islam pada Tahun 600 M ( abad ke 6 M) di Arab Saudi, Jilbab telah dipakai meluas di kawasan Timur Tengah. Kerajaan Assyria ( lihat profile kerajaannya : google : Kerajaan Assyria ) pada tahun 1075 SM membuat undang – undang yang dikenal sebagai The Assyrian Code . Tertulis dalam Hukum Assyrian (. Google ketik: Assyrian code Fordham univ. Lihat I.40) : Pelacur tidak boleh berjilbab. Driver dan Miles dalam bukunya “the Assyrian Law” lebih lengkap menulis : wanita bangsawan , wanita merdeka harus berjilbab dan budak tidak boleh berjilbab (7:44-46). Pencitraan jilbab sebagai pakaian wanita terhormat ( wanita bangsawan dan wanita merdeka harus memakainya) dan pakaian wanita suci ( pelacur dan budak tidak boleh memakainya) di mulai dari sini. Karena di undangkan, yang melanggar akan dikenai sangsi, otomatis pakaian ini akan dikenakan turun temurun dari ibu ke anak . dari anak ke cucu , dari cucu ke cicit seterusnya sampai ke anak cucunya yang menyebar ke Jazirah Arab sampai hampir 1500 tahun kemudian pada saat hidup Nabi dan para sahabat. Demikianlah akhirnya pakaian jilbab menjadi simbol pakaian yang dianggap suci , terhormat ,bergengsi, bermartabat itu , menjadi pakaian adat mereka. Kemudian akhir-akhir ini jilbab diangkat sebagai tuntunan Islam atau yang dikenal sebagai Islami.Sebuah kesalah pahaman yang harus diluruskan , karena jilbab produk masyarakat Arab bukan produk agama Islam.

                                “ Pencitraan jilbab yang suci dan terhormat dimulai dari sini”.

                Assyria/Persia                   Kristen            Islam                            Sekarang
                         I ------------------------I--------------I------------------------I
                 1075 SM                               0                 600 M                          2013 M
Gbr 1         Gbr 2           Gbr 3
Sumber gambar 1 : Google Images : Assyrian Empire
Sumber gambar 2 : Google : Assyrian Ancient Tablets Decodes
Sumber gambar 3 : Google : veil arab woman

Keterangan : Gambar 1. Warna hijau , Daerah Kekuasaan kerajaan Assyria 1075 SM yang pengaruhnya menyebar ke Arab Saudi kuno. 2. Contoh batu bertulis berisi Undang-undang kerajaan Assyria. Gambar  3 : contoh model-model jilbab pakaian adat Bangsa Arab/Timur Tengah.

Sebuah peristiwa yang sangat penting terjadi :

Asbabun Nuzul (sebuah peristiwa penyebab turunnya ayat ) Al Ahzaab 59 : Istri Rasullulah pernah keluar malam untuk buang hajat (buang air). Pada waktu itu kaum munafikun mengganggu dan menyakiti istri Rasulullah tersebut. Hal ini diadukan kepada Rasulullah SAW, sehingga Rasulullah pun menegur kaum munafikun. Tetapi mereka menjawab, “Kami hanya mengganggu hamba sahaya (budak).” Turunnya ayat ini (QS 33 Al-Ahzaab : 59) sebagai perintah untuk berpakaian tertutup agar kaum Muslimah berbeda dari para budak. Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d, di dalam kitab Ash-Thabaqat yang bersumber dari Abu Malik (8).

NABI DAN PARA KHALIFAH BERLANDASKAN AN NUR 31 ULAMA SEKARANG AL AHZAAB 59 

Pengaruh Undang-undang di Assyria tahun 1075 SM dalam Hukum Assyrian ( Google ketik: Assyrian code Fordham univ. Lihat I.40) : Pelacur tidak boleh berjilbab. Driver dan Miles dalam bukunya “the Assyrian Law” lebih lengkap menulis : wanita bangsawan , wanita merdeka harus berjilbab dan budak tidak boleh berjilbab (7:44-46) masih terasa pengaruhnya sampai semasa hidup nabi hampir 1600 tahun kemudian. Para wanita Bangsawan yang berjilbab ini, adalah istri pejabat tidak ada yang berani mengganggu. Sampai jaman sekarangpun tidak ada orang yang berani mengganggu para bangsawan / istri pejabat. Umat Islam saat itu , walaupun termasuk wanita merdeka mereka tidak berjilbab . Oleh karena tidak berjilbab itulah mereka dikira budak yang dapat diperlakukan seenaknya. Turunnya ayat itu bertujuan agar umat Islam yang sudah menjadi wanita merdeka itu , dapat dibedakan dengan budak ,”Itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak mudah diganggu” ( penggalan Ayat Al Ahzab diatas) demikian maksud ayat itu , bukannya untuk menyuruh memakai jilbab ( bandingkan juga kalimat pada ayat ini dengan kalimat di Korintius 11:5-6 pada halaman selanjutnya ). Karena wanita muslim saat itu memang wanita merdeka yang berhak mendapat perlindungan dari Sang Nabi ,yang ketika itu menjadi semacam Gubernur di Madinah. Dengan memakai jilbab , para pemuda iseng tidak ada yang berani mengganggu lagi. Karena dengan memakai jilbab sudah pasti bukan kaum budak yang bisa diperlakukan se-enaknya. Tetapi yang menjadi masalah adalah , ayat ini disalah pahami sebagai sebuah ayat yang mewajibkan untuk berjilbab ( google ketik : Al Ahzaab 59 jilbab wajib) , padahal ini adalah sebuah ayat bernuansa sejarah yang berkaitan dengan kondisi sosiopolitik di Madinah saat itu . Hal ini sungguh berbeda dengan para sahabat ( yang tentu sepengetahuan Nabi ) saat itu yang bersandar pada penggalan ayat An Nur 31.

”.. janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (biasa) nampak dari mereka.” (...pembahasan di halaman selanjutnya ).

Kekeliruan pengambilan acuan ayat Al Ahzab yang bersifat sejarah , tetapi kemudian dipakai untuk mengatur pakaian seorang muslimah , tentu saja menimbulkan kekacauan. Pertengkaran kedua ulama dibawah ini sebagai ilutrasinya.

ACUAN PADA AL AHZAB 59 MENYEBABKAN PERTENGKARAN PARA ULAMA

Allah maha adil dan bijaksana tentu hasil dari aturannya yang berupa ayat Alquran akan ditafsirkan umat manusia akan memberi dampak kerukunan , kedamaian dan hidup harmonis . Bila terjadi penafsiran diantara umat apalagi para ulama besar yang dianggap paling pandai menafsirkan sebuah ayat , tetapi hasilnya malah menimbulkan pertengkaran , tentu terjadi sesuatu yang kesalahan tafsir. Pertengkaran dua ulama hebat karena kedalaman keilmuannya antara Syaikh Hammud At-Tuwaijiri dan Syaikh Al Albani ( anda dapat mencarinya sendiri di google ) dibawah ini dapat menjadi pelajaran untuk kita , bahwa masing-masing suku/bangsa mempunyai auratnya sendiri-sendiri .Karena kedua beliau-beliau ini saling menyalahkan pihak lain dari kacamata budaya nya masing-masing. Kejadiannya hampir serupa tapi tidak sama di Indonesia sekarang , karena sejak ribuan tahun yang lalu rambut dimasyarakat kita bukan termasuk aurat ( sesuatu yang tidak layak diperlihatkan ke masyarakat umum) seperti halnya ( ma’af) payudara , bokong , pusar dan lain sebagainya. Umat Islam di Indonesia , hanya ikut-ikutan dengan pendapat para ulama kita yang terpengaruh –para guru mereka di Arab Saudi / Timur Tengah , yang menganggap bahwa rambut termasuk anggota badan yang tidak layak diperlihatkan ( rambut termasuk aurat ). Buktinya adalah sehari-hari kita tidak risih melihat para wanita di televisi atau dalam kehidupan sehari-hari yang terlihat rambutnya. Ini tentu berbeda sekali bila kita melihat wanita yang terlihat payudara atau pusarnya sebagai misal. Kita akan merasa risih , malu dan bermacam-macam perasaan lainnya.

                                     
(1)            (2)                 (3)                  (4)               (5)
                                   
Sumber gambar 1 : Cover buku “ Mendudukan polemik berjilbab” karangan Syaikh Nashiruddin Al Albani (6).
Sumber gambar 2 ,3 : Google Images : Veil Arab Woman
Sumber gambar 4,5 : Google Images : kebaya Dian Sastro

Perdebatan ini diambil dari buku “ Mendudukan polemik berjilbab” karangan Syaikh Nashiruddin Al Albani ( gbr : 1 ). Banyak dari kita umat Islam yang merasa bahwa model jilbab kita yang tampak wajahnya ( gbr : 3 ) adalah model jilbab yang paling benar. Hal ini sangat keliru , karena ada ulama hebat lain dari Arab Saudi , yang mengkritik model jilbab in karena dianggap belum menutup aurat semuanya...Nah.. Syaikh Hammud At-Tuwaijiri, dari adat seluruh tubuh adalah aurat ( gbr : 2 ) menyerang pendapat Syaikh Al Albani ( gbr:3 ) seperti model jilbab kita, dengan kata-kata : “Barang siapa yang membolehkan wanita membuka wajahnya, sebagaimana pendapat Albani, maka ia telah membuka lebar-lebar pintu tabarruj (bersolek berlebihan) dan mendorong kaum perempuan untuk melakukan perbuatan tercela sebagaimana yang dilakukan oleh kaum perempuan tanpa penutup wajah sekarang ini.” ( 6: 18 ) Bahkan ia mengatakan Syaikh Al Albani telah menyelewengkan ayat-ayat Allah dan menyimpangkannya (6: 71).. Tentu saja Syaikh Al Albani membalas menuduh Syaikh At Tuwaijiri-lah yang mempunyai sikap yang ekstrim dan fanatik (6: 45). Sambil mengutip sebuah hadist: “Barang siapa yang memanggil seseorang dengan kekafiran atau mengatakan, Hai musuh Allah! Padahal ia tidak demikian, maka hal itu akan kembali kepadanya.”(6:71) Tetapi bila kedua beliau ini mengikuti jejak para sahabat ( yang tentu dengan sepertujuan Nabi) mengacu ke penggalan An Nur 24 : 31 :

”.. janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (biasa) nampak dari mereka (wanita).”

masing-masing ulama dengan budayanya sendiri-sendiri itu sudah sesuai dengan Alquran. Karena di suku Syaikh Al Albani wajah adalah anggota badan yang memang biasa nampak , sebaliknya di budaya Syaikh At Tuwaijiri wajah tidak biasa nampak. Gejala menyalahkan orang lain tanpa menghormati pihak lain yang lain budayanya ini juga sudah menular dalam kehidupan sehari-hari kita. Sekarang karena hasil indoktrinasi para ulama di televisi , radio , ceramah-ceramah ibu arisan , banyak sekali orang menyatakan bahwa rambut adalah sesuatu yang tidak layak dipertontonkan ( termasuk aurat .
Gambar: 4 ,5 : Dian Sastro . Padahal bila kita mau sedikit berpikir dengan akal kita , rambut Dian Sastro diatas layak saja diperlihatkan ...apa yang salah?. Saya kemudian ingat tentang ancaman kemurkaanNYA bila kita tidak menggunakan akal kita
“...dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya “. ( Yunus 10 : 100 )

Lukisan-lukisan peninggalan kuno adalah artefak sejarah. Lukisan-lukisan ini bersifat jujur dan merupakan fakta kehidupan jaman kuno saat ajaran Islam belum terdistorsi. Peninggalan lukisan dibawah ini dapat memperlihatkan dengan jelas penerapan jaman Islam dulu. Para sahabat ( Abu Bakar , Umar , Usman dan Ali ) di tahun 700an dan para khalifah penggantinya yang berasal dari Negara Arab Saudi sekarang , tidak mewajibkan jilbab. Yakni ketika mereka mendudukkan Kerajaan Persia , yang pakaian wanitanya berbudaya rambut terlihat , seperti pakaian kebaya wanita Indonesia yang rambutnya terlihat. Dapat dipastikan bila beliau-beliau ini bila masih hidup dan melihat pakaian para wanita kita, mereka tidak akan mewajibkan jilbab. Sangatlah berkebalikan dengan para ulama kita , yang salah paham mengenai masalah jilbab ini , sehingga mewajibkan jilbab untuk bangsanya sendiri.
Gambar kiri : Penemuan lukisan dinding yang terkubur saat kekhalifahan Th 800an ,kira-kira 100 an tahun lebih, sejak dari meninggalnya sang Nabi. Tampak pada lukisan 2 gadis sedang menari, bukti Sahabat & khalifah tidak mewajibkan jilbab (1). Saat ini ulama besar pemberi fatwa Abu Yusuf ,tidak mewajibkan jilbab. ( Google ketik : Abu Yusuf ulama Khalifah Harun Al Rashid ).Gambar kanan : Lukisan ditemukan didaerah merah (selatan Damaskus), daerah kekuasaan Umar bin Khatab & Ali bin Abu thalib. Lukisan ini di era dinasti Abbasiyah(2).SETIAP SUKU BANGSA DIDUNIA BOLEH BERAGAMA ISLAM DENGAN PAKAIAN ADATNYA MASING –MASING
Setiap suku bangsa Auratnya berbeda-beda. “ Sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat “ : (Adz-Dzaariyat 51:8)
             
Wanita Asmat  Wanita Jawa Wanita Belanda Wanita Jepang Wanita Arab
Sumber gambar : Google Images : ketik semua judul diatas.
Sebelum membahas pakaian Jilbab lebih jauh ada baiknya kita memahami dulu konsep tentang Aurat. Aurat adalah suatu anggota badan yang tidak layak diperilhatkan kepada orang lain ( ind : tabu , Jawa : saru). Hal ini disebabkan karena selama ratusan tahun atau ribuan tahun yang lalu anggota badan itu tertutup. Masyarakat jawa memandang payudara, pantat , paha atas , pusar adalah aurat , memang di masyarakat ini anggota badan itu selalu tertutup. Tentu saja bila diperlihatkan yang melihat merasa risih ,malu dan orang yang terlihat pun akan malu sekali dan ini dianggap melanggar aturan kesopanan yang berat. Kebalikannya saudara-saudara kita , masyarakat Asmat di Papua tidak malu bila terlihat, karena semua anggota badan ini biasa terlihat. Demikian pula di masyarakat Arab /Timur Tengah , rambut karena biasa tertutup selama ribuan tahun , dianggap aurat dan bila terlihat akan dianggap sebagai melanggar kesopanan. Bagi masyarakat kita yang biasa melihat rambut wanita di TV dalam kehidupan sehari-hari , merasa aneh bila rambut dianggap aurat , disamakan dengan payudara dan anggota tubuh lainnya yang biasa tertutup.Firman Tuhan ini seharusnya sudah cukup jelas mengenai sahnya perbedaan-perbedaan kita bangsa-bangsa di dunia ini :
“Katakanlah (Muhammad), " Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra 17:84)
Pembawaan disini berarti adat pembawaan kita sehari-hari dari lahir yaitu pandangan-pandangan dari suku bangsa kita berasal , hal ini bisa mengenai pakaian, kebiasaan, perilaku ,pandangan hidup dan lain sebagainya.
Ada saudara kita yang muslim berpendapat bahwa yang terbaik adalah suku bangsa Arab termasuk tradisi-tradisinya , termasuk cara berpakaiannya. Kalau memang begitu, mengapa tidak diciptakan satu bangsa saja Bangsa Arab , sehingga dijamin hanya satu budaya saja di dunia ini . Bukankah Allah swt Maha Kuasa seperti dalam firmannya :
“Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu..” (QS. 11:118) 
Itu karena memang kita sengaja diciptakan beraneka ragam suku bangsa didunia, agar saling mengenal , saling bertegur sapa, bukannya kita harus seperti salah satu suku bangsa di dunia ini , seperti saudara-saudara kita orang Arab misalnya . Disini penulis bukan anti orang Arab, Jepang, China, Korea, Amerika, Eropa tapi penulis beranggapan semua suku bangsa di dunia ini setara . Penulis beranggapan , yang membuat mulia seseorang, bukan bangsanya , sukunya , warna kulitnya , pakaiannya berjilbab atau tidak tapi perilakunya baik atau tidak. Seperti dalam firmannya :
“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. ...” (Al Hujurat 13)
    Taqwa : Berperilaku baik karena merasa takut akan (hukuman) Allah.
B. Perbedaan kedua.
An Nur 31:
“Katakanlah kepada pria-pria mukmin : Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan hiasan (anggota badan) mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari mereka dan hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka atau wanita-wanita mereka atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat-aurat wanita dan janganlah mereka menghentakkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah , hai orang-orang mukmin supaya kamu beruntung.”
Sejenak kita kembali pada tulisan awal tadi, kewajiban memakai jilbab yang di sahkan undang-undang di Kerajaan nenek moyang bangsa mereka Kerajaan Assyria 1400an tahun sebelumnya ( 1075 SM) , menjadi pakaian tradisi bangsa mereka sampai anak keturunan mereka yang menyebar ke Arab Saudi . Untuk hal ini nanti, pada pembahasan selanjutnya kita dapat mengerti dan memahaminya. Ketika ayat An Nur 31 ini turun di Arab Saudi , para sahabat (dengan sepengetahuan Nabi Muhammad tentu) memahami aturan berpakaian wanita muslim adalah penggalan kalimat :
“.. janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali yang (biasa) nampak dari mereka..”
       Penulis akan menambahkan kalimat anggota badan” agar semakin jelas :
“.. janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali (anggota badan) yang (biasa) nampak dari mereka..” 
                                        JILBAB , ISLAMI ATAU ARABI....?
Bukti bahwa para sahabat mengacu pada penggalan An Nur 31 , pembaca dapat menilainya sendiri dari scanning asli dari catatan yang di buat hampir 700 tahun yang lalu, diambil dari buku Tafsir Ibnu Katsir III hal 489 (58). : penerbit Gema Insani Press ( more info google: Ibnu Katsir wikipedia) seorang ulama besar yang menjadi rujukan Ulama sekarang. Karyanya yang terbesar adalah Tafsir Alquran dimana tafsir ini dipakai hampir semua negara Islam , Arab Saudi dan termasuk Alquran yang berada di rumah anda ( terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia) .

Tentu saja pada budaya pakaian mereka , orang Arab / Timur Tengah , yang berwujud jilbab (lihat pakaian wanita Arab diatas) menurut penggalan An Nur 31 : “ anggota badan yang biasa nampak dari mereka (wanita)” atau “yang tampak darinya (wanita)” adalah wajah dan telapak tangan . Pada lembaran copy tafsir Ibnu Katsir diatas , tidak heran bila Ibnu Abbas menyatakan bahwa yang boleh tampak menurut penggalan An Nur 31 adalah wajah dan telapak tangan, karena memang Ibnu Abbas adalah seorang pria dengan suku bangsa Arab/Timur Tengah yang para wanita disukunya mempunyai pakaian adat seperti itu. Para sahabat lainnya seperti Qatadah ,Miswar bin Makhzamah ( 5:71) mengartikan dengan pendapat yang sama. Para ulama Mazhab Imam Malik bin Anas , Syafii, Hanafi, sebagai rujukan ulama kita sekarang , adalah juga bangsa Arab /Timur Tengah dan merasa sependapat dengan pendapat Ibnu Abbas ra. Hal ini karena mereka memang berasal dari bangsa yang mempunyai tradisi/ budaya Jilbab , tentu saja mereka mengartikan ayat An Nur 31 ini, berpendapat wajah . telapak tangan anggota badan yang boleh nampak, karena pada tradisi/ budaya jilbabnya , bagian tubuh ini biasa nampak.

Sebaliknya rambut adalah anggota badan yang termasuk aurat , karena anggota badan ini (anggota badan dikiaskan sebagai perhiasan.pen) selama ribuan tahun pada pakaian budaya ini tidak biasa nampak. Arti Aurat pada tradisi bhs jawa : saru , dalam bahasa Indonesia : tabu ) . Kalimat selanjutnya pada copy tafsir Ibnu Katsir diatas “...dan inilah pendapat yang dikenal oleh mayoritas Ulama”. Tentu saja hal ini sangat lumrah sekali, karena ulama yang menyatakan adalah ulama orang sana, orang Arab / Timur Tengah yang mempunyai budaya model jilbab seperti itu dan memang mereka sudah sesuai Ajaran Alquran An Nur 31.
                               
(1)           (2)                  (3)              (4)        (5)          (6)

Sumber gambar Images google : Arab woman, one eye Veil, Hanbok,Kimono dan pakaian wanita Belanda Pakaian tradisi Bangsa Arab/Timur Tengah dengan segala modelnya.
Anda masih bisa mendengar dan melihat “sisa-sisa” ulama kita dulu yang sekarang sudah sepuh Prof.DR Quraish Shihab maupun yang sudah almarhum, Prof.DR Nurcholish Majid, Gus Dur . Perhatikan anak-anaknya yang rambutnya masih bisa dilihat, karena menganggap rambut bukan aurat. Ketika Prof.DR.Quraish Shihab yang ketinggian Ilmunya sudah tidak disangsikan lagi, menyatakan Jilbab tidak wajib ( ketik google : Prof.Quraish Shihab jilbab tidak wajib). Bila beliau ini di internet di komentari mempunyai pandangan yang aneh dan nyleneh, tetapi bila anda mengatakan rambut adalah aurat ( semacam payudara ) yang harus ditutupi memakai jilbab ditahun 1980an kebawah, andapun akan dikatakan aneh dan nyleneh karena andalah satu-satunya pemakai jilbab.
Bila dalam keadaan sehari-hari banyak sekali aliran keagamaan yang berbeda-beda jilbabnya , mungkin berikut ini dapat digunakan sebagai penjelasannya. Ulama Besar Ibnu Katsir ( ketik google : Ibnu Katsir) mempunyai pemahaman , Alquran harus di tafsirkan dengan Alquran itu sendiri. Bila tidak ada tuntunannya, ke Hadits Nabi Muhammad, bila tidak ada, ke pendapat para sahabat, bila tidak ada ke tabi’in ( generasi setelah sahabat) , bila tidak ada ke ulama berikutnya. Ulama sekarang di Timur Tengah , karena mencari rincian model jilbab tidak ada di Alquran dan Hadits , mereka menyandarkan pada pendapat sahabat . Padahal para sahabat itu menyandarkan pada ayat Alquran, kata-kata yang berasal dari Tuhan yaitu penggalan An Nur 31 diatas ” ..anggota badan ( hiasan) yang biasa tampak..”. Sangat masuk akal bila para sahabat berbeda-beda pendapatnya karena memang sesuai dengan model jilbab di sukunya. Para sahabat Rasulullah, Ibnu Mas’ud ra. Ibrahim an-Nakha’I, Hasan al-Bashri ra. (31:37) memahami makna ”hiasan yang biasa nampak” itu adalah pakaian (gambar 1). Mudah ditebak karena ia memang berasal dari budaya jilbab yang menutupi seluruh tubuh. Sahabat Rasulullah lainnya, Abidah as-Salamani (5:63-64), mengartikan penggalan ayat tersebut sebagai seluruh tubuh aurat kecuali mata kiri saja yang boleh terlihat (gambar 2). karena sebelah mata yang biasa tampak. Gambar 3, kedua mata tampak kelihatannya penggabungan dari pendapat ini dengan pendapat As-Suddi (5:64), yaitu “..yang boleh tampak satu mata yang mana saja..”. Pada pakaian tradisi ini rambut adalah aurat, sesuatu yang tidak layak, tabu untuk diperlihatkan , karena terbiasa tertutup sejak pakaian ini di ciptakan ribuan tahun yang lalu dimasyarakatnya. Itulah sebabnya anda dapat melihat banyaknya model jilbab seperti diatas yang di klaim pemakainya sesuai tuntunan Alquran dan Hadits, padahal..TIDAK ADA SATUPUN RINCIAN MODEL JILBAB SEPERTI ITU DI ALQURAN DAN HADITS. Karena memang mereka mengcopy paste pendapat para sahabat sesuai tuntunan Ibnu Katsir. Tetapi memang boleh-boleh saja , tidak ada yang salah memakai pakaian budaya bangsa apapun , seperti pakaian bangsa Arab, Belanda, Korea, Jepang dll , tapi jangan lupa mengembangkan palkaian tradisi kita sendiri
Gambar 4,5,6 : pakaian tradisional Bangsa Korea, Jepang dan Belanda. Pada kehidupan sehari-hari pakaian-pakaian tersebut, dianggap sebagai pakaian ideal dan sesuai dengan adat kesopanan suku bangsanya masing-masing. Pada pakaian tradisi ini rambut biasa tampak sejak ribuan tahun sejak pakaian ini di ciptakan oleh masyarakatnya, sehingga rambut tidak termasuk aurat . Tetapi payudara, paha atas, ketiak, pantat dan anggota badan yang biasa tertutup termasuk aurat. Memang kita sebagai umat manusia mempunyai pandangan atau pendapat yang berbeda-beda tentang mana anggota badan yang sebaiknya tampak dan mana yang sebaiknya tertutup, karena aurat adalah anggota badan yang biasa tertutup pada pakaian yang menjadi tradisi suatu suku bangsa yang bermacam ragam itu.
PARA SAHABAT, KHALIFAH DAN ULAMA DULU MENGACU KE AN NUR 31 : JILBAB TIDAK WAJIB. ULAMA SEKARANG MENGACU KE AL AHZAB 59 : JILBAB WAJIB
Gambar atas : Daerah Kuning , daerah kekuasaan Persia . Sebelah selatan, tenggara kekuasaan Persia , daerah Arab Saudi sekarang yang berwarna putih. Sampai Abad ke 6 turunnya Agama Islam di saat Rasulullah saw , sebagian besar penduduk Arab Saudi sekarang ,berpenduduk Ummi (tidak bisa membaca /menulis). Sebaliknya Persia sudah sangat maju peradaban ilmu pengetahuannya.

 




Persia ( Iran )tahun1600an   Persia (Iran ) 1501   Iran 1978   Iran 1979                

Sumber gambar : Persia ( Iran ) tahun1600an Persia (Iran ) 1501 (Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar, 2)
Sumber Google Images: Iran 1978 , Iranian revolution
Para sahabat Abu Bakar , Umar , Usman . Ali dan para Khalifah penggantinya yang berasal dari Negara Arab Saudi sekarang , tidak mewajibkan jilbab ketika menaklukkan Bangsa Persia ( lihat gambar peta diatas).Beliau-beliau itu mungkin saja berbudaya jilbab , tapi yang jelas beliau-beliau itu tidak mewajibkan jilbab bagi bangsa Bangsa Persia taklukkannya , yang mempunyai budaya rambut terlihat (seperti adat budaya di bangsa kita yang biasa memperlihatkan rambut, mis : pakaian kebaya, bajubodo, baju kurung dll). Tapi kelak 1400 tahun kemudian tepatnya 1979 , ketika para ulama menduduki puncak pemerintahan , jilbab diwajibkan dengan undang-undang negara keseluruh negara Persia ( Iran/Irak sekarang).
“Tafsir kata/kalimat pada Alquran dan Hadis dapat diartikan oleh 1000 orang dengan 1000 tafsir berbeda karena tergantung opini masing-masing orang , tapi Fakta ( kenyataan yang di gambarkan diatas) adalah SATU , dulu jilbab tidak wajib.....”

  BANGSA ARAB MULAI MENINGGALKAN JILBAB
BANGSA INDONESIA RAMAI-RAMAI MEMAKAI JILBAB

         “Mereka, orang-orang Arab itu sedang meninggalkan jilbab , tapi kita justru beramai-ramai sedang menuju ke sana”.



                           
  (1)                (2)            (3)           (4)                 (5)       
Sumber gambar : Google Gambar 1 dan 2 : Sarah Attar dan Wojdan Shaherkani ke 2 atlet wanita Arab Saudi ini ( ketik nama ini di Google) menjadi wakil negaranya di Olimpiade musim panas 2012 di Inggris. Perhatikan Orang – orang Arab Saudi /Timur Tengah ini mulai memperlonggar aturan berpakaiannya , leher dan dada bagian atas sudah tidak dianggap lagi aurat .Gambar 3 : Dana Bakdounis ( ketik nama ini di Google) wanita Arab Syria yang menentang pemakaian jilbab karena ingin merasakan desiran angin di rambut dan kulitnya setelah 20 tahun tak merasakannya.Gambar 4 : :Wanita Arab Saudi bernama Raha Moharrak yang tidak berjilbab ini , membuat sejarah ketika dia berhasil mendaki ke puncak gunung tertinggi dunia Everest ( google ketik : Raha Moharrak pendaki gunung ) . Anda juga dapat melihat kegiatan pemilihan Miss Arab World 2009 , dimana Mawadda Nour asli Arab Saudi yang kelihatan rambutnya dan tidak berjilbab ketat ini , yang menjadi pemenangnya. Cari pula di Google Images para PUTRI KERAJAAN ARAB SAUDI : Sarah Princess Saudi , Ameerah princess Saudi, Princess Basmah And Her Daughter Bint Saud dan bila anda rajin mencari daftarnya di Internet masih banyak lagi para putri kerajaan Arab Saudi yang tak berjilbab seperti Princess Fadwa bint Khalid , Princess Dalal bint Saud .

 


             
Mereka ini adalah para putri raja yang secara logika sederhana saja bila mereka tak berjilbab akan menanggung konsekuensi yang sangat berat. Suami , Ayah dan ibu adalah Raja dan Permaisuri atau minimal mereka keluarga kerajaan dan para ulama dan masyarakatnya yang sangat paham Alquran dibanding kita ( karena Kitab itu diturunkan disana memakai bahasa mereka ) akan sangat marah karena melanggar Alquran. Marilah sekarang kita mawas diri, jangan-jangan selama 30 tahun terakhir ini kita salah menafsirkan Alquran? Dan benar apa yang dikatakan para ulama kita dulu seperti Prof. DR. Quraish Shihab , Gus Dur, Prof. DR. Nurcholis Majid , yang menyatakan jilbab tidak wajib? Gambar 5 : para wanita Iran sekarang beramai-ramai menanggalkan jilbabnya ( google Images : Iran woman 2013). Anda dapat membuktikannya lagi, ketik google Images : Arab Woman , betapa para wanita Arab telah mulai meninggalkan budaya jilbabnya. Karena mereka paham dan mengerti bahwa di Alquran memang tidak ada satupun ayat yang menyatakan larangan memperlihatkan rambut, yang lebih dikenal istilah rambut adalah aurat, sesuatu yang tidak layak dipertontonkan kepada masyarakat umum ,seperti halnya (ma’af) payudara. Karena selama ini para poltisi dan para ulamalah yang mewajibkannya berdasar undang-undang keseluruh pelosok negara.

Demikianlah, BILA KESALAH PAHAMAN INI TIDAK DI AKHIRI, kita akan bertukar budaya dengan mereka 10 tahun lagi. ULAMA KITA DULU-PUN SEBELUM 1980-AN,TIDAK PERNAH MEWAJIBKAN JILBAB Dinamika NU dan Muhammadiyah cerminan pendapat para Ulama kita dulu dan Ulama kita sekarang.
NU 1964     Muhammadyah awal 1980an Keduanya 2011

Sumber gambar :NU 1964 : dari buku Hadrassyaikh Hasyim Asy’ari, moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan (11)
Sumber gambar : dari Perpustakaan Kantor Pusat Muhammadiyah jl.Cik Di Tiro Yogyakarta. Sumber gambar : keduanya 2011 dari koleksi pribadi.
Keterangan dari kiri –kekanan : Cut Nyak Dien 1848-1908 Cut Meutia : 1870-1910 Pakaian Adat Aceh nan Indah . Aceh , setelah undang2 wajib jilbab 2001
Sumber gambar Google Images : Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Pakaian Adat Aceh
Sumber gambar Google Images : Aceh

Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab : tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan (5,166).

Anda masih bisa mendengar dan melihat “sisa-sisa” ulama kita dulu yang sekarang sudah sepuh Prof.DR Quraish Shihab maupun yang sudah almarhum, Prof.DR Nurcholish Majid, Gus Dur . Perhatikan anak-anaknya yang rambutnya masih bisa dilihat, karena menganggap rambut bukan aurat. Ketika Prof.DR.Quraish Shihab yang ketinggian Ilmunya sudah tidak disangsikan lagi, menyatakan Jilbab tidak wajib ( ketik google : Prof.Quraish Shihab jilbab tidak wajib). Bila beliau ini di internet di komentari mempunyai pandangan yang aneh dan nyleneh, tetapi bila anda mengatakan rambut adalah aurat ( semacam payudara ) yang harus ditutupi memakai jilbab ditahun 1980an kebawah, andapun akan dikatakan aneh dan nyleneh karena andalah satu-satunya pemakai jilbab.
 
                                            Aceh 1956                            Aceh 2013                    

Sumber gambar Aceh 1956 : koleksi pribadi
Sumber gambar Google Images : Wanita Aceh

Foto diatas adalah , foto orang tua penulis di Aceh tahun 1956 , ketika para ulama kita tidak menganggap jilbab hal yang wajib. Jilbab di wajibkan di Aceh tahun 2001. Anda bisa mengeceknya di foto2 orang tua , kakek/nenek anda (google ketik : foto smp sma jadul) tentu tahun 1980 kebawah. Tidak itu saja , film-film lama kita Youtube ketik : Losmen ,Pondokan ,Cintaku di Kampus biru, film-film warkop yang lama, film-film Rhoma Irama semuanya saja, tak seorangpun yang memakai Jilbab. Karena saat itu para ulama mendakwahkan kejujuran (sholeh disebutkan 131 ayat) , kebaikan hati , berbuat baik (amal :perbuatan , sholeh : baik ,disebutkan 91 ayat ) terhadap orang lain yang muslim maupun non muslim, pentingnya ilmu pengetahuan , adil terhadap orang lain dsb. Semua ini bersifat moral, yang bersifat isi hati, bukan tampak luar. Karena tampak luar , pakaian misalnya sifatnya berbeda setiap suku di dunia ini.Yang paling penting adalah kita sopan sesuai adat kita masing-masing. Dan untuk ukuran ini , masing-masing kita sudah tahu , mana yang sopan mana yang tidak sopan.
Alquran sebagai Rahmatan lil Alamin ditujukan untuk semua bangsa di Dunia . Bagi bangsa Indonesia dari budaya pakaian kebaya , rambut adalah anggota badan yang biasa nampak , oleh sebab itu menurut ayat tersebut, rambut boleh nampak dan tidak termasuk aurat. Pendapat ini seperti pendapat kebanyakan ulama dulu sebelum tahun 1980an, yang juga menganggap rambut bukan aurat Oleh karena itu bolehkah ulama Indonesia sekarang mengatakan :.

                             ”...Bagi wanita Indonesia Jilbab tidak wajib . Bolehkah ?...”

Masalah menjadi rumit manakala mahasiswa-mahasiswa kita di Arab Saudi/Timur Tengah lulus pertengahan tahun 80an keatas , hanya mengikuti para dosen mereka yang mengacu tafsir penggalan An Nur 31 oleh para sahabat, bukannya menafsirkan ayat tersebut berdasarkan budaya kebaya kita sendiri. Bila para ulama Indonesia bersepakat bahwa kita harus mengikuti saja pendapat para Ulama Arab/Timur Tengah, maka hal ini , selain bertentangan dengan tujuan Alquran itu sendiri yang ditujukan untuk semua suku bangsa di dunia ini , juga akan melenyapkan budaya kita, diseluruh pelosok2 Indonesia dengan segera , bak tsunami yang meluluhlantakkan sebuah daratan. Ini juga sebuah tantangan besar bagi dunia pendidikan Islam Indonesia yang berjumlah ribuan ....

Dapatkah Para Ulama Kita Mengembangkan Tafsir Yang Sesuai Tradisi Dan Adat Budaya Kita Sendiri Bangsa Indonesia , Tanpa Mengacu Pada Pendapat Para Ulama Mazhab Yang Mempunyai Budaya Bangsa Arab/Timur Tengah.....?

                              BILA BUDAYA ARAB BERSIFAT WAJIB ,
                           MUSNAHLAH JUTAAN LAPANGAN KERJA.

Tafsir yang menyulitkan/ menyengsarakan umat, adalah tafsir yang keliru.
                                              (1)          (2)             (3)             (4)               (5)

Sumber gambar 1 : http://www.outlookindia.com/article.aspx?237883 (36)
Sumber gambar 2,3,4,5 : Google

Para seniwati yang diperbolehkan berekspresi , pada saat ke-Khalifahan Islam Turki dimana saat itu pemerintahannya tidak mewajibkan jilbab . membolehkan para wanitanya berkesenian (gambar 1 ) Gambar 2,3,4 dan 5: Lenyapnya Kebudayaan Indonesia dan digantikan dengan budaya asing yaitu Arab/Timur Tengah, turut menghancurkan ekonomi kebudayaan yang menyertainya. Sektor pariwisata akan mati, tidak ada lagi turis mancanegara yang datang lantaran tidak ada lagi hal unik dan khas yang dapat dilihat dari masyarakat kita. Semua orang berjilbab , dapatkah anda membayangkan tarian wayang Rama Shinta , pemeran Shinta memakai jilbab? Rusaklah semua tradisi kita. Tidak itu saja , jutaan masyarakat akan kehilangan lapangan kerja informalnya seperti para penari, pemain musik termasuk gamelan, ,pembuat kain , penjahit pakaian, para wanita pekerja salon pemotong rambut , penata rambut yang berhubungan dengan tradisi dan masih banyak lagi. Penduduk miskin yang tidak mempunyai uang untuk sekolah formal semakin miskin lantaran lenyapnya ekonomi tradisi diatas, dan kesempatan bekerja secara halal dan terhormat menjadi hilang. Yang tersisa bagi mereka adalah pekerjaan2 sebagai pembantu rumah tangga , pekerja kasar ,buruh bangunan , penjual makanan kaki lima dsb . Ini sama saja , kita sedang bunuh diri dengan cara bunuh diri dengan tangan KITA sendiri. Seharusnya sebagai Bangsa Indonesia, bangsa non Arab , yang mempunyai akar budaya sendiri dan beragama Islam , kita harus mengartikan Alquran sesuai budaya kita sendiri .

IMPIAN PENULIS : PONDOK PESANTREN SELAIN MEMAINKAN HADROH JUGA MEMAINKAN GAMELAN DAN WAYANG

Dapatkah Pondok pesantren kita di Indonesia selain mengajarkan tradisi Arab yang berupa Hadroh seperti yang terjadi sekarang, tapi juga mengajarkan juga seni tradisi lokal (daerah) setempat ? Hal ini seperti Ulama-ulama besar awal kita , Walisongo dulu , yang juga menciptakan / menggubah gamelan dan Tarian wayang Jawa . Sebagai Misal pondok pesantren Jawa Tengah dan Yogyakarta juga mengajarkan Gamelan dan tari Wayang , Srimpi, Bondan dsb untuk para santri wanitanya . Pondok pesantren di Padang selain hadroh diajarkan musik khas Padang yang terkenal itu dan tari piring bagi para santri watinya. Pondok pesantren Makasar,Ambon,Kalimantan selain memainkan hadroh seperti sekarang, juga memainkan musik dengan ciri khas daerahnya masing-masing. Untuk pembentukan karakter kepahlawanan dan kesehatan jasmani para santriwan dan santriwati diajarkan pencak silat sesuai daerahnya masing-masing dan filosofinya. Umpamanya pondok pesantren Sumatera Barat mengajarkan Silat Sumatera Barat, Pondok pesantren di Jakarta mengajarkan Silat Betawi , demikian pula pondok Pesantren Jawa Barat , Aceh , dsb.

               KESUSASTERAAN LOKAL ADALAH SEKOLAH UNTUK BANGSANYA

Salah satu jenis seni sastra yang berfungsi mengajarkan sukunya , untuk membentuk kepribadian manusia secara individu maupun masyarakat secara luas adalah peribahasa atau pepatah. Cobalah simak beberapa peribahasa atau pepatah yang dihasilkan nenek moyang kita yang arif dan bijaksana , ratusan atau mungkin ribuan tahun yang lalu di tanah Jawa, di bawahini.                                                              

Ajining diri ono ing lathi : Kehormatan dirimu terletak pada lidahmu atau ucapanmu.
Ojo adigang, adigung, adiguno : Janganlah merasa paling kuat, merasa paling mulia, merasa paling penting.
Becik ketitik ala ketara : Berbuat baik maupun buruk akhirnya akan terlihat juga
Suro diro joyo ningrat lebur dening pangastuti : Semua angkara murka atau tindak kejahatan akan kalah oleh Keluhuran Budi

Pepatah Melayu:

Akibat nila setitik rusak susu sebelanga : Nama baik yang di bangun bertahun2 rusak akibat perbuatan tercela.
Dikandang kambing kita mengembik, dikandang sapi kita melenguh. Yang berarti bahwa kita harus pandai menyesuaikan diri, agar dapat selaras dengan lingkungan dimanapun kita berada.

Pepatah bugis/Makasar:

"Ininnawa mitu denre sisappa, sipudoko, sirampe teppaja" : Hanya budi baik yang akan saling mencari, saling menjaga, dalam kenangan tanpa akhir.
”Reso temmangingi namalomo naletei pammase dewata” : kerja keras dengan penuh keikhlasan dan tak lupa berdoa agar tujuan kita dapat tercapai

Pepatah Padang.

Anak ikan dimakan ikan, gadang ditabek anak tenggiri. Ameh bukan perakpun bukan, budi saketek rang haragoi : Hubungan yang erat sesama manusia bukan karena emas dan perak, tetapi lebih diikat budi yang baik. Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumpun padi.
Supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi : Pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemuliaan hanya didapat dengan budi yang tinggi ( Untuk bangsa2 lain di dunia anda dapat mencari di Google : mis. Ketik peribahasa Korea,Jepang, China, Belanda, Inggris, Iran, Afganishtan,Rusia, Nigeria , Swedia, Ethiopia dll semuanya mengajarkan kebaikan untuk suku bangsanya).

“Persamaan Alquran dan Kehidupan adalah berisi Firman – Firman NYA , yang mewajibkan kita agar beriman dan berbuat kebajikan terhadap sesama........”.

 “...MARILAH KITA MENJADI MANUSIA INDONESIA YANG BERBUDAYA INDONESIA DAN BERAGAMA ISLAM .....”

C. Perbedaan Ketiga.

Perbedaan ini pada penggalan ayat An Nur 31 : Ulama sekarang mengacu pada penggalan An-nur 31

“... hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka....” .

 Para ulama tekstual , yaitu ulama yang menafsirkan sebuah ayat hanya karena melihat ayat tersebut menyebut teks kerudung, sehingga menafsirkan ayat tersebut sebagai ayat yang mewajibkan kerudung atau jilbab ( Google ketik An Nur 31 jilbab wajib). Tapi lain halnya dengan ulama kontekstual yaitu menafsirkan ayat tersebut berdasarakan konteks ( sejarah , kondisi /keadaan masyarakat Arab saat itu). Imam Qurtubi (w 1273 M , 700 tahun yang lalu ) ( more info ketik Google: Biografi Imam Al-Qurthubi) ahli Hadist, Tafsir dan Fiqih yang sangat dihormati, menyebutkan bahwa sebab turunnya penggalan ayat ini adalah karena wanita- wanita pada Zaman Nabi Muhammad SAW menutup kepala mereka dengan kerudung- kerudung dan mengulurkannya ke arah punggung mereka, sehingga bagian atas dada dan leher dibiarkan tanpa sesuatu pun yang menutup keduanya. Maka ayat di atas memerintahkan wanita-wanita mukminah agar mengulurkan kerudung mereka ke arah depan sehingga menutup dada mereka. Karena itu ayat di atas bertujuan (memerintahkan) menutup dada karena keterbukaannya, dan bukan bermaksud memerintahkan ( mewajibkan ) pakaian (kerudung) dengan model tertentu (5:142). Menurut hemat penulis , terlihat nya payudara melanggar adat mereka karena menampakkan anggota badan yang tidak biasa tampak di masyarakat berpakaian serba tertutup ini dan melanggar aturan penggalan ayat sebelumnya : “...janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (biasa) nampak dari mereka..” ( An Nur 24 : 31 )

Wanita Yaman sebelum wajib jilbab. Selanjutnya wajib jilbab seluruh tubuh di Yaman. ,Gambar paling kanan : wanita Yaman pemrotes pemakaian jilbab

Sumber gambar : Google images : Yemen Woman pict,
Sumber gambar paling kanan : http://lebanonglc.wordpress.com/2012/11/01/veil-freedom-and-equality/

Gambar di atas diambil dari buku Fadwa El Guindi (7), seorang wanita Arab –Mesir yang lahir 1941 dengan jabatan professor anthropology dengan PhD anthropology dari The University of Texas at Austin (1972, meneliti tentang Jilbab di Yaman tahun 70-an ketika para ulama belum mewajibkan jilbab menjadi undang-undang negara. Ia menduga busana yang terlihat sebagian buah dada seperti inilah yang yang dimaksudkan Al Hafizh Ibnu Hajar (w. 852 H) (6:34). dan sejarawan Qurtubi (w.1273) (5:142) sehingga turun ayat An-nur 31, “…….hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka…..”. Karena itu ayat di atas bertujuan (memerintahkan) menutup dada karena keterbukaannya, dan bukan bermaksud memerintahkan ( mewajibkan ) pakaian (kerudung) dengan model tertentu (5:142) . Demikian pendapat Muhammad Said al-Asymawi ( more info ketik google) , pakar hukum dan mantan Hakim Agung asal Mesir .

Bandingkan penggalan An Nur 31 diatas , dengan kata-kata wajib jilbab pada kitab suci saudara-saudara kita yang beragama Kristen di Injil Perjanjian Baru :

“5.Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. 6. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi (mengkerudungi) kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya….” Korintius 11:5-6.

Tampak jelas, pada Injil perjanjian baru, kepala memang diharuskan bertudung, berkerudung ( berjilbab). Sedang di An Nur 31 , susunan kata-katanya , para wanita yang bertradisi kerudung itu diharuskan menutup dadanya, bukannya diharuskan menutupi kepalanya dengan kerudung.

D. Perbedaan Ke-empat.

NABI MUHAMMAD TIDAK PERNAH MEWAJIBKAN JILBAB, KARENA SATU-SATUNYA HADIS TENTANG JILBABPUN TIDAK SHAHIH.

Ulama sekarang mewajibkan jilbab berdasarkan Hadis Mursal ( tertolak, tidak shahih ) seperti berikut ini. Sebuah PERKATAAN Nabi (hadis) yang oleh Abu Daud sendiri sebagai perawinya, dinyatakan Mursal, tertolak , tidak diterima alias tidak Shahih karena ada sanad ( jalur periwayat) yang terputus . Khalid bin Darik tidak mungkin mendengar dari Aisyah karena hidup tidak sejaman. Dalam bukunya Prof. DR. Quraish Shihab menyatakan bahwa, Khalid bin Darik yang meriwayatkan dari Aisyah tidak mungkin mendengar dari Aisyah karena tidak sezaman.(5:90-91).( Misalnya, penulis yang kelahiran 1960 ini , tidak mungkin mendengar langsung secara pribadi kata2 yang diucapkan Pangeran Diponegoro yang hidup 200 tahun yang lalu. Pen)

Sumber : diambil dari buku Tafsir Ibnu Katsir III Surah An Nur hal 489 (58). Tulisan di atas copy dari lembaran ASLI Tafsir Ibnu Katsir yang ditulis 700 tahun yang lalu, dimana Abu Daud (lahir 817 M) sendiri , sebagai perawinya malah menyatakan hadist tersebut Mursal, yaitu hadist yang tidak bisa diterima, tidak Shahih (mohon dibaca lagi berulang-ulang ,agar tidak salah tafsir). Sebagai catatan , karya Ibnu Katsir yang paling terkenal adalah tafsir Al-Quran yang menjadi pedoman (rujukan) hampir di semua negara Islam termasuk Al-Quran terbitan Arab Saudi dan Al-Quran terbitan Departemen Agama di Indonesia (google: Ibnu Katsir wikipedia).Hadis inipun bersifat ahad , Tunggal, hanya satu. Bayangkan dari jutaan hadis hanya satu thok keberadaannya. Kalau memang jilbab itu wajib dan sangat penting tentu akan bertaburan hadis2 dengan riwayat sahabat yang banyak (hadis masyhur). Dengan begitu, karena satu-satunya perkataan (hadis) Nabi Muhammad ini dinyatakan tidak shahih, tidak ada lagi perkataan (hadis) untuk sandaran wajibnya jilbab. Dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad yang sangat bijaksana itu tidak memihak salah satu budaya dan tidak pernah mengatakan “jilbab wajib” , dan itu di dukung oleh bukti-bukti , fakta gambar-gambar ataupun lukisan-lukisan peninggalan sejarah kekhalifahan Islam . Mengapakah seolah-olah para ulama kita menyembunyikan informasi yang sangat penting ini. Dan dimana-mana dikabarkan seolah-olah hadis ini hadis yang Shahih?

Selengkapnya , google ketik : Blog Dokterabimanyu : Bagi wanita Indonesia Jilbab tidak wajib benarkah? Dan punahnya budaya Indonesia ( ringkasan Buku).
         Dapatkan segera buku ini : Penulis berpendapat karena berisi hal-hal yang kontroversi , hasil pencarian pribadi dari literatur-literatur dalam dan luar negeri selama hampir 5 tahun ini , amatlah tidak bijaksana bila diedarkan secara meluas di toko-toko buku. Penulis menganggap bahwa sudah bukan saatnya lagi Bangsa Indonesia ini untuk membuang-buang waktu dan energi untuk berbantah-bantahan tentang keyakinan. Menurut pendapat pribadi penulis , keyakinan adalah sesuatu hal untuk diwujudkan atau dijalankan , bukan untuk diperdebatkan. Buku dicetak sangat terbatas setebal 320 halaman , Full color harga : Rp.50.000 . Bila anda berminat , hubungi atau sms : dr Abimanyu 085228443333 setiap hari kerja kecuali hari libur dari jam 09.00-15.00 untuk mengetahui ongkos pengiriman ke daerah anda. Ditambah untuk packing dan administrasi pegawai sebesar Rp.5.000. Kirimkan ke rek. BCA a/n Surya Habsara : 8020194988. Bila sudah mengirimkan semua biaya , tolong di informasikan Nama yang sesuai dengan pembayar rekening BCA diatas dan Alamat , ke no. HP dr Abimanyu.


Sumber penulisan :
1. Esposito ,John L (ed), Sains-sains Islam (Jakarta:Inisiasi Press, 2004).
2. V.Barus ( et.al).Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar, ( Jakarta: PT Ichtiar baru Van Hoeve ,2002).
3, Harian KOMPAS. 4 oktober 2009 (kompas) 4. Majalah Femina no. 42/XXXVI, 23-29 Oktober 2008. 5. Shihab,M. Quraish, Jilbab Pakaian Wanita Muslimah, ( Jakarta: Lentera Hati, 2004 ) 6.Al-Albani,Muhammad Nashiruddin, Mendudukkan Polemik Berjilbab, ( Jakarta: Pustaka Azzam, 2004) 7. El Guindi,Fadwa, Jilbab antara kesalehan,Kesopanan dan Perlawanan. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta: 2003 ) cet. Ke 2.
8. Sholeh,K.H.Q., Dahlan,H.A.A, Asbabun Nuzul, ( Bandung: CV Penerbit Diponegoro, 2007) cetakan  ke 10.
9. Armstrong, Karen,Sejarah Muhammad, (Magelang: Pustaka Horizona, 2007) cet. ke1.
10. Yasid, Abu, Dr,LL.M., Nalar dan Wahyu, ( Jakarta: Penerbit Erlangga, 2007)
11. Misrawi,Zuhairi, Hadrassyaikh Hasyim Asy’ari, moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan, ( Jakarta: PT.Kompas Media Nusantara, 2010)
12. Refleksi pemikiran Nurcholis Majid, Menembus batas tradisi , menuju masa depan yang membebaskan, ( Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2006) .
13. Syadid, Abu Abdillah Akira , Hikmah sang Nabi, (Yogyakarta: Nuqthoh,2006). Cetakan pertama.
14. Razwi, Sayeds Ali Asgher, Muhammad rasulullah Saw , sejarah perjuangan Nabi Islam menurut sejarawan timur dan barat, ( Jakarta: Pustaka Zahra,1997) 
15. Bucaille, Maurice , Dr, Firaun dalam bibel dan Al-Quran, (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2007).
16. http://pemikiranislam.wordpress.com/2007/08/05/studi-sejarah-hadis/
17. Hitti, Philip K , History of the Arabs , ( Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2008).
18. Kamus besar Bahasa Indonesia. ( Jakarta: PT. Balai Pustaka, 2002)
19. Lings, Martin , Muhammad, ( Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta,2008)
20.Armstrong, Karen. Islam : A Short History , ( Surabaya : Ikonteralitera, cetakan ke- - empat Agustus, 2004)
21. Sya’rawi , M,Mutawalli, Prof.DR, Anda bertanya Islam Menjawab, ( Jakarta : . .Gema insani Press,cetakan ke tujuh 1991 )
22. Buletin berkala. Ulil Albab, edisi khusus Maulud Nabi Muhammad SAW , ( Yogyakarta: Pimpinan cabang Pemuda Muhammadyah Pakualaman Jogjakarta, maret 2008 )
23. http://sy99.wordpress.com/2009/05/03/sejarah-penulisan-al-quran/
24.http://kampusislam.com/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=278
25.http://muslimsaja.wordpress.com/2010/09/04/jejak-sejarah-larangan-penulisan-hadits/
26. Haq Vidyarthi Abdul, Ahad Dawud ‘ Abdul, “Ramalan tentang Muhammad saw. Dalam kitab suci agama Zoroaster,Hindu, Budha dan Kristen”
27. V.Barus ( et.al).Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar, ( Jakarta: PT Ichtiar baru Van Hoeve ,2002). 28.http://mycompilations.blogspot.com/2010/03/jilbab-antara-kesucian-dan-resistensi.html 29.http://namakugusti.wordpress.com/2010/10/13/kerudung-dalam-tradisi-yahudi-kristen/.
30. http://www.aliciapatterson.org/APF001970/Stern/Stern05/Stern05.html
31. Muhammad Ali, Wan Muhammad , Hijab Pakaian penutup Aurat Istri Nabi, ( Jogjakarta: Citra Risalah . cetakan pertama april 2008)
32. Utsman, Fathi , Ijtihad Pakar Islam Masa Lalu, ( Solo : CV. Pustaka Mantiq, juni 1994).
33.Utsman, Muhammad Ali , Para Seniman Muslim, (Yogyakarta, Pilar Religia, Juli 2005)
34. Chirzin, Muhammad, DR, Nabi Muhammad & Dua Wajah Islam Dari Negeri Spinx, ( Yogyakarta, Ad-Dawa’Jogjakarta, cetakan pertama, April 2004)
35, Sucipto , Hery, The Great Muslim Scientist, ( Jakarta Selatan : Grafindo Khazanah Ilmu , cetakan pertama 2008).
36. http://www.outlookindia.com/article.aspx?237883
37. http://uin-suka.info/ejurnal/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=24
38. http://alim-online.blogspot.com/2009/12/hadis-pada-masa-rasulullah-saw.html
39. Soelaiman , Kasim, Salman Al Farisi, ( Jakarta, : P.T. Sastra Hudaya , cetakan kedua 1982)
40.http://pasektangkas.blogspot.com/2007/10/puasa-menurut-hindu.html 41.http://abhicom2001.multiply.com/journal/item/83/Fashion_by_Ziryab_sebuah_gaya_hidup
42. http://en.wikipedia.org/wiki/Ziryab
43. Replubika senin, 11 April 2011.
44. http://web1.kunstkamera.ru/exhibition/kavkaz/eng/xixc.htm
45. Armstrong, Karen, Satu Kota Tiga Iman, ( Surabaya, : Risalah Gusti , cetakan pertama 2004)
46. Selidik National geographic : Arkeologi menguak rahasia masa lampau India kuno.( Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia, 2011)
47. http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Hindu
48. Alqaththan,Manna’, Syeikh, Pengantar Studi Ilmu Hadis, Jakarta Timur, : Pustaka Al Kautsar, cetakan ke lima November 2010 )
49. Yamani ,Ja’far Khadim, Dr. “Sejarah Kedokteran Islam Dari Masa Ke Masa”, (Bandung : Dzikra , cetakan pertama mei 2005 )
50. Al-Hasan, Muhammad Alki . Dr. Pengantar Ilmu-Ilmu Al-Quran, Bogor: Pustaka Thariqul Izzah, 2007. 51. The World Encyclopedia no 11. Publishers Company inc. Washington D.C. USA.1965.
52. Budiawan. Anak Bangsawan bertukar jalan. Yogyakarta, : LKiS , cetakan 1 : November 2006.
53. Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadits Jilid 1. Penerbit : PT Sapta Sentosa .Cetakan ke IV juni 2010.
54. http://ruangpelangi.wordpress.com/2011/05/28/kesamaan-islam-dengan-hindu/
55. Ma’ arif , Majid , Dr. “ Sejarah Hadis “ . Penerbit : Nur Al – Huda . Cetakan I Februari 2012
56.http://news.nationalgeographic.com/news/2009/12/091209-ancient-tablets-decoded/
57. Sheikh Saad Said Al Ghamidi . Qari CD for Digital Alquran ,
58. Tafsir Ibnu Katsir III . : penerbit Gema Insani Press .

221 komentar:

  1. wah bener juga nih pak.. bisa hilang budaya bangsa ini karena kesalahan yg dianggap benar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak teman di kantor salah memahami tulisan saya sebagai anti jilbab. Tidak. Budaya Arab, budaya Jepang, Budaya Cina, Budaya Korea apapun selama tidak merugikan orang lain , semua baik baik saja. Karena sifat budaya adalah untuk kebaikan.....Tapi jangan lupa budaya sendiri....Terima kasih sudah hadir di blog saya...

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Benar sekali Pak Dokter.... Di tunggu tulisan-tulisannya segar dan nyata pak dokter, budaya kita yg indah jangan sampai hilang karena kesalahan tafsir orang..... Salam Damai selalu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Maaf tulisan saya tadi ada yang double..Arti islam adalah damai. ajaran islam adalah agar seorang yang beragama Islam mempunyai HATI YANG BAIK. Di Alquran disebut ORANG SHOLEH YAITU ORANG YANG BERIMAN , BAIK DAN JUJUR. Perbuatan pada konsep Islam adalah AMAL SHOLEH . AMAL YAITU BERBUAT.... SHOLEH YAITU BAIK , JUJUR... Amal sholeh yaitu BERBUAT BAIK , KEBAJIKAN KEPADA SESAMA CIPTAAN TUHAN, tanpa memandang sukunya, agamanya, warna kulitnya. Tapi mas, sekarang ditengah2 masyarakat kita cenderung menilai orang bukan dari HATINYA tapi dari TAMPAK LUARNYA. Semakin Arab dipandang semakin suci. Tidak heran Sekarang Indonesia termasuk negara terkorup di dunia, walaupun hampir 220 juta muslimnya. Departemen manakah yang terkorup versi KPK ? Propinsi nomer dua terkorup se Indonesia ? silahkan ketik di google semua judul pada tulisan itu. MARILAH KITA KEMBALI KE AJARAN ALQURAN , MENJADI ORANG SHOLEH DAN BERAMAL SHOLEH . Kemudian mendudukkan kembali budaya Arab BUKAN SESUATU YANG WAJIB .Tetapi sesuatu yang boleh2 saja seperti sekarang anak2 muda berpakaian ala orang korea, Jepang, Eropa, apapun yang ditiru , boleh saja , yang penting wajar, sopan dan santun untuk ukuran masyarakat kita.Dan tentang budaya kita ,di tengah pemahaman Islam yang hanya mengacu pada budaya arab?......apakah masih adakah Orang Indonesia yang peduli dengan BUDAYANYA SENDIRI?...

      Hapus
  3. Maaf pak.. sebaiknya anda menuliskan artikel untuk mengajak mereka yang secara terang-terangan buka-bukaan, mengumbar aurat mereka agar menutup aurat mereka. Bukan semakin memperbesar perbedaan.. Tak ada yang mengelak bahwa pakaian mini apalagi tak berhijab adalah sesuatu yang dilarang, tidak sopan, mengundang syahwat... Itulah yang seharusnya anda perbaiki, bukan semakin menambah dukungan sesuatu yang haram atau paling tidak 'syubhat'.
    tanda ketakwaan seseorang adl dgn meninggalkan syubhat/keragu-raguan... termasuk perkara hijab, dimana kebanyakan ulama2 mahsyur MEWAJIBKAN HIJAB!!! Adakah anda mengambil hujjah yang rapuh? syubhat? pemikiran sendiri? pemikiran orang2 liberal? berpikirlah sebelum berkata pak.. maaf

    Wanita-wanita yang mengulurkan hijabnya hingga keseluruh tubuh dan menutup wajahnya, mereka melakukan semata-mata karena bentuk ketaatan mereka kepada Allah dan dengan dalil yang kuat..

    Perkataan anda tidak bisa dijadikan hujjah... Kembalilah kepada al-Qur'an dan as-Sunnah sesuai pemahaman salafussholeh... bukan pemikiran yang sudah terkontaminasi dngan paham2 liberal...

    maaf pak kami lebih mendengar perkataan ulama kami.

    BalasHapus
  4. dokter hewan bicara tafsir dan hukum ya...jelas error gk nyambung. jadi rusak hukum islam dan kehidupan manusia ini. kalau berani aku tantang kamu berdebat secara terbuka di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa timur, aku tunggu kapan saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih anda telah berkunjung ke blog saya.

      Jawaban ini untuk sdr Al Ukhti dan sdr sang penakluk

      Tapi sebelumnya saya meluruskan pendapat anda , saya bukan dokter hewan , saya dokter manusia. Dalam realita kehiduapan sehari hari , pendapat seseorang berbeda-beda. Dalam hal politik banyak partai , tidak semua orang pendapatnya satu. Dalam hal agamapun demikian , khususnya dunia Islam. Ada Muhammadyah, NU, LDII, Naqsabandyah, sufi dan berpuluh maupun beratus lagi aliran maupun Mazhab di dunia ini. Lebih detail lagi soal doa Qunut perbedaan Muhammadyah dan NU. Mereka berbeda tapi , tapi sama-sama menghormati , karena pendapat atau keyakinan itu tidak bisa untuk diperdebatkan , TAPI UNTUK DILAKSANAKAN. Keyakinan saya dan anda berbeda dan tidak bisa diperdebatkan.
      Tapi bila ingin didiskusikan bisa. Oke. Sebelum itu mohon di jawab dulu beberapa pertanyaan saya. Pertama menurut anda, bagian tubuh wanita yang boleh ditampakkan mana saja? Jawab anda tentu wajah dan telapak tangan itulah yang sesuai tuntunan Alquran dan hadis. Tolong saya di tunjukkan ayat mana disebutkan di Alquran WAJAH DAN TELAPAK TANGAN YANG BOLEH TAMPAK. Di ayat mana disebutkan RAMBUT ADALAH AURAT. Kemudian hadis riwayat sipakah yang menyatakan WAJAH DAN TELAPAK YANG BOLEH TAMPAK?

      Yang kedua : anda bilang yang boleh tampak hanya wajah dan telapak tangan , tapi Imam abu hanifah menyatakan kaki bukan aurat , KAKI BERARTI BOLEH TAMPAK. Muridnya abu yusuf menyatakan TANGAN BUKAN AURAT berarti tangan boleh tampak. Mengapa beliau Imam yang hebat hebat itu berbeda pendapat? Apakah mereka kelak akan masuk neraka?

      Hapus
    2. Yang ketiga : saya akan memuat daftar daftar ulama yang menyatakan jilbab tidak wajib. Bukan hanya prof. DR. Quraish Shihab yang ketinggian ilmunya tidak disangsikan lagi., tapi lebih banyak lagi. Mengapakah mereka berbeda beda? Dan apakah mereka akan masuk neraka? Seperti yang anda bilang?siapakah diantar ulama hebat ini yang paling benar?

      PARA ULAMA INDONESIA TERDAHULU-PUN TIDAK MEWAJIBKAN JILBAB

      Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab : tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan (5,166).

      Ulama yang menganut paham aurat dari sudut kebiasaan ( adat budaya ): sehingga bagi wanita Indonesia jilbab tidak wajib , karena pada pakaian kebaya kita rambut biasa tampak. ( sesuai An Nur 31 diatas).

      Imam Al-Qarafi (w.684 H): ahli hukum (juris) Islam dalam mazhab Maliki(10: 6).
      Abu Ishaq asy Syathibi (w.1388 M) : ulama Tafsir.(5)
      Syekh Muhammad Abduh (w.1905): ulama besar pemikir dan pembaharu pemikiran Islam, sebagai penghormatan dijadikan nama Aula di Univ. Al Azhar Mesir. Mantan Mufti Mesir ( semacam ketua MUI .red) . .(5)
      Sayyid Muhammad Rasyid Ridha (w.1873); ulama besar, pembaharu.(5)
      Al’Asymawi (2002) : mantan Hakim Agung Mesir.(5)
      Qashim Amin (1908) : Pemikir Islam .(5)
      Syekh Muhammad Suad Jalal : ulama Universitas Al-Azhar , Mesir.(5),
      DR. Ir muhammad Syahrur (lahir 1939) : Pemikir Islam.(5)
      Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (w.1973): Pemikir Fiqh. .(5)
      Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen / Guru besar Fakultas Syariah dan hukum Univeritas Al- Azhar.(5) Jamaluddin Muhammad, mantan Sekjen Majelis Tertinggi Islam Mesir dan anggota dewan riset Islam Al-Azhar.(5)
      Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (1879-1973): intelektual Muslim kelahiran Tunisia yang sangat disegani dan dihormati. Dan lain-lainnya lagi.

      Ulama dan pemikir Islam di Indonesia yang sepaham dengan pendapat semacam itu di antaranya: Ulama- ulama dulu :
      Prof Dr. Nurcholis Majid. (12) ,
      Prof. DR. Quraish Shihab ( ketik google : Quraish Shihab jilbab tidak wajib) ,
      Gus Dur. KH. Hasyim Asy’ari, ulama besar dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
      Sebagian besar ulama NU & Muhammadiyah di masa lalu (lihatlah foto-foto mereka zaman dulu yang masih terlihat rambutnya).
      Walisongo menciptakan dan menggubah seni tari tanpa jilbab
      Sunan Kalijaga : menciptakan tarian-tarian yang tidak memakai jilbab. Ulama-ulama Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, Keraton-keraton di Jawa Barat, dan lainnya, yang tak pernah melarang tari-tarian seni tradisional di wilayahnya masintg-masing. Dan, hingga sekarang tari-tarian tradisional itu masih tetap hidup dan berkembang.

      Hapus
    3. Ulama yang menganut paham aurat sesuai kebutuhan untuk bekerja (memudahkan wanita bekerja, untuk kehidupannya di dunia).

      Imam Abu Hanifah (w.767 M) : memasukkan kaki bukan Aurat (5).
      Abu Yusuf (w.798 M) : memasukkan kedua tangan wanita bukan aurat (5 )
      Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen dan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum Univeritas Al-Azhar (5).
      Muhammad Ali al-hasan dan Abdurahman Faris abu aliyah : cendekiaan Muslim lulusan Fakultas Syariah Ryadh, Saudi Arabia (5,134).

      Kelompok Ulama yang memandang jilbab wajib (wajah, mata dan telapaktangan , bukan aurat , sehingga boleh terlihat):
      Ulama kita sekarang banyak mengikuti pandangan ulama-ulama seperti ini, sepulangnya mereka dari bersekolah dari perguruan-perguruan tinggi di Arab Saudi dan Timur Tengah yang memang berbudaya jilbab. Imam Ar-Raghib Al Ashfahani.
      Abdullah Ibnu Abbas.
      Syaikh Al audin AlMardawi. Imam / Madzab Hambali.
      Ibnu Qudamah Al Maqdisi.
      Syaikhul Islam Ibnu TaimiyyahImam Madzab Maliki.

      Kelompok ulama yang berpendapat jilbab menutupi seluruh tubuh (seluruh tubuh aurat) : sumber: Kompas 4 Oktober 2009 :
      Syaikh Hammud At-Tuwaijiri.
      Dr. Sa’id Ramadhan Al Busi.
      Almarhum Syekh Benhas.
      Almarhum Abu Al-a’la Al Maududi.
      Mayoritas ulama Arab Saudi, negara Arab timur dan Asia Selatan. Dan lain-lain.

      Demikianlah , saya menantikan jawaban anda berdua .Terima kasih telah mau berdiskusi dengan saya.

      Hapus
    4. anda terlalu banyak belajar dari barat sehingga paham yahudi begitu kelihata skali.
      setiap ayat yang turun dari Allah swt sering kali diiringi dengan hadist rasul.

      Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kehormatannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya. Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS an-Nur [24]: 31).


      Frasa mâ zhahara minhâ (yang biasa tampak padanya) mengandung pengertian wajah dan kedua telapak tangan. Hal ini dapat dipahami dari beberapa hadis Rasulullah saw., di antaranya: Pertama, hadis penuturan ‘Aisyah r.a. yang menyatakan (yang artinya):



      Suatu ketika datanglah anak perempuan dari saudaraku seibu dari ayah ‘Abdullah bin Thufail dengan berhias. Ia mengunjungiku, tetapi tiba-tiba Rasulullah saw. masuk seraya membuang mukanya. Aku pun berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, ia adalah anak perempuan saudaraku dan masih perawan tanggung.” Beliau kemudian bersabda, “Apabila seorang wanita telah balig, ia tidak boleh menampakkan anggota badannya kecuali wajahnya dan ini.” Ia berkata demikian sambil menggenggam pergelangan tangannya sendiri dan dibiarkannya genggaman telapak tangan yang satu dengan genggaman terhadap telapak tangan yang lainnya). (HR Ath-Thabari).



      Kedua, juga hadis penuturan ‘Aisyah r.a. yang menyakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:



      «قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ»



      Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR Abu Dawud).



      Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa yang biasa tampak adalah muka dan kedua telapak tangan, sebagaimana dijelaskan pula oleh para ulama, bahwa yang dimaksud adalah wajah dan telapak tangan (Lihat: Tafsîr ash-Shabuni, Tafsîr Ibn Katsîr). Ath-Thabari menyatakan, “Pendapat yang paling kuat dalam masalah itu adalah pendapat yang menyatakan bahwa sesuatu yang biasa tampak adalah muka dan telapak tangan.” (Tafsîr ath-Thabari).



      Jelaslah bahwa seorang Muslimah wajib untuk menutupi seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Artinya, selain wajah dan telapak tangan tidak boleh terlihat oleh laki-laki yang bukan mahram-nya.

      Hapus
    5. Pakaian Wanita dalam Kehidupan Umum

      Selain aturan tentang menutup aurat, Allah Swt. pun memberikan aturan yang sama rincinya tentang pakaian wanita dalam kehidupan umum, yaitu jilbâb (jilbab, abaya) dan khimâr (kerudung).

      Dalam kesehariannya, wanita tidak menutup kemungkinan untuk keluar rumah untuk memenuhi hajatnya; ke pasar, ke mesjid, ke rumah keluarga dan kerabatnya, dan lain-lain. Kondisi ini memungkinkan terjadinya interaksi atau pertemuan dengan laki-laki. Islam menetapkan, ketika seorang wanita ke luar rumah, ia harus mengenakan khim‰r (kerudung) dan jilbab.
      Allah Swt. berfirman:

      Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (khimâr) ke dada-dada mereka. (QS an-Nur [24]: 31).

      Dari ayat ini tampaka jelas, bahwa wanita Muslimah wajib untuk menghamparkan kerudung hingga menutupi kepala, leher, dan juyûb (bukaan baju) mereka. Sementara itu, mengenai jilbab, Allah Swt. berfirman dalam ayat yang lain:


      Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. (QS al-Ahzab [33]: 59).

      Kata jalâbîb yang terdapat dalam ayat tersebut adalah jamak dari jilbâb. Secara bahasa, jilbab adalah sejenis mantel atau baju yang serupa dengan mantel (Lihat: Kamus al-Muhith). Menurut beberapa pendapat ulama tafsir, pengertiannya adalah sebagai berikut:

      1. Kain penutup atau baju luar/mantel yang menutupi seluruh tubuh wanita. (Tafsîr Ibn ‘Abbas, hlm, 137).

      2. Baju panjang (mulâ’ah) yang meliputi seluruh tubuh wanita. (Imam an-Nawawi, dalam Tafsîr Jalalyn, hlm. 307).

      3. Baju luas yang menutupi seluruh kecantikan dan perhiasan wanita. (Ali ash-Shabuni, Shafwah at-Tafâsîr, jld. 2, hlm. 494)

      4. Pakaian seperti terowongan (baju panjang yang lurus sampai ke bawah) selain kerudung. (Tafsîr Ibn Katsîr). Intinya, Allah memerintahkan kepada Nabi agar menyeru istri-istrinya, anak-anak wanitanya, dan wanita-wanita Mukmin secara umum—jika mereka keluar rumah untuk memenuhi hajatnya—untuk menutupi seluruh badannya, kepalanya, dan juga juyûb mereka, yaitu untuk menutupi dada-dada mereka.

      5. Pakaian yang lebih besar dari khimâr (kerudung). Ibn ‘Abbas dan Ibn Mas‘ud meriwayatkan, bahwa jilbab adalah ar-rada’u, yaitu terowongan (pakaian yang lurus tanpa potongan yang menutupi seluruh badan). (Tafsîr al-Qurthubi).


      Lalu bagaimana keadaan wanita-wanita pada masa Rasulullah saw. ketika mereka keluar rumah? Hal ini akan tampak dari sebuah hadis berikut:

      Kami, para wanita, diperintahkan oleh Rasulullah untuk keluar pada saat Idul Fitri dan Idul Adha, baik para gadis, wanita yang sedang haid, maupun gadis-gadis pingitan. Wanita yang sedang haid diperintahkan meninggalkan shalat serta menyaksikan kebaikan dan dakwah (syiar) kaum Muslim. Aku bertanya, “ Ya Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab. Rasulullah saw. bersabda: Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya.” (HR Muslim).


      Hadis di atas mengandung pengertian, bahwa ada salah seorang shahabiyah yang tidak memiliki pakaian (jilbab) untuk digunakan ke luar rumah; ia hanya memiliki pakaian rumah. Rasulullah saw. sendiri telah memerintahkan kepada semua wanita, bahkan wanita yang haid dan yang berada dalam pingitan sekalipun, untuk keluar shalat Id dan menyaksikan syiar/dakwah Islam. Lalu kemudian wanita tersebut mengadukan kondisi dirinya. Rasulullah saw. kemudian memerintahkan kepada wanita-wanita yang lain untuk meminjamkan pakaian luarnya kepada wanita tersebut agar wanita tersebut bisa keluar rumah untuk memenuhi seruan beliau.

      Hapus
    6. Pertanyaan anda ini sudah saya jawab pada pertanyaan anda yang terakhir. Lihat paling bawah.

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. sebelumnya saya minta maap pak dokter,
    "Tafsir yang menyulitkan/ menyengsarakan umat, adalah tafsir yang keliru"
    apakah maksud pak dokter, berjilbab itu menyengsarakan umat?, apakah kalimat/pendapat pak dokter tidak terlalu alay? maap saya bukan ahli tafsi, namun Al Quran memberikan tuntunan, bila tidak ingin diganggu ya berjilbab,menjulurkan kain ke dada, menutup kepala, dll. dan Alhamdulillah saya dihormati, dan tidak diganggu. JADI saya rasa, bila bagi pak dokter itu menyengsarakan, tolong "umat" di ganti menjadi nama pak dokter, atau nama siapa saja yg merasa sengsara. saya juga sangat menghargai keyakinan orang lain, bila berjilbab itu menyengsarakan bagi saudari saya, ya silahkan tidak berjilbab. Toh juga berjilbab bukan jaminan masuk surga, :).

    dan maap pak dokter, ada hal yang ingin saya pertanyakan. bila aurat di Indonesia itu, adalah tidak termasuk rambut,
    1. lalu bagaimana dengan SHOLAT? apakah di Indonesia tidak mengapa tidak menutup rambut?,
    2. dan rambut itu hanya berlaku bila berada di Indonesia, bukan? lalu bagaimana dengan artis yang photonya ada di tulisan pak dokter ini, saya pikir gambar gambar atau video wanita muslim Indonesia mungkin akan sampai di negara2 arab. lalu pekerjaan seorang artis itu sudah termasuk tidak menutup aurat, bukan?

    sekian pak dokter,
    terlebih dahulu saya minta maap apabila ada salah kata,
    terima kasih

    BalasHapus
  7. Gini Lho pak dokter, terlepas dari wajib atau tidaknya jilbab, bukankah jilbab itu bisa memberikan dan menanamkan nilai-nilai positif bagi mereka yang memang ingin memakainya karena keIslamanannya bukan ? bandingkan dengan model pakaian ala Barat dengan Hotpant, tanktop dkk. Mana yang lebih baik untuk budaya kita pak dokter ? Lalu terkait dengan adat jawa terutama masalah pakaian yang anda sibuki.., saat ini saya lihat sangat banyak pakaian adat Jawa yang bisa dipadu-padankan dengan jilbab, banyak pengantin Jawa yang dengan nyaman memakai pakaian adat Jawanya dan tetap memakai Jilbab, itu namanya ALKULTURASI KEBUDAYAAN pak Dokter. Ketika anda menyinggung-nyinggung masalah Wali Songo ditulisan anda, mereka telah melakukan usaha ALKULTURASI BUDAYA itu sejak lama, lalu kenapa anda yang katanya senang sejarah tidak melihat celah itu ? Aneh ?

    Tulisan anda menarik, sangat memancing orang untuk memberi tanggapan dan saya yakin bisa laku DI JUAL. Tapi dok, dari Abu Hurairah r.a. Beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda "Akan keluar pada akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama.” Semoga anda tidak seperti itu, karena ada banyak hal yang sangat mengganjal di benak saya tentang status keIslaman anda, mencari kebenaran dalam Islam kah atau mencari-cari kesalahan Islam ? maaf bila sekali lagi ada yang seakan-akan “shoot the messenger”

    Pak Dokter..., Rasulullah sendiri sudah mengatakan bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, bila anda adalah MUSLIM JAWA yang baik sudah seharusnya ada berpegang pada perkataan anda di atas; Adigang, adigung, adiguna. Jangan Merasa paling kuat, merasa paling agung, merasa paling penting. Bila Islamnya anda sudah merasa jilbab tidak WAJIB ya sudah biarkanlah muslim yang mengatakan itu WAJIB berjalan di jalannya. Bahasa jalanannya, “sesama bajai dilarang saling menyalip” toh kan sama-sama Muslim bukan ?

    BalasHapus
  8. wah ini cara berpikir liberal, mengatasnamakan budaya Indonesia tapi menginjak aturan agama. Jelas-jelas tertulis dalam Al Quran perintah Allah untuk menutup aurat ada pada surat Al A'raf :26, Al Ahzab 59, An Nur 31: 31. Pakaian untuk menutup aurat namanya bisa saja berbeda di tiap negara. Di Iran disebut chador, di India dan Pakistan disebut pardeh, di Libya milayat, di Irak abaya, di Turki charshaf, dan tudung di Malaysia, di negara Arab-Afrika disebut hijab, sementara di Arab dan Indonesia kita menyebutnya jilbab.

    BalasHapus
  9. NAIK HAJI 2003 YANG MENCERAHKAN

    Sebuah pencarian pribadi.

    Ketika saya naik haji ke MEKAH /MADINAH , beruntung saya menjadi petugas haji selama 3 bulan, sehingga bisa memepelajari pola kebiasaan hidup
    bangsa Arab sehari-hari. Saya sempat terkejut ketika melihat pakaian wanita mereka yang memakai jilbab hitam-hitam. Model jilbab mereka bukan hanya yang terlihat wajahnya seperti jilbab model kita , tapi ada juga yang tertutup wajahnya semua, ada yang hanya terlihat kedua mata , bahkan ada yang satu mata saja yang terlihat (belakangan ini di internet dan pendapat sahabat nabi). Para wanita tidak boleh bekerja di tempAt umum. , di hotel, toko toko. Wanita tidak boleh berkesenian , menyanyi, menari . Laki laki dan wanita yang bukan saudara ,tidak boleh bersalaman. Lukisan/patung mahluk hidup , manusia, hewan tidak ada karena dilarang. Laki laki dan wanita harus dipidah tidak boleh berkumpul seperti di kelas pendidikan SMA dan SMP , Universitas kita . Mereka bermain hadroh, melakukan aqiqah menyambut kelahiran bayi . Semua ini akan saya namakan PAKET BESAR BUDAYA ARAB. Dalam hati saya bertanya inikah ajaran Islam yang sebenarnya? Ataukah ini hanyalah sebuah BUDAYA SUATU BANGSA seperti ketika kita ke dae rah lain, Batak, Jawa, Sunda, Sulsel, Ambon dsb. Sang nabi muhammad sebagai manusia biasa seperti kita tentu akan beperilaku seperti itu, karena disitulah beliau dibesarkan . Pertanyaan ini menjadi sangat penting karena , bila paket besar budaya Arab ini diyakini sebagai ajaran Islam , akan memusnahkan budaya kita yang mempunyai sifat yang sangat berlawanan. Contohnya, Pada saat menari tradisi , Rama Shinta , dalam lakon sendratari Ramayana , wanitanya tampil di depan umum berkesenian, dengan pakaian yang terbuka leher, lengan atas, dan kadang bersentuhan dengan pria yang bukan muhrimnya. Dan di panggung , belakang panggung mereka bergaul mempersiapkan tari berbaur tanpa sekat. Akibatnya tidak ada wisatawan mancanegara yang kesini,, kesempatan mendapat pekerjaan terhormat dan halal menjadi hilang. Akibatnya bisa ditebak , pekerjaan yang halal bagi kaum muslim yang tak punya modal sekolah , tinggal pembantu rumah tangga, dagang kecil kecilan , kaki lima dsb. Masa kecil saya memang dulu seorang penari Ramayana, dengan peran hanoman , dan kedua kakak saya juga penari jawa klasik. Demikian juga istri saya juga penari jawa klasik dan kakaknya penari Ramayana. Memang dulu masyarakat Indonesia di tahun 60 an dan 70an adalah pencinta tradisi, bukan hanya di Jogja saja, tapi seluruh Indonesia. . Inilah yang menjadi pertanyaan saya kepada Tuhan saya. Apakah berdosa memakai pakaian adat kami sendiri dan berbuat sesuai dengan suku bangsa kami .? Apakah Tuhan itu diskriminatif , hanya mengakui budaya Arab saja? Dimanakah keadilan Tuhan itu? kalau yang diakui hanya orang Arab saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu alquran terjemahan belum ada bos....orng tua dulu masih premitif atau umi jangankan bahasa Arab bhasa indonesia aja nggk bisa .
      kasihan anda pak dokter..
      Al-maaidah.( 104 ) Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.
      Al-Baqarah( 170 ) Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?"

      Hapus
    2. Pertanyaan anda ini sudah saya jawab pada pertanyaan anda yang terakhir. Lihat paling bawah.

      Hapus
  10. Demikianlah , pulang ke Indonesia penulis mulai bertanya kepada ulama ulama sekarang , hanya satu dari paket besar budaya Arab itu, yaitu tentang masalah pakaian wanita. Semua ulama yang penulis tanya , jawabnya sama. Yang boleh tampak dari seorang wanita hanya WAJAH DAN TELAPAK TANGAN. Selain itu semua anggota badan seperti rambut, telinga, leher , lengan atas , LENGAN BAWAH, PERGELANGAN TANGAN, PUNGGUNG TANGAN adalah AURAT, yaitu suatu anggota tubuh yang tabu ( saru) bila ditampakkan. Dan bila ditampakkan akan BERDOSA. Tapi ada yang janggal Dari pernyataan ini, Di Alquran tak ada satupun ayat yang menyatakan tidak memakai jilbab berdosa, tidak ada juga "yang boleh tampak adalah wajah dan telapak tangan" , rambut adalah aurat , telinga aurat, leher aurat. Kejanggalan selanjutnya , bila hal itu memang benar itu berdosa, 99 PERSEN WANITA INDONESIA PEMAKAI JILBAB AKAN BERDOSA DAN MASUK NERKA. Karena hampir semua pemakai jilbab di Indonesia tampak PUNGGUNG TANGAN, PERGELANGAN TANGAN DAN TAMPAK LENGAN BAWAHNYA. Anda bisa lihat jilba istri anda, adik , ibu, kakak , teman dsb.

    Dan hasil pencarian pribadi saya , dialog dengan yang menciptakan saya dan bumi , alam semesta ini, yang menurunkan Alquran kepada Nabi kita Muhammad saw itu, saya tulis dalam sebuah buku. Yang ringkasannya saya tulis di blog saya ini. Dalam rangka pencarian itu, saya ingin tanggapan anda , untuk pencerahan saya. KEPERCAYAAN tidak bisa diperdebatkan tapi untuk dilaksanakan. Seperti seseorang mempunyai paham Muhammadyah atau NU , bila diperdebatkan akan jadi debat kusir. Si A mengatakan Kafir B , si B tentu saja tidak terima...akhirnya terjadi pertengkaran. Itulah sebabnya saya tidak akan meladeni pernyataan pernyataan anda yang provokatif. sayapun akan bisa mengatai anda dengan kata kata yang lebih pedas , tapi saya tidak akan melakukannya. Kepercayaan itu Yang bisa hanya di DIALOGKAN . Dalam rangka pencarian itu, saya ingin tanggapan anda , untuk pencerahan saya. Untuk itu saya mohon mbak Fenny ramadhiana dan mas Poemersky mnejelaskan pertanyaan pertanyaan saya dibawah ini. Tapi sebelumnya harus ada batasan batasan , aturan main yang harus kita sepakati bersama. Bahwa islam adalah Alquran , yang merupakan firman / perkataan Tuhan yang paling tinggi hukumnya. Karena sekarang kecenderungannya , mengklaim pernyataannya adalah Islam tapi di Alquran tidak ada satupun ayatnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Alquran tak ada satupun ayat yang menyatakan tidak memakai jilbab berdosa, tidak ada juga "yang boleh tampak adalah wajah dan telapak tangan" , rambut adalah aurat , telinga aurat, leher aurat. Kejanggalan selanjutnya , bila hal itu memang benar itu berdosa, 99 PERSEN WANITA INDONESIA PEMAKAI JILBAB AKAN BERDOSA DAN MASUK NERKA. Karena hampir semua pemakai jilbab di Indonesia tampak PUNGGUNG TANGAN, PERGELANGAN TANGAN DAN TAMPAK LENGAN BAWAHNYA. Anda bisa lihat jilba istri anda, adik , ibu, kakak , teman dsb.


      oo alaa dokteeeeer....di Alquran juga nggak ada tertulis bahwa Apel itu halal.atau mentimun kedongdong nanas atau apalah
      Allah memang tidak mengatakan secara langsung. tetapi Allah swt mengatakan tidak mengikuti perintah nya masuk NERAKA

      Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.An nisa 14

      Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

      Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir/ingkar.

      Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir/ingkar rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.Al insan:(2-4)

      Hapus
    2. sebaik nya pak dokter belajar ilmu iman dan tauhid dulu baru pelajari yg lain nya.sehingga pk dokter bisa membeda kan yg haq dengan yg batil apa lagi tentang hakekat hijab,jilbab atau khimar(kerudung)

      Hapus
    3. Pertanyaan anda ini sudah saya jawab pada pertanyaan anda yang terakhir. Lihat paling bawah.

      Hapus
  11. 1. Anda bilang jilbab wajib karena untuk menutupi rambut. Hal ini karena rambut adalah aurat, ya khan. ....Tolong tunjukkan kepada saya Tuhan mengatakan rambut adalah aurat. Di ayat mana.? Tentu anda mengatakan bahwa yang boleh tampak dari seorang wanita " wajah dan telapak tangan" pernyataan ini di ayat mana? Dan mengapa timbul pernyataan seperti ini padahal di alquran tidak ada?

    2. Alquran adalah firman Tuhan yang jelas. Misalnya Haram , larangan memakan babi, darah , binatang yang disembelih atas nama selain Tuhan dsb jelas ada di Almaidah ayat 3 dan beberapa ayat lainnya. Tolong tunjukkan ayat yang menyatakan tidak memakai jilbab akan berdosa.

    3. Imam abu Hanifah yang sejaman dengan Imam syafii menyatakan kaki bukan aurat, dan imam abu yusuf sang murid kesanagannya menyatakan tangan bukan aurat. Nah, pertanyaan saya , mengapa imam yang hebat hebat ini bisa berbeda pendapat? Mohon pencerahannya

    4. Anda mengatakan kewajiban jilbab berdasar Al Ahzab 59 dan An Nur 31 . Okelah walaupun kurang tepat. Pertanyannya , pakai jilbab tapi pakai lengan pendek sampai terlihat bulu keteknya boleh? Kalau anda mengatakan tidak boleh, dasar aytnya mana? Di ayat itu kan dianjurkan memakai jilbab tanpa rincian ? Jilbab yang model mana yang di maksud? WAjah seleruhnya tertutup , atau kedua matanya saja yang terlihat?

    5. Bila sesederhana itu mengapa ulama ulama kita dulu di IAIN Institut Agama Islam Negeri berpendapat jilbab tidak wajib? Cobalah pikirkan lagi jangan jangan yang benar adalah pendapat saya...

    Ulama-ulama Indonesia : Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab : tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan. (5,166)

    BalasHapus

  12. Ulama dan pemikir Islam di Indonesia yang sepaham dengan pendapat semacam itu di antaranya: Ulama- ulama dulu :
    Prof Dr. Nurcholis Majid. (12) ,
    Prof. DR. Quraish Shihab ( ketik google : Quraish Shihab jilbab tidak wajib) ,
    Gus Dur. KH. Hasyim Asy’ari, ulama besar dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
    Sebagian besar ulama NU & Muhammadiyah di masa lalu (lihatlah foto-foto mereka zaman dulu yang masih terlihat rambutnya).
    Walisongo menciptakan dan menggubah seni tari tanpa jilbab
    Sunan Kalijaga : menciptakan tarian-tarian yang tidak memakai jilbab. Ulama-ulama Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, Keraton-keraton di Jawa Barat, dan lainnya, yang tak pernah melarang tari-tarian seni tradisional di wilayahnya masintg-masing. Dan, hingga sekarang tari-tarian tradisional itu masih tetap hidup dan berkembang.

    5. Para ulama mesir di universitas Al Ahzarpun berpendapat sama. Apakah mereka itu begitu bodohnya sehingga berpendapat sebaliknya dari anda?

    Ulama yang menganut paham aurat dari sudut kebiasaan ( adat budaya ) sehingga jilbab tidak wajib bagi bangsa yang tidak mempunyai pakaian tradisi jilbab.

    Imam Al-Qarafi (w.684 H): ahli hukum (juris) Islam dalam mazhab Maliki(10: 6).
    Abu Ishaq asy Syathibi (w.1388 M) : ulama Tafsir.(5)
    Syekh Muhammad Abduh (w.1905): ulama besar pemikir dan pembaharu pemikiran Islam, sebagai penghormatan dijadikan nama Aula di Univ. Al Azhar Mesir. Mantan Mufti Mesir ( semacam ketua MUI .red) . .(5)
    Sayyid Muhammad Rasyid Ridha (w.1873); ulama besar, pembaharu.(5)
    Al’Asymawi (2002) : mantan Hakim Agung Mesir.(5)
    Qashim Amin (1908) : Pemikir Islam .(5)
    Syekh Muhammad Suad Jalal : ulama Universitas Al-Azhar , Mesir.(5),
    DR. Ir muhammad Syahrur (lahir 1939) : Pemikir Islam.(5)
    Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (w.1973): Pemikir Fiqh. .(5)
    Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen / Guru besar Fakultas Syariah dan hukum Univeritas Al- Azhar.(5) Jamaluddin Muhammad, mantan Sekjen Majelis Tertinggi Islam Mesir dan anggota dewan riset Islam Al-Azhar.(5)
    Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (1879-1973): intelektual Muslim kelahiran Tunisia yang sangat disegani dan dihormati. Dan lain-lainnya lagi.

    Ulama yang menganut paham aurat sesuai kebutuhan untuk bekerja (memudahkan wanita bekerja, untuk kehidupannya di dunia).

    Imam Abu Hanifah (w.767 M) : memasukkan kaki bukan Aurat (5).
    Abu Yusuf (w.798 M) : memasukkan kedua tangan wanita bukan aurat (5 )
    Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen dan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum Univeritas Al-Azhar (5).
    Muhammad Ali al-hasan dan Abdurahman Faris abu aliyah : cendekiaan Muslim lulusan Fakultas Syariah Ryadh, Saudi Arabia (5,134).

    BalasHapus

  13. 5. Disinilah tempat ulama yang sesuai dengan keyakinan anda.

    Kelompok Ulama yang memandang jilbab wajib (wajah, mata dan telapaktangan , bukan aurat , sehingga boleh terlihat):
    Ulama kita sekarang banyak mengikuti pandangan ulama-ulama seperti ini, sepulangnya mereka dari bersekolah dari perguruan-perguruan tinggi di Arab Saudi dan Timur Tengah yang memang berbudaya jilbab. Imam Ar-Raghib Al Ashfahani.
    Abdullah Ibnu Abbas.
    Syaikh Al audin AlMardawi. Imam / Madzab Hambali.
    Ibnu Qudamah Al Maqdisi.
    Syaikhul Islam Ibnu TaimiyyahImam Madzab Maliki.

    Kelompok ulama yang berpendapat jilbab menutupi seluruh tubuh (seluruh tubuh aurat) : sumber: Kompas 4 Oktober 2009 :
    Syaikh Hammud At-Tuwaijiri.
    Dr. Sa’id Ramadhan Al Busi.
    Almarhum Syekh Benhas.
    Almarhum Abu Al-a’la Al Maududi.
    Mayoritas ulama Arab Saudi, negara Arab timur dan Asia Selatan. Dan lain-lain.

    Pertenyaan terakhir, apakah para ulama itu akn masuk neraka karena tidak sepaham dengan anda? Dan mengapakah mereka ulama ulama yang hebat hebat itu berbeda?

    Demikianlah, saya sangat mengharapkan jawaban jawaban anda untuk pencerahan saya. Anda tidak usah kuatir, cita cita anda untuk melenyapkan budaya Indonesia dan menggantikan dengan budaya Arab akan kessampaian 5 tahun lagi. Tapi paket besar budaya Arab lainnya itu akan segera tiba. Tanda2nya sudah ada. lihat sekeliling anda orang Indonesia aslipun sudah mulai tidak mau bersalaman, di aceh laki laki dan perempuan pun sudah dipisah , akan merembet ke daerah lain Ada orang yang sudah mulai membuang koleksi patung , lukisan mahluk hidupnya. Di Jogjapun , ada SMA negeri yang yang melarang siswinya berkesenian, jilbab dinwajibkan, laki laki wanita dipisah. Dan anda mbak Fenny tidak akan pernah jadi pemimpin , karena itu juga termasuk paket, wanita tidak boleh memimpin. Dan pada suatu saat andapun tidak boleh bekerja . Demikianlah JILBAB HANYALAH PERMULAAN.

    Bangsa Indonesia harus benar benar memikirkan tentang masalah budaya Arab ini , bila tidak ingin punah. tapi bila mayoritas sudah tidak ada rasa memiliki... ya sudah ucapkan selamat datang budaya Arab selamat tinggal budaya Indonesia....

    Jawaban jawaban anda berdua saya nantikan. Mohon maaf bila ada kata kata yang tidak berkenan.

    Selengkapnya baca di blog saya : Bagi wanita Indonesia Jilbab tidak wajib benarkah dan punahnya budaya Indonesia. Dokterabimanyu. Blogspot.

    BalasHapus
  14. Assalamu'alaikum Pak dr. Abimanyu Sp.B
    Saya adalah seorang Mahasiswa di salah satu universitas Islam di Bandung, dalam hal ini saya masih perlu banyak belajar dan pengetahuan saya pun terbatas.
    Saya tertarik berkomentar di sini karena apa yang bapak paparkan ditulisan ini sangat kontroversial, sehingga saya pun mempunyai opini sebagai berikut :

    Bila kita memang seorang yang ber-agama Islam, maka kitapun harus patuh pada Agama kita. artinya kitapun tunduk pada semua aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam Agama Islam secara menyeluruh, seperti pada Firman ALLAH berikut :

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِين

    “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah (2) : 208)

    Asbabun Nuzul ayat diatas tersebut pasti Pak dokter sudah tahu.

    Sehingga kalau kita ingin menjadi ISLAM, maka kita harus menerima segala konsekuensinya. Baik itu ADAT ISTIADAT, BUDAYA maupun SEGALA ASPEK KEHIDUPAN NABI MUHAMMAD SAW yang membawa ajaran AGAMA tersebut,
    sebagai contoh adalah mengenai BAHASA ARAB. ALLAH SWT berfirman :

    إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

    Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa bacaan (qur’an) dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. 12:2 dan 43:3)

    Asbabun Nuzul ayat diatas pasti Pak dokter sudah tahu juga....

    ALLAH menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab karena Nabi orang Arab, maka konsekwensinya semua hukum-hukum yang berhubungan dengan IBADAH harus menggunakan BAHASA ARAB bukan BAHASA JAWA maupun MELAYU. seperti SHOLAT contohnya, BOLEHKAH KITA SHOLAT MEMBACA SURAT AL-FATEHAH DENGAN BAHASA MELAYU ATAU JAWA ?? uppss..., tentu saja tidak sah sholatnya, bukan begitu Pak Dokter.. ?

    Kesimpulan dari OPINI saya adalah :
    Kalau kita memang mengakui ISLAM sebagai Agama kita, maka segala KONSEKWENSI pada AGAMA ISLAM harus kita terima, baik itu ADAT ISTIADAT maupun BUDAYA. Sehingga Perintah BERJILBAB seperti yang Bapak uraikan pada tulisan bapak diatas, sangat tidak realistis sebagai seorang MUSLIM yang KAFFAH.
    Segala resiko bagi seorang MUSLIMAH yang taat dengan berhijab baik itu sulit mendapatkan pekerjaan, berekspresi maupun berbudaya itu adalah KONSEKWENSI dari AJARAN ISLAM. Bapak menyebutkan dalam tulisan Bapak mengakui bahwa ISLAM adalah AGAMA yang RAHMATAN LIL ALAMIN yang artinya bapak samarkan dengan ALQUR'AN secara nyata. RAHMATAN LIL ALAMIN ITU DITUJUKAN KEPADA NABI BUKAN AL-QUR'AN seperti firman ALLAH berikut :

    وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ

    “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

    Asbabun Nuzul nya juga pasti Pak dokter sudah tahu, jadi tidak perlu dibahas oleh saya.

    Artinya apa ? Silahkan bapak cari TAFSIR maupun SYARAH mengenai ayat tersebut, dan pasti juga Pak Dokter sudah tahu.

    Dari situ pasti juga Pak Dokter sudah dapat menarik kesimpulan apa yang menjadi OPINI saya tersebut.

    Terakhir saya minta maaf bila ada kata-kata saya dalam komentar ini yang mungkin salah atau tidak berkenan, baik bagi Pak Dokter sendiri maupun pembaca komentar saya ini, mohon dikoreksi bila ada yang salah sebab saya adalah orang yang sedang menuntut ilmu sehingga perlu bimbingan dari siapapun termasuk Pak Dokter.

    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,
    Achil Saputra - https://achilsaputra.wordpress.com

    BalasHapus
  15. Buat pak diwan di bandung , mohon maaf , hp saya masih bermasalah.. Mohon dikirimkan lagi alamat anda lewat e mail...suryahabsara@yahoo.com..terima kasih

    BalasHapus
  16. Mas achilsaputra yang terhormat.

    Sebelumnya saya berterima kasih anda telah berkunjung ke blog saya. Saya sangat menghargai sikap anda yang santun walaupun kita berbeda pendapat. Berbeda pendapat adalah sikap yang wajar dalam BUDAYA KITA , ada pepatah RAMBUT SAMA HITAM , ISI KEPALA BERBEDA BEDA.

    Memang masalah AURAT (anggota badan yang tidak boleh di perlihatkan) di kalangan ulama memang kontroversi. Kontroversi (versi : pendapat , kontra : berbeda) , terjemahan bebas kontroversi : pendapat yang berbeda atau bertolak belakang. Mazhab ulama kita ber mazhab Syafii , semua anggota tubuh tidak boleh diperlihatkan kecuali WAJAH DAN TELAPAK TANGAN. Wanita sekarang , teman teman anda kuliah , ibu , saudara wanita anda, bila memakai jilbabpun , masih kontoversi. Perhatikan PASTI, punggung tangan, pergelangan tangan, bahkan ada separuh lengan tangan, dan kaki MASIH TERLIHAT. Menurut Mazhab maliki yang kita anut, yang dianut ulama NU DAN Muhammadyah sekarang wanita wanita kita itu TIDAK MENUTUP AURAT. Karena yang boleh terlihat adalah hanya WAJAH DAN TELAPAK TANGAN .

    Menurut Imam Hambali , wanita itu, seluruh tubuhnya aurat. ( Bila anda tidak punya bukunya , silahkan ketik google : perbedaan aurat wanita menurut empat mazhab). Sehingga di butuhkan jilbab yang menutupi seluruh tubuh. Ulama ulama kita dulu , sebelum 1980an pun, tidak menggap rambut adalah anggota badan yang tidak boleh terlihat (aurat). Sehingga jilbabpun , dulu, tidak di wajibkan. Bila anda ragu sms , ibu, tante, nenek , atau dengar cerita ayah, paman, kakek , apakah dulu wanita indonesia berjilbab?atau silahkan lihat album lama mereka , film film lama kita, warkop, film oma irhama ataupu film perjuangan. Saya tahu persis karena di tahun 1970an dan 1980an , ketika itu saya remaja SMA . Dimanakah anda saat itu , sampai tidak mengetahuinya ?

    Inilah pendapat ulama kita yang Memandang jilbab tidak wajib SAAT ITU di tahun 1980an

    Ulama-ulama Indonesia : Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab : tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan. (5,166)

    Imam Hanafi menyatakan, tangan bukan aurat muridnya abu jusuf menyatakan kaki bukan aurat.. Memang Alquran tidak mewajibkan jilbab dan membolehkan semua pakaian tradisi. Anda ingin pakai pakaian hanbok korea silahkan, kimono jepang boleh juga, jilbab, tidak masalah, kebaya pakaian kita , itu lebih baik karena pakaian adat kita. Sesuai firmannya :

    Katakanlah (Muhammad), " Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya (tafsir Alquran ada yang menerjemahkan :keadaannya) masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra 17:84)

    BalasHapus
  17. Kemudian bagaiamana bila , pakai pakaian itu terlihat payudara pemakainya dan belahan pantat seperti jilboob/jilbab sexy yang menghebohkan itu? Atau memakai model apapun tapi seperti iti? Tentu saja ini tidak Benar. Karena memperlihatkan anggota badan yang TIDAK BIASA TAMPAK ( bukankah payudara dan pantat tidak biasa tampak? ) ...karena tidak sopan dalam adat kita. Seperti firmannya : pada An Nur 24: 31

    ”.. janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (biasa) nampak dari mereka (wanita).”

    Pesan Tuhan disini , pakailah pakaian YANG WAJAR, YANG SOPAN, sesuai adat dimana kita tinggal.

    Tentang turun dalam bahasa Arab , tentu saja mustahil Petunjuk Kehidupan dati Tuhan (Alquran) di tanah Arab , pada orang orang Arab yang mempunyai bahasa Arab kok pakai bahasa Jerman , Inggris atau bahasa Jawa.

    Sholat dalam bahasa Arab. Saat Imam Abu hanifah sekitar abad ke 8 , jauh hari 1200 tahun yang lalu , pendapat tentang keharusan berdoa (shalat) memakai bahsa masing masing bangsa , dengan keharusan berdoa memakai bahasa Arab , masih sama banyak , seimbang. Tapi kemudian dalam perkembangannya pendapat berdoa (sholat) harus memakai bahasa Arab lebih kuat, dan sekarang semua ulama mempunyai pendapat yang sama, shalat harus memakai bahasa Arab. Tentang sah nya suatu shalat , sah atau tidak , yang tahu tentu Tuhan sendiri . Kita hanya menebak nebak saja. Bila kita mau coba berpikir sedikit, mustahil Tuhan tidak paham bahasa jawa atau Indonesia. Pesan dari ayat ini , saya menafsirkan , selain bisa MEMBACA BAHASA ARABNYA pahami juga bahasa Indonesianya , sehingga kita paham. Saya sendiri bila shalat tentu memakai bahasa Arab , baru setelah selesai, saya berdoa memakai bahasa saya sendiri.

    Saya yakin , setelah anda membaca tulisan saya, tidak ada yang berubah dari keyakinan . Demikian pula pembaca di rumah , yang saliran dengan mas achil tetap saja berpegang teguh pada prinsip semula. Hal yang sama terjadi pada pembaca yang sepaham dengan saya, tidak akan ada perubahan apa apa ketika membaca tulisan mas achil dan yang sepaham diatas. Kita memang harus paham bahwa kita berdiskusi mememperbincangkan dua keyakinan TIDAK MUNGKIN menghasilkan SATU PENDAPAT. Kita lihat saja sekeliling kita , dalam islam sendiri begitu banyak Mazhab , berapa puluh atau ratusan aliaran yang semuanya itu pendapatnya berbeda beda. Ada mazhab Maliki, Hambali, Syafii, hanafi dan masih banyak lainnya. Aliran /kelompok organisasi keagamaan pun , walaupun sama sama bermazhab Syafi'i menjadi aliran yang banyak sekali yang satu sama lain berbeda misalnya saja , NU , Muhammadyah, LDII, MTA, Aliran tarekat Naqsabandyah dan lainnya. Akhirnya di dunia ini kita harus saling menghormati keyakinan kita masing masing. Saya akan mengutip ucapan Tuhan/ (bahasa arabnya ) firman Allah swt sebagi pencipta diri kita , yang sangat tahu hati mahluk ciptaannya :

    “ Sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat “ : (Adz-Dzaariyat 51:8)...

    Buat mas achiel dan teman sejawat, teman sepaham saya hanya bisa berkata , Bila ada salah kata saya mohon maaf. Kita semua berusaha menafsirkan ayat ayatnya. Tapi Tuhan sendirilah yang tahu jawaban yang sebenar benarnya. Wallahu a'lam bishawab.

    Selengkapnya di :

    BLOG DOKTERABIMANYU : BAGI WANITA INDONESIA JILBAB TIDAK WAJIB , BENARKAH DAN PUNAHNYA BUDAYA INDONESIA.

    BalasHapus
  18. Buat mas/mbak pikapiku

    Memang masalah aurat adalah masalah yang menjadi polemik dan kotroversi diantara para ulama selama ribuan tahun. Sebagai misal, saya akan bertanya pada anda , jilbab model apakakh yang anda pakai? Mungkin jilbab dengan wajah kelihatan seperti umumnya jilbab wanita Indonesia. Anda merasa benar?..nanti dulu ... Bagi pemakai jilbab yang seluruh wajah tertutup, anda dipandang tidak Islami, tentu menurut versi dia. Karena bagi dia , wajah adalah aurat sehingga ANDA DITUDUH TIDAK MENUTUP AURAT seperti ANDA MENUDUH WANITA INDONESIA YANG TIDAK MENUTUP RAMBUTNYA. Karena bagi penganut aliran Mazhab imam syafii rambut adalah aurat (anggota badan yang tidak pantas di perlihatkan, seperti payudara misalnya).

    Jadi bagai mana ini , bila dikatakan Alquran kitab yang sempurna mengapa umatnya saling bertengkar , malah tidak ISLAM ( damai). Tentu , bila hal ini terjadi, umatnyalah yang salah menafsirkan. Saya dengan segala data yang ada , dan secara obyektif dan seilmiah mungkin berusaha memecahkan hal tersebut.

    Ulama di dunia Islam dulu (sebelum 1980an) , membagi tindakan manusia menjadi 2

    1. Ibadah Maghdah : shalat, puasa, naik haji, berwudhu . Hal ini tidak boleh berbeda. Harus persis sama . Akurat. Seperti yang anda sebutkan , memakai mukena saat shalat , setiap wanita muslim harus seperti itu modelnya.

    2. Ibadah Ghairu maghdah : termasuk budaya manusia lain bangsa yang bisa berbeda beda atau biasa juga di sebut muamallah.

    Dulu sebelum 1980an , para ulama walaupun beragama islam, orang indonesia pakai kebaya, orang jepang pakai kimono , orang aceh pakai pakaian khas daerahnya tidak apa apa. Coba perhatikan foto Cut nyak dien atau foto ibu saya di aceh tahun 1950an yang mengenakan pakaian adat aceh. Dulu ulama acehpun, tidak apa apa. Karena memandang pakaian sebagai bidang muamalah , yang boleh berbeda. Dan dulu ajaran Islam dipandang sebagai ajaran moralitas , tentang kejujuran, niat baik, perilaku baik dan lain sebagainya. Tapi ulama sekarang sejak 1980an memasukkan pakaian sebagai bidang ibadah. Yaitu setiap wanita muslim HARUS MEMAKAIA PAKAIAN MODEL MUKENA. Yang tampak hanyalah WAJAH DAN TELAPAK TANGAN. Dan inpun kontro versi juga. Maaf mas atau mbak pika piku, APAKAH MBAK PIKAPIKU MODEL JILBAB ANDA SEPERTI MUKENA? Saya hampir 99 persen yakin andapun TIDAK MAU MEMAKAI PAKAIAN DENGAN MODEL MUKENA. Karena perhatikanlah , hampir semua pakaian model pakaian jilbab wanita indonesia masih memperlihatkan punggung tangan, sendi tangan , setengah tangan dan kaki pun masih terlihat. Sehingga andapun masih memperlihatkan aurat, seperti tuduhan anda kepada wanita yang terlihat rambutnya......nah...rumit bukan?.....Memang di alquran mewajibkan kita sopan sesuai adat kesopanan di adat kita masing masing dan yang paling penting adalah sikap perilaku kita yang baik , sesuai ucapannya / firmannya :

    “Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al ‘Araf [7]:26)

    Takwa : berbuat baik karena takut ( akan hukuman ) Tuhan /Allah

    Sebagai pengetahuan saja , ulama kita di tahun 1980an mulai mewajibkan jilbab karena reaksi revolusi Islam Iran yang beraliran Syiah 1979 ,. sehingga ulamapun kita ikut ikutan mewajibkan jilbab, sebagai rasa ikut bangga , sebagai identitas islam. Akibatnya Dipakailah al Ahzab 59 dan An Nur 31 sebagai pembenar. Padahal ayat tersebut turun , berkaitan dengan suatu peristiwa di Madinah. Coba anda bisa membaca artikel saya lagi lebih detail .

    Akhir kata , sepanjang apapun penjelasan saya jilbab , atau tidak berjilbab. Berjilbab denagn masing masing modelnya , kelihatan wajah, tidak kelihatan wajah, kelihatan hanya 2 mata akan tetap kontro versi sampai akhir jaman. Yang penting kita selalu menghormati pilihan kita masing masing.

    Hanya tuhan yang mengetahui jawaban yang sebenar benarnya. Wallahu a'lam bishawab.

    BalasHapus
  19. Sebagai tambahan, anda bisa mempelajari sendiri tentang Ibadah maghdah dan ibadah ghairu maghdah banyak sekali artikel di internet. Ketik saja di google kedua kata ini....terima kasih.

    BalasHapus
  20. Ada pengalaman menarik waktu Pemilu Pilpres kemaren, Saat hari pemungutan suara, terjadilah keributan kecil di salah-satu TPS, dimana waktu itu seorang PPL (Petugas Pengawas Lapangan) yang merupakan perpanjangan tangan dari PANWASLU Kecamatan datang ke TPS dan merobek Visi dan Misi ke dua calon Presiden.

    Hal ini dilakukan karena yang dia terima di saat pembekalan adalah, bahwa tidak boleh ada gambar pasangan calon di lokasi TPS dan TPS harus bersih dalam radius 200m.
    Namun disaat pembekalan masih berlangsung, dia tidak lagi mengikuti nya.

    Ketika Para anggota KPPS melaporkan kejadian ini, saya cuma berkomentar
    "Untung cuma itu yang dirobek, tidak termasuk kertas suara yang juga berisi gambar pasangan calon"

    Begitulah kira2, yang ada sekarang ini pada tulisan diatas....

    BalasHapus
  21. Maaf bp abimanyu ini mencurigakan?modus yah..seminim minimnya pemahaman agama islam buat mayoritas orang islam tau hukum jilbab wajib.Seruan Allah SWT.g bisa diganggu gugat atau dicari cari celahny. Al quran itu sesuai dengan zaman apapun termasuk skrng ini, sudahlah jgn memprovokasi percuma sajah.

    BalasHapus
  22. Buat mbak Yuliana sari yth.

    Dari gaya bahasa anda, saya tahu bahwa anda sama sekali tidak membaca tulisan saya. Kemungkinan kedua anda memang membaca tapi merasa bosan , kemudian tanpa memperhatikan substansi yang saya katakan langsung berkomentar. Karena dalam tulisan anda, tak satupun , point mana , bagian dari tulisan yang mana , kutipan dari tulisan saya , yang menjadi keberatan anda. Apapun mbak , saya mengucapkan terima kasih anda telah berkunjung ke blog saya.

    Pada hari ini di tahun 2015 , ketika saya mengatakan jilbab tidak wajib bagi wanita Indonesia, dengan segera saya akan di cap negatif, tidak Islamilah, kafirlah, memprovokasilah , aneh , nyleneh , mungkin banyak lagi. Tapi ketika anda di tahun 1970an , saat saya SMA , memakai jilbab , karena menganggap rambut adalah aurat seperti payudara, alat kelamin (maaf) , yang harus ditutupi kemanapun anda pergi, maka ANDALAH yang dikatakan aneh bin nyleneh. KARENA ANDALAH SATU SATUNYA PEMAKAI JILBAB , seperti model jilbab yang terlihat distatus anda saat difoto bersama kedua anak anda.

    Saat itu di tahun 1970an ( saat itu anda dimana?), tak seorangpun wanita indonesia yang memakai , model jilbab yang anda peragakan. Anda ragu? Silahkan sms ibu, ayah, paman, tante , bude , nenek, kakek apakah saat itu mereka memakai jilbab? Hampir 99 persen jawabannya adalah tenan teman mereka, atau yang wanita tidak memakianya. Silahkan juga lihat album album lama mereka. Atau silahkan lihat film film kita dindono kasino warkop, film oma irama atau film perjuangan sebelum 1980an , film film lama kita, perhatikan tak ada satupun yang memakai jilbab model anda. Hal itu karena HAMPIR SEMUA ULAMA KITA DULU , tak ada yang memandang jilbab adalah wajib.

    Pakaian dimasukkan kedalam Ibadah Ghairu Maghdah ( untuk menambah wawasan silahkan ketik google : ibadah magdah dan ibadah ghairu magdah) , muamalah, kebudayaan , yang setiap orang boleh meakai pakaian tradisinya masing masing. Tapi ulama sekarang memandang berpakaian wanitapun termasuk ibadah maghdah , seprti shalat, puasa, tata cara wudu Yang harus baku, tidak boleh berbeda. Tidak heran ketika ulama sekarang , yang bermazhab syafii , memandang wanita harus memakai pakaian ketika seperti sedang shalat , yaitu memakai mukena , YANG BOLEH TAMPAK ADALAH WAJAH DAN TELAPAK TANGAN thok!! Karena selain itu adalah aurat , suatu anggota badan yang tidak pantas untuk di tampakkan , termasuk rambut, telinga, punggung tangan, pergelangan tangan, setengah tangan , kaki. ( ketik google : aurat wanita dalam mazhab syafii).

    Karena yang boleh tampak adalah HANYA WAJAH dan TELAPAK TANGAN , maka LIHATLAH MODEL JILBAB ANDA. Jelaslah menurut madzhab syafii, ANDA TIDAK MENUTUP AURAT , karena tampak di foto anda , punggung tangan , pergelangan tangan anda terlihat. Saya tidak melihat kaki anda pakai kaos kaki atau tidak, kalau tidak , andapun sedang memperlihatkan aurat. Ini seperti ketika ANDA MENUDUH WANITA INDONESIA YANG TERLIHAT RANBUTNYA, sebagai sesuatu yang tidak Islamii melanggar perintah Tuhan . Nah , mbak yuli , anda termakan omongan anda sendiri. Andapun sama saja , memperlihatkan aurat dan tidak Islami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok repot bahas jilbab dr. abi manyu..tu urusin abg/remaja sekarang yg pakek rok mini,,pasti dapat pahala besar Bapk kalau bisa buat mereka paham menutup aurat dengan benar...anak,abg,remaja,pemuda,kakek-kakek jaman dulu lihat wanita setengah bugil nggk nekat mau ganggu,,kalau sekarang lihat aj berita dkoran dan televisi banyak pelecehan seksual...jangan sampai anda menjadi latar belakang atau jalan buat mereka mendapatkan kesempatan berbuat demikian(pelecehan seksual,pencabulan,dan pemerkosaan)

      Hapus
  23. Itulah inti dari bahasan saya mengapakah , ulama sekarang memandang rambut adalah aurat , sedang ulama kita dulu tidak memandang rambut adalah aurat ( aurat bahsa arab padanannya , tabu bhs indonesia, saru bhs jawa). Mereka ulama kita dulu, mengaggap wajar orang memakai sanggul, di kucir rambutnya , di gelung , dipotong pendek dsb. Inilah pandangan mereka di tahun 1980an :

    Ulama-ulama Indonesia : Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab :

    ".... tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan...) (5,166)

    Silahkan buka blog saya juga bila ingin membaca pendapat ulama dulu yang lainnya : BLOG DOKTERABIMANYU : BAGI WANITA INDONESIA JILBAB TIDAK WAJIB , BENARKAH DAN PUNAHNYA BUDAYA INDONESIA

    Saya bukan anti jilbab, tapi saya akan berpegang pada ajaranNYA, petunjukNYA, sabdanya di An Nur 24 : 31 :

    ”.. janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang BIASA NAMPAK dari mereka (wanita).”

    Sehingga pakaian kimono , hanbok, , baju bodo dan pakaian tradisi indonesia yang lain boleh boleh saja. Karena di indonesia , rambut , wajah , lengan tangan sebatas, siku keatas sedikit , boleh saja , karena menurut ayat diatas , SUDAH BIASA NAMPAK , sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Yang penting sopan untuk ukuran masyarakat kita. Itulah intinya , agar kita sopan sesuai adat setempat. Tapi bagai mana bila terlihat payudaranya? Tentu ini melanggar ayat tersebut diatas. Karena MENAMPAKKAN ANGGOTA BADAN YANG TIDAK BIASA TAMPAK.

    Akhir kata , tetaplah memakai pakaian jilbab anda , karena pakaian anda pun tampak sopan kok. Tetapi sebaliknya , andapun jangan menghakimi wanita lain yang terlihat rambutnya sebagai sesuatu yang tidak Islami atau melanggar perintah Tuhan . Karena di Alquran tidak ada kalimat " yang boleh tampak dari seorang wanita adalah WAJAH dan TELAPAK TANGAN . Ini adalah ajaran Imam Syafii sebagai ORANG ARAB yang sesuai dengan budaya pakaiaan adat di sukunya. Dan pendapat beliau inilah yang kemudian menjadi "kurikulum " pendidikan ulama Muhammadyah dan NU. Silahkan ketik : dewan tarjih muhammadyah wanita yang boleh tampak wajah dan telapak tangan . untuk nu : buku safinatun najah wanita boleh terlihat wajah dan telapak tangan. Buku safiantun najah adalah buku pegangan di pondok pesantren NU.

    Mohon maaf bila ada kata kata tidak berkenan. Manusia hanya berusaha , tapi hanya Tuhanlah yang mengetahui jawaban yang sebenar benarnya. Terima kasih.

    BalasHapus
  24. Sya ingin bertanya,apakah cerita ini bnar,pak?

    Imam Ali as berkata:
    “Saya dan Fathimah menghadap Rasulullah saw
    dan kami melihat beliau dalam keadaan menangis
    tersedu-sedu dan kami berkata kepada beliau:
    “Demi ayah dan ibuku sebagai jaminanmu, apa
    yang membuat anda menangis tersedu-sedu?”
    Rasulullah bersabda:
    “wahai Ali pada malam mi’raj ketika aku pergi
    ke langit ,aku melihat wanita–wanita umatku
    dalam azab dan siksa yang sangat pedih sehingga
    aku tidak mengenali mereka. Oleh karena itu,
    sejak aku melihat pedihnya azab dan siksa
    mereka, aku menangis.
    Kemudian beliau bersabda:
    1. Aku melihat wanita yang digantung dengan
    rambutnya dan otak kepalanya mendidih.
    Rasulullah saw bersabda:
    “Wanita yang digantung dengan rambutnya dan
    otak kepalanya mendidih adalah wanita yang
    tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan
    laki-laki yang bukan mahram.

    BalasHapus
  25. Terima kasih atas kunjungan ke blog saya.

    Bila anda membaca jawaban jawaban saya diatas , anda melihat begitu banya perbedaan masalah aurat ini. Aurat adalah bagian badan yang tidak sopan atau tidak layak diperlihatkan kepada masyarakat umum . Seperti misalnya seorang wanita indonesia mempertontonkan payudara atau maaf alat kelaminnya. Tapi hadis (ucapan nabi muhammad) diatas , memperlihatkan rambut juga suatu yang sangat berdosa. Padahal untuk masyarakat kita rambut adalah pemandangan sehari hari. Bagi anda yang berpikir sedikit saja memakai AKAL sehat kita tentu sangat janggal. Hanya memperlihatkan rambut saja , kok hukumannya seolah olah sama dengan seorang pembunuh sadis , yang betul betul berdosa besar. Tentu saja untuk memecahkan misteri ini kita harus pakai AKAL , kalau hanya ikut ikutan kata orang, entah itu siapa saja, sebaiknya stop saja sampai disini. Pakailah AKAL untuk memecahkan setiap persoalan di kehidupan. Ini sesuai dengan , petunjukNYA :

    "....... dan Allah melimpahkan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya” (Yunus : 100),

    Baiklah , Hadis yang anda kemukakan adalah hadis ahad . Yaitu keberadaannya SATU ATAU DUA thok. Yaitu dari Ali . Ini persis seperti hadis jilbab juga seperti yang di kemukakan Aisyah . Untuk jelas nya mohon kembali membaca uraian saya diatas pada : uraian tentang hadis aisyah ini. Kalau memang terlihatnya rambut menyebakan masuk NERAKA sebuah anacaman yang tidak main main, tentu , setelah Isra Miraj itu akan ada di jumapai ratusan , ribuan hadis yang mewajibkan pemakaian jilbab ( hadis Masyur ) Nabi Muhammad tentu tidak akan bercerita pada Ali thok , tapi juga ratusan sahabatnya. Sehingga bukan hanya Ali yang bercerita. ini sungguhnsangat janggal. Itulah sebabnya para ulama DULU SEBELUM 1980an biasanya tidak menyandarkan pada hadis yang cuma satu thok (hadis ahad) ini. Untuk masalah hukum , ketetapan yang diwajibkan untuk seorang muslim, biasanya Para ulama menyandarkan pada hadis Masyhur. Hadis yang bersumber dari 3 atau 4 sahabat. Cobalah anda mempelajari lagi tentang istilah istilah hadis. bila tidak punya bukunya, cari di google sudah sangat cukup. Mungkin tulisan saya dibawah ini dapat dipakai sebagai penjelasannya.

    BalasHapus
  26. HADIS TIDAK BISA DI SEJAJARKAN DENGAN ALQURAN.

    Tentu saja , karena Alquran adalah sebuah petunjuk dari dzat yang maha agung. Yang membuat alam semesta , matahari , bumi , bulan dan triliunan benda benda diangkasa . Selain itu dzat ini , yang membuat kehidupan di bumi ini , dari bakteri , jasad renik, tumbuhan , hewan manusia yang sangat luar biasa tidak ada bandingannya.

    1. Hanya AlQuran–lah yang dijamin kebenarannya oleh Allah swt , sang maha pencipta alam semesta. Tidak ada satupun ayat di AlQuran yang menjamin kebenaran kitab Hadis.

    HANYA AL-QURAN DIJAMIN ALLAH SWT , HADIS TIDAK

    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya ( Al Hijr 15:9)

    Ketika petunjuk itu turun , yang disampaikan malaikat jibril 1400 tahun yang lalu kepada nabi Muhammad, beliau langsung MENDIKTEKANNYA kepada para sahabat. Nabi secara langsung dapat menelitinya , benar atau tidak saat di tuliskan. Alquran ditulis dengan SEPENGETAHUAN Nabi Muhammad.

    Mengapa Hadis tidak dijamin kebenarannya , karena tidak seperti Alquran yang sepengetahuan langsung Rasulullah, hadis ditulis TIDAK SEPENGETAHUAN Rasullullah SAW sehingga beliau tidak bisa MENGECEK kebenarannya

    2. Nabi tidak tahu hadisnya ditulis.

    Setelah didalami ternyata hadis begitu sarat dengan masalah tentang kebenaran isinya , sehingga para ulama membagi hadis menjadi bermacam-macam ( google ketik : jenis-jenis hadis) : Hadis shahih, hadis hasan , hadis ahad, hadis masyhur dan lain sebagainya yang begitu rumit.

    Hal ini karena Hadis baru dituliskan seratus tahun setelah kematian Nabi , saat Khalifah Umayah, Umar bin Abdul Azis yang berkuasa tahun 717 M. Beliau mengumumkan ke seluruh pelosok negeri Arab, Iran, irak dan seluruh daerah kekuasaannya sampai Cordoba Spanyol , agar para penduduk negeri itu , siapa saja yang MENDENGAR HADIS AGAR DITULIS. Jadi hampir selama 100 tahun perkataan NAbi (hadis) ini, TIDAK DITULIS , tapi DI INGAT.

    BalasHapus
  27. Karena barunditulis 100 tahun setelah kematian nabi, maka yang menuliskannya adalah anak cucu para sahabat. Sehingga hadis selalu berpola , " aku mendengar dari ayahku bernama A . ayahku A mendengar dari kakekku B . Kakekku B mendengar dari ayahnya lagi si C . Baru kemudian si C ini mendengar dari Ali , abu bakar , aisyah atau sahabat yang lain. Untuk zaman sekarang , pola seperti ini , nilai kepercayaannya TENTU sangat rendah. bisa saja ingatan si A, B, C salah ingat, salah ucap salah paham dan lain sebagainya. Tidak menutup kemungkinan ditamabahi sendiri , untuk SELERA pribadi , kepentingan pribadi. Siapakah yang menjamin sebuah hadis benar , mutlak seperti yang dikatakan Nabi Muhammad bila pola nya seperti ini. Bayangkan perkataan ini hanya di ingat, melintas sampai 100 tahun , kemudian baru ditulis. Karena rumitnya kadang Untuk kemudahan , biasanya dituliskan seperti kasus hadis yang anda kutip . Ali mendengar dari Nabi , aisyah mendengar dari Nabi . Padahal polanya tidak seperti itu. Polanya tetap, Aku mendengar dari ayahku, ayahku mendengar dai ayahnya....dst sampai para sahabat.

    IMAM BUKHARI-PUN TAK BERTEMU PERIWAYAT HADIS
    APALAGI BERTEMU SANG NABI UNTUK MENGE-CEK-NYA

    Imam Bukhari pun ( ketik google : Biografi Imam Bukhari) yang lahir 196 H/810 M, hampir 200 tahun setelah meninggalnya Nabi ( meninggal 632 M) memilah-milah satu juta hadits yang diriwayatkan 80.000 perawi disaring menjadi hanya 7275 hadits yang dianggap shahih , sembilan ratus ribu sekian (992.725) adalah palsu. Dalam penyaringan ini , beliau tidak pernah bertemu orang yang meriwayatkan paling akhir (generasi ketiga setelah hidupnya sahabat) , karena BELIAU BELUM LAHIR. Untuk meneliti keshahiham hadis , beliau hanya menduga duga saja , bahwa rangkaian para periwayat hadis itu , dalam hal ini si A , si B , si C , jujur tak berbohong. Beliau hanya BERTEMU DIATAS KERTAS. Jangankan bertemu dengan orang-orang ini, apalagi bertemu dengan sang Nabi sendiri untuk mengecek kebenaran isi hadis tersebut.

    Demikian pula Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah yang lahir rata-rata 200 tahun setelah meninggalnya Nabi ( ketik biografi nama-nama ini di google ). Karena proses berantai dari ayah , ke anak , kemudian dari anak ke cucu , membuat kekisruhan. Itulah sebabnya hadis Imam Bukhari yang dianggap paling shahih sekalipun dapat dianggap tidak shahih oleh ulama mazhab lain , Muslim , abu dawud dsbnya. ( google : hadis palsu dan lemah di Imam Bukhari atau kontroversi hadis ). Sejarah mencatat kemudian bahwa umat Islam terpecah-pecah menjadi berpuluh Mazhab karena keyakianan hadis yang diyakini ( googgle ketik : Mazhab perbedaan hadist ). Tidak heran dulu , ketika ditahun 70 -80an para ulama menyarankan bila terjadi perbedaan kembalilah ke Alquran.

    Mengapa hal ini terjadi ? Sehingga hampir ribuan umat Islam saat itu tak berani menuliskan hadis nabi . Sehingga saat ini tidak ada buku hadis (shohifah) tulisan langsung para sahabat dekat , abu bakar, umar , usman ali ,said bin zabit penulis Alquran dan istri beliau aisyah. Hal ini di sebabkan karena : :

    BalasHapus
  28. NABI MELARANG PENULISAN HADISNYA. BELIAU MENGHENDAKI HANYA ALQURAN.

    Seperti telah disebutkan diatas , penulisan hadis yang begitu lama , disebabkan adanya pelarangan penulisan Hadis oleh Sang Nabi sendiri .(Ensiklopedi pelajar Islam jilid 2 hal 65) dan ( 48 hal 52)( ataumbila anda tak punya bukunya google ketik : jejak sejarah pelarangan hadis)

    Syeikh Manna’ Alqaththan, seorang ulama mumpuni, dan profesor yang pernah menjadi Ketua Program Pasca Sarjana di Universitas Imam Muhammad bin Su’ud Saudi Arabia, dalam bukunya Pengantar Studi Ilmu Hadis (48: hal 47), mengutip hadis – hadis ( perkataan – perkataan dari Nabi Muhammad SAW ) yang intinya mengharapkan umat Islam hanya berpegangan pada Alquran saja dan menolak segala ucapan ( hadis ) dan perilakunya ( sunah ) ditulis / dicatat secara khusus.


    Riwayat yang melarang penulisan Hadits.
    Dari Abi Sa’id al Khudri r.a bahwasanya Rasul SAW bersabda, ”Jangan menulis dari padaku, barang siapa menulis dari padaku selain Al-Quran maka lenyapkanlah dan ambillah hadist dariku (dengan dihafal. -pen.) tidak mengapa, barangsiapa yang berbohong dengan sengaja atas namaku maka akan mendapatkan tempat duduknya dari api neraka.”
    (HR Muslim)
    Dari Abu Hurairah r.a berkata, : Rasullullah SAW datang kepada kami dan sedangkan kami menulis hadist, lalu beliau bersabda, “Apa yang sedang kalian tulis?” Kami menjawab, “Hadist (perkataan-perkataan) yang kami dengar dari Engkau.” Beliau berkata, “Apakah kalian menghendaki kitab selain kitabullah ( Kitab Allah – Alquran.pen )? Tidaklah sesat umat sebelum kalian melainkan karena menulis dari kitab-kitab selain selain Kitabullah ( Kitab Allah : Al-Quran. -pen)”.

    Kepatuhan Zaid bin Tsabit : Dalam buku “ Sejarah Hadis “ karangan Dr. Majid Ma’ arif ( 55 : 64 ) , Muthalib bin Abdullah meriwayatkan bahwa Zaid bin Tsabit ( sang penulis wahyu ) berkata sesungguhnya Rasulullah saw memerintahkan kami untuk tidak menuliskan sesuatupun dari hadisnya ( kata –katanya. Red. )

    Dalam hadis lain , riwayat ini sampai dengan redaksi sebagai berikut , suatu hari Zaid bin Tsabit mendatangi Muawiyah, lalu Muawiyah bertanya kepadanya tentang sebuah hadis sambil memerintahkan kepada kami untuk tidak menulis sesuatupun dari hadis beliau, lalu hadis ( yang telah ditulis ) itu dihapus.

    Dengan sanad yang sama , telah diriwayatkan hadis lain dari Zaid bin Tsabit , bahwa ia berkata sesungguhnya Nabi SAW telah melarang untuk ditulis hadisnya.

    Pesan Nabi yang lain kepada para sahabat , ketika menjawab pertanyaan seorang sahabat : “ Al-Quran harus diutamakan , sedang Zaid lebih banyak menghafal Al-Quran daripada engkau." ( Google ketik : Zaid bin Tsabit Wikipedia ) . Dan pada realitanya ( kenyataannya ) , walaupun beliau sangat fasih menuliskan Alquran , tidak ada hadis atau kata – kata Nabi yang ditulis langsung oleh Zaid bin Tsabit. Dan tidak ada satupun buku hadis tulisan tangan beliau yang dijumpai sampai sekarang , walaupun kesempatan itu sangat besar karena hampir setiap hari beliau berdiskusi dengan nabi tentang penulisan Alquran. Yang ada hanyalah hadis shahih dari beliau. Demikianlah Zaid bin Tsabit dan para sahabat dekat sangat patuh pada Nabi Muhammad saw .

    BalasHapus
  29. Para sahabat – sahabat yang lain:
    Mereka yang melarang penulisan hadist adalah Umar, Ibnu Mas’ud, Zaid bin Tsabit (penulis Al-Quran), Abu Musa, Abu Sa’id Al-Khudri dan sekelompok lainnya dari Sahabat dan Tabiin r.a (48:48).

    Yang diharapkan Khulafausyidin terhadap umat Islam hanya Alquran.
    Kepatuhan Umar bin Al-Khattab
    Itulah sebabnya Umar bin Al-Khattab-pun menolak dengan alasan yang sama, seperti dikemukakan Nabi Muhammad SAW. Selengkapnya Syeikh Manna’ Alqaththan (48:50) menulis :
    Dari Urwah bin Az-Zubair bahwasanya Umar bin Al-Khattab ingin menulis sunnah-sunnah Nabi, lalu beliau meminta fatwa kepada para sahabat tentang hal itu. Mereka menyarankan untuk menulisnya (karena adanya pelarangan penulisan hadist, walaupun beliau termasuk Sahabat utama Nabi, ia hanya menghafal hadist-hadist tersebut selama ini, karena tidak berani melanggar pesan Nabi Muhammad SAW. -pen). Kemudian Umar beristikharah selama sebulan. Hingga pada suatu pagi, ia akhirnya mendapatkan kemantapan hati, lalu berkata. “Suatu ketika aku ingin menulis sunnah-sunnah, dan aku ingat suatu kaum terdahulu mereka menulis buku dan meninggalkan Kitabullah. Demi Allah, aku tidak akan mengotori Kitabullah ( Kitabnya Allah - Alquran ) dengan suatu apapun.”

    Dalam analisanya, seperti yang ditulisnya di buku “Pengantar Studi Ilmu Hadis” (48:51) ia menyatakan, “Ini menunjukkan bahwa Umar ingin menulis As-Sunnah dan membukukannya, namun khawatir kaum muslimin akan terlena mempelajarinya dan melalaikan Kitabullah (Alquran).“

    Demikianlah kerumitan hadis. Tetapi bila kita kembali ke Alquran semuanya jelas. Yang dilarang , tidak di bolehkan atau di haramkan jelas.

    " Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. ......."
    (QS: Al-Maidah Ayat: 3)

    Al Araf 7:56. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbakinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.

    Dan yang disenangi , di ridhoi , di sayangi , di rahamti-pun jelas...berbuatlah kebaikan dimuka bumi ini, demikianlah pesan ayat diatas . Menolong orang lain, menanam pohon untuk penghijauan, menuntut ilmu agar bisa menolong orang yangnsedang kesusahan dan beribu macam kebaikan yang lain. Tidak ada ayatnya, Tuhan mengatakan memperlihatkan rambut masuk neraka.

    Kita semua berusaha , tapi Tuhan sendirilah yang mengetahui jawaban yang sebenar benarnya. Terima kasih atas pertanyaannya.

    BalasHapus
  30. Maaf sampai lupa. Kita sudah melihat hadis dengan segala kekurangannya , yang diragukan benar atau tidak dari Sang Nabi , karena baru ditulis 100 tahun setelah sang Nabi meninggal , " berpendapat" tentang anggota tubuh wanita ( rambut). Bagaimanakah anggota tubuh ( dikiaskan dengan PERHIASAN ) wanita menurut Alquran ?

    ”.. janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (biasa) nampak dari mereka.” An Nur 31

    Ayat ini jelas mengacu pada kebiasaan sehari hari. Pada masyarakat kita di Indonesia rambut , telinga , leher , kaki , tangan adalah anggota badan yan biasa tampak Itulah kesopanan kita. Tapi jangan coba coba memperlihatkan ANGGOTA BADAN YANG TAK BIASA TAMPAK seperti payudara, maaf alat kelamin , didepan umum. Anda akan dicaci, dihujat karena melanggar kesopanan , inilah yang disebut aurat. Bila sekarang di masyarakat kita beranggapan " rambut adalah aurat" ini karena masyarakat kita hanya patuh saja dengan apa yang dikatakan para ulama yang bermazhab Syafii , tanpa memakai akal sehatnya sendiri. Memang Imam Syafii dalam bukunya berpendapat , sesuai model jilbab di sukunya , yang biasa tampak adalah WAJAH dan TELAPAK TANGAN seperti model mukena. Beliaupun mengacu pada pendapat sahabat Ibnu Abbas yang mempunyai pakaian adat yang sama ( mohon dibaca lagi uraian di blog saya). Pada baju model jilbab ini tentu saja rambut, tidak biasa tampak , seperti payudara di kita, sehingga RAMBUT ADALAH AURAT. Inilah yang kemudian diangkat sebagian ulama sekarang sebagai SYARIAT ISLAM.

    MEngapakah para ulama kita mengacu pada pendapat sahabat ? Karena kesepakatan ulama, pendapat sahabat adalah yang terbaik, setelah Nabi. Sehingga bila di cari di Alquran , yang boleh ditampakkan pada wanita hanya wajah dan telapak tangan , tentu tidak ada. Terus kita umat Islam ini berpegangan pada PENDAPAT TUHAN ALLAH SWT atau PENDAPAT ORANG ?Jadi runyam kan?.

    Karena di Indonesia rambut , tangan sampai atas siku maupun pertengahan pergelangan tangan , biasa tampak, maka tidak heran bila dirumah , atau ke warung mereka melepaskan jilbab . dan dengan rambut di kucir, pakai lengan pendek. Tidak adil , bila kemudian mereka dianggap tidak Islami, tidak Syari , dengan patokan pandanga cara pandang pakaiannsang Imam Syafii maupun para sahabat , yang biasa menampakkan WAJAH DAN TELAPAK TANGAN , MODEL JILBAB MUKENA KETIKA SHALAT. Akibatnya hampir 99,9 persen wanita indonesia indonesia , TIDAK PATUH memakai jilbab model ini. Tapi bagi Tuhan , mereka itu masih dalam batas kesopanan masyarakat kita, karena " ...menampakkakan bagian badan yang biasa tampak .." An Nur 31. Terima kasih. Mohon maaf bila ada kata kata yang tak berkenan.

    BalasHapus
  31. Pertanyaan teman yang habis melakukan perjalanan umroh berkenaan dengan ayat diatas, mengapa sampai sekarang di mekah & madinah tidak aman untuk waita bepergian sendiri ?
    padahal peradaban sudah lebih maju, lebih modern, lebih beradab dan semuanya sudah berjilbab, sehingga dikenali sebagai muslimah, mengapa sudah lebih dari seribu tahun masih tidak aman ?
    mengapa "menjadikan mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak mudah diganggu" tidak bisa jadi jaminan ketika umroh, sehingga untuk kesana harus didampingi suami atau wali ?
    mengapa Surat Keterangan Mahram dipalsukan, karena para wali sama sekali bukan saudara atau kerabat, hanya karena satu perjalanan kemudian dipasangkan sebagai wali, apakah umrohnya tidak batal kalau berangkatnya saja sudah bohong ?
    saya tulis disini karena tidak bisa jawab pertanyaan tersebut

    BalasHapus
  32. Begitulah mas, ulama dan masyarakat kita banyak yang mengartikan ayat Alquran secara tekstual. Padahal ayat itu ada azbabun Nuzulnya, ada asal usulnya , sebuah ucapan Tuhan yang bersifat sejarah. Coba anda baca lagi artikel saya." Tidak mudah diganggu " dalam ucapan Tuhan itu (firman Allah) bukannya pakai jilbab kemudian tidak diganggu. Tapi berkaitan peristiwa saat itu, dimana , akibat wajib jilbab dikerajaan nenek moyang mereka ditanah itu ( kerajaan Assyria) . Para bangsawan , wanita merdeka harus memakai jilbab agar berebeda dengan pelacur dan budak yang tidak boleh memakai jilbab. Sehingga para muslimah saat itu yang juga merdeka , tapi tidak berjilbab, diganggu ,di lecehkan oleh para pemuda iseng karena dikira budak . Turunnya ayat itu menyarankan berjilbab , bertujuan agar para muslimah " mudah di kenal sehingga tidak mudah diganggu". Coba di baca lagi artikel saya diatas.

    Mas, janganlah berpikiran kalau sudah berjilbab negara aman. Kita itu brhadapan dengan manusia dengan segala sifat baik dan buruknya.

    Wanita tidak boleh keluar rumah tanpa saudara sendiri ( mahram ) , aturan adat mereka yang dijadikan undang undang. Peraturan yang sangat merepotkan dari sudut pandang budaya kita itu, akhirnya malah memicu perbuatan dosa . Peristiwa pemalsuan surat keterangan mahram adalah konsekunsi dari peraturan itu.

    Alquran mengajarkan BERBUAT KEBAJIKAN TERHADAP SESAMA ( amal sholeh) , yang dikenal sebagai hablum minannas , dan menjadi orang yang BERIMAN DAN JUJUR SERTA BAIK HATINYA yang dikenal sebagai orang sholeh. Alquran mengajarkan kebaikan hati , tentang tata caranya sessuai adat setempat. Untuk membuat itu semua ORANG ARAB punya adatnya sendiri , ORANG INDONESIA punya adatnya sendiri . Sehingga masuk akal ketika Tuhan berkata (Allah berfirman) :

    “Katakanlah (Muhammad), " Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra 17:84)

    Semua orang berbuat sesuai pembawaannya yaitu adat istiadatnya masing masing. Orang Jepang , Orang Cina, Oran Batak, Orang Jawa, Orang Sulawesi dan ribuan suku lainnya punya kebiasaan berpakaian , berperilaku sopan , perilaku berkaitan dengan hubungan dengan wanita juga punya budaynya masing masing . Bila mereka punya jilbab , kita punya kebaya yang juga sopan menurut adat kita , tentu.

    Akhirnya saya menghimbau kepada seluruh bangsa Indonesia , kita sebagai muslim Indonesia harus belajar bersungguh sungguh agar dapat memisahkan antaraAJARAN TUHAN ( Alquran) dan AJARAN ADAT BANGSA ARAB/ TIMUR TENGAH. Agar budaya kita sendiri tidak musnah. Trima kasih

    BalasHapus
  33. Terima kasih pencerahaannya, saya setuju hadis tidak bisa disejajarkan Al Quran.
    berkali-kali baca "AJARAN ADAT BANGSA ARAB/ TIMUR TENGAH" kemudian coba pikirkan dan telusuri, ternyata tidak menemukan satupun bangsa arab yang mengajarkan budayanya di Indonesia. bahkan ketika nonton liputan kampung arab pekojan saat ramadhan di kampung itu perempuan keturunan arab tidak ikut terawih tapi masak-memasak.
    Karena itu saya kira pak dokter keliru bila budaya kita musnah disebabkan ajaran adat bangsa arab karena tidak ada satupun orang arab yang terlibat.

    Bila sholat saya sering melipat celana supaya mata kaki terlihat, ini asal ikut-ikutan karena katanya sholat tidak sah bila mata kaki tertutup.
    Beberapa waktu lalu baru baca-baca tentang isbal ≈ sombong (berbusana), menurut saya pribadi ini bukan hanya mengenai sholat, namun busana yang dipakai seseorang yang membuat orang jadi sombong atau terlihat sombong. Mungkin pak dokter bisa sedikit bercerita karena pernah lama mengamati keadaan disana, apakah memang ada busana yang bisa membuat seseorang jadi nampak sombong.
    Walau masih sering melipat celana, sekarang sudah tidak lagi mempersoalkan mata kaki tertutup atau tidak, resiko dari ini saya tanggung, selain itu apa yang saya pahami juga tidak ingin diperdebatkan selain untuk berbagi pengetahuan, harapan saya insyaAllah makin banyak cendekiawan muslim yang memberi pencerahan mengayomi tanpa menimbulkan kerusakan.
    Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (QS: Al-Maidah Ayat: 92)

    BalasHapus
  34. Terima kasih atas kunjungan dan kesopanan anda .

    Memang saudara saudara kita orang Arab / timur tengah yang di Indonesia tidak pernah mengajarkan jilbab. Sahabat saya dulu di Jogjakarta Dr. Samhari Baswedan di th 1970 , yang sekarang bekerja di WHO ( Om nya Anies Baswedan , menteri kita ) sangat jawa sekali , walaupun keturunan arab. Ayahnya ( kakek anies Baswedan ) bahkan memakai blangkon saat perjuangan melawan Belanda di tahun 1934. Bila anda tidak punya bukunya searching di google : Ifoto ar baswedan pakai blangkon ) ini membuktikan juga ketika para ulama dulu memahami,, Al Maidah 92 yang anda sebutkan , bahwa yang di taati dari sanng Nabi , adalah PERILAKU NABI yang JUJUR , BERBUAT BAIK PADA ORANG LAIN , yang seagama , agama lain bahkan kepada orang kafir yang tidak memerangi beliau.

    Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (QS: Al-Maidah Ayat: 92)

    Sejak dulu ulama kita memang bermazhab / beraliran Imam syafi. Kemudian ajaran Sang imam yang Berasal dari Arab / Timur tengah ini DI MASUKKAN DALAM ATURAN ORGANISASI. Silahkan baca buku HIMPUNAN PUTUSAN TARJIH ( HPT) Muhammadyah . Disitu para ulama muhammadyah bersepakat , yang boleh tampak dari seorang wanita adalah WAJAH dan TELAPAK TANGAN seperti ajaran imam syafii. Atau google : "HIMPUNAN PUTUSAN TARJIH Semua aurat kecuali wajah dan telapak tangan " . Demikian pula tentang wanita dan pria harus dipisah dengan TABIR atau HIJAB. ( sekarang makna hijab yang seharusnya tabir pemisah , menjadi PAKAIAN JILBAB. Sungguh aneh masyarakat kita pemahaman bahasa arabnya. Dan tak seorang ulama pun yang mengkoreksinya. More info Ketik google HIMPUNAN PUTUSAN TARJIH tentang tabir dan hijab. Artinya apa ?... Kelak semua sekolah kita dari SD sampai UNIVERSITAS laki laki dan perempuan harus dipisah. Dan tidak ada lagi diskusi bersama tentang pelajaran, tak ada lagi menari tradisi bersama, tidak ada lagi menyanyi koor bersama. Bukan itu saja urusan tentang patung , gambar , wanita boleh berkesenian atau tidakpun dan masih banyak lagi , sampai rinci sekali diatur disana , di buku itu , oleh ulama ( baca : manusia ), seperti kita ini , BUKAN TUHAN lho mas..kalau anda cari di Alquran tentu saja tidak ada. Bila hal ini terus berlangsung ...Akhirnya tradisi kita punah. Tetapi percayalah saat itu , negara kita yang menjadi bangsa tanpa budaya akan selalu perang saudara , seperti negara negara timur tengah sekarang.

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. Maaf ada yang kurang.

    Demikian pula dengan NU , buku pegangan pelajaran adalah bermazhab Syafii. Buku. SAFINATUN NAJAH adalah buku wajib diajarkan di seluruh pondok pesantren NU di Indonesia. Pengarangnya adalah Al-Allamah Asy-Syaikh Salim bin Abdulloh bin Sa’ad bin Abdulloh bin Sumair Al-Hadhromi Asy-Syafi’I. More info ketik semua ini di google . Beliau ini orang asli Yaman , tentu saja yang beliau ajarkan adat istiadat tempat beliau dilahirkan di besarkan. Ajaran beliau malah , wanita harus menutupi seluruh tubuhnya....nah.. Bila ulama yang berpaham ini membesar, bisa dipastikan , seperti inilah wajah indonesia 20 tahun lagi. Isi buku ini sama dan sebangun dengan HIMPUNAN PUTUSAN TARJIH Muhammadyah diatas. Tidak usah heran sekarang hampir semua ulama mengatakan jilbab adalah wajib.

    Ulama dulu menganggap budaya sang Imam termasuk Ibadah Ghairu Maghdah/ muamalah yang boleh berbeda. Kita bangsa Indonesia boleh saja memakai pakaian kebaya dengan rambut digelung , leher terlihat. Tetapi untuk Shalat puasa, tata cara ibadah haji , tayamum , cara berwudhu dsb , yang berhubungan langsung dengan Tuhan dimaksukkan ke dalam Ibadah Magdhah. Yaitu suatu perilaku yang harus sama dan akurat seperti yang diajarkan Imam Syafii. Tetapi ulama sekarang memasukkan BUDAYA Imam Syafii sebagi Ibadah Magdhah seperti hal nya shalat , puasa yang tata cara nya tidak boleh berbeda dengan ajaran budaya Sang Imam. Google : ibadah maghdah dan ibadah ghairu maghdah. Ini akibat pengaruh dari Revolusi Islam Iran 1979.

    Memang saudara saudara kita orang Arab yang kita cintai , tidak mengajarkan , TAPI ULAMA KITALAH yang mengajarkannya. Ironis bukan?...

    Himbauan saya pada para ulama di muhammadyah dan NU kembalilah ke teladan ulama kita dulu sebelum Revolusi Islam iran 1979. Saat itu Budaya Imam Syafii dimasukkan dalam bidang Ibadah Ghairu Magdhah/ muamalah yang bersifat tidak wajib , tapi boleh boleh saja. Seperti orang mau pakai kebaya , kimono , hanbok , pakaian belanda , jeans , amerika , india , china dll. Yang penting sopan sesuai adat kita.

    Mohon maaf bila ada kata kata yang tidak berkenan , juga bagi pembaca yang lain yangbtidak sepaham dengan saya. Terima kasih sudah berkunjung

    BalasHapus
  37. Assalamu Alaikum Wr. Wb...

    Sangat menarik perbincangan ini, saya membaca mgkin sekitar 95% dri semua tulisan d atas, saya meliat pak dokter abimanyu prihatin dengan kebudayaan kita sebagai orang timur atau bangsa indonesia, mgkin pak dokter berharap jgn sampai budaya kita hilang ditelan zaman karena terkikis oleh budaya arab yg disodorkan kepada kita dan dikemas dalam doktrin "wajib", yg ternyata menurut pak dokter tdk ada sumber yg benar-benar dpt membuktikan bhwa jilbab (seperti yg umum kita pahami skrg) itu adalah kewajiban.
    Dan demi cintanya pak dokter pada budaya ketimuran kita smpai-sampai harus menulis hal yang sifatnya kontroversial seprti d atas yg mana dalam hal ini pak dokter menyerang jilbab n membentuk opini bhwa semua itu hanyalah budaya dri arab sana n bkn suatu kewajiban.

    Tp ad yg mengganjal d hati saya,, kenapa harus arab dengan jilbabnya pak dokter??, bukankah itu tdk seberapa jika dibandingkan dengan gaya hidup dan budaya barat yg juga sedang merongrong budaya asli kita?, sayangnya generasi muda kita gagal mencintai budaya sendiri n lebih senang dengan sesuatu yg berbau impor dalam hal ini budaya dan parahnya lgi mereka malah cenderung memilih dan menikmati budaya barat ketimbang budaya arab, apalagi budaya sendiri dan ditambah dengan paham pak dokter, maka bagi mereka yg selama ini masih ragu-ragu utk memilih antara arab atau barat maka uraian pak dokter d atas sdh lebih dari ckup untuk mereka jadikan pembenaran dan pegangan untuk menjadi kebarat-baratan. Nah jika demikian kan kebablasan namanya, budaya sendiri hilang, budaya arab yg notabene adalah budaya Rasulullah SAW tercinta lenyap, dan tinggallah budaya keren barat yg entah dri mana itu.

    Bagi saya pribadi saya tetap akan mempertahankan pendapat bhwa jilbab itu kewajiban dan akan tetap menghimbau muhrim saya untuk menutup aurat sperti yg selama ini sdh terjadi, pun jika ternyata jilbab itu bukan kewajiban dan ternyata hanya budaya arab maka di akhirat sya tdk akan terlalu kesulitan untuk mmpertanggungjawabkannyad hadapan Allah SWT,, lain halnya jika saya mengikuti pendapat pak dokter lalu kemudian ternyata itu salah maka di akhirat sangat sulit untuk dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

    Jika yg pak dokter jelaskan adalah kebenaran maka semoga Allah SWT melestarikan kebenaran itu, namun jika ternyata pendapat pak dokter itu menyesatkan maka semoga bapak diampuni mengingat akan bgt banyak yg tersesatkan.

    M'f jika ada yg kurang berkenan dlm tulisan saya, dan ketidakberaturannya mohon dimaklumi krn itulah batas kemampuan saya.

    Wassalam...

    BalasHapus
  38. Terima kasih anda telah berkunjung ke blog saya , bertanya dan berdiskusi dengan saya.

    KONTROVERSI BELUM TENTU SALAH

    Kita , saya dan anda adalah produk ulama kita. Bila anda hidup di tahun 1979 kebawah , andalah yang kontroversi ketika ber-PENDAPATjilbab wajib .Karena andalah satu satunya pemakai jilbab , yang menganggap RAMBUTADALAH AURAT , seperti payudara yang harus ditutup kemana saja. Ulama dulu menganganggap RAMBUT BUKAN AURAT sehingga ttak seorangpun wanita kita yang berjilbab. Bila anda ragu silahkan sms ibu, tante , kakek ,nenek atau lihatlah foto foto jaman mereka sma , sekitar 1980 an kebawah tak ada satupun yang memakai jilbab. Atau lihatlah di youtube film dokumenter kemerdekaan , film lama kita arahan usmar ismail : asmara dara , Tiga dara ditahun 1950an , film film warkop , film oma irhama di tahun 1970an , lihatlah orang sekelilingnya , semuanya tidaak ada orang indonesia memakai jilbab . Lebih lengkapnya silahkan buka tulisan saya yang lebih lengkap di laman sebelah , juga di blog saya BAGI WANITA INDONESIA JILBAB WAJIB. BENARKAH? DAN PUNAHNYA BUDAYA INDONESIA.

    Sekarang saya tanya anda , MODEL JILBAB seperti apakah yang anggap paling benar? Pastilah , jilbab yang terlihat WAJAH NYA, ini dikarenakan menurut aliran /mazhab Syafii WAJAH BUKAN AURAT. Sehingga wajah ditampakkan. Tapi jangan merasa benar dulu , karena model jilbab anda ini KONTROVERSI juga bagi para penganut mazhab/ aliran WAHABI /SALAFI yang memakai jilbab model menutup seluruh tubuh , karena ber-PENDAPAT , WAJAH ADALAH AURAT. Sehingga wajahpun harus ditutup. Aliran ini sekarang mulai banyak di Indonesia , yang sering kita berpapasan dengan mereka di jalan jalan. Nah , anda KONTROVERSI juga.

    Sekarang saya tanya lagi , PENDAPAT anda , jilbab warna warni kah yang anda sarankan , warnanya apa , hijau , biru, kuning , merah ? INIPUN KONTROVERSI. Karena ulama di Arab Saudi berPENDAPAT warna jilbab yang benar wanita adalah WARNA HITAM , ketika anda ke Mekah atau Madinah dapat anda lihat sendiri. Kemudian pendapat mayoritas ulama ini dibuat Undang undang , dan di canangkan tahun 1920an , setelah paham wahabi dan Ibn Saud merebut kekuasaan dari Ottoman ( tentu saja dengan bantuan barat , Inggris) . Ini persis seperti yang terjadi di ACEH , dengan mewajibkan undang undangtahun 2007an . Sehingga para wanita dimarab saudi diwajibkan pakai warna hitam semua. Ini di buktikan tidak ada satupun imigran , pendatang , orang Arab di indonesia dulu yang memakai jilbab. TIDAK SATUPUN. COntohnya Seperti leluhur Anies Baswedan , bapak menteri kita , dan bekas menteri juga , A.R. Baswedan . Ketika beliau di Yogyakarta , Saya dulu bersahabat dengan om beliau dr. Samhari Baswedan yang sekarang kerja di WHO , perwakilan PBB.. Seperti semua orang Arab saat itu yang ke Indonesia tidak berjijlbab. Malah MEREKA SAAT BERJUANG MEMAKAI BLANGKON. Bila anda belum pernah lihat fotonya silahkan google images ketik : A.R Baswedan pakai blangkon. Silahkan bila anda naik haji atau umroh dapat melihatnya sendiri yang perempuan memakai jilbab hitam semua. Atau ketik google images :Saudi Woman . Nah mas , dengan mengatakan jilbab boleh warna apa saja , biru , merah , hijau , ANDA SENDIRI JUGA KONTROVERSI. Jumlah yang banyak belum tentu benar. Dan jumlah yang sedikit bukan ukuran salah.

    BalasHapus
  39. TUHAN TAHU BAHWA KITA BERBEDA-BEDA PENDAPAT

    Tentu saja , Allah swt mengerti keadaan kita yang berbeda beda pendapat ini. Yah...memang kita adalah ciptaan-nya. Simaklah sebuah ayat dibawah ini :

    . “ Sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat “ : (Adz-Dzaariyat 51:8)

    Lantas...bagaimana Tuhan yang maha adil dan maha bijaksana ini MENGATUR umatnya yang saling berbeda pendapat ini? padahal jumlahnya ribuan suku di dunia ini dan mempunyai penduduk milyaran orang SECARA ADIL?

    SETIAP ORANG BERBUAT SESUAI
    KEADAANNYA MASING MASING

    “Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannyamasing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya”. ( Al Isra 17:84 )

    Dengan aturan ini , Allah swt dengan tegas mengatakan / berfirman , SETIAP ORANG BOLEH BEREKSPRESI SESUAI DENGAN ADAT ISTIADATNYA MASING MASING. Dari cara berpakaian , berhubungan sosial dengan lawan jenisnya, cara berkesenian dsb nya. Inilah aturan yang sempurna yang tidak memihak salah satu suku bangsa dari ciptaannya . Tidak ada satu katapun yang mengatakan : " kamu harus seperti orang Arab !..." Demikianlah Tuhan yang maha bijaksana dan adil mengatur umatnya.

    Demikianlah , Anda sangat keliru dan salah besar ketika saya , Anda tuduh menyerang budaya jilbab. Saya sangat menghargai SEMUA BUDAYA DI DUNIA. Jangankan kebaya yang budaya Indonesia , jilbab yang budaya Arab , Kimono dari jepang , hanbok dari Korea bahkan pakaian adat orang papua yang berupa koteka dan rumbai rumbainya pun, sangat saya hargai . Hal ini karena SAYA BERPEDOMAN PADA ALQURAN di ayat tersebut diatas , Al Isra 17 : 84 . " SETIAP ORANG BERBUAT SESUAI KEADAANNYA MASING MASING ". Tak sedetikpun saya menganggap orang papua itu , mereka orang yang tak beradab . Tidak ada dipikiran saya agar mereka pakai rok , kebaya , atau celana panjang untuk para prianya. Apalagi mewajibkan jilbab bagi mereka. Nanti malah merepotkan ketika mereka cari makan di hutan.

    TUHAN MERINCI ATURANNYA , AGAR TIDAK ADA PERTENGKARAN.

    Dan mengenai rincian MENGATUR anggota badan mana yang boleh tampak juga JELAS. Yang boleh tampak , adalah " ANGGOTA BADAN YANG BIASA TAMPAK" pada suatu suku bangsa. Dan saya berpedoman ALQURAN JUGA. Dibawah ini ayat yang MENGATUR pakaian wanita , bagian tubuh mana saja yang boleh ditunjukkan kepada orang lain.

    “.. janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali (anggota badan) yang (biasa) nampak dari mereka..” (An Nur 24 : 31)

    SEMUA PAKAIAN ADAT ADALAH BENAR

    Kimono , kebaya,, hanbok , adalah pakaian adat budaya YANG BIASA memperlihatkan rambut , telinga ,leher , sebagian besar tangan Di masyarakatnya. Itulah sebabnya, DI MASYARAKATNYA pakaian adat ini dianggap pakaian paling sopan. Lihatlah mas, APA YANG SALAH DENGAN PAKAIAN ADAT SEPERTI INI ?. Dan saya juga menghormati orang Indonesia sekarang yang juga pemakai jilbab. Karena mereka juga BIASA menampakkan wajah dan setengah tangan . BAHKAN saya juga menghormati wanita indonesia sekarang yang SEMUANYA TERTUTUP. Karena mereka juga BIASA menampakkan PAKAIAN nya. SEMUANYA SESUAI.

    BalasHapus
  40. PENYEBAB WAJIBNYA JILBAB , DIKALANGAN
    ULAMA KITA SEKARANG ADALAH PERISTIWA POLITIK

    Ini dikarena kan ulama kita dulu mengganggap MASALAH JILBAB , perilaku budaya nabi yang dianggap SUNAH . Sunah ( yang berarti perilaku Nabi yang terkait BUDAYA ) dulu diartikan TIDAK WAJIB. Contoh ulama dulu , Quraish shihab, gus Dur , Prof. Nur Cholis Majid memandang jilbab tidak wajib. Tapi ketika beliau mengatakan jilbab tidak wajib , dikecam dianggap kontroversi oleh hampir semua ulama sekarang. Silahkan cari di google Prof. Quraish shihab jilbab tidak wajib. Terjadinya ulama ini karena terjadinya peristiwa politik , REVOLUSI ISLAM IRAN 1979 ketika saya SMA kelas 3. Kemudian pengaruhnya menyebar ke seluruh dunia yang penduduknya beragama Islam .

    Tetapi SEMUA INI DIANGGAP SALAH , ketika para ulama kita berpedoman pada IMAM SYAFII. SEORANG MANUSIA YANG BERASAL DARI ARAB / TIMUR TENGAH YANG BERBUDAYA ARAB. Beliau berpendapat yang boleh tampak pada seorang wanita adalah WAJAH dan TELAPAK TANGAN. Padahal beliau juga merujuk kepada Ibnu abbas ra. Seorang sahabat Nabi , yang berpedoman pada aayat diatas. Karena model jilbabnya seperti model jilbab mukena , maka beliau berpendapat , sesuai An Nur 31' diatas , yang BIASA TAMPAK adalah WAJAH dan TELAPAK TANGAN. Mohon dibaca lagi kutipan ibnu katsir pada tulisan saya diatas di PERBEDAAN PERTAMA.

    Tidak heran bila hampir semua ulama kita sekarang yang lulus dipendidikan / pondok pesantren ORGANISASI NU dan Muhammadyah mengatakan JILBAB ITU WAJIB. Karena pada Organisasi ini , mereka menetapkan bahwa yang boleh tampak adalaha WAJAH DAN TELAPAK TANGAN , Silahkan , bila anda tidak punya bukunya , buka di google : Himpunan Putusan Tarjih Muhammadyah tentang wanita , hanya WAJAH DAN TELAPAK TANGAN . Dan di organisasi NU pun mereka bersepakat demikian . Buka google " Bahtsul Masa'il tentang wanita yang boleh tampak WAJAH dan telapak tangan ".

    Tentang wajibnya jilbab , mencapai PUNCAKNYA , karena terjadinya peristiwa luar biasa , apalagi kalau bukan PERISTIWA POLITIK . Terjadinya revolusi islam iran 1979 , yang menyebabkan ayat Al Ahzab 59 dan An Nur 31 dengan penggalan :
    "…….hendaklah mereka menutupkan kerudung mereka ke dada mereka.." , dijadikan pengatur pakaian wanita Islam .

    KE 2 ayat ini , Secara salah kaprah , DIPAKAI UNTUK MENGATUR WANITA dan DIPAKAI UNTUK MEWAJIBKAN JILBAB. Padahal AYAT diatas Bersifat sejarah ( mohon dibaca lagi semua artikel saya diatas ) BUKAN UNTUK MENGATUR. Karena tidak tepat penggunannya sehingga terjadi kontoversi juga di kalangan ulama , saking hebatnya mereka saling mengkafirkan . Karena mereka saling mengklaim model jilbab di sukunya lah yang paling benar. Yang dipertengkarkan antara model jilbab yang terlihat wajahnya Dan yang tertutup seluruh tubuhnya. Mohon dibaca lagi artikel saya diatas pada PERBEDAAN KETIGA.

    Ini sangat berbeda dengan para sahabat (tentu sepengetahuan Nabi ) ynag menganggap An Nur 31 sebagai ayat yang mengatur pakaian wanita sesuai adatnya masing masing. Sehingga tak ada pertengkaran.

    “.. janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali (anggota badan) yang (biasa) nampak dari mereka..” (An Nur 24 : 31)



    Jadi , mas , SEMUANYA BENAR karena kita berpedoman pada Al Isra : setiap orang berbuat sesuai keadaannya masing masing Dan An Nur 31 : janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali (anggota badan) yang (biasa) nampak dari mereka..” Kita , jangan terjebak dengan perdebatan yang tak ada ujung pangkalnya, tanpa aturan . Dengan berpedoman ayat Alquran diatas, semua pakaian adat /budaya korea , jepang , cina , pakaian barat, pakaian timur , india , belanda , jerman , Arab dengan jilbab dengan segala modelnya adalha benar. Karena yang penting adalah sopan .Istri anda berjilbab silahkan , istri saya memakai kebaya silahkan , tak usah dipertentangkan.

    BalasHapus
  41. TAK ADA AYAT YANG MENYATAKAN TAK BERJILBAB , MASUK NERAKA.

    Kekhawatiran anda tak berjilbab adalah sah sah saja. Tapi bagi saya karena tidak ada dasarnya di Alquran saya tidak khawatir . Ini di sebabkan karena Tidak secuilpun surah atau ayat yang menyatakannya demikian. Tapi mungkin saya yang salah , mohon ma'af , saya minta tolong di tunnjukkan ayat YANG MENYATAKAN BILA TIDAK BERJILBAB AKAN DIMASUKKAN KE NERAKA. Bila ada , sungguh saya ingin tahu....

    BAIK DAN HARAM SUDAH JELAS DI ALQURAN.

    Yang DIWAJIBKAN Alqurana sangat jelas , beriman dan berbuat baik (amal sholeh ) kepada orang lain.

    Al baqarah 2. 82. “Dan orang-orang yang BERIMAN serta BERBUAT KEBAJIKAN ( BERAMAL SHOLEH , beramal : berbuat , saleh : jujur , baik ) mereka itu PENGHUNI SURGA ; mereka kekal di dalamnya”.

    Al a’raf 7. 42.” Dan orang-orang yang BERIMAN dan mengerjakan BANYAK BERBUAT KEBAJIKAN ( amal-amal yang saleh ) , Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah PENGHUNI PENGHUNI SURGA ; mereka kekal di dalamnya.”

    Kewjiban berbuat kebajikan ( amal sholeh ) disebutkan sampai 91 ayat lho. ..

    Di Alquran Yang di HARAMKAN sudah jelas dan yang dilarangpun sudah jelas, yaitu berbuat DOSA DAN KERUSAKAN .

    Seharusnya dengan beberapa ayat dibawah ini kita sudah mengerti konsep Alquran untuk mengatur hidup manusia di dunia ini. Semuanya ditujukan untuk ketenteraman , kebhagiaan dan kesehatan hidup MANUSIA SELURUHNYA , TANPA MEMANDANG SUKU, AGAMANYA DISELURUH DUNIA.

    " DiHARAMKAN bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. ......."
    (QS: Al-Maidah Ayat: 3)

    Al Baqarah 2:206. Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah". Bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat DOSA. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya

    Al Maidah 5:33. Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang membuat KERUSAKAN di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik , atau DIBUANG DARI TEMPAT KEDIAMANNYA. Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

    Catatan kecil: Allah berfirman pilihan hukuman dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik , bagi para pembuat kerusakan yaitu pencuri , pembunuh sesuai hukum yang berlaku meluas di masyarakat saat itu ( Tahun 600an M ).Hukum itu akibat pengaruh Hukum Hammurabi, hukuman kuno yang sangat tidak berperi kemanusiaan oleh nenek moyang mereka yang juga berlaku saat Jaman Jahiliyah. ( baca kode Hammurabi atau Assyrian law di google). Tapi untuk jaman sekarang DIBUANG DARI TEMPAT KEDIAMANNYA , berarti di PENJARA. Penjara sudah sesuai aturan Tuhan. Tapi mereka , orang Arab , memilih hukuman potong tangan dsb.

    BalasHapus
  42. KUNCI KEMAKMURAN ADALAH KEBUDAYAAN

    Puncak kejayaan Islam adalah kala kekhalifahan HarunnAl Rashid abad ke 8 dan 9 masehi. Saat ini kebudayaan Iran dan timur tengah ( saat itu bernama Persia) paling maju di dunia. Seni tari , seni sastra ,seni lukis masih bisa dilihat di museum topkapi Turki. Silahkan Anda bisa mencari sendiri dari berbagai sumber. Pada saat inilah hidup 100an lebih ilmuwan Islam yang pengaruhnya masih kuat saat ini. Bila anda tidak punya bukunya , ketik google 100 ilmuwan muslim. Ibnu sina bapak kedokteran , al khwarizmi penemu algoritma. Sehingga anda bisa memakai handphone yang anda pegang , komputer , internet semua produksi memakai komputer yang berbasis algoritma . Ibnu Haitam penemu optik , lensa. Sungguh sangat hebat. Bandingkan dengan sekarang. Sejak revolusi iran 1979 budaya seperti ini , atas nama budaya barat dilarang , karena dianggap tidak sesuai dengan islam . KEBUDAYAAN DILARANG. Hasilnya , bisa anda lihat sendiri. Penduduknya sangat senang dengan kekerasan , bukan kedamaian. Di Irak setiap minggu ratusan orang mati akibat bom bunuh diri. Demikian juga di Libya , mesir , suriah , afghanistan semua kisruh , kacau , saling bunuh , sungguh mengerikan. Bandingkan dengan negra lain , korea, jepang, china , singapura mereka mengembangkan tradisi lokalnya. Sehingga menjadi negara yang aman , tenteram , maju dan makmur , seperti Persia ( iran dan timur tengah ) di jaman kekhalifahan harun al rashid ( more info tentang khalifah ini di google ). Siapa sih yang tidak kenal samsung, sony, toyota, daihatsu dan ratusan merek lain. Adakah yang buatan negara islam sekarang ? Ini harus membuat kita mawas diri. Adakah yang salah dengan pemahaman agama kita selama ini ?

    INDONESIA AKAN KEHILANGAN KEBUDAYAANNYA

    Cita cita anda menghapus budaya Indonesia akan terlaksana, anda tidak usah kuatir . Indonesia akan kelhilanagan kebudayaannya 10 tahun lagi. Dan akan menjadi sebuah negar ke arab-araban . Tetapi Akan kah KITA AKAN menjadi seperti negara negara Islam di timur tengah yang kacau balau itu akibat meninggalkan kebudayaanya itu ?Gejalanya sudah mulai tampak. Orang sudah saling mengkafirkan , yang dulu kita saling menghormati. Kekerasan atas nama agama juga mulai tampak. Gejala yang tidak ada ketika saya muda di tahun 1970an. Ibu jadi umi , bapak jadi abi, terima kasih jadi sukron , melayat jadi takziah. Tarian daerah sudah jarang tampak di desa desa. Walaupun begitu , saya akan tetap berdoa agar KEKHAWATIRAN saya ini TIDAK TERWUJUD.

    informasi yang lebih lengkap silahkan buka blog saya Dokterabimanyu : bagi wanita Indonesia jilbab tidak wajib. Benarkah ? Dan punahnya budaya Indonesia.

    Demikianlah PENDAPAT SAYA , mohon di maafkan bila ada pendapat yang tak berkenan . Karena hanya Tuhanlah yang mengetahui jawaban yang sebenar benarnya. Wallahu a'lam bishawab.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalammualaikum pak dokter, salam kenal.
      Melihat dari tulisan anda dari awal sebelumnya anda selalu berpegang pada ulama atau profesor sekalipun yang berpendapat bahwa 'jilbab tidaklah wajib'. Tidak sadarkah anda pak bahwa mereka adalah manusia yang tak luput dari salah dan ketidaktahuan/kurangnya ilmu mereka. Bisa jadi dalil yang mereka jadikan pegangan adalah dhaif (lemah). Sekarang tergantung kita yang diberi akal sehat oleh Allah Swt. untuk berfikir dan memilih ingin mengikuti perintah Allah atau manusia?
      Bukankah pak dokter selalu berpegang teguh pada surat Al-Ahzab ayat 59?tidakkah bpk tau bahwa ayat itu Allah langsung yang memerintahkan kepada nabi-nabinya untuk disampaikan kepda istri,anak perempuan dan umatnya. Tidak cukupkah hal itu bagi bpk untuk memahami betapa wajibnya hal itu untuk segera dilakukan?kalau perintah tuhan yang menciptakan bpk saja tidak bapak gubris, apalagi perintah orangtua bapak yang melahirkan dan mengurus bpk kedunia ini.mungkin akan bapak abaikan.
      Lagipula saya tidak heran kalau bapak dan muslimah yg belum berhijab meragukan kewajiban berjilbab, sebab perintah hijab itu untuk orang mukmin, bukan orang muslim. dan orang mukmin tingkatannya berbeda dengan muslim. coba bapak lihat di surat al-ahzab 'Hai Nabi Katakanlah pada Istri-Istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin'. jadi sudah jelas kan pak bahwa hanya orang mukmin yang memiliki ketakwaan kepada Allah yang mau menjalankan perint berjilbab, sebab muslim belum tentu ia mukmin, tapi mukmin sudah pasti ia muslim.
      oh iya satu hal lagi perbedaan antara muslim dengan mukmin. cb bapak lihat di surat Al-hujurat (49:14). Orang-orang arab badui itu berkata ; 'kami telah berfirman'. katakanlah:"kamu belum beriman, tapi katakanlah'kami telah tunduk', karna iman itu belum masuk kedalam hatimu. dan jika kamu taat kepada Allah dan rasul-nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu:sesungguhnya Allah maha pengampun bagi maha penyayang".
      jadi ketika bapak dan muslimah yang belum berhijab berfikir bahwa jilbab itu tidak wajib yah wajar, karna berdasarkan ayat diatas, ayat2 Allah belum masuk kedalah hati bapak dan muslimah lainnya yang belum berhijab. ayat tentang apa?yah ayat tentang perintah hijab.
      demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat bagi semua. dan semoga bapak bs mempertanggungjawabkan opini bapak ini dihadapan Allah kelak. Aamiin..

      Hapus
  43. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  44. Bapak dokter Abimanyu yg terhormat, anda membahas soal situasi di tahun 1970an ketika muslimah mash minder utk brjilbab pdahal saat it sdh banyak ulama yg bertebaran d negeri ini, kemudian membandingkan dgn kondisi sekarang dimana pemakai jilbab sdh semakin bertambah seiring bertambahnya kesadaran muslimah indonesia atas kewajiban menutup aurat. Saya agak heran krna hal yg seharusnya disyukuri sebagai sebuah kemajuan justru dalam perspektif anda adalah sebuah kemunduran. Haruskah saya bertanya kepada orang-orang tua di papua kenapa dlu mereka memakai koteka lalu membiarkan pemuda-pemudinya berpakaian setelah jas rapi seperti sekarang pdahal jelas itu bukan budaya mereka, dan apakah itu kemunduran?. Saya menilai kondisi skrg adalah kemenangan dalam melawan sekulerisme dan liberisme yg mungkin berjaya di tahun 70an seperti yg anda maksud.

    Dalam hemat saya, sebagai seorang muslim, seharusnya kita sudah tidak lagi bermain-main di wilayah yang sudah bersifat baku, seperti masalah kewajiban menutup aurat, yg mana batasan aurat wanita itu adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua tapak tangannya. Batasan ini sudah sampai tingkat ijma' dari kebanyakan para ulama. Sehingga bukan pada tempatnya lagi untuk diperdebatkan. Sama dengan ijma' para ulama tentang wajibnya shalat lima waktu, wajibnya puasa bulan Ramadhan.

    Bapak Abimanyu yg terhormat, memang dalam Al-Quran tak ada satu pun kalimat "Pakailah jilbab atau kalau tidak bakal masuk neraka",, saya hanya mengingatkan Sabda Rasulullah SAW;

    Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian. (HR Muslim).

    Ohya, Bapak belum memberi argumen soal pendapat anda mengenai budaya sperti yg saya maksud pada komentar pertama saya.

    Dan akhirnya aya mohon m'f jika ada kesalahan, atau kaya-kata yg kurang berkenan. Wassalam....

    BalasHapus
  45. Perubahan yang sangat besar terjadi di negara tertentu, walau tidak bisa jadi acuan dan dicontohkan namun apa salahnya bila kita coba untuk menyimak
    Afghanistan tahun 1970 jauh sangat berbeda dengan sekarang, bila dulu sangat modern bahkan jadi pusat mode pertama di Asia

    http://news.nationalgeographic.com/news/2002/03/0312_020312_afghanwomen.html

    http://the-polyglot.blogspot.com/2010/12/when-afghanistan-was-in-vogue.html

    Kebalikan dari afghanistan adalah Turki yang berubah juga setelah Mustafa Kemal Atatürk melakukan revolusi menyeluruh menjadikan Turki lebih modern

    BalasHapus
  46. Mohon maaf sebelumnya karena perbedaan generasi , bagi anda yang betul betul ingin mengetahui kebenaran masalah jilbab ini , silahkan untuk membuka foto foto Revolusi Islam Iran 1979. Peristiwa politik yang MERUBAH WAHAJAH ISLAM ini dapat anda lihat di google images ketik revolusi islam iran 1979.Kami dulu generasi 1970 an lah SAKSINYA , ketika terjadi peristiwa yang luar biasa ini. SEbelum generasi kami ini habis ditelan waktu , banyak bertanyalah pada ayah , ibu , kakek , nenek , paman , tante bagaimana dulu agama Islam di praktekkan dbanding sekarang. Kemudian BANDINGKAN dengan Iran 1978 ( dulu di sebut Persia ) ketik google images . Memang tanah Iran ( dulu Persia ) ini , sejak ditaklukkan Abu Bakar , dilanjutkan Umar , Usman, Ali dan khalifah keturunannya sampai 1978 , TIDAK PERNAH MEWAJIBKAN JILBAB dan MEWAJIBKAN TRADISI BANGSA ARAB LAINNYA , seperti memisahkan laki laki dan wanita yang bukan saudaranya, laki laki dan wanita harus di pisah dengan tabir , tidak boleh bersalaman laki laki dan wanita yang bukan bersaudara , melarang lukisan dan patung mahluk hidup. dsb nya . Barulah setelah revolusi ini para ULAMA mewajibkannya , karena perilaku Nabi ini dianggap yangterbaik. Inilah yang terjadi , Nabi , para sahabat dan para khalifah TIDAK PERNAH MEWAJIBKANNYA TAPI ULAMA-LAH YANG MEWAJIBKANNYA , karena menganggap perilaku Nabi yang terbaik. Peraturan wajib di Iran ini seperti Aceh yang sejak dulu kala tidak mengenal jilbab , tapi kemudian para ulama dengan undang undang (Qanun ) Aceh 2002 mewajibkannya. Terima kasih.

    BalasHapus
  47. Terima kasih mas doery.

    Seharusnya bila anda dibaca lagi lebih teliti , semua sudah ada jawabannya di jawaban saya ke anda maupun pertanyaan pengunjung lainnya . Tapi sebelum dilanjutkan saya mohon pendapat anda tentang aurat wanita itu mana saja ? Ini lah titik perbedaan kita. Karena para ulama pun , berebda pendapat coba lihat jawaban jawaban saya diatas biar tidak terjadi pengulanagan. Mungkin jawaban selanjutanya 3-4 hari lagi karena kesibukan saya.terima kasih

    BalasHapus
  48. Baiklah, saya ulang kembali perumpamaan saya di atas. Apakah ketika sekrang orang papua sdh mengenakan pakaian layaknya pakaian orang kebanyakan, yg mana dlu mereka hanya memakai koteka, apakah it sebuah kemunduran?

    Jaman tahun 70an msh sangat sedikit pemakai hijab di indonesia, tpi apakah kebaya menjadi pakaian favorit ketika itu, tidak juga,, cara berpakaian kebanyakan org saat it adalah kebarat-baratan, seperti ketika saya menonton film-film warkop DKI apakah itu model budaya Indonesia? Bukankah model berpakaian spertilah yg oleh Rasulullah dikatakan berpakaian tp sesungguhnya telanjang, coba bapak pikir jika saat itu jilbab tdk dikenalkan atau semua ulama apatis dan membiarkan keadaan itu, maka percayalah anda tdk akan menemukan wanita yg menutup kepala dan dadanya dgn kerudungnya saat ini di indonesia, tp tdk juga anda menmukan kebaya dikenakan krn semua wanita akan asyik dengan rok mininya, atau brmain di pantai hanya dengan bikini, atau untuk mudahnya liatlah cara org eropa dan amerika berpakaian dan berperilaku saat ini maka sperti itulah indonesia jika tdk ada jilbab yg dikenalkan tahun 70an itu. (Cobalah tangkap maksud saya)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya fahri/suami ita/abuufaira...sepakat dengan pernyataan Ain Doery...

      Hapus
    2. Syukur alhamdulillah saya ucapkan kepada ALLAH karna atas kehendaknya melalui MBAH RAWA GUMPALA saya sekaran sudah bisa buka toko sendiri dan bahkan saya berencana ingin membangun hotel dan itu semua berkat bantuan MBAH RAWA GUMPALA,saya tidak pernah menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini,atas bantuan MBAH RAWA GUMPALA yang telah memberikan nomor selama 3x putaran dan alhamdulillah itu semuanya tembus bahkan beliau juga membantu saya dengan dana ghaib dan itu juga benar benar terbukti,MBAH RAWA GUMPALA juga menawarkan minyak penarik kepada saya dan katanya minyak ini bisa digunakan untuk berbagai jenis keperluan dan baru kali ini saya temukan paranormal yang bisa dipercaya,,bagi teman teman yang ingin dibantu untuk dikasi nomor yang benar benar terbukti tembus atau dana ghaib dan kepengen ingin membeli minyak penarik silahkan hubungi MBAH RAWA GUMPALA di 085316106111 ini benar benar terbukti nyata karna saya sendiri yang sudah membuktikannya. BUKA BLOG MBAH RAWA GUMPALA

      Hapus
  49. (berbagi pengalaman pribadi)
    istriku sudah 5 tahun berjilbab syar'i, banyak hal merepotkan konsekwensi dari itu, diantaranya dokter harus pilih wanita, tidak bisa sembarang berenang karena pernah diusir, ketika olah raga pagi jadi tontonan, namun semua itu tidak jadi masalah dan aku ambil hikmahnya, walau aku berpendapat sama dengan pak dokter makanya nulis disini namun keinginan istri tetap aku dukung dengan tulus dengan demikian rumah tangga dan ibadah tetap berjalan baik.

    abis nonton TV ada berita razia busana di aceh, aku jadi ingat pak dokter
    ...oh salah satu daerah di negri kita mulai mirip iran, yang aku baca di iran semua wanita harus berkerudung, termasuk wisatawan & orang asing non muslim, karena itu aku tengok lagi blog ini, aku kangen pak dokter.....

    menurutku pribadi banyak hukum di timur tengah yang tidak cocok dengan kebudayaan wilayah lain dan hukum itu sudah ada sejak sebelum zaman nabi muhammad, misal perbudakan, cambuk, rajam, penggal
    ada cerita hukum rajam dilaksanakan setelah si terhukum sendiri yang minta pada nabi muhammad dan nabi muhammad akhirnya mengabulkan setelah 2x gagal membuatnya batal, ketika untuk ke 3x baru akhirnya diekskusi

    bulan april ini aku sempat nonton video pria bawa pedang melakukan ekskusi dan disitu ada banyak polisi, jadi cara itu sah karena pembuat & pengunggah video malah ditangkap, secara hukum wanita di sana memang masih lemah, itu pula yang menimpa tki yang disana dianggap terlibat kasus

    berjilbab memang baik, bahkan sangat baik asal bukan terpaksa apalagi dipaksa

    BalasHapus
  50. jadi maksud ustadz kita orang tidak usah bermazhab gitu?

    BalasHapus
  51. Terima kasih mas Doery telah mau berdiskusi dengan saya.

    OPINI BISA BERIBU , TAPI FAKTA ITU SATU.



    Tentang OPINI ( pendapat pribadi seseorang) saya akan tidak akan mendiskusikannya , tapi saya mengomentari FAKTA yang anda katakan. Seperti anda mengatakan bahwa di tahun 70 an para wanita MINDER MEMAKAI JILBAB. Faktanya saya hidup saat itu sebagai murid SMA tidak pernah mendengar teman sekelas yang wanita mengatakan , minder ketika ingin memakai jilbab . TIDAK PERNAH SATU KALIPUN saya mendengarnya.. Bila anda ingin FAKTA sebenarnya , silahkan Tanya pada ibu, nenek , tante , bude yang hidup REMAJA ditahun itu. Carilah kebenaran dengan mencari FAKTA bukan DARI ANGAN ANGAN apalagi KATANYA si A atau si B. Baiklah , FAKTA nya ANDA DIMANA saat itu ? Kok menyatakan pernyataan jaman / saat itu. Yang benar , FAKTANYA TIDAK ADA SATUPUN ULAMA SAAT ITU YANG MENYATAKAN JILBAB WAJIB. Kita dulu semua fokus menuntut ilmu , mengusahakan diri selalu jujur , berbuat baik , menghormati orang lain. Budaya Arab yang lain , Tidak ada saat itu , seperti laki laki tidak mau bersalaman dengan wanita lain yang bukan saudaranya (bukan muhrimnya) . Bila sekarang ada sekolah negeri yang melarang murid wanitanya berkesenian, dulu sama sekali tidak ada. Silahkan putarlah film tahun 1950an "Asrama Dara ". Lihatlah suasana SMA saat itu . Lihat juga foto foto kuno ibu anda , nenek dll. Adakah mereka berjilbab model sekarang yang menganggap rambuta seperti alat kelamin ( maaf) , seperti payudara yang tidak patut di perlihatkan ( jawa : saru , indonesia : tabu , ARAB : AURAT) kepada khlayak umum ? Dulu model kerudung yang ada adalah model sari seperti kerudung model ibu shinta Abdurrahman wahid , yang terlihat rambutnya ( karena rambut dianggap bukan aurat). Saya tidak akan menjawabnya benar atau tidak PERNYATAAN ANDA ITU , silahkan tanya ibu, nenek anda . Tanyalah nengapa mereka tidak memakai jilbab, karena minder atau tidak.



    KONSEP ALQURAN PAKAIAN SESUAI ADAT MASING MASING.

    YANG UTAMA ADALAH TAKWA (JUJUR , BAIK HATI)

    Kita tahu bahwa orang Papua pwmbawaannya , adatnya memakai koteka rumbai rumbai. Kemudian ada sebagian dari mereka ini , karena TUNTUTAN PEKERJAAN , diwajibkan kantor , bekerja di Bank di jakarta , atau perusahaan luar negeri. TENTU SAJA , kemudian mereka memakai jas . Kemudian anda bertanya ini, kemunduran atau tidak , ini sebuah pendapat atau opini yang sangat berkaitan dengan BUDAYA. Tapi bila mereka di hutan mereka tentu lebih nyaman cari babi hutan memakai pakaian adatnya dari pada memakia jas. Kalau anda menilainya dari mundur atau maju hanya karena memakai jas , wah ...Kita bisa berbantahan sampai berhari hari. Apakah memakai jas suatu kemajuan? Apakah memakai koteka suatu kemunduran atau kemajuan ? Mari kita pikirkan , Memakai tradisi koteka tapi JUJUR dan selalu menolong orang yang tersesat di hutan , apakah ini lebih mundur lebih maju dari seseorang yang memakai jas , tapi Koruptor, otak pembalak liar hutan disana ?

    BalasHapus
  52. Demikianlah umat Islam kita sekarang sibuk berbantahan yang sifatnya LUAR ( EXTERNAL) terkait budaya seseorang DARIPADA berdebat bagaimana meningkatakan KUALITAS ATAU PUN KARAKTER dalam diri seseorang yang bersifat internal. Tidak heran bila SDM , sumber daya manusia kita termasuk paling rendah di banding negara negara lain sampai menjadi suplaier (supplier) , penyumbang pembantu rumah tangga dan buruhnya (TKI/TKW) dunia . Sebelum 90 an sampai kita merdeka tidak ada lho , ceritanya bangsa bangsa kita jadi TKI/TKW. Malah dulu , dosen saya bukan saja pengajar di malaysia dan singapura , TAPI PEMBUAT KURIKULUM FAK. KEDOKTERAN untuk universitas di malayasia . Kurikulum mereka yang mengacu ke penyakit negara dingin warisan Inggris , di ganti penyakit tropis (TROPICAL MEDICINE) hasil kerja kreatifitas dosen kita di UGM ,UI . Silahkan tanya pada orang tua anda , betapa majunya kita dulu dibanding Singapura, Malaysia , Thailand , apalagi miyanmar/burma, Vietnam. Tahun 1955 SDM kita , para pemimpin kita ini membuat perkumpulan negara negara Asia- Afrika , kita memimpin mereka agar melepaskan diri dari penjajahan . Tahun 62 kita setara dengan KOREA SELATAN , tapi sekarang...lihatlah sendiri. Kita muslim mereka non muslim , tapi MEREKA LEBIH MAJU DAN SEJAHTERA . Itu FAKTA. Marilah kita mawas diri , apakah selama ini kita sudah benar menafsirkan ayat ayat Tuhan/Alquran itu?

    Sudah saya kemukakan sebelumnya , bahwa Tuhan menghormati semua pakaian Tradisi . Dari jas tradisi barat sampi di ujung pedalaman Papua dengan kotekanya itu. Semua orang masing masing dengan pembwaannya , adatnya , tapi yang utama adalah BERBUAT BAIK ciri orang BERTAKWA. Bila seseorang berasal dari Makasar memakai baju bodo misalnya , itu memang pembawaan dari adat sukunya. Tapi tidak menutup lemungkinan bla ingin memakai kimono, hanbok , kebaya, jilbab tampak muka atau tertutup seluruh tubuh , tentu boleh saja. Yang penting perilakunya BAIK DAN SOPAN menurut nilai nilai lingkungannya.

    

“Katakanlah (Muhammad), " Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra 17:84)

    

PAKAIAN TAKWA ADALAH PAKAIAN TERBAIK 



    Pakain BUKAN ukuran baik buruknya seseorang.

    Siapakah pakaian yang terbaik ? Jas orang barat, jilbab tampak wajah , jilbab menutup seluruh wajah dari Arab , , koteka , rumbai rumbai dari Papua , baju kurung makassar, kebaya indonesia , jawa, kimono jepang , hanbok korea ?Yang terbaik adalah orang BERPAKAIAN TAKWA. Demikianlah yang membuat alam semesta ini yang berpendapat.

    

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan PAKAIAN TAKWA itulah yang paling baik. Hal itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, MUDAH MUDAHAN MEREKA SELALU INGAT ” (al-A’raf: 26)


    Dalam hidup sehari–hari, seseorang yang dinilai dari tingkah lakunya. Apapun sukunya, agamanya, berjilbab atau tidak bila berkelakuan baik kita menyebutnya ORANG BAIK. Dengan pribadi seperti ini kitapun senang berteman dengannya.Sebaliknya apapun jabatannya, sukunya, agamanya , pakiannya berjilbab atau tidak bila perilakunya merugikan orang lain , mencuri , menipu kita menyebutnya ORANG JAHAT, Tak seorangpun diantara kita yang ingin punya teman apalagi saudara, orang tua yang mempunyai sifat jahat.



    BalasHapus
  53. Tuhanpun demikian. Setiap ORANG di dunia ini diharapkan BERTAKWA. TAKWA : adalah BERKELAKUAN BAIK karena takut (hukuman) TUHAN . Kondisi psikologis seseorang yang merasa diawasi dan ingat HARI PENGHABISAN kelak diakherat akan di balas masuk neraka , bila berbuat jahat . Kondisi inlah yang disebut PERCAYA ( BERIMAN) kepada Tuhan dan hari kiamat. Sehingga dalam keseharian di dunia ini seorang muslim di harapkan INGAT TERUS AKAN TUHAN DAN HARI KIAMAT sehingga berkelakuan baik.

 Demikianlah konsep PERCAYA (BERIMAN). Kalau hanya patuh shalat , puasa , berhaji tapi di kantor bersama sama teman kerja menggelapkan uang rakyat , koerupsi , APAKAH MEREKA PERCAYA (BERIMAN) ADANYA TUHAN dan HARI PEMBALASAN (KIAMAT) ? APAKAH MEREKA BERTAKWA?

    KEBUDAYAAN MEMBUKA LAPANGAN KERJA JUTAAN WANITA

    Jilbab baru awal dari serbuan budaya Arab.

    Ketika saya naik haji 2003 , saya melihat di Mekah semua wanita harus berjilbab dengan 4 variasi modelnya. Ada yang tampak wajahnya , kedua mata saja tampak , hanya mata kiri atau kanan yang tampak dan yang seluruh wajah /tubuhnya tertutup. DAN SEMUA BERWARNA HITAM. Semua sekarang ada di google images : SAUDI WOMAN . Tentu saja kelak tidak akan ada lagi pakaian batik yang menghidupi jutaan wanita di desa desa . Nah jilbab warna warni yang ada disinipun kelak akan dilarang , musnah , bila ULAMA ALIRAN INI MENGUAT. Lihatlah sekeliling anda, mereka semakin banyak saja. Saya tanya anda mas Doery siapa yang benar menurut ISLAM model jilbab anda atau Mereka ?

    Disana tidak ada lukisan maupun patung mahluk hidup karena ada undang undang yang melarangnya . Walaupun di Alquran tidak ada pelarangan lukisan ataupun patung . Ajaran wahabi ini , yang di yakini sebagai ajaran Islam , Bila diterapkan disini jutaan pengrajin patung di kasongan yogyakarta , tasikmalaya , Bandung dan menyapu seluruh Indonesia , para plukis dan pematung akan jadi penganggur. Kelak Indonesia akan jadi suplaier Pembantu rumah Tangga , buruh kasar ,TKI , TKW TERBESAR DI DUNIA. Artinya apa mas doery , orang islam menyengsarakan umatnya sendiri.

    WAJIB JILBAB MELENYAPKAN JUTAAN LAPANGAN KERJA WANITA.

    Jilbab , hanya permulaan dari satu gerbong budaya Arab lainnya.

Anda mengatakan hampir semua wanita berjilbab harus disyukuri. Saya mengatakan semua wanita Indonesia berjilbab , membuat saya menangis , karena ditahun 60an usaha salon wanita banyak sekali , bertebaran. Dulu ketika saya masih kecil , di tahun60an ibu tiri saya ( ayah saya menikah lagi ketika ibu saya meninggal di usia saya yang 4 tahun) sempat mempunyai usaha salon , waktu itu salon tidak bercitra negatif seperti sekarang . Karena ayahnya meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Waktu itu mereka 8 bersaudara , yang tertua tingkat 2 , Nenek tiri saya hanyalah ibu rumah tangga biasa tanpa pekerjaan. Untung lah waktu itu belum ada orang memakai jilbab , sehingga SETIAP HARI bayak wanita mencari salon untuk MEMOTONG RAMBUTNYA sesuai mode saat itu. Tanyalah para orang tua ada mode jongen scoup , rambut kelabang dua, BOB, rambut ala marlyn Monroe, rambut Demi More (80an) . Setiap hari pun ada yang memanggil memasangkan sanggul , pakaian tradisi kebaya.

    Untuk simulasi , jaman ini , agar anda juga dapat merasakan , bila saat ini potong rambut wanita 50 rb , ada orang 5 saja sudah 250 rb. Untuk jasa sanggul wanita tradisi 250rb per orang, Kira kira sehari 500rb rupiah dan dalam satu bulan ini sangat berarti sekali. Bila para ulama sepakat kem bali seperti para ulama dulu yang tidak mewajibkan jilbab , kita TIDAK USAH MENGIRIM TKW yang menyengsarakan wanita bangsa kita. Ini seperti ketika memakai baju batik di wajibkan dikalangan pegawai negeri. Menyebabkan hampir di seluruh Indonesiamemakai batik. Akibatnya jutaan lapangan kerja tercipta , dari pembuat batik , tujkang jahit wanita, pengecer dan rantai ekonomi sampai pengrajin di desa mendapat rejeki , uang yang mengalir dan para wanita kita yang miskinpun menjadi SEJAHTERA.

    BalasHapus
  54. Ada sedikit kesalah pahaman . Saya bukannya mau Membuat semua orang ber- KEBAYA . Saya mencoba untuk mengatakan bahwa , aturan berpakaian haruslah sopan. Cobalah teliti lagi blog saya diatas. Kembali keturannya di AN NUR 31 yang sudah saya jelaskan.

    “.. janganlah mereka menampakkan anggota badan (hiasan) mereka, kecuali (anggota badan) yang (biasa) nampak dari mereka..” (An Nur 24 : 31)

    Maksud ayat itu , bagi yang berjilbab yang biasa tampak wajah dan telapak tangan silahkan. Bahkan yang biasa TAMPAK BAJUNYA SAJA , seperti yang mulai ada disini , silahkan saja. Bagi yang biasa tampak rambut , leher telinga , pakaian tradisi silahkan . TAPI janganlah menampakkan anggota badan yang TIDAK BIASA TAMPAK . Payudara, pantat , pusar , paha atas, ini MELANGGAR KESOPANAN. Otomatis juga melanggar ayat diatas.

    PAKAIAN ARTIS KETIKA SEDANG BEKERJA MENCARI NAFKAH KELUARGA.

    Mengenai film warkop , sejak dulu sampai sekarang PAKAIAN ARTIS di film , tv seperti itu. Tapi jaman itu , bila yang berpakaian pelajar SMP , SMA tampak selalu sopan. Guru dan orang tua jelas melarang pakaian model artis warkop itu. Mengenai warkop memang itu film komedi hiburan. Saat PEMBUATAN FILM mereka berakting seperti itu. Ketika berkehidupan sosial ke pesta perkawinan , ke pak rt , ke kantor , tentu mereka berpakaian wajar. Eva Arnaz , Suzana , Doris cellebaut saat di foto jumpa pers , berpakaian sopan sesuai nilai nilai adat kita. Kalau film komedi /film cengengesan bintangnya berpakaian sopan dan santun Pasti TIDAK LAKU ini strategi pemasaran saja. Kondisi wajar saat itu lihatlah searching film dokumenter perjuangan 45 , film tiga dara, badai pasti berlalau dan banyak lagi film yang serius saat itu. Carilah kebenaran lewat sejarah, foto film . Jangan kata orang . Saya dulu HIDUP SAAT ITU mas dan itu bisa di cek FAKTANYA. Mengenai kekhawatiran , semua wanita akan telanjang itu tidak terbukti sampai detik ini. Karena kita sudah punya UNDANG UNDANG ANTI PORNOGRAFI yang di sahkan DPR 30 oktober 2008. Tenang saja.


    HADIS PALSU

    Pertanyaan anda sudah saya jawab pada pertanyaan RAFA PURNAMA diatas.

    Selengkapnya hadis yang anda kemukakan adalah dari Ali. r.a.

    Sayidina Ali RA menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah SAW menangis. Beliau menjawab, “Pada malam aku di-isra’- kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

    "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah perempuan yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki bukan muhrimnya. " . Bagian ini telah diambil oleh orang fanatik berjilbab dan dipalsukan se olah-olah dari Muslim.

    Hadis dari ALI ini diklaim sebagai dari hadis dari Bukhari Muslim , seperti yang anda tulis . Tetapi segera dibantah oleh para ULAMA ARAB SAUDI bahwa HADIS INI PALSU , di Jawatankuasa Fatwa ( mungkin ini semacam MUI ) ARAB SAUDI. Jilid:17. Hal:165 .
    Demikian pula Ulama Al-Syeikh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baz di dalam Majmu' al-Fatawa. Jilid:8 hal 305 berpendapat hadis ini PALSU .

    selengkapnya buka googgle : BLOG HUKUM HAKAM HADITH PALSU AZAB WANITA DI NERAKA. Para ulama pun menganggap hadis dari Ali ini HADIS PALSU. Coba ketik google 10 HADIS PALSU TENTANG AZAB WANITA DI NERAKA.

    BalasHapus
  55. Saya sangat mendukung pernyataan ulama Arab Saudi itu bahwa hadis ini palsu karena:

    1. Ketika Nabi muhammad Isra Miraj di Mekah tahunnya tentulah sekitar tahun 610 -622 ( karena tahun ini beliau hijrah ke Medinah ) . Tidak mungkin beliau melihat ADA ORANG DI NERAKA. Karena seperti di tegaskan di Ar Rum 55 -56 , kita semua AKAN DIBANGKITKAN LAGI DI HARI KIAMAT. Nah kiamat aja belum. Bagaimana ada orang disana ? Tentu saja bagi yang senang terhadap yang GHAIB mengatakan bahwa ini adalah " pemandangan ghaib " atau " vision " Nabi setelah hari kiamat. Padahal Nabi adalah ORANG BIASA seperti kita , cuma beliau punya kelebihan diberi wahyu dan tentu kualitas pribadinya yang LUHUR dan JUJUR sangat luarbiasa tiada bandingnya diantara manusia. Cobalah anda baca di Al Kahfi 18:10 :

    Katakanlah:"Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku…” (Al Kahfi QS 18:110).

    Beliau memang menerima wahyu , tapi sampai melihat neraka sebuah RAHASIA TUHAN , tentu sangat mustahil . Seperti di tegaskan diatas , bahwa Nabi adalah seorang manusia biasa seperti kita. Begini penegasan Alquran tentang TAK SEORANGPUN YANG MENGETAHUI YANG GHAIB ( ghaib : hal yang tidak tampak mata) KECUALI TUHAN ITU SENDIRI dan ini PENGAKUAN SANG NABI .

    Katakanlah : tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah (Q.S. 27 : 65)

    "......Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya ....". (QS: Al-A'raf Ayat: 188)

    Lihatlah , betapa mulianya sang Nabi , yang dipikirkan selalu saja ingin berbuat baik sebanyak banyak nya bagi semua orang. Kita malah berdebat yang tidak ada di Alquran dan beiau anjurkan yang terkait budaya Arabnya. Marilah kita terjemahkan berbuat baik itu yang SESUAI JAMAN KITA, menanam pohon untuk konservasi hutan, melindungi hewan langka, mengelola sampah kota , mengembangkan tehnik pengobatan , enrgi terbarukan dan ribuan PERBUATAN BAIK lagi yang sangat BERMANFAAT UNTUK ORANG BANYAK.

    BalasHapus
  56. 2. Tidaklah mungkin Tuhan tidak memberitahukan bila terlihatnya rambut , akan masuk neraka di Alquran . Minimal satu ayat lah...menyebutkan , bila terlihat rambut aku akan masuk ke neraka. Karena bila TIDAK disebutkan , semua orang tua kita , termasuk ibu , nenek , tante anda akan masuk neraka hanya gara gara terlihat rambutnya. Karena dulu sebelum 1980an tak seorangpun ulama yang mengatakan jilbab wajib, sehingga tak seorangpun yang memakaia jilbab. Ini aneh dan tidak adil Tuhan bebuat demikian. Bagaimana menurut anda mas Doery , ibu , nenek , tante anda masuk neraka gara gara terlihat rambutnya. Anda SETUJU NGGAK? .Saya ulangi TIDAK ADA SATUPUN ayatnya. Kondisi ini seperti ada seseorang ditangkap polisi meliwati sebuah jalan . Sang polisi beralasan jalan ini terlarang bagi pengendara motor , padahal TIDAK ADA RAMBUNYA untuk pemberitahuan. Bagaimana bila menimpa anda, anda menilai polisi ini adil atau tidak. Menghukum orang tanpa memberitahu pelarangannya.

    Dan ada 5 poin lagi keberatan saya atas hadis ini. Selengkapnya di laman sebelah , masih di blog saya , ketika saya menjawab pertanyaan saudari mbak RATRI INTAN di tulisan saya yang lain BAGI WANITA INDONESIA JILBAB TIDAK WAJIB . BENARKAH ? DAN PUNAHNYA BUDAYA INDONESIA.

    Akhir kata mas Doery , jilbab dengan segala macam modelnya, yang terbuka wajahnya , hanya tampak kedua mata, seluruh tubuh sampai wajah tertutup semua , bahkan yang berwarna hitam pekat semuanya , boleh saja. Silahkan . Orang berpakaian baju bodo, baju kurung makassar , Riau , kebaya , kimono , hanbok koteka , rumbai rumbai papua boleh saja. Kita tidak usah saling mengkafirkan , yang membuat kehidupan tidak nyaman , tidak DAMAI ( arti Islam : DAMAI) . Yang penting sopan di lingkungannya masing - masing. Islam mengajarkan BERIMAN DAN JUJUR , BAIK HATI ( ORANG SHOLEH) dan BERBUAT BAIK (AMAL SHOLEH ) kepada orang lain tanpa melihat agama, suku ,kepercayaan seperti yang di teladankan sang Nabi Muhammad junjungan kita . Mohon ma'af bila ada kata kata yang tidak berkenan. Semua berusaha untuk menafsirkan , hanya Tuhanlah yang mengetahui jawaban yang sebenar benarnya. Wallahu A'lam Bishawab.

    BalasHapus
  57. Buat mas Helmi anwari ali yth.

    Profesi saya bukanlah ustadz , seperti ustadz Mansur , ustadz Jefri dan ustadz ustadz yang lain. Panggil saya , pak , saja cukup. . Benar , bahwa yang mewajibkan jilbab , wanita dan laki laki tak boleh bercampur dalam satu ruang harus memakai tabir , tidak boleh berjabat tangan dengan wanita/lelaki lain, tidak boleh mengoleksi lukisan , patung mahluk hidup dan semua budaya Arab/ Timur Tengah lainnya adalah para ulama madzhab. Menurut pendapat saya , kita kembali ke pendapat ulama dunia yang non Arab , sebelum REVOLUSI ISLAM IRAN 1979. Ulama saat itu menganggap Ajaran ulama mazhab ( termasuk syafii) yang WAJIB DITIRU SECARA MUTLAK adalah yang berkaitan dengan IBADAH MAHDAH , suatu kegiatan yang berhubungan dengan TUHAN seperti tata cara shalat , puasa , berhaji dsb. TETAPI yang berkaitan dengan budaya Arab sang Imam , ulama kita dulu memamasukkannya ke dalam IBADAH GHAIRU MAHDAH atau bidang MUAMALAH , budaya , hubungan antar manusia yang boleh berbeda dengan ajaran sang Imam. Sehingga budaya kita bisa berkembang. Mas Helmi , KEBUDAYAAN adalah kunci kesejahteraan bangsa. Lihatlah semua bangsa di dunia ini , sebut saja Cina Korea, Jepang apalagi bangsa eropa mengembangkan budaya lokalnya sendiri sehingga mereka makmur , maju dan sejahtera. Anda pasti kenal Samsung , Toshiba, toyota, honda dan ratusan benda sehari hari adalah buatan mereka. Baca juga jawaban untuk saudari RATRI INTAN di laman sebelah masih di blog saya BAGI WANITA INDONESIA TIDAK WAJIB . BENARKAH? DAN PUNAHNYA BUDAYA INDONESIA.

    Tapi setelah Revolusi Islam Iran 1979 , pengaruh politiknya , melanda seluruh dunia Islam . Akibatnya bisa kita lihat , oleh ulama kita sekarang . cara berpkaian, mengharamkan patung , lukisan mahluk hidup dan hampir semua budaya Arab/Timur Tengah Di masukkan ke bidang ibadah Mahdah , suatu kegiatan yang berhubungan dengan Tuhan seperti shalat, puasa, berhaji dsb.

    more info ketik goole Ibadah mahdah dan ibadah ghairu mahdah . Baca juga revolusi islam iran 1979 dan google images : woman in revolusi islam iran 1978 dan 1979.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  58. Sebelumnya saya tulis "ternyata tidak menemukan satupun bangsa arab yang mengajarkan budayanya di Indonesia" kali ini saya copy paste dua hal berbeda yang dianggap memprihatinkan, mungkin dua fenomena ini bakal makin meluas di Indonesia.
    Pertama, putri Mahathir Mohamad mengenai negrinya yang makin arab seperti yang pak dokter rasakan, kedua, fenomena arab-arab asli di puncak, walau segelintir mereka tidak bisa untuk generalisasi namun memprihatinkan.
    Mudah-mudahan Indonesia tidak menjadi seperti Arab Saudi karena Arab wilayah lain juga beda dengan Arab Saudi

    1.
    Kencangnya Arabisasi Islam di Malaysia, ia tunjukkan dengan contoh pakaian tradisional yang lazim disebut 'Baju Melayu' yang semakin sulit ditemukan. Di hari raya seperti Idul Fitri, semakin umum para perempuan Melayu memakai busana bernuansa Arab seperti kaftan yang merupakan tunik panjang.

    "Ini adalah Arabisasi budaya kita - itu kolonialisme, penjajahan Arab," kata Marina dalam wawancara yang dilangsungkan beberapa hari lalu.

    "Kaftan memang mudah dipakai. Tapi apa yang terjadi pada tradisi kita, budaya kita, semuanya? Itu hilang," keluhnya, sambil mengemukakan bahwa perempuan Melayu di bawah usia 50 umumnya tidak lagi mengetahui bagaimana mengenakan baju kurung dengan lipatannya sedemikian rupa sehingga memudahkan orang berjalan ketika memakainya.

    2.
    Merdeka.com - Aroma budaya Arab di kawasan Puncak Bogor Jawa Barat semakin terasa kuat. Hal itu ditandai oleh beberapa fenomena kawin kontrak dan maraknya adat-istiadat berbau Arab yang mulai dianut masyarakat sekitar.

    Sosiolog Musni Umar menyatakan perlu adanya perlawanan terhadap dominasi budaya Timur Tengah itu. Peran pemerintah sangat penting dalam proses perlawanan melalui penguatan budaya lokal.

    "Budaya mereka itu (Arab) juga harus dilawan dengan adanya penguatan budaya lokal. Barangkali itu tugas pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan cendekiawan untuk memberi nilai-nilai kepada masyarakat kita agar tidak jadi korban," kata Musni Umar saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (13/9).

    BalasHapus
  59. Hukum berjilbab sangat jelas dan terang di dalam Alquran dan hadist,tak perlu mencari cari rujukan yg lain, apa lgi Qurais sihab, kartini,Roma irama Nu,muhamadiyah, Dll .kalau dikatakan Budaya dari Arab YA...karna Islam pun turun nya di Arab yg di bawa oleh rasulullah saw

    Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka mnahan pandangannya dan memelihara kehormatannya; janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak padanya. Wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS an-Nur [24]: 31).

    Frasa mâ zhahara minhâ (yang biasa tampak padanya) mengandung pengertian wajah dan kedua telapak tangan. Hal ini dapat dipahami dari beberapa hadis Rasulullah saw., di antaranya: Pertama, hadis penuturan ‘Aisyah r.a. yang menyatakan (yang artinya):

    Suatu ketika datanglah anak perempuan dari saudaraku seibu dari ayah ‘Abdullah bin Thufail dengan berhias. Ia mengunjungiku, tetapi tiba-tiba Rasulullah saw. masuk seraya membuang mukanya. Aku pun berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, ia adalah anak perempuan saudaraku dan masih perawan tanggung.” Beliau kemudian bersabda, “Apabila seorang wanita telah balig, ia tidak boleh menampakkan anggota badannya kecuali wajahnya dan ini.” Ia berkata demikian sambil menggenggam pergelangan tangannya sendiri dan dibiarkannya genggaman telapak tangan yang satu dengan genggaman terhadap telapak tangan yang lainnya). (HR Ath-Thabari).

    Kedua, juga hadis penuturan ‘Aisyah r.a. yang menyakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

    Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR Abu Dawud).

    Hanya Allah da rasul nya yg WAJIB kita ta'ati.Imam imam mazab itu pun mereka manusia biasa yg tak lupud dari khilaf dan salah,.jangan sampai kita di akhirat nati nasib kita seperti ini;

    Al-Baqarah;166-167.(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.
    Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami". Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.

    Al-Ahzab;66-68 Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul".
    Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).
    Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar".

    Ali-Imran;138 (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

    BalasHapus
  60. Terima kasih saudara Oemar Ali dan Feri Maulana karena kunjungannya.

    Buat Mas Oemar ali. Tampaknya Memang negara kita kelak akan menjadi negara setengah Arab , sebuah negara tanpa identitas. Sebuah negara yang akan selalu dilecehkan karena tanpa budayanya sendiri. Ingat kaum budak negro di tahun 1800an? Tanpa ilmu pengetahuan hidup hanya menjadi pembantu bangsa lain Tanda tanda ini sudah tampak , dimana kaum beribu ribu wanita kita menjadi TKW dilecehkan , diperkosa , dianggap hina di negara Arab maupun dinegara lain , seperti hongkong , malaysia dll.
    Bandingkan Bangsa Jepang , bangsa China , Bangsa Korea apalagi bangsa Barat , yang begitu mencintai budaya dan tradisinya. Sehingga mereka sekarang menjadi bangsa yang sejahtera , dengan kepala tegak menatap dunia. Bangsa Indonesia dulu pernah menghasilkan Soekarno , Hatta, Syahrir , Hos cokroaminoto, Habibie yang dibesarkan dalam suasana budaya daerah yang kental walaupun tetap beragama Islam.
    Hal ini disebabkan ulama ulama kita di Muhammadyah dan NU memang beraliran , Mazhab Syafii. Lihatlah pada putusan dewan ulama mereka , pada Himpunan Putusan Tarjih (HPT) muhammadyah dan buku SafinatunNajah pegangan kurikulum pondok pesantren NU. Jilbab hanya permulaan , sebentar lagi , laki laki dan wanita dipisahkan dengan tabir , larangan patung , lukisan mahluk hidup. Para wanita tidak boleh memimpin juga tidak boleh bekerja di tempat umum, tidak boleh berkesenian dan masih banyak lagi. Bila anda tidak punya bukunya , silahkan searching di google. Tentu saja semua budaya ini TIDAK ADA TUNTUNANNYA DI ALQURAN.
    Ironinya sekarang bangsa Arab Saudi dan Iran muali meninggalkan budaya ini . Raja Abdullah mendirikan King Abdullah university of science and technology , laki laki dan wanita bercampur , wanitanyapun tak diwajibkan berjilbab. Kecuali bila di jalan raya, memang ini seperti wajib helm di Indonesia. Para putir Raja pun tidak berjilbab tidak apa apa. Silahkan lihat tulisan saya di laman sebelah , Bagi wanita Indonesia Jilbab Tidak wajib . Benarkah ? Dan punahnya budaya Indonesia. Demikianlah mas oemar terima kasih atas kunjungannya.

    Buat mas feri

    Anda mengatakan hukum berjilbab adalah masalah sangat JELAS dan TERANG. Saya sangat keberatan tentang pernyataan anda. Karena :

    1. Kalau memang terang dan jelas mengapakah terjadi pertentangan ulama ulama yang hebat sehingga saling mengkafirkan ?....Syaikh Hammud At-Tuwaijiri, dari adat seluruh tubuh adalah aurat , seperti yang sekarang mulai tampak di masyarakat kita , memakai jilbab hitam hitam yang menutupi seluruh tubuh , menyerang pendapat Syaikh Al Albani yang mempunyai model jilbab yang menampakkan wajah , seperti pendapat anda. :

    “Barang siapa yang membolehkan wanita membuka wajahnya, sebagaimana pendapat Albani, maka ia telah membuka lebar-lebar pintu tabarruj (bersolek berlebihan) dan mendorong kaum perempuan untuk melakukan perbuatan tercela sebagaimana yang dilakukan oleh kaum perempuan tanpa penutup wajah sekarang ini .."

    BalasHapus
  61. Coba baca lagi PERBEDAAN PERTAMA pada tulisan saya. Nah mas Feri Kalau itu terang benderang , mengapa pendapat yang anda rasakan paling benar , dibantah oleh ulama hebat sekelas Syaikh Hammud At-Tuwaijiri.? Beliau diberi ijazah sanad oleh Syaikh al-Anqari Kitab-kitab Shihah, Masanid, dan Sunan, berikut kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, dan kitab-kitab fiqh Hanbali secara umum. Demikian juga seluruh riwayat Syaikh al- Anqai-i dari kitab-kitab atsbat. beliau ini sekarang menjadi rujukan para ulama Arab Saudi . Siapa yang benar beliau atau anda ?

    2. Coba baca lagi jawaban jawaban saya pada , SANG PENAKLUK diatas.

    Imam Abu hanifah pendiri Mazhab Hanafi , mengatakan kaki bukan aurat.
    Imam Abu Yusuf , murid kesayangannya mengatakan tangan bukan aurat.
    Syaikh Muhammad Abduh , seorang Syaikh , guru Besar di Universitas Al Azhar Mesir mengatakan bahwa , berpakaian sesuai budaya. Sehingga pada budaya pakaian kebaya kita rambut bukan aurat dibolehkan. Begitu juga syekhn Rasyid Ridla.

    Tidak itu saja , para ulama kita, yang menjadi dosen dan guru besar di sekolah AGAMA ISLAM , IAIN SYARIF HIDAYATULLAH , univ, paling terkemuka di Indonesiapun tidak sama dengan pendapat anda. Para dosen dan guru besar disan menyatakan rambut bukan aurat. ini bertolak belakang dengan kata kata anda bahwa yang boleh ditampakkan hanya WAJAH dan TELAPAK TANGAN. Selengkapnya :

    Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab : tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan .

    Nah, bila sudah terang dan jelas, mengapa pendapat mereka , para ulama yang hebat didalam agama islam , itu pendapatnya tidak sama? Coba saya MOHON PENCERAHAN dari anda.

    3. Tentang An Nur 31 dan al ahzab 59 baca lagi pada PERBEDAAN PERTAMA, PERBEDAAN KEDUA dan PERBEDAAN KETIGA. Ayat ini turun berkaitan dengan sejarah , suatu peristiwa yang menimpa umat Islam saat itu. Untuk memahami ayat itu harus memahami AZBABUN NUZULNYA. Ayat ini BUKAN UNTUK MENGATUR pakaian perempuan.

    4. Tentang hadis dari aisyah dengan perawi Abu Daud , sudah jelas TIDAK SHAHIH. Abu Daud sendiri menyatakan hadis ini MURSAL , TERTOLAK , seperti yang di kemukakan IBNU KATSIR. Silahkan baca PERBEDAAN KEEMPAT.

    Mas Feri sampai 1000 lembar lagipun saya menulis , kita tidak akan pernah sepakat , satu pendapat. Karena kebenaran seseorang : semuanya tergantung dari yang DILIHAT dan Yang di DENGAR kan setiap hari. SAYA remaja SMA di tahun 1979 ,ketika TAK SEORANG ULAMA PUN mengatakan jilbab wajib . Dan tak seorangpun yang saya lihat mengenakan jilbab .
    ANDA sekarang selalu MELIHAT dan MENDENGAR Di TV, Radio , pengajian , ceramah oleh ustadz anda dan para ulama yang semuanya beraliran Mazhab syafii. Memang NU dan Muhammadyah beraliran Syafii yang berpendapat , yang wajib di tutup adalah WAJAH DAN TELAPAK TANGAN , alias mewajibkan jilbab besrta jubahnya. Setiap hari anda melihat hampir semua wanita Islam memakai jilbab.

    Saya juga beraliran Syafii , mengikuti ulama ulama saya dulu tahun 1980an , sebelum Revolsui Islam Iran 1979. Dulu lama kita , membagi ajaran sang Imam Syafii menjadi 2 :

    a. Ibadah Maghdah , ibadah yang berhubungan dengan Tuhan. Shalat , puasa , tayamum, berhaji dsb. Untuk hal ini kita harus persis sama. Wanita bila shalat harus memakai mukena , yang hanya MENAMPAKKAN WAJAH dan TELAPAK TANGAN.

    b. Ibadah ghairu Maghdah , muamalah , budaya., hubungan antar manusia yang termasuk budaya. Yang boleh berbeda dengan Nabi muhammad ( dulu Sunah berarti tidak wajib di tiru ) maupun ajaran Sang Imam Syafii. Karena dianggap setiap manusia punya budayanya masing masing

    BalasHapus
  62. Tetapi , ulama sekarang setelah 1980an , terutama setelah Revolusi Islam Iran 1979 ( saat itu saya SMA kelas 3) , karena pengaruh politik PERSAMAAN IDENTITAS ISLAM , semua dimasukkan ke ibadah magdah. Cara wanita berpakaianpun harus seperti sedang shalat , yang tampak hanya WAJAH dan TELAPAK TANGAN.

    Siapa yang benar antara ulama sebelum Revolusi Islam Iran 1979 atau sesudahnya ? Beragama islam dengan kebiasaan /pembawaanya / budaya nya masing masing ? Ataukah beragama islam dengan keharusan budaya Arab?

    Saya usul kepada anda , bagaimana kalau yang menjadi hakim adalah Alllah swt saja? Karena DIA lah Tuhan kita, yang mencipta seluruh alam semesta , termasuk saya dan anda. Seperti dalam firmannya :

    Maka patutkah aku mencari hakim selain dari Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan terperinci? …..” 6:114

    Untuk kebiasaan / pembawaan berpakaianpun / budaya sudaha ada tuntunannya , dan terperinci bahwa TUHANLAH YANG MENGETAHUI KEBENRANNYA , seperti firmannya :

    “Katakanlah (Muhammad), " Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (Al-Isra 17:84)

    Jelaslah , pakaian Kimono , kebaya, Hanbok , Jilbab dengan wajah terbuka, jilbab semua wajah tertutup , hanya 2 mata yang terlihat , MENURUT ALQURAN SEMUA BOLEH . Lebih jelas , Anda bisa membaca jawaban-jawaban saya pada mas Ain Doery .
    Saya pun berpegang pada ayat ALQURAN . Andapun demikian. Memang di dunia ini tidak ada orang yang dalam segala hal satu kata sepakat. Kita kembali pada firmannya.

    “ Sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat “ : (Adz-Dzaariyat 51:8)

    Demikianlah mas, mohon maaf bila ada tutur kata yang tidak berkenan.
    Kita sebagai manusia hanya dapat berkata " HANYA TUHANLAH YANG MENGETAHUI JAWABAN YANG SEBENAR BENARNYA".

    BalasHapus
  63. Terdapat tiga musibah besar yang melanda umat islam saat ini:

    1. Menganggap wajib perkara-perkara sunnah.
    2. Menganggap pasti (Qhat`i) perkara-perkara yang masih menjadi perkiraan (Zhann).
    3. Mengklaim konsensus (Ijma) dalam hal yang dipertentangkan (Khilafiyah).

    -Syeikh Amru Wardani. Majlis Kitab al-Asybah wa al-Nadzair. Hari Senin, 16 September 2013.

    http://www.suaraalazhar.com/2015/05/tiga-permasalahan-utama-umat-saat-ini.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Antara Syari'ah dan Fiqh

      (a) menutup aurat itu wajib bagi lelaki dan perempuan (nash qat'i dan ini Syari'ah)
      (b) apa batasan aurat lelaki dan perempuan? (ini fiqh)

      Catatan: apakah jilbab itu wajib atau tidak adalah pertanyaan yang keliru. Karena yang wajib adalah menutup aurat (apakah mau ditutup dengan jilbab atau dengan kertas koran atau dengan kain biasa).

      Nah, masalahnya apakah paha lelaki itu termasuk aurat sehingga wajib ditutup? Apakah rambut wanita itu termasuk aurat sehingga wajib ditutup? Para ulama berbeda dalam menjawabnya.

      *Nadirsyah Hosen, Dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta"

      http://luk.staff.ugm.ac.id/kmi/isnet/Nadirsyah/Fiqh.html

      Hapus
  64. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

  65. Mohon maaf saya hapus , karena ada bahasan yang saya muat.

    Buat : si Unyil terima kasih infonya.

    Pernyataan yang sangat MELEGAKAN itu di kemukakan oleh seorang yang tidak usah diragukan lagi ke ilmuannya . BeliU seorang Doktor , guru besar , Syeikh Amru Wardani. Pada pengajian rutin Majlis Kitab al-Asybah wa al-Nadzair di UNIVERSITAS AL AZHAR , MESIR Hari Senin, 16 September 2013. Seperti yang saya kemukakan diatas , bahwa masalah rambut , leher , telinga aurat atau tidak , mengoleksi / membuat patung ataupun lukisan mahluk hidup boleh atau tidak , berjabat tangan antara wanita dan laki-laki boleh atau tidak yang semuanya adalah budaya Arab masih dalam perdebatan apakah WAJIB ATAU TIDAK UNTUK UMAT MUSLIM. Hal itu memang menjadi polemik selama ribuan tahun , sejak TIMBULNYA ULAMA MAZHAB ABAD KE 8 , Setelah HADIS DITULISKAN OLEH KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIS tahun 717. Sebelumnya hadis memang dilarang penulisannya OLEH NABI SENDIRI. Tapi ULAMA SEKARANG MENETAPKAN WAJIB UNTUK UMAT MUSLIM . Selengkapnya tentang polemik keberadaan hadis ini , anda bisa membaca jawaban saya kepada RAFA PURNAMA diatas.

    Mohon ijin untuk saya kutip sebagai referensi pada tulisan tulisan saya mendatang. Bahwa ada juga ULAMA SEKARANG yang berpikir seperti ULAMA DULU. Ini juga membuktikan bahwa ada juga Ulama sekarang yang TIDAK TERPENGARUH politik Revolusi Islam Iran 1979 . Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama Bung @dr. Abimanyu Sp.B, karena saya juga masih berpegang pada Tafsir(-Tafsir) Al Qur'an karya tokoh-tokoh ulama besar Indonesia (Nusantara).

      Hapus
  66. Buat mas Fery Maulana

    Sebagai tambahan, sebelum diskusi kita berlanjut , kita harus bersepakat bahwa KITA HANYA MEMAKAI ALQURAN SAJA. Hal ini karena penulisan Alquran sepengetahuan Nabi Muhammad. Beliau sendirilah yang mendiktekannya , dan para sahabat yang menuliskannya. Selain itu ada jaminan dari Tuhan sendiri mengenai keaslian isinya.

    “ Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” ( Al Hijr 15:9)

    Sedang hadis dituliskan hampir 100 tahun setelah meninggalnya Nabi Muhammad saw pada saat khalifah Umar Bin Abdul Aziz tahun 717. hal ini karena Nabi sendiri MELARANG PENULISAN HADISNYA. Selama 100tahun itu , hadis DITUTURKAN DARI MULUT!KEMULUT. Tentu saja ada yang menambahi , mengurangi , tentu saja secara AKADEMIS , hal ini tidak bisa menjadi acuan . Para perawi Hadis seperti Imam Bukhari , yang lahir 200 tahun setelah meninggalnya Nabi di tahun 810 , memilah milah SEJUTA Hadis dan hanya 7000an hadis , YANG BELIAU RASA BENAR (shahih) . Karena beliau tidak mungkin bertemu periwayat pertama (sanad pertama) ketika hadis itu dicatat pada saat Kahlifah Umar , beliau lahir berjarak hampir SERATUS TAHUN JUGA. Apakah anda yang ditahun 2015 , bisa mengecek kebenaran omongan/ucapan PANGERAN DIPONEGORO di tahun 1825 ? Walaupun yang menceritakan anak cucunya sekarang yang bertemu anda. Demikian juga hadis , Imam Bukhori pun tidak bisa menjamin nya. Saya yakin bila kita bertemu beliau sekarang , ketika ditanya apakah anda yakin 100 persen , isi hadis ini PERSIS seperti yang diakatakan Nabi ? Beliau pasti akan berkata TIDAK. Karena beliau tidak mungkin mengecek kebenarannya karena jarak 200 tahun dengan masa hidup Nabi. Untuk lengkapnya baca juga jawaban saya kepada saudara RAFA PURNAMA diatas.

    Terima kasih.

    BalasHapus
  67. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  68. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  69. (merasa) benar itu relatif, semua tentu punya dalil dan keyakinan masing-masing, marilah (belajar lagi) saling menghargai

    Syeh Albani dulu pun, ketika "mempopulerkan" batasan aurat versi "kecuali wajah dan telapak tangan", juga dianggap nyleneh bukan? #cmiiw

    bahkan hingga saat ini pun, jilbab versi "hijabers" pun juga (masih) dianggap sesat-lah, liberal-lah, oleh versi yang lain, sebagai contoh:

    Bilang Cadar Tak Wajib, Ulama Ini Di-Bully | TEMPO

    http://m.tempo.co/read/news/2014/06/21/115586874/Bilang-Cadar-Tak-Wajib-Ulama-Ini-Di-Bully

    "Jika Anda ingin menerapkan kebiasaan dan tradisi Barat, silakan tinggal di luar negeri," kata pengguna Twitter lainnya. Akun @m_MesOo menggambarkan cecuitnya sebagai "ajaran liberal yang sesat". 

    "Jika Anda menikmati melihat wanita muslim lainnya, itu berarti ada sesuatu yang salah dengan Anda! Dan Anda adalah orang yang membutuhkan saran," komentar @k_almassad.

    Beberapa pengguna mendukung pendapat al-Torifee, dengan mengatakan cadar terinspirasi oleh tradisi, bukan agama. "Meskipun kami yakin bahwa memperlihatkan wajah (wanita) diperbolehkan, masyarakat kita tidak menerima itu dan saya pernah mendengar orang menggambarkan seorang wanita yang memperlihatkan wajahnya sebagai pelacur," tulis @ghalibalshareef.

    BalasHapus
  70. sungguh terlalu riskan bila kita menggunakan dalil "ayat jilbab" ini, karena sebagaimana kita semua ketahui bersama, bahwa anjuran jilbab hanya bagi yang "berstatus isteri orang mukmin", tentu mustahil bagi ALLAH SWT yang namanya khilaf (tidak berfirman bagi yang berstatus gadis atau janda DALAM AYAT YANG SAMA, padahal berpotensi sama beresiko diganggu oleh orang-orang fasik di jaman jahiliyah), mungkin, ada suatu konteks sebab turunnya ayat dibalik semua itu khusus untuk hal ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagaimana dengan anakanakmu apakah seruan itu bukan untuk yg berstatus gadis dan janda

      Hapus
    2. bukankah yg dimaksud adalah istri dan anak Nabi SAW? dan setahu saya, mengapa dulu dihukumi sunnah, hanya karena redaksi ayat ditujukan kepada Nabi SAW

      Hapus
    3. (Al-Ahzab 59)(An-Nur:31)“apakah si unyil blm paham tentang wanita/perempuan-perempuan yg beriman..sudah jelas seruan itu untuk gadis dan janda..jangan menafsirkan berpatokan pada terjemahan Alqur'an dalm bahasa indonesia tetapi coba lihat ayat nya tentang istri-istri orang mukmin di Al-Ahzab 59 dan kepada perempuan yg beriman pada An-Nur 31 pasti ada kemiripan dan atau sama huruf arabnya.

      Hapus
    4. (Al-Ahzab 59)..nisa’ al mu’minin diterjemahkan oleh tim Departeman Agama : istri-istri orang mukmin. saya sepakat dengan http://kalidanastiti-space.blogspot.com/2013/12/surat-al-ahzab-59-ayat-tentang-jilbab.html yang menerjemahkannya dengan wanita-wanita orang-orang mukmin sehingga ayat ini mencakup juga gadis-gadis dan janda semua orang mukmin bahkan keluarga mereka semuanya,(kakak perempuan,adik perempuan, tante,keponakan Pempuan dan seterusnya..

      Hapus
    5. sebab turunnya kedua Ayat tersebut, tidak berkaitan satu sama lain, coba pahami ajaran Islam secara kaffah

      Hapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  71. TOKO HANDPHONE ORIGINAL Tepercaya.Aman dan Murah Bebas Resiko.Nikmati Keuntungan Berbelanja Dengan Hrg Relatif Murah,Super Promo.Kami Menawarkan Berbagai Jenis Type HP,Laptop,Camera,dll,Garansi Resmi Distributor dan Garansi TAM …….
    Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya.
    BERMINAT HUB-SMS:0857-3112-5055 ATAU KLIK WEBSITE RESMI KAMI http://www.alpha-shopelektronik.blogspot.com/
    BlackBerry>Samsung>Nokia>smartfrend>Apple>Acer>Dell>Nikon>canon>DLL

    Dijual

    Ready Stock !
    BlackBerry 9380 Orlando – Black
    Rp.900.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Curve 8520 Gemini
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    BlackBerry Bold 9780 Onyx 2
    Rp.800.000,-

    Ready Stock !
    Blackberry Curve 9320
    Rp.700.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Tab 2 (7.0)
    Rp. 1.000.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Nexus I9250 – Titanium Si
    Rp.1.500.000,-

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Note N7000 – Pink
    Rp.1.700.000

    Ready Stock !
    Samsung Galaxy Y S5360 GSM – Pure White
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia 800 – Matt Black
    Rp.1.700.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia-710-white
    Rp. 900.000,-

    Ready Stock !
    Nokia C2-06 Touch & Type – Dual GSM
    Rp.450.000,-

    Ready Stock !
    Nokia Lumia 710 – Black
    Rp. 900.000,-

    Smartfren Andromax Z
    Rp.1,700.000

    Smartfren Andromax U Limited Edition
    Rp.1.000.000

    Tablet Asus Eee Pad Slider SL 1O1
    Rp.2.500.000

    Tablet Asus Memo Pad ME172 V
    RP.800.000

    Lenovo ldea Pad B490
    Rp.2.500.000

    Lenovo think Pad edge A86
    RP.1.700.000

    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari XL) – Black
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPhone 4S 16GB (dari Telkomsel)
    Rp.1.200.000,-

    Ready Stock !
    Apple iPod Touch 4 Gen 8GB
    Rp.700.000

    Ready Stock !
    APPLE iPod Nano 8GB – Pink
    Rp.500.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 4752-2332G50Mn Core i3 Win7 Home
    Rp 1.300.000

    Ready Stock !
    Acer Aspire S3-951-2364G34iss
    Rp. 1.200.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 5951G Core i7 2630 Win 7
    Rp. 2.500.000,-

    Ready Stock !
    Acer Aspire 4755G Core i5 2430 Win 7 Home Premium Green
    Rp. 2.500.000,-

    Ready Stock !
    Nikon D7000 kit 18-105mm
    Rp.1.700.000

    Ready Stock !
    Nikon D90 Kit 18-105mm Vr
    Rp 1.300.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix L 120 Red
    Rp. 900.000

    Ready Stock !
    Nikon Coolpix P 500 Black
    Rp 1.000.000

    ALPHA SHOP
    alpha-shopelektronik.blogspot.com

    BalasHapus
  72. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  73. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  74. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  75. bila kita menggunakan akal pikiran yg bersandarkan Al-qur'an dan Hadits kita pasti bisa memahami kalau cara penyebaran dakwah islam jaman dahulu dan sekarang itu tidak lah sama karena sekarang lebih mudah,,ulama dahulu tidak mewajibkan jilbab karena raja-raja diindonesia banyak yg baru masuk islam jadi jangankan mewajibkan jilbab,untuk menyampaikan hukum syariah islam yg sesuai Al-qur'an dan hadits saja mereka harus berpikir dalam,,karena kalau ad pertentangan dari masyarakat atau raja-raja, nyawa mereka sebagai taruhannya,,seperti umat islam sekarang yg berada dinegri-negri berpemimpin kafir/negara-negara mayoritas non muslim...anda pasti sdh tau kalau ulama indonesia jaman dahulu susah,sulit,dan perlu pengorbanan yg besar dalam menyebarkan islam keindonesia dalam hal ini mepertaruhkan nyawa karena dahulu terikan hukum kerajaan jadi tidak mudah untuk memaksakan masyarakan dan penguasa untuk wajib dan taat terhadap hukum syariat islam,,seperti wajibnya jilbab,,,dan lihatlah serta cermati sistem pemerintahan kita diindonesia sekarang sdh banyak berubah dan sdh sebagian besar dipengaruhi hukum islam walaupun dalam UUD dan UU atau peraturan pemerintah masih kuat hukum liberal v setidaknya pengaruh hukum islam masih terasa..karena dakwah islam diindonesia lebih mudah maka seharusnya hukum syariat islam itu diwajib pada umat islam untuk mengetahui dan menjalankan/menerapkan serta mentaatinya dalam kehidupan sehari-hari....

    BalasHapus
  76. Jarang disini saya menemukan orang yg sependapat dengan saya. Pelajari Islam secara keseluruhan, pahami Qur'an secara dalam. Berpikir bukan hanya mengikuti dogma. Islam perlu orang2 yg lebih "berpikir'. 3/4 isi Qur'an menyuruh kita "berpikir", hanya 1/4 yang menyuruh kita buat "mematuhi". Kebayakan kita hanya membaca Qur'an (Mengaji), bukan benar2 membaca dan memahami.
    Terimakasih artikel nya. This is really great.

    BalasHapus
    Balasan
    1. trend jilbab/hijab ini adalah dampak Revolusi Syiah Iran sejak Tahun 1979 (kala itu tentu Syiah belum dianggap Sesat seperti dewasa ini), dan pendapat anda adalah pendapat mayoritas ulama kita terdahulu, Buya HAMKA Tokoh Ulama Besar Muhammadiyah Ketua MUI ke-1 (yang mengundurkan diri karena menolak mencabut Fatwa Haram merayakan Natal bersama), bahkan menyatakan bahwa Pakaian Ratu Inggris adalah Pakaian yang sesuai ajaran Islam, karena merujuk Pakaian Takwa (versi-NYA), Pakaian Terhormat, yang penting Sopan dan menghindari Tabarruj, tapi dewasa ini di Indonesia telah mendapat versi "tandingan"

      Hapus
  77. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  78. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  79. Lalu banyak sekali d google ustad - ustad yang mencecar habis2an tentang wanita yg non berjilbab. kenapa hrs wanita yg d pojokan? atau search d google "jilbab atau akhlak" .....pasti yg d utamakan adalah jilbab....mgkn org2 seperti ini dia yakin akan masuk surga :) ttpi cara pandangan Islam bagi saya jd tergoyahkan gara2 org yg blm siap berjilbab tp di paksa! Mudah2an Allah meneguhkan Iman saya dan tdk membenci kaum muslim yg lain apalagi yg berbeda pendapat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena Pakaian Takwa versi-NYA yang merupakan jaminan-NYA sebagai Pakaian Terbaik, dewasa ini di Indonesia telah mendapat versi "Tandingan"

      Hapus
  80. Saya sebagai wanita yg belum siyap berjilbab pun, mengingat ada salah satu blog d google wanita yang tidak berjilbab tidak akan mencium bau nya surga.... Jujur saya menjadi takut membaca hal itu. tp jika saya berjilbab lalu di paksa,bagaimana nanti nya? siap ga siap katanya harus siyap ya? bukankan memperbaiki akhlak dan kewajibab sholat itu lbh baik ya? apakah zakat pun yg wajib terlupakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pastikan apakah itu hadits sahih, hadits dhaif (mursal, tertolak), atau bahkan hadits palsu yg menakut-nakuti dgn modus mengatasnamakan sahih Bukhari dsb

      Hapus
    2. Lisna Saraswati apa yg menyebabkan anda tidak berjilbab..???apa problemnya...??apa karena masih ingin pacaran atau bersenda gurau dengan laki-laki tanpa batasan saling rayu merayu dan selalu ingin dipuji karena cantik..atau hal-hal lain..??hingga anda berat untuk berjilbab....2. apakah jilbab itu bara api yg apabila anda memakainya anda akan kepanasan dan terbakar...mohon anda jangn ikut-ikutan menilai jilbab itu buruk hanya karena melihat perilaku orang yg berjilbab akhlak dan aqidahnya ada yg lebih buruk daripada yang tidak berjilbab...cobalah untuk berpikir baik dan berprasangka baik..tidak semua orang yg berjilbab itu buruk...cobalah mencari hidayah melalui berpikir positif pada syariah islam..anda pasti akan menemukan bidadari-bidadari surga muslimah berjilbab yg kebaikannya tidak ada bandingannya dan kesamaannya dengan muslimah tanpa jilbab..

      Hapus
  81. Ohyaaa ada pengalaman tetangga saya TKW di arab dia bercererita secara jelas tntg kehidupan di arab. knp wanita di Arab memakai cadar, ternyata lelaki di Arab itu nafsu birahi nya sangat tinggi...hanya bertatap dalam hitungan detik saja bagi mereka itu seperti memberikan Isyarat untuk melakukan hub seksual...anak SD disana kira2 kelas 5, melihat tetangga saya dia lgsg ngejar2 tetangga saya dan seperti ingin memperkosa, dan akhir nya anak majikan itu maaaf (memainkan alat kelamin nya sampai air mani nya keluar)......dan anak perempuan sd nya pun melakukan (mast**b**i) .saya hanya menyapaikan fakta knp org Arab seperti lingkungan nya terkekang ya karena itu Nafsu syahwat nya tak bisa tertahankan. makan nya pakai cadar supaya tdk menimbulkan fitnah. dan masyarakatnya pun kurang antusias berbaur dgn yg lain nya. kalo disana cuek2 dan masing, seperti Tkw disana ada yg di siksa oleh majikan nya. tp mereka itu tdk saling tolong menolong. coba d indonesia. jika ada pembantu yg d siksa oleh majikan pasti antusias beramai ramai ingin menolong

    BalasHapus
  82. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  83. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  84. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  85. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  86. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  87. Asskum wr wb..
    sebelumnya saya minta maaf.
    menurut saya pendapat bapak yang bapak tulis di blog anda ini sangat jauh dari penjelasan yang sudah jelas" tertulis di Al Qur'an (Al Ahzab 59 dan An Nur 31)
    Bagaimana mungkin jilbab tidak wajib untuk wanita muslim ?
    untuk wanita muslim jilbab wajib dan jilbab bukanlah kebudayaan ataupun warisan tapi anjuran yang telah tertulis di Al Qur'an.

    Wassalam.. Wr Wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salam, sepengetahuan saya An-Nuur 30-31 kalau tidak salah ada haditsnya (memang tidak populer), yg pada intinya, Rasulullah SAW bersabda bahwa laki-laki yg pandangan matanya jelalatan itulah yg berdosa #cmiiw

      dan berikut adalah sebagian contoh kecil lain bagaimana dalam memahami suatu teks (tekstual atau kontekstual):

      Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak menyemir/mewarnai (rambut), maka berbedalah kalian dengan mereka”. (HR. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim)

      Dari Abu Malik al-Asyja’iy berkata, dari ayahnya berkata: Dahulu kami menyemir uban bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan al-waras (warna merah kekuningan) dan za’faron (kunyit). HR Ahmad dan al-Bazzar.

      ... Lantas Umar ibnul Khatthab berkata kepadaku: “Ini merupakan semir rambut Islam dan berkata kepada saudaraku: “Ini merupakan semir rambut Iman”. HR Ahmad (Majma’ az-Zawaid, II/328)

      http://mui.or.id/mui/produk-mui/fatwa-mui/fatwa-komisi-fatwa-mui/fatwa-menyemir-rambut.html

      Hapus
    2. https://www.youtube.com/watch?v=yTA6e7BpMtw merupakan riwayat Ummu Habibah RA (Janda Rasulullah SAW) yg "mengancam" para pemberontak, dengan berpidato mengatakan akan membiarkan Rambut terbuka (meski akhirnya tidak jadi) serta berjalan di Madinah untuk mengubur Jenazah Khalifah Utsman bin Affan RA



      kira-kira, apakah itu adalah suatu bentuk sikap perbuatan dosa, atau lebih kepada sikap rela berkorban dgn cara merendahkan diri? (dresscode yg membedakan antara perempuan merdeka dengan perempuan budak, menurut para ahli tafsir), tentu dibutuhkan tanggapan para ulama tentang peristiwa tersebut

      *jangan langsung percaya mengenai riwayat tersebut, dibutuhkan cek dan ricek, karena itulah prinsip dari mencari sebuah kebenaran.

      Hapus
  88. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  89. Busana Ratu Inggris, menurut Buya HAMKA (Ketua MUI ke-1, Tokoh Ulama Besar Muhammadiyah), adalah pakaian yang sopan dan menutup aurat.

    Buya HAMKA dalam Tafsir Al-Azhar, "Tidaklah semua Pakaian Barat itu ditolak oleh Islam dan tidak pula seluruh Pakaian tempatan di negeri kita dapat diterima. Kebaya Jawa yang menampakkan sebahagian dada tanpa selendang adalah termasuk Pakaian yang dilarang mengikut pandangan Islam."

    "orang puritan sebagai mayoritas di Muhammadiyah ... Jilbab bukan sesuatu yang wajib ..."

    www.academia.edu/7216467/100_Tahun_Muhammadiyah

    "Jika mau jujur dan mau membaca, pada zaman Kalifah Umar Bin Khatab seorang budak perempuan kedapatan mengenakan jilbab. ‘Umar pun marah besar dan melarang seluruh budak perempuan untuk memakai Jilbab.

    Lebih jauh lagi pelarangan Umar itu diungkapkan lebih eksplisit dalam kitab Al-Mughni Ibnu Qudamah."

    http://mojok.co/2014/12/jilbab-rini-soemarno-dan-khalifah-umar

    "Anda pernah lihat foto istri Ahmad Dahlan, istri Hasyim Asy’ari, istri Buya Hamka, atau organisasi Aisyiyah? Mereka pakai kebaya dengan baju kurung, tidak memakai kerudung yang menutup semua rambut, atau pakai tapi sebagian.

    Begitulah istri-istri para kiai besar kita. Apa kira-kira mereka tidak tahu hukumnya wanita berjilbab? Pasti tahu.

    Sebagaimana diketahui, soal pakaian wanita muslimah, para ulama berbeda pendapat setidaknya ada tiga pandangan.

    Pertama, seluruh anggota badan adalah aurat yang mesti ditutupi.

    Kedua, kecuali wajah dan kedua telapak tangan.

    Ketiga, cukup dengan pakaian terhormat."

    http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,61063-lang,id-c,kolom-t,Quraish+Shihab+dan+Islam+Nusantara-.phpx

    "... di kalangan jumhur ulama -- ulama arus utama -- masih terdapat khilafiyah, perbedaan pendapat tentang apakah rambut perempuan itu 'aurat'.

    Banyak ulama memandang rambut sebagai aurat sehingga perlu ditutup.

    Tapi banyak pula ulama yang berpendapat rambut bukan aurat sehingga tak perlu ditutupi.

    Sebab itu, menjadi pilihan pribadi masing-masing Muslimah mengikuti salah satu pendapat jumhur ulama: memakai, atau tidak memakai jilbab."

    http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,48516-lang,id-c,kolom-t,Polwan+Cantik+dengan+Berjilbab-.phpx

    Kerudung dalam Tradisi Yahudi & Kristen

    "bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya meninggalkan sebelah mata saja.

    Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan beberapa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

    http://mediaumat.com/kristologi/1901-41-kerudung-dalam-tradisi-yahudi-a-kristen.html

    "KH. Agus Salim, dalam Kongres Jong Islamieten Bond (JIB) tahun 1925 di Yogyakarta menyampaikan ceramah berjudul Tentang Pemakaian Kerudung dan Pemisahan Perempuan

    Tindakan itu mereka anggap sebagai ajaran Islam, padahal, menurut Salim, praktek tersebut adalah tradisi Arab dimana praktek yang sama dilakukan oleh Agama Nasrani maupun Yahudi."

    http://www.komnasperempuan.or.id/2010/04/gerakan-perempuan-dalam-pembaruan-pemikiran-islam-di-indonesia

    Terdapat tiga MUSIBAH BESAR yang melanda umat islam saat ini:

    1. Menganggap wajib perkara-perkara sunnah.
    2. Menganggap pasti (Qhat'i) perkara-perkara yang masih menjadi perkiraan (Zhann).
    3. Mengklaim konsensus (Ijma) dalam hal yang dipertentangkan (Khilafiyah).

    -Syeikh Amru Wardani. Majlis Kitab al-Asybah wa al-Nadzair. Hari Senin, 16 September 2013.

    http://www.suaraalazhar.com/2015/05/tiga-permasalahan-utama-umat-saat-ini.html

    BalasHapus
  90. Pusat Islam Sunni » Fatwa: Can I take off my hijab for work purposes? http://eng.dar-alifta.org/foreign/ViewFatwa.aspx?ID=6865

    BalasHapus
  91. anda benar musuh Allah, bertaubatlah!

    BalasHapus
  92. Anda sesat dan menyesatkan umat! bertaubatlah, sebelum terlambat.

    SYARAT SAH SHOLAT ITU MENUTUP AURAT. KALAU TIDAK SHOLAT TELANJANG????

    ANDA LAKI2 DAYYUTS,,, TIDAK CEMBURU AURAT ISTRI ANDA, PUTRI ANDA DILIHAT BANYAK ORANG....

    LAKI2 DAYYUTS MASUK NERAKA.

    BalasHapus
  93. anda mengacu sejarah ketika muhammadiyyah berdiri,, Nu berdiri,,....
    anda tidak melihat ... tidak membaca kitab2 mereka.... tidak melihat kitab2 fiqh madzhab syafi'i,....

    jika anda belajar lagi sejarah,,, saat wali songo masih hidup.... di mana mdzhab yg dibawa adl mdzhab imam syafi'i,,,, anda akan paham.

    jika anda melihat bukti2 lukisan belanda , foto2 kuno dari negara belanda,, ttg keadaaan pribumi sebelum budi utomo & sarekat dagang islam berdiri,,... anda akan tahu bahwa wanita2 pribumi dahul u sudah berhijab.

    tapi karena orang kafir&munafik , mereka menjauhkan umat ISlam dari agamanya dgn penjajahan,kemiskinan, kebodohan,,, sehingga jauh dari ajaran para wali songo....

    ANDA BACA QS. AL AHZAB AYAT 1 , PAHAMI ITU !

    JANGAN MENIPU UMAT DENGAN GELAR DOKTER!

    BalasHapus
  94. 1 PESAN TERAKHIR,

    COBA DOKTER BACA SURAT AN-NUR AYAT 1(SATU).

    ALLAH SENDIRI YANG BILANG KALAU SELURUH AYAT ITU WAJIB DITAATI ATURAN DI DALAM SURAT AN-NUR.

    JADI , APAKAH ANDA LEBIH TAHU DARI ALLAH??

    ANDA SOK LEBIH TAHU TENTANG TAFSIR AN-NUR AYAT 31,
    TAPI TIDAK BACA AYAT 1-NYA DULU.

    DOKTER,ITU SEHARUSNYA LEBIH LOGIKA,,
    KALAU MAU BEDAH ORGAN DALAM,,.... ORGAN LUARNYA DIBUKA DULU...

    ANDA MAU NGERTI -NGAJARI ORANG TENTANG AN-NUR 31,
    TAPI ANDA TIDAK BACA TAFSIR AN-NUR AYAT 1 DULU..

    BAGAIMANA ANDA MAU BEDAH PASIEN, SEDANGKAN KULIT LUAR ANDA TIDAK ANDA SOBEK DULU...??


    TAUBATLAH.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tenang saja sekarang di Indonesia mayoritas berjilbab, ini sudah trend.
      karena mayoritas berjilbab dan jilbabnya sangat beragam tidak sama dengan negara-negara lain janganlah menghakimi sesama muslimah yang berjilbab
      ke gembira loka, candi prambanan, mall, bank bisa dilihat bila wanita yang berkunjung lebih banyak yang berjilbab dari pada yang terlihat rambutnya
      yang mau berjilbab silahkan yang enggak berjilbab juga harus dihormati, soal masuk neraka nggak usah jadi perdebatan, bila Allah menghendaki maka sedunia berjilbab semua
      yang pasti jangan tiru budaya arab saudi yang membatasi kebebasan kaum wanita dan tidak ada orang arab saudi yang menyebarkan budayanya di ke negara lain

      Hapus
  95. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  96. Maaf saya hapus ada yang belum lengkap.

    Baiklah mbak TATA , jangan emosi , sabar , tenang , kalau mau cari kebenaran, mari diskusi, kita FOKUS PADA MASALAH AURAT.....sekarang saya bertanya kepada anda BATASAN AURAT SEORANG WANITA ITU , Mana saja. Seluruh tubuh tubuh adalah aurat TERBATAS HANYA WAJAH DAN TELAPAK TANGAN , atau SELURUH TUBUH ADALAH AURAT tidaK ada batasnya ?...Saya ingin pendapat anda bagaimana?

    Pilihlah salah satu, TERUS MENGAPA JAWABAN ANDA ITU BERTENTANGAN DENGAN , kesimpulan para Ulama2 kita di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ?

    ” TIDAK MENUNJUKKAN BATAS AURAT YANG WAJIB DITUTUP MENURUT HUKUM ISLAM dan menenyerahkan kepada masing masing individu menurut situasi ,kondisi dan kebutuhan “
    (Kesimpulan Forum Pengkajian Islam dalam diskusinya di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada bulan maret 1998). (5:166).

    Di cuplik dari buku Prof. DR. Qurais Shihab Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan kontemporer : jilbab pakaian wanita Muslimah hal. 166. Silahkan baca bukunya.

    Puluhan ulama kita dulu di tahun 1988 mengatakan TIDAK MENUNJUKKAN BATAS AURAT YANG WAJIB DITUTUP MENURUT HUKUM ISLAM ..dan menyerahkan pada masing masing orang..jadi kalau saya yang orang Indonesia ini , mengatakan Rambut bukan aurat dan jilbab tidak wajib. AL AHZAB 59 dan AN NUR 31 pun TIDAK DIANGGAP sebagai ayat yang mewajibkan jilbab , seperti pendapat anda. Mereka juga MENGABAIKAN BEBERAPA HADIS YANG di persepsi,an mewajibkan jilbab.

    Nah , SESUAI kesimpulan para Prof. Doktor , Sarjana agama Islam yang berjumlah puluhan ini, menurut anda mereka SESAT SEMUA , TIDAK SESUAI HUKUM ISLAM SEMUA ? Kalau sesat dan tidak sesuai hukum Islam konsekuensinya mereka masuk NERAKA SEMUA. Begitu? Dan anda sendirilah yang masuk surga , melenggang dengan tenang. Saya bertanya lagi , siapa sih yang berhak memasukkan orang ke neraka ..anda apa Tuhan ? Coba saya di jelaskan mbak.

    Ulama ulama dulu diatas ditambah , Prof. DR. Quraish Shihab , PROF . DR. Nurcholis Majid , Gus Dur , PROF. Hamka , KH. Agus Salim MENGATAKAN JILBAB TIDAK WAJIB dan pakaian non muslim yang sopan , seperti ratu Elisabeth dibolehkan Islam. Saya juga mengacu pada ulama tapi ulama jaman dulu..kalau begitu terus semua nya juga sesat?... Bagaimana ini penjelasan anda . Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin saja sebagian Generasi Indonesia sekarang ini, baik secara sadar maupun tidak mereka sadari, telah menganggap Keluarganya sendiri (tak terkecuali Keluarga Sahabatnya, Teman-temannya, dsb) yg merupakan Generasi terdahulu, adalah sesat dan masuk Neraka semua

      kalau Generasi kita, kenal Jilbab justru dari Biarawati (sebelum trend Jilbab mendunia sejak Revolusi Syiah Iran Tahun 1979)

      Hapus
  97. (diluar topik) sekedar contoh pemahaman #kontekstual » Pusat Islam Sunni » Grand Mufti Al Azhar Mesir: Syaikh Ali Goma'ah - Penjelasan mengapa di Zaman ini tidak dapat Laksanakan Hudud https://youtu.be/kcK288Jxrao

    sepengetahuan saya, Buya HAMKA dan Quraish Shihab juga berpendapat senada #cmiiw

    BalasHapus
  98. dan sepertinya ... (dalam hal yg lain) Mayoritas Umat Islam Indonesia pun telah di-kafir-kan, termasuk FPI » Habib Rizieq - NU & FPI Bersatu sebagai Rumah ASWAJA Cegah Missionaris Madzhab https://youtu.be/PIsmCktDqpc

    BalasHapus
  99. Mohon pamit 1 bulan ..maaf banyak kesibukan ...terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. JILBAB dan BATASAN AURAT

      berikut adalah kutipan Tafsir Al-Azhar Buya HAMKA (selengkapnya lebih jelas dan tegas dapat dibaca pada Tafsir Al-Azhar, khususnya beberapa Ayat terkait, yakni Al-Ahzab: 59 dan An-Nuur: 31):

      'Nabi kita Muhammad saw. Telah mengatakan kepada Asma binti Abu Bakar ash-Shiddiq demikian,

      "Hai Asma! Sesungguhnya Perempuan kalau sudah sampai masanya berhaidh, tidaklah dipandang dari dirinya kecuali ini. (Lalu beliau isyaratkan mukanya dan kedua telapak tangannya)!"

      Bagaimana yang lain? Tutuplah baik-baik dan hiduplah terhormat.

      Kesopanan Iman

      Sekarang timbullah pertanyaan, Tidakkah Al-Qur'an memberi petunjuk bagaimana hendaknya gunting pakaian?

      Apakah pakaian yang dipakai di waktu sekarang oleh perempuan Mekah itu telah menuruti petunjuk Al-Qur'an, yaitu yang hanya matanya saja kelihatan?

      Al-Qur'an bukan buku mode!

      Islam adalah anutan manusia di Barat dan di Timur. Di Pakistan atau di Skandinavia. Bentuk dan gunting pakaian terserahlah kepada umat manusia menurut ruang dan waktunya.

      Bentuk pakaian sudah termasuk dalam ruang kebudayaan, dan kebudayaan ditentukan oleh ruang dan waktu ditambahi dengan kecerdasan.

      Sehingga kalau misalnya perempuan Indonesia, karena harus gelombang zaman, berangsur atau bercepat menukar kebaya dengan kain batiknya dengan yurk dan gaun secara Barat, sebagaimana yang telah merata sekarang ini, Islam tidaklah hendak mencampurinya.

      Tidaklah seluruh pakaian Barat itu ditolak oleh Islam, dan tidak pula seluruh pakaian negeri kita dapat menerimanya.

      Kebaya model Jawa yang sebagian dadanya terbuka, tidak dilindungi oleh selendang, dalam pandangan Islam adalah termasuk pakaian "You can see" juga.

      Baju kurung cara-cara Minang yang guntingnya sengaja disempitkan sehingga jelas segala bentuk badan laksana ular melilit, pun ditolak oleh Islam.'

      (Tafsir Al-Azhar, Jilid 6, Hal. 295, Penerbit Gema Insani, Cet.1, 2015)

      MENGENAL (KEMBALI) BUYA HAMKA

      Ketua Majelis Ulama Indonesia: Buya HAMKA
      mui.or.id/tentang-mui/ketua-mui/buya-hamka.html

      Hujjatul Islam: Buya HAMKA
      republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/04/12/m2clyh-hujjatul-islam-buya-hamka-ulama-besar-dan-penulis-andal-1

      Biografi Ulama Besar: HAMKA
      muhammadiyah.or.id/id/artikel-biografi-pujangga-ulama-besar-hamka--detail-21.html

      Mantan Menteri Agama H. A. Mukti Ali mengatakan, "Berdirinya MUI adalah jasa Hamka terhadap bangsa dan negara. Tanpa Buya, lembaga itu tak akan mampu berdiri."

      kemenag.go.id/file/dokumen/HAMKA.pdf

      "Buya HAMKA adalah tokoh dan sosok yang sangat populer di Malaysia. Buku-buku beliau dicetak ulang di Malaysia. Tafsir Al-Azhar Buya HAMKA merupakan bacaan wajib."

      disdik.agamkab.go.id/berita/34-berita/1545-seminar-internasional-prinsip-buya-hamka-cermin-kekayaan-minangkabau

      Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ada tiga hal pada diri seseorang maka ia akan diharamkan masuk neraka, dan neraka haram untuk menyiksanya; iman kepada Allah, cinta kepada Allah, dan lebih suka dimasukkan ke dalam api hingga terbakar daripada kembali kepada kekafiran." (Hadits Imam Ahmad No. 11679)

      hadits.stiba.ac.id/?imam=ahmad&no=11679&type=hadits

      *bila kelak ada yang berkata atau menuduh dan fitnah Buya HAMKA: Sesat dan menyesatkan, Syiah, Liberal, JIL, JIN, SEPILIS atau tuduhan serta fitnah keji lainnya (hanya karena ijtihad Beliau mungkin tidak sesuai dengan trend/tradisi saat ini), maka ketahuilah dan ada baiknya cukupkan wawasan terlebih dahulu, bahwa dulu Beliau sudah pernah dituduh sebagai Salafi Wahabi (yang notabene identik dengan Arab Saudi). "Teguran Suci & Jujur Terhadap Mufti Johor: Sebuah Polemik Agama" #HAMKA #MenolakLupa

      Hapus
    2. Maaf.. sebelum fitnah dan tuduhan SEPILIS dilontarkan pada Buya, saya merasa perlu copas dibawah ini, bagi Generasi yg tidak kenal Buya HAMKA:

      "... paling konsisten memperjuangkan Syariat Islam menjadi dasar negara Indonesia. Dalam pidatonya, HAMKA mengusulkan agar dalam Sila Pertama Pancasila dimasukkan kembali kalimat tentang 'kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluknya', sebagaimana yang termaktub dalam Piagam Jakarta."

      mui.or.id/tentang-mui/ketua-mui/buya-hamka.html

      Hapus
    3. perlu direnungkan, konsekwensi dari menambah atau mengurangi syariat yg mutlak merupakan wewenang-NYA, saya yakin, Buya HAMKA bukanlah Mufti/Ulama yg tidak bisa membedakan antara Syariah dan Fiqh

      "Hukum Islam yang berstatus syari’ah (qath’i) jumlahnya relatif sedikit dibandingkankan dengan hukum Islam kategori fiqh.

      Contoh syari’ah, misalnya, salat lima waktu, puasa, zakat, haji, keharaman memakan bangkai dan darah, durhaka kepada kedua orang tua, mencuri sumpah palsu, dan lain sebagainya.

      Sedangkan contoh fiqh, misalnya, hal-hal yang berkenaan dengan teknis dan pelaksanaan ibadah-ibadah wajib di atas, BATAS-BATAS MENUTUP AURAT, masalah asuransi, dan lain sebagainya.

      Berdasarkan pengklasifikasian ini, hukum Islam kategori syariah tidak diperlukan ijtihad karena kebenarannya bersifat absolut/mutlak 100%, tidak bisa ditambah atau dikurangi. Dari segi penerapan, situasi dan kondisi harus tunduk kepadanya, ia berlaku umum tidak mengenal waktu dan tempat.

      Sedangkan kategori fiqh kebenarannya relatif, ia benar tetapi mengandung kemungkinan salah atau salah tetapi mengandung kemungkinan benar. Dan dari segi aplikasi, fiqh justru harus sejalan dengan, atau mengikuti kondisi dan situasi, untuk siapa dan dimana ia akan diterapkan."

      fish.uinsby.ac.id/?p=789

      Hapus
  100. "Abu Yusuf, Murid Imam Abu Hanifah (Mazhab Hanafi, pen), berpendapat bahwa lengan dan separuh bagian bawah betis perempuan tak menjadi bagian dari aurat yang harus ditutupi."

    Islam Nusantara, Hal. 112, Penerbit Mizan, 2015.

    BalasHapus
  101. Assalamualaikum pak. Disini sy tidak membenarkan ataupun menyalahkan. Karenna sy sangat menghargai perbedaan pendapat.
    Sy hanya menyayangkan kebanyakan orang kita itu sangat sennsitif terhadap perbedaaan pendapat yg ada, jd seakan-akan pendapat mereka lah yg paling benar. Padahal kebenaran sifatnnya relatif.

    Saya yakin bapak menuliskan ini dg ilmmu yg sudah tinggi jika dilihat bdr bahasa dan sumber" rujukan begitu pula penngalaman bapak. Dan ada beberapa pembaca yg telah terpola pemikirannya kepada kebiasaan yg dibenarkan. Karena di dunia ini masih banyak ratusan aliran islam marilah kita saling menghargai perbedaan, bukannya mencela, menyalahkan satu sama lain.

    BalasHapus
  102. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  103. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  104. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  105. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  106. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  107. buat yg benci wajib jilbab.....apa yg menyebabkan anda tidak mendukung wajib berjilbab..???apa problemnya...??apa karena masih ingin pacaran atau bersenda gurau dengan laki-laki tanpa batasan saling rayu merayu dan selalu ingin dipuji karena cantik..atau hal-hal lain..??hingga anda berat untuk menerima hukum berjilbab itu wajib....2. apakah jilbab itu bara api yg apabila anda memakainya anda akan kepanasan dan terbakar...mohon anda jangn ikut-ikutan menilai jilbab itu buruk hanya karena melihat perilaku orang yg berjilbab akhlak dan aqidahnya ada yg lebih buruk daripada yang tidak berjilbab...cobalah untuk berpikir baik dan berprasangka baik..tidak semua orang yg berjilbab itu buruk...cobalah mencari hidayah melalui berpikir positif pada syariah islam..anda pasti akan menemukan bidadari-bidadari surga muslimah berjilbab yg kebaikannya tidak ada bandingannya dan kesamaannya dengan muslimah tanpa jilbab..

    BalasHapus
  108. Saya dari Putrajaya,Malaysia.. Saya amat bersetuju dengan tulisan pak dokter.. Kami di Malaysia juga sudah ke arah arabisasi.. Bila diselidiki al-quran, masyarakat kits sudah silap.. Al-quran moden, kebanyakan ulamak sekarang lemah akal dan mundur..

    BalasHapus
  109. ini lah bukti manusia-manusia yang kafir pada al kitab nya, yang buat artikel ini sama kafir nya dengan orang yahudi bahkan lebih kafir dari yahudi itu sendiri..
    segolongan dengan kafir syiah...

    BalasHapus
  110. woi al quran di turunkan untuk menyempurnakan kembali kitab-kitab sebelum nya yang sudah banyak di palsukan oleh umat umat sebelum nya yang telah murtad/kafir..

    BalasHapus
  111. Budaya arab masuk ke negara kita dengan kuat karena ada stempel agama. Jati diri bangsa ini terkikis perlahan... tunaikan perintah allah, jauhi budaya arab. Akan terlihat perbedaanya kalau kita mau sedikit berpikir.

    BalasHapus
  112. Budaya arab masuk ke negara kita dengan kuat karena ada stempel agama. Jati diri bangsa ini terkikis perlahan... tunaikan perintah allah, jauhi budaya arab. Akan terlihat perbedaanya kalau kita mau sedikit berpikir.

    BalasHapus
  113. lihat realita saja, sekarang banyak sekali wanita berjilbab dari yang standar sampai syar'i bahkan banyak juga yang asal dan seronok (jilbob), inilah budaya baru yang sedang merambah negeri ini, aku terima saja termasuk istri yang sudah mulai terpengaruh sehingga diam-diam sudah bukan jilbab lagi tapi niqab, seandainya suatu kali berpisah karena ini, maka ini adalah sangat luar biasa, dalam pandanganku islam tidak egois hanya mementingkan diri sendiri, berbusana berlebihan itu salah walau tujuannya untuk lebih agamis

    dari zaman jahiliyah sampai sekarang di arab sangat tidak aman untuk wanita, budaya ini bakal mengalir ke negeri ini karena semua orang bakal berbuat buruk pada orang lain dari caranya berbusana kemudian yang disalahkan korban, bukan penjahatnya

    BalasHapus
  114. uwes...uwes...ra ono rampungi, kabeh nduwe dalil.pinter kabeh tak acungi jempol seng gede.yuk akuran...mugi2 kulo lan penjenengan sdoyo pikantuk rahmatipun gusti Allah ar-rahman lan ar-rahim.sdanten melebet suwargonipun gusti Allah.amiin...yarobbal alamiin...

    BalasHapus
  115. (kutipan "kalimat penutup" Tafsir QS. Al-Ahzab: 59 atau "Ayat Jilbab" dalam Tafsir Al-Azhar Buya HAMKA, Jilid 7 Hal. 262, Penerbit Gema Insani, Cet.1, 2015):

    "Dalam ayat yang kita tafsirkan ini jelaslah bahwa bentuk pakaian atau modelnya tidaklah ditentukan oleh Al-Qur'an. Yang jadi pokok yang dikehendaki Al-Qur'an ialah pakaian yang menunjukkan iman kepada Allah SWT, pakaian yang menunjukkan kesopanan, bukan yang memperagakan badan untuk jadi tontonan laki-laki.

    Alangkah baiknya kalau yang jadi ahli mode itu orang yang beriman kepada Allah SWT, bukan yang beriman kepada uang dan kepada daya tarik syahwat nafsu nafsu (sex appeal)."

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya masih mengalami mendengar suara Buya Hamka kalau kuliah subuh di RRI tempo dulu :-). suaranya sejuk dan menenangkan. Tegas tapi bukan keras (menggelegar spt kebanyakan ustad yang muncul di TV :-) :-)...

      Hapus
    2. saya masih mengalami mendengar suara Buya Hamka kalau kuliah subuh di RRI tempo dulu :-). suaranya sejuk dan menenangkan. Tegas tapi bukan keras (menggelegar spt kebanyakan ustad yang muncul di TV :-) :-)...

      Hapus
  116. 'KISAH POLEMIK BUSANA MUSLIMAH' TEMPO DOELOE :) (dikutip dari buku berjudul "Ayahku" oleh Buya HAMKA, Penerbit PTS Publishing House Malaysia, 2015):

    "Maka sejak pulang pada tahun 1926 sampai tahun 1941, ketika beliau (*Haji Rasul, -pen) dibuang, penuhlah tarikh hidup beliau 'berisi' riwayat-riwayat yang gemilang, yang layak dipunyai seorang ulama yang mengikut jalan Salafus Salihin.

    Bersama dengan Syeikh Muhammad Jamil Jambek, beliau menjadi pelindung utama perserikatan itu. Mereka berdua menyatakan diri aktif membantu Muhammadiyah ialah setelah jelas bahawa Muhammadiyah hendak menegakkan fahaman salaf bukan menegakkan taklid. Anak beliau (saya sendiri), menjadi mubaligh Muhammadiyah di Makassar.

    PANDANGAN BELIAU TERHADAP PEREMPUAN

    Itulah sebabnya ketika gerakan Muhammadiyah mendirikan bahagian Aisyiyah, dan melihat kaum ibu telah ikut serta dalam perjumpaan-perjumpaan dan telah pergi ke tempat jauh, misalnya berangkat pergi menghadiri kongres di Yogya, atau pidato perempuan di hadapan lelaki, telah menjadi sebab untuk beliau mengarang buku "Cermin Terus" yang tebalnya lebih daripada 200 halaman.

    Isinya semata-mata menyatakan pendirian beliau terhadap kaum ibu, dengan memakai alasan Al-Quran dan Hadis pula, iaitu menurut pilihan beliau.

    TENTANGAN

    Pada tahun 1928, gerakan kaum ibu sedang bangkit dan baru menjalar ke Minangkabau. Maka tidak hairanlah jika dari pihak kaum ibu timbul tentangan yang keras.

    Yang mula-mula sekali menyanggah karangan itu adalah muridnya Rasuna Said di dalam harian "Mustika Yogya", yang ketika itu dipimpin oleh Haji A. Salim.

    'Di dalam buku itu, beliau telah mengkritik sekeras-kerasnya tentang baju kebaya pendek. Di sini nyata benar bagaimana sempitnya pandangan beliau tentang urusan pakaian. Memang ada juga kebaya pendek itu yang menjolok mata, misalnya potongan yang sengaja menunjukkan pangkal dada, sehingga menyebabkan hati tergiur.'

    PELITA I

    Maka datanglah suatu surat bantahan dari Jakarta, dari Engku Nur Sutan Iskandar. Orang tidak dapat menerima sahaja keputusan beliau menyatakan "haram" kebaya pendek itu. Fatwa beliau dipengaruhi oleh tempat.

    Memang di Sumatera Barat orang biasa memakai baju berkurung panjang, dan masih jarang memakai kebaya pendek. Tetapi keputusan beliau "mengharamkan" kebaya pendek itu adalah mengenai pakaian yang telah umum.

    Lantaran bantahan itu keluarlah buku pertahanan beliau yang pertama, bernama "Pelita l". Sekali lagi beliau menghentam pemakaian kebaya pendek itu ... PELITA II dst

    Beliau tidaklah sampai melihat muridnya yang perempuan Rahmah El Yunusiyah diundang oleh Universiti Al-Azhar untuk menerangkan pengalamannya dalam memberikan pendidikan Islam bagi wanita, sebab Al-Azhar yang telah berdiri sejak 1000 tahun itu sekarang baru akan menuruti jejak Rahmah El Yunusiyah!"

    Kisah Persahabatan *Haji Rasul dengan Kyai Ahmad Dahlan

    http://historia.id/modern/kisah-persahabatan-haji-rasul-dengan-kyai-ahmad-dahlan

    BalasHapus
  117. Dan waktu itulah beliau (*Haji Rasul, -pen) berpesan kepada Muhammadiyah, dengan perantaraan saya, yang mesti saya sampaikan sendiri kepada K.H. Mas Mansur:

    "Agar Muhammadiyah tetap menegakkan Al-Quran dan Hadis.

    Jika Muhammadiyah masih tetap menegakkan itu, saya akan tetap membela sampai mati.

    Tetapi jika Muhammadiyah telah mempergunakan ra'yi sendiri dalam hal agama, mulalah saya akan menjadi lawannya pula sampai mati."

    (dikutip dari buku berjudul "Ayahku" oleh Buya HAMKA, Penerbit PTS Publishing House Malaysia, 2015).

    Kisah Persahabatan *Haji Rasul dengan Kyai Ahmad Dahlan

    http://historia.id/modern/kisah-persahabatan-haji-rasul-dengan-kyai-ahmad-dahlan

    "... selama ini kita sudah bosan, mendengar kisah orang yang tidak besar, tapi dibesar-besarkan .. malam ini kita bahagia sekali, karena kita berbicara tentang orang besar, yang betul-betul besar, ada juga usaha untuk memperkecilkannya, tapi sia-sia memperkecilkan orang besar, jadi bagi saya, HAMKA memang orang besar." | Pemikiran Dakwah & Perjuangan https://youtu.be/NBdaSP-xvFw

    BalasHapus
  118. jadi harap untuk tidak menuduh atau fitnah Buya dgn anggapan yg macam-macam lagi :(

    FITNAH DAN ADAT PERJUANGAN

    *Mohd Asri Zainul Abidin, Mufti Kerajaan Negeri Perlis, Malaysia.

    "Siapa tidak kenal Prof HAMKA? Tokoh ilmuwan agung Indonesia. Beliau seorang ilmuwan Islam yang menguasai berbagai bidang; tafsir, fekah, sejarah, politik bahkan sastera. Kebanggaan umat Nusantara. Karya-karyanya menjadi bacaan dan rujukan termasuk di negara kita ini.

    Bahkan bukan sedikit pula yang memperolehi Ph.D kerana mengkaji karya-karyanya, khususnya Tafsir al-Azhar karangan beliau yang terkenal. Beliau seorang ilmuwan dan pemikir yang telah mengukir sejarah emas bagi dirinya. Manfaat dari perjuangan ilmunya dirasai oleh umat Islam di seluruh Nusantara.

    Kembali kita kepada kisah Prof HAMKA. Ramai yang tidak mengetahui sejarah perjuangan beliau dan ayahnya Haji Rasul. Pernah dituduh kafir, sesat, wahabi, kaum muda dan berbagai lagi. Ini adalah resam kelompok yang menjaga kepentingan mereka, bimbangkan gerakan pembaharuan. Mereka bimbangkan kedudukan, aliran, jawatan, kepentingan dan pengaruh mereka hilang.

    Demikian Prof HAMKA, semasa hayatnya beliau dituduh sesat oleh ulama konservertif Tanah Melayu dengan tuduhan ‘kaum muda’ dan ‘wahabi’. Semuanya hanya kerana ilmu yang disampaikan itu didengki, atau ada kepentingan pihak tertentu yang terganggu.

    Kalimat ‘wahabi, kaum muda, keluar mazhab, sesat, kafir dan berbagai lagi menjadi mainan ulama-ulama ‘lama’ ketika itu dalam menghadapi gerakan tajdid dan pembaharuan oleh Prof HAMKA dan ayahnya."

    http://drmaza.com/home/?p=758

    BalasHapus
  119. Assalamu'alaikum wr wb.
    Bpk dr Abimanyu, tulisan ini bagus sekali. Rasanya uneg-uneg saya sudah terwakilkan oleh tulisan bapak :-) Saya kuliah era awal 80an. Booming jilbab sekitar akhir th 82. Keluarga saya Muhammadiyah dan saat kuliah saya punya teman dr pesantren di Jombang. Buat kami, mengaji, berbusana muslimah (pake baju kurung dan berkerudung) sudah hal biasa. Sehingga kami tidak mengalami culture shock saat terjadinya booming jilbab. Tetapi bagi teman-teman (waktu th 80s) yang baru belajar baca tulisan arab, ada semacam culture shock. Mereka menerapkan "sampaikanlah walau satu ayat", Mereka berani mengkafirkan bahkan tidak mau berjalan bersama saya yang tdk pakai kerudung. Era saya kuliah dulu, saya mengagumi Bp Nurcholis Majid, yang saya nilai memiliki wawasan yang futuristik, tetapi beberapa tahun kemudian dam sampai sekarang gagasan2 beliau sebagian orang mengatakan beliau seorang (islam liberal). Saya sendiri pernah jengkel sekali, karena sekarang banyak yang menggunakan bahasa arab dalam berkomunikasi, sampai saya bilang, apakah kalau pakai bahasa arab pahala kita bertambah atau sebaliknya kalau tidak kita berdosa?? Simbol2 arab terlihat sangat eksklusif sekali. Selama saya belum berkerudung saya banyak sekali mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dari kelompok2 yang menggunakan simbol2 arab tsb. Sungguh tidak mencerminkan bahwa Islam itu Damai. Kalau sekarang saya berkerudung, itu karena saya merasa membutuhkannya untuk mendapatkan "rasa" lebih dekat dengan Allah swt. Saya menghormati mereka yang tidak berkerudung asalkan budi pekertinya baik. Karena berkerudung pun (memakai atribut arab) tidak menjamin seseorang itu budi pekertinya bagus. Untuk mempromosikan jilbab era saya kuliah dulu, pria-pria muslim hanya mau memiliki calon istri yang berjilbab Wahh ini memang strategi yang ampuh sekali. Banyak mahasiswi muslim yang segera berjilbab supaya mendapatkan calon suami. Apa istilahnya ini, propaganda ??. Sudah banyak tulisan2 di atas yang menerangkan konsekuensi dari KEHARUSAN BERJILBAB. Atribut dan perilaku sering gak nyambung. Sampai saya berpikir, apakah hal seperti ini yang diinginkan Islam?? Yang saya butuhkan adalah saya menjalankan ajaran agama saya dengan menyenangkan dan membahagiakan bukan dengan KETAKUTAN akan neraka. Saya juga mencintai budaya Indonesia. Anti budaya barat yang bertentangan dengan budaya Indonesia (sebagian bisa diterima). Saya sering mengkritik media2 TV yang lebih senang menggunakan musik2 barat untuk acara2 budaya Indonesia. Pengetahuan manusia hanya seperti sebuah debu halus dibandingkan pengetahuan Allah swt. Dan saya berpendapat, semua yang ada di alam semesta ini diciptakanNYA pasti ada manfaatnya. Serahkan saja pada Allah swt untuk menilai seberapa baik seorang manusia di mataNYA. semoga ada tulisan2 menarik lainnya selain topik jilbab ini.

    BalasHapus
  120. Aku muslimah
    Dan aku tidak suka melihat firman Allâh dijadikan alasan untuk durhaka pada-Nya dengan cara menyalah artikan dan menyalah tafsirkan firman-Nya.

    Islâm itu datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing,beruntunglah orang-orang yg terasingkan itu.

    Memang hijab syar'i dianggap asing tapi ketahuilah itu bukan sekedar budaya,kita(muslimah) boleh memakai apa saja yang dapat dipakai untuk menutupi aurat dgn baik dan dg cara yg baik pula.


    Dunia ini sementara.

    Cukuplah Allâh yang menilai semua ini.

    Saya katakan ini karna saya membela agama Allâh.

    Hidâyah hanya Allâh Yang berikan.

    Cukuplah kita patuh kepada Allâh.

    Kami mendengar,dan kami patuh kepada Allâh.


    BalasHapus
  121. penulis artikel,KALAU ANDA LAKI LAKI BUKAN BENCONG SAYA TANTANG ANDA . DI MANA KETEMU TENTUKAN WAKTU DAN TEMPAT

    BalasHapus
  122. penulis artikel,KALAU ANDA LAKI LAKI BUKAN BENCONG SAYA TANTANG ANDA . DI MANA KETEMU TENTUKAN WAKTU DAN TEMPAT

    BalasHapus
  123. bapak banyak2 minta hidayah,kalau bicara sesuai kelas masing masing ,pak dokter emang jurusan tafsir. ibarat kata mau buat pesawat ya nanya Habibie dong...kok malah nanya jokowi...yo salah ...lah..

    BalasHapus
  124. bapak banyak2 minta hidayah,kalau bicara sesuai kelas masing masing ,pak dokter emang jurusan tafsir. ibarat kata mau buat pesawat ya nanya Habibie dong...kok malah nanya jokowi...yo salah ...lah..

    BalasHapus
  125. saya AHMAD SANI posisi sekarang di malaysia
    bekerja sebagai BURU BANGUNAN gaji tidak seberapa
    setiap gajian selalu mengirimkan orang tua
    sebenarnya pengen pulang tapi gak punya uang
    sempat saya putus asah dan secara kebetulan
    saya buka FB ada seseorng berkomentar
    tentang AKI NAWE katanya perna di bantu
    melalui jalan togel saya coba2 menghubungi
    karna di malaysia ada pemasangan
    jadi saya memberanikan diri karna sudah bingun
    saya minta angka sama AKI NAWE
    angka yang di berikan 6D TOTO tembus 100%
    terima kasih banyak AKI
    kemarin saya bingun syukur sekarang sudah senang
    rencana bulan depan mau pulang untuk buka usaha
    bagi penggemar togel ingin merasakan kemenangan
    terutama yang punya masalah hutang lama belum lunas
    jangan putus asah HUBUNGI AKI NAWE 085-218-379-259
    tak ada salahnya anda coba
    karna prediksi AKI tidak perna meleset
    saya jamin AKI NAWE tidak akan mengecewakan


    BalasHapus
  126. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  127. Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian 'alam, shalawat & salam bagi junjungan nabi muhammad rasulullah saw serta para pengikutnya sampai akhir zaman...para mubalig & sahabat yg saya cintai karena Allah swt, semoga kita semua diberkahi & dirahmati oleh Allah swt..begitu juga blog pak dokter serta artikel yg membuka wawasan walau tetap berusaha untuk sesuai dg tuntunan & aqal yg sehat...tentu masalah fiqih yg tepat dikaji melalui paham para ulama fiqih begitu juga tafsir & hadist..dimana saat waktu & tempat tidak sama ijtihad ulama dr imampun mazhab akan memberi masukkan2 untuk umat islam...dudukan wajib, sunnah, makruh, mubah hingga haram disampaikan untuk diterima sbg pemahaman 'faqih' dan dihormati sesama umat dg sopan & santun sesuai akhlak nabi saw sbg rahmat & hikmah untuk islam yg satu dr adanya ketauhidan syahadat & semoga itu menjadi aqidah yg bersatu...sy memilih berpendapat setuju hujan masuk kearea sunnah dan 'belum' wajib untuk mendudukkan tempat hukumnya sesuai syariat..dan dg dibagi wajib berbanggalah yg diutamakan Allah swt yg menjalankannya dg menjadi umat nabi yg taat...sedangkan kontroversi penjualan buku, isyu islam nusantara atau phobia arabisasi bahkan tanpa melupakan kerusakan & pembodohan yg sedangkan terjadi yg justru malah terlupakan yg sudah tentu bagi saudara2ku yg berdakwah ini bisa dg bilhikmah & perbuatan baik agar berdampak sbg bagian untuk amar ma'ruf nahi mungkar itu sendiri ...semoga ridhaNya untuk kita smua, wassalam.

    BalasHapus
  128. Kepada Bapak Abimanyu,

    Tulisan anda sangat bagus. Saya seorang mahasiswi dari salah satu Univ. di Yogyakarta dan saya beragama muslim.
    Disini saya menulis bukan mendukung ataupun juga menentang. Tapi saya ingin menulis beberapa fakta yang selama ini saya alami.

    Sebagai seorang perempuan muslim dan tidak berjilbab saya dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang (merasa) benar. Teman-teman saya yang berjilbab dengan mudahnya melontarkan kata 'kafir' kepada saya. Padahal saya tidak sebuta itu mengenai agama Islam. Saya pun juga melakukan perbandingan dari berbagai agama, dan benar kata bapak bahwa, yang mencerminkan sikap ber-Tuhan adalah sikap TAQWA.

    Jika masuk surga hanya dipandang dari berjilbab atau bukan, lalu bagaimana nasib orang-orang yang bersikap baik terhadap orang lain, dan juga hewan misalnya, atau melakukan konservasi hutan seperti yang dokter Abimanyu contohkan, apa semata-mata karena mereka tidak berjilbab lalu mereka akan langsung masuk neraka tanpa dipertimbangkan amalnya oleh Tuhan? Memang urusan benar/salah, baik/jahat, apalagi surga/neraka hanya Tuhan yang paling tahu. Dan alangkah baiknya kita yang hanya manusia ini tidak jumawa dan saling mengolok-olok bahkan memfitnah hanya karena sebuah pendapat.

    Kembali ke kehidupan perkuliahan saya. Saya yang tidak beejilbab ini dianggap tidak berTuhan, dianggap kafir, dan bukan seorang yang pantas diberikan perilaku baik. Banyak dari teman saya yang 'memaksa' saya untuk berjilbab. Pdhal ada juga beberapa teman berjilbab saya yang lain (dan mereka selalu curhat apapun ttg hidupnya ke saya) yang juga merokok, pacaran, dan juga melakukan hub. Suami istri dengan pacarnya. Disini saya jadi heran dan bertanya2, hanya dengan berjilbab dan akhlak yg seperti ini kah mereka dengan mudahnya akan masuk surga? Semakin saya melihat KENYATAAN di sekitar saya, semakin saya yakin hanya kepada Tuhan dan Al Quran saja. Tidak pada yang lain.

    Menanggapi komentar Ita dan Fahri :
    Tentang bidadari-bidadari berjilbab? Anda yakin dengan statement anda? Apa anda pernah secara langsung melihat dengan kedua mata anda ttg bidadari2 itu? Jika iya, maka buktikan.
    Lalu ttg komentar anda yang bersifat memfitnah, dengan berkata wanita yang tidak berjilbab ingin dipandang kecantikannya dan ingin merayu laki2? Kenapa serendah dan sesombong itu pandangan anda terhadap sesama perempuan? Bukankah pandangan dan perkataan anda terhadap orang lain sama dengan ketika anda memandang dan berkata terhadap diri sendiri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Mba, boleh tau ga kenapa belum mau berjilbab? Kan agamanya Islam ya, btw Muslim adalah sebutan untuk orang yg beragama Islam, bukan nama agama.
      Trus kan mba melakukan perbandingan agama, apa yang mba temukan? Mengapa biarawati memakai pakaian tertutup mirip jilbab dalam Islam? Apakah ada simbolisme wanita saleh dalam agama lain, yg tidak berpenutup kepala?
      Mengenai bidadari, saya kira yg ngomong juga blm pernah liat bidadari, seperti hal nya lukisan cut nyak dien diatas yg blm tentu otentik. Emang pernah ketemu langsung? Hehe
      Mungkin bisa bantu saya mba, terima kasih.

      Hapus
  129. Jika jilbab untuk menutup aurat, silahkan jujur bagi anda yang laki-laki, gak usah munafik, apakah anda yakin anda tidak bernafsu atau menimbulkan syahwat serta tidak mengulangi pandangan ketika anda melihat wanita cantik berjilbab, jika tidak yakin, baiknya anda menyampaikan hal tsb kepada wanita yang anda lihat bahwa menutup auratna belum bener, berani gak?, Dan kepada wanita apakah anda siap merubah busana anda meskipun sekarang anda udah berjilbab dan menurut anda udah benar jilbabnya, tapi menurut orang lain belum bener jilbabnya, silahkan anda rubah busana anda hingga bener2 tidak membuat laki laki bernafsu/syahwat/mengulangi pandangan kepada anda!, Daripada ribut2 memasukkan neraka, mengkafirkan dll yang mana itu adalah hak Alloh swt. Lebih baik dimulai dari diri sendiri, merubah perilaku,sopan santun, saling menghormati/menghargai sesuai dengan tuntunan bukan tuntutan, segaimana Rosulullah saw mengajarkan kasih sayang kepada semua manusia dan semesta alam.

    BalasHapus
  130. Kalau gua sih mending wanita pakai pakaian miniskirt kaya SPG gitu dapat pahala bisa nyenengin laki laki yang melihatnya, kalau pake hijab udah jelek ngga enak dipandang lagi bener ngga ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo aurat istri anda dipandangi banyak laki2, jadi anda merasa puas?. klo anda puas berarti memang anda seperti..... yg tidak pernah mencintai pasangannya

      Hapus
    2. Zaman sekarang wanita indo pake hijab cuma kamuflase, pake hijab tapi pakaiannya casual kaya laki laki kan dalam islam laki laki dilarang seperti wanita dan wanita seperti laki laki banyak kok gua liat cewe pake hijab diboncengin moge motor sport kan pemandanganya rancu ntar kata orang tuh orang pake hijab kok kaya gitu kan malu, mending yang ngga pakai deh

      Hapus
  131. Klo tidak punya ilmu agama yang cukup, janganlah mencoba membuat tafsir sebuah ayat Al Quran, saya tidak tahu anda muslim atau bukan, klo memang muslim berarti anda menimba ilmu Al Quran dari negara liberal, dan klo pun anda non muslim rasanya tidak pantas membuat sebuah tafsir Al Quran. Sepertinya anda merasa ikhlas jika istri, anak wanita, saudara wanita dan ibu anda, Auratnya dipandangi dengan bebas oleh laki2 lain. Maaf, misal jika pakai rok mini berjalan bersama anda, dan mata laki2 memelototi betis dan paha istri anda, puaskah atau cemburu? klo anda puas berarti anda tak ada bedanya dengan .... yg tidak pernah mencintai pasangannya, OK, anda dokter tentunya tahu arti dari.... tersebut

    BalasHapus
  132. Buat mbak Indijawati

    Bahkan anda mebacapun tidak tulisan saya diastas , langsung komentar . Benar juga survei yang dilakukan UNESCO . Minat baca generasi Muda di Indonesia TERENDAH KEDUA di dunia. Silahkan ketik Google : min at baca Indonesia terendah di dunia. Saya seharusnya sudah malas membalasnya. Silahkan dibaca lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah ....ANDA SENDIRI TIDAK MENUTUP AURAT. Aturan mazhab Syafii kan jelas, " seluruh tubuh wanita adalah aurat......kecuali wajah Dan telapak tangan " Sekarang lihat Baik baik jilbab anda , apakah sudah menutup sampai telapak tangan ? Saya yakin pasti hanya Sampai pergelangan atau pertengahan Lengan . Artinya anda sedang memperlihatkan PUNGGUNG TANGAN anda . Itu kan TERMASUK AURAT , Baca lagi , aturannya . Di situ kan jelas " SELURUH TUBUH WANITA ADALAH AURAT KECUALI WAJAH DAN TELAPAK . TANGAN ". Nah , anda menuduh orang tidak menutup aurat , ANDA SENDIRI JUGA TIDAK MENUTUP AURAT. Nah apa jawab anda...saya tunggu...terima kasih

      Hapus
  133. Buat saudara Ivan jazid , sudarmo gandhul , Arjuna wiwaha , tunjukkan TULISAN SAYA YANG MANA yang salah. Jangan hanya pandai memaki. Dengan senang hati saya Akan mengkoreksinya kalau saya salah. Tentu saja merujuk pada Ayat Alquran Dan Ulama yang sudah di Akui ke ilmuannya . Oke mas... Saya tunggu analisa anda. Terima kasih

    BalasHapus
  134. Balasan
    1. Buat Indijawati , Ivan jazid , sudarmo gandhul , Arjuna wiwaha

      Ketika saya seusia anda , 18 tahun , 20 an tahun , TAK SEORANGPUN WANITA DI INDONESIA INI YANG MEMAKAI JILBAB. Lihatlah foto ibu nenek tante , bibi and a di tahun 1960 1970 TAK MEMAKAI jilbab. Keluarga ulama Indonesia , seperti gusdur , nurcholis majid , buya Hamkapun demikian . Bukan Itu saja keluarga Arab , Bahalwan , Baswedan ( Anies Baswedan ) Dan Bahkan ini yang sanagat menarik , KETURUNAN NABI pun , yang terkenal dengan sebutan Habib seperti keluarga Shihab tentu saja termasuk QURAISH SHIHAB , keluarga mereka , ibu Nya , tante ya pun TIDAK MEMAKAI JILBAB. Anda meragukan keterangan saya : Silahkan ketik Google images : keluarga Gusdur , keluarga Nurcholis majid , keluarga Bahalwan , keluarga Baswedan , keluarga Shihab . Keluarga buya Hamka

      Nah , tolong jelas kan mengapa ulama Sekarang Dan keturunan Arab Sekarang mewajibkan jilbab , tapi ulama dulu Dan orang Arab dulu , termasuk keturunan Nabi TIDAK MEMAKAI Dan TIDAK menganjurkan jilbab ? Nah , kalau anda TIDAK bias menjelaskan Silahkan baca blog saya.

      Kedua : mengapa Ketika tahun1929 Buya Hamka menikahi istrinya sat Itu berjilbab , kemudian di tahun 1970an TIDAK MEMAKAI jilbab , alias melepskan jilbab ya ? Silahkan cermati foto foto Nya

      Mari kita cari kebenaran ajaran Islam jangan hanya Marah Marah , emosi , menuduh kafir , seat , kalau hanya kalau Gifu Aja Gampang mas , mbak . Termasuk kasih

      Hapus
  135. Untuk memudahkan pencarian ketik Google images : Keluarga AR Baswedan. Perhatikan foto hitam Putih SEORANG pria bermain biola dengan istrinya yang TIDAK MEMAKAI jilbab. Google images : Keluarga QURAISH Shihab. Perhatikan foto hitam Putih , SEORANGPUN pria dengan istrinya yang TAK berjilbab , bersama keluarga.

    BalasHapus
  136. Saya disini tidak bermaksud untuk membela atau menentang penulis. Saya senang dengan artikel dari penulis. Penulis menulis dengan mencari kebenarannya, asbabul nuzulnya, dan tidak terpaku pada mazhab atau seruan dari ulama. Kita sebagai umat islam hrus mencari tau kebenaran dan menggunakan akal. Misalnya kenapa daging babi haram ? Karena daging babi mengandung baksil2 yg berbahaya. Jadi kita bisa semakin ykin dengan perintah tuhan bila tau asal usulnya turun ayat, hikmah apa yg akan kita dapatkan bila mengerjakan perintah tuhan. Kita harus tetap berpegang teguh pada Al quran seperti yg Penulis katakan. Al quran itu syarat akan makna yang tersurat dan tersirat, jadi kita tidak bisa hanya menerjemahkannya secara langsung. Untuk masalah jilbab, kita lihat dulu kenapa Allah memerintahkan itu ? Apa tujuannya ? Tentu untuk kemaslahatan umatnya bukan ? Jadi menutup aurat itu bisa diartikan disesuaikan dengan norma dan budaya yg ada di negeri tersebut bukan ? Tujuan dari jilbab bukankah agar wanita kelihatan bermartabat dan agar tidak mengundang syahwat. Klo diarab menggunakan cadar atau jilbab ketika keluar rumah karena pria disana memiliki nafsu syahwat yg tinggi dan juga tujuannya untuk melindungi diri dari debu, sinar matahari yg membakar kulit (suhu bisa 60 derajad C) bayangkan saja jika tidak memakai penutup kepala. Pria di arab juga menggunakan penutup kepala karena alasan ini. Jadi pengertian dr menutup aurat disini bukanlah meniru orang arab seperti itu, tp lebih kepada berpakaian sopan dan pada tempatnya agar wanita terlihat lebih bermartabat dan tidak mengundang syahwat. Mungkin kalau di arab pria melihat rmbut wanita akan langsung bangkit gairah syahwatnya. Tetapi kalau diindonesia apakah pria melihat rambut wanita yg berkonde akan bangkit gairah syahwatnya ? Mungkin Islam itu memang dari arab, tp yg perlu kita serab hanya ajarannya saja. Untuk budaya tetap pakai budaya kita selama tidak bertentangan dengan Al quran. Jangan mengubah aku jadi anna, atau ayah jadi abi, ibu jadi umi. Begitu pula dengan budaya barat, jangan memanggil ayah dengan dad, ibu dengan mom. Cukup pakai budaya dan bahasa kita sendiri. Allah menciptakan manusia berbeda beda dan berbangsa bangsa agar bisa saling mengenali.

    BalasHapus
  137. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  138. Assalaamualaikum saya tertarik diskusinya. Saya punya bbrp pertanyaan:
    1. Bolehkah Quran diterjemahkan secara bebas, tafsir birro'yi dan bukan birriwayah?
    2. Apakah bagi muslimah afrika, berarti tidak memakai penutup dada adalah dibenarkan? (Menurut ide bapak ini)
    3. Apakah tari perut termasuk budaya Arab? Dalam tafsir ibnu katsir, disebutkan bahwa wanita2 pada masa itu biasa menampakkan bagian leher dan dada, bgmn itu tidak menjadi bagian dari budaya mereka?
    4. Evolusi fashion sbg bagian dari produk budaya, bisa dilihat pada perubahan pakaian renang dan pakaian tenis di Eropa dari tiap dekade. Apa yang dulu tabu untuk diperlihatkan, sekarang tidak lagi. Sejauh mana budaya dapat ditoleransi? (Menurut ide "jilbab produk budaya Arab" ini)
    5. Apakah ada ayat Quran yg menyuruh umat Islam sholat fardu 5 waktu? Mengapa sebagian besar mereka melakukannya?

    Demikian, saya sangat senang jika Anda mau berdiskusi. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa’alaikum salam Wr.Wb. Selamat malam ( saat ini malam hari ). Terima kasih buat mbak Thia Label , anda telah meluangkan waktu untuk bertanya kepada saya. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan anda.

      1.Bolehkah Quran diterjemahkan secara bebas, tafsir berdasarkan akal pikiran ( Tafsir birro'yi ) dan bukan Tafsir AlQuran berdasar Alquran , Riwayat Hadis , Riwayat Sahabat ( Tafsir birriwayah )?
      Jawab pertanyaan anda : boleh saja Alquran ditafsirkan dengan metode apa saja . Yang penting SESUAI REALITAS KEHIDUPAN tentang KEMANUSIAAN .
      Pertama –tama tentu saya akan menggunakan AKAL PIKIRAN SAYA , ini tentu suatu reaitas kehidupan bahwa manusia menggunakan akal pikirannya . Bukankah sekarang ini anda dan para pembaca juga sedang menggunakan akal pikirannya masing-masing ? Ini sesuai petunjuk sang Maha pencipta dan Maha Kuasa :

      “ ..Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya”. ( Yunus 10 : 100 )

      Inilah inti atau pokok ajaran Islam , harus menggunakan akalnya sendiri. Gejala perilaku umat Islam sekarang yang hanya meniru dan membabi buta ( taklid) pada seseorang tokoh ( baca ulama) , tidak sesuai dengan ajaran Alquran itu sendiri. Setiap orang harus menggunakan akalnya sendiri , karena bila tidak , akan di murkai Tuhan. Berpendapatlah sendiri sesuai akal anda , jangan meniru. ( Yunus : 100)

      Untuk itu , sebelumnya perkenankan saya untuk mebahas perbedaan dua buah pegangan umat Islam yaitu ALQURAN dan HADIS.

      ALQURAN : Adalah petunjuk dari Sang Maha pencipta alam semesta termasuk sang pencipta bumi , bulan matahari , seluruh mahluk hidup di dunia in , termasuk hewan , timbuhan dan manusia itu sendiri , termasuk anda dan saya. Petunjuk itu di wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril di tahun 610 di Mekah. Setelah menerima wahyu itu , sang Nabi mendiktekan langsung kepada para sahabatnya. Tentu disini Alquran ditulis dengan SEPENGETAHUAN Nabi Muhammad. Kebenarannya di jaga sendiri oleh Allah swt. Sedang Hadis tidak dijamin karena hadis di tulis 100 tahun setelah Nabi meninggal.Seperti dalam firmannya :

      Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Qur’an Surat Al-Hijr ayat 9)

      Inilah sebabnya saya bersandar HANYA ALQURAN SAJA.

      *lanjutan no 1 dibawah ini

      Hapus
    2. *cont no 1

      HATI-HATI HADIS PALSU

      HADIS : Ditulis di tahun 717 saat pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz , 100 tahun setelah meninggalnya Nabi Muhammad tahun 632 . Adanya jarak hampir seratus tahun ini , dikarenakan LARANGAN BELIAU SENDIRI agar wajah tidak boleh di gambar dan kata-katanya ( Hadis : kata-kata ) tidak boleh ditulis. Tujuan beliau jelas , agar tidak ada pemujaan terhadap beliau secara berlebihan. Pemujaan berlebihan terhadap wajah dan kata-kata ( hadis ) akanmemalingkan umat dari Ajaran Tuhan/Alquran.Tentang pelarangan penulisan Hadis oleh Nabi Muhammad sendiri , anda bisa baca sendiri di Ensiklopedi pelajar Islam jilid 2 hal 65 atau buku Pengantar Studi Ilmu Hadis : oleh Syeikh Manna’ Alqaththan, seorang Profesor dan pembimbing S3 , pasca sarjana di Universitas Islam Imam Muhammad bin Suud di Arab Saudi ( 48 hal 52). Kalau anda tidak punya bukunya boleh lihat di tulisan saya di bagian akhir “ Bagi wanita Indonesia jilbab tidak wajib dan punahnya budaya Indonesia. Bisa juga google ketik : jejak sejarah pelarangan penulisan hadis.

      Akibat larangan penulisan Hadis ( Hadis : kata-kata Nabi ) , kata-kata beliau hanya dihafalkan oleh generasi pertama (sahabat ) kemudian dituturkan kepada anaknya ( generasi kedua) . Dan anaknya bercerita lagi kepada anaknya , cucu para sahabat ( generasi ketiga). Kata-kata Nabi otomatis menyebar dari mulut kemulut menjadi cerita diantara masyarakat Arab dan Timur Tengah ( Irak , Iran , Suriah dll). Ada yang salah dengar , salah tangkap maksudnya , ada yang membumbui sana sini sesuai kepentingan nya . Dari kepentingan politik , ekonomi sampai menakuti orang lain demi maksud baik. Misalnya saja ada seorang ayah berkata bahwa , nak , Nabi berkata begini…agar anaknya tunduk dan takut mengikutinya. Padahal Nabi tidak mengatakan demikian. Demikianlah Hadis kemudian menjadi seperti cerita rakyat , “ Folk Tail “ , kabar burung yang tidak bisa dijamin kebenarannya.

      Sampai kemudian Khalifah Umar bin Abdul Aziz di tahun 717 ( hampir seratus tahun setelah meninggalnya Nabi di tahun 632) menyerukan penulisan Hadis. Beliau menyerukan keseluruh Negeri , Iran , Irak , Suriah , Arab Saudi , Maroko , Libya sampai Cordoba ( Spanyol) : “ barang siap yang mendengar perkataan Nabi ( Hadis) , tuliskan lah . Seluruh penduduk kemudian kemudian menulis. Hadis kemudian berjumlah jutaan , karena yang menulis juga jutaan orang. Hadis selalu berbentuk , aku ( generasi ketiga ) mendengar dari ayahku ( generasi kedua ) , ayahku mendenar dari ayahnya ( kakek penutur pertama atau generasi pertama yaitu generasi sahabat) . Barulah generasi ketiga ini mendengar dari Aisyah , Abu Bakar , Umar , Ali dll yang mendengar langsung dari Nabi Muhammad.

      Seratus tahun ( 100 Tahun ) kemudian setelah hadis di tulis ( Tahun 717) , lahirlah para ulama peneliti Hadis , Bukhari ( lahir 810 ) , Muslim , Abu Daud , Tirmizi dan lain sebagainya. Beliau ini lah kelak yang menyatakan suatu HADIS SHAHIH atau TIDAK. Apakah hadis shahih pasti benar isinya seperti yang dikatakan Nabi ? Tentu Tidak bisa di cek kebenarannya , karena beliau tidak bisa mengeceknya secara langsung kepada sang Nabi , lantaran nabi Muhammad sendiri sudah meninggal 200 tahun , saat beliau beliau ini dilahirkan. Apakah anda bisa mengecek ucapan pangeran Diponegoro benar atau tidak , ketika beliau mengucapkan kalimat ditahun 1825 yang di ceritakan anak cucunya ? tentu saja kita yang hidup di tahun 2017 ini , tidak bisa dan mustahil bisa memastikan kata-kata pangeran Diponegoro benar atau tidak. Karena sang Pangeran sendiri sudah meninggal 200 tahun yang lalu. Hadis sangat rumit dan kusut seperti benang. Bahkan Imam Bukhari mengumpulkan 1 juta hadis dan hanya menganggap 7275 yang shahih ( shahih : benar urutan periwayatnya dari generasi ketiga , kedua dan pertama ). Dan yang tidak shahih berarti 993.000.

      lanjut..

      Hapus
    3. lant no 1
      Oleh sebab itu saya hanya menyandarkan hidup saya pada ALQURAN SAJA dan REALITAS KEHIDUPAN SEHAR-HARI TENTANG KEMANUSIAAN.
      Baiklah contohnya begini , tafsir JIHAD , bagaimana tafsir yang baik dan benar ? Tafsir Jihad yang benar harus nya membuat setiap orang tersenyum bahagia. Tapi yang diperagakan para teroris di Indonesia , Perancis , Jerman, Irak , Afghanistan dan di seantero dunia adalah Tafsir birriwayah yaitu menafsirkan Alquran dengan Alquran , bila tidak ada di Alquran dengan riwayat Hadis Nabi Muhammad dan riwayat tentang para sahabat ( bagi pembaca yang belum paham mohon di dalami dulu di Google ) . Tafsir mereka ini MENGABAIKAN REALITAS KEHIDUPAN. Realitas kehidupan , setiap orang mempunyai RASA SAKIT dan NYERI di kulit bila terluka kena Trauma. Akibatnya tak seorangpun yang ingin kena pecahan besi bom bunuh diri dengan terluka wajahnya , buta matanya , dipotong kakinya karena pecahan bomnya atau terbunuh sanak saudaranya. Tafsir Jihad yang mengatakan bom bunuh diri masuk surga bagi pelakunya dengan meninggalkan kesengsaraan pada manusia di sekitar nya adalah tafsir yang salah. Apakah diantara pembaca ada yang mau jadi korban bom bunuh diri ? Kalau saya , terus terang saja tidak mau.

      Hapus
    4. 2. Apakah bagi muslimah afrika, berarti tidak memakai penutup dada adalah dibenarkan? (Menurut ide bapak ini)

      Sejatinya ini bukan ide saya. Tapi ini dari ajaran Alquran , bahwa kita DIWAJIBKAN untuk berperilaku SESUAI KEADAAN kita sejak lahir , termasuk adat budaya kita , agama kita , kepercayaan kita , pakaian kita dan masih banyak lagi. Orang Jepang BER-HAK memakai kimono , orang Korea ber-hak pakai Hanbok , orang Jawa ber-Hak pakai kebaya dan sanggul rambutnya , orang Arab berhak pakai Jilbab , orang Afrika , Dayak , Papua-pun boleh dan berhak dengan pakaian tradisinya yang serba terbuka itu. Karena DUNIA INI bukan milik satu golongan agama atau milik perorangan yang dengan sombong mengatakan KAMU SALAH , AKULAH YANG PALING BENAR. Ajaran Tuhan bukan begitu . DUNIA INI ADALAH MILIK KITA BERSAMA . Mari kita renungkan :

      Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut KEADAANNYA masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. ( Al Isra 84 )

      Begitu juga dengan melarang orang lain yang berbuat sesuai dengan budayanya . Melarang seseorang , berarti melanggar HAK orang yang lain.

      “ Dan janganlah kamu merugikan manusia pada HAK-HAKNYA....” (Asy-Syu’ara 26:183)

      Dengan begitu seorang Islam : BOLEH TIDAK SETUJU TAPI TIDAK BOLEH MENCELA APALAGI MELARANG . Dengan MENCELA seolah kita yang benar. Padahal yang benar sesuai ajaran di Al Isra 84 diatas adalah Tuhan sendiri. Seperti arti “ Wallahu A’lam ishowab “ , hanya Tuhanlah yang mengerti jawaban yang sebenar-benanya. Dengan MELARANG seseorang berpakaian sesuai keadaannya sehari-hari dan mewajibkan memakai pakaian tertutup , MERUGIKAN HAK ORANG ITU (orang Afrika yang anda tanyakan tadi).
      Sekarang saya bertanya pada anda. Kalau saya lihat di internet , anda memakai pakaian yang BIASA TERLIHAT WAJAHNYA. Tapi , pakaian anda itu tidak benar bagi para pemakai jilbab yang menutup seluruh tubuh , karena bagi mereka WAJAH ADALAH AURAT ( suatu anggota badan yang tidak layak atau Tabu di perlihatkan) . Kemudian anda DIPAKSA dengan kata yang lebih menekan lagi DIWAJIBKAN AGAMA ISLAM untuk berpakaian jilbab menutup seluruh tubuh yang berwarna hitam itu ? . Nah , Apakah mau anda memakai pakaian seperti itu ?...Tolong di jawab ya….Tapi saya sudah tahu jawabannnya “ Pasti anda tidak mau” , DAN ANDAPUN MERASA TIDAK SENANG HAK ANDA DILANGGAR.

      Itulah sekarang yang terjadi . Wanita kita yang sejak ratusan atau ribuan tahun yang lalu bisa memperlihatkan rambut , sekarang dengan dalih ATAS NAMA AGAMA ISLAM , diwajibkan menutupi seluruh tubuh KECUALI WAJAH DAN TELAPAKTANGAN. Sekarang tolong cari kata itu di Alquran. Secara bercanda saya sering berkata pada murid saya. Kalau kamu bisa mendapatkan kata itu di Alquran akan saya beri hadiah yang bisa untuk beli sepeda motor Honda Vario terbaru. Tentu saja mereka tak BISA menemukannya . Karena ini adalah ucapan seorang manusia seperti kita , kebetulan beliau asli orang Arab yang bernama Ibnu Abbas ( salah seorang sahabat Nabi). Mohon di baca lagi artikel saya copy tafsir Ibnu Katsir. Silahkan bila anda berpedoman dengan KATA-KATA SEORANG MANUSIA yang bernama Ibnu Abbas . Tetapi saya tetap berpedoman dengan KATA-KATA TUHAN / Alquran , bahwa SETIAP SUKU BANGSA BOLEH DAN BER-HAK DENGAN BUDAYANYA MASING-MASING. Berbeda pendapat itu , tidak apa-apa. Saya tetap menghargai pendapat anda. Biarlah Tuhan sendirilah yang mengetahui kebenarannya ( Al Isra 84)

      Hapus
    5. 3. Apakah tari perut termasuk budaya Arab? Dalam tafsir ibnu katsir, disebutkan bahwa wanita2 pada masa itu biasa menampakkan bagian leher dan dada, bgmn itu tidak menjadi bagian dari budaya mereka?

      Ya , tari perut hanya salah satu dari bermacam ragam budaya Arab.Penjelasannya begini .

      Ketika dulu masa 200.000 sampai 100.000 tahun yang lalu , di bumi kita ini belum ada manusia modern seperti kita . Saat itu nenek moyang kita keluar dari Afrika ( mohon baca di google : Homo Sapiens Out of Africa atau Homo Sapiens keluar dari Afrika) . Mereka mengisi KEKOSONGAN MANUSIA MODERN daratan di bumi yang saat itu antara benua masih menyambung ( jauh hari sebelum akhir jaman Pleistosen atau jaman es). Mereka menyebar ke utara menjadi orang Kulit putih Eropa kemudian menyeberang melewati Siberia menjadi orang Kulit Kuning Mongoloid dan lewat jalur selatan akhirnya mereka mendarat di Papua dan Australia 50.000 tahun yang lalu menjadi ras Australoid. Otomatis dalam setiap daerah penyebarannya mereka membentuk BUDAYA PAKAIANNYA sendiri , SESUAI IKLIM dan kompleksitas antara rasa seni dan kecerdasan manusia. Misalnya di Indonesia setiap daerah mempunyai pakaian adatnya sendiri-sendiri seperti : pakaian adat Makasssar ( baju bodo) , pakaian adat sunda , Maluku dan lain lian. Ketik google images : pakaian adat Nusantara. Demikian pula di abad ke 7 itu , tentu disana ( di Mekah dan Madinah) bukan hanya pakaian jilbab tentu beragam pakaian ada. Silahkan ketik google Images : paint persian women classic before conquered islam atau lukisan lukisan wanita di jaman kerajaan Persia ( sekarang Negara Iran/Irak) sebelum di taklukkan Islam.Sebagai catatan Budaya yang hebat dan indah ini kemudian di hancurkan , di musnahkan oleh bangsanya sendiri saat Revolusi Islam Iran 1979 dengan mewajibkan budaya Arab diantaranya jilbab . Silahkan ketik google Images : Iran Women in Revolution Islam 1979. Anda akan takjub dengan kemajuan budaya bangsa Iran /Irak ini. Mungkin saja ada pakaian seperti itu ( pakaian penari perut) kalau melihat begitu bervariasinya pakaian bangsa Persia abad ke 4 ( ratusan tahun sebelum datangnya Islam di abad ke 7 ).

      Oh ya , Negara Irak/Iran ( dulu Persia) seperti propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketik google Images . Iran Saudi Maps. Jarak yang dekat ini memungkinkan mobilisasi orang dari Iran (Persia ) ke Arab Saudi sekarang. Hal inilah yang menyebabkan BANYAK BUDAYA di Mekah saat Nabi Muhammad mendapat wahyu Islam di abad ke 7.

      Hapus
    6. 4. Evolusi fashion sbg bagian dari produk budaya, bisa dilihat pada perubahan pakaian renang dan pakaian tenis di Eropa dari tiap dekade. Apa yang dulu tabu untuk diperlihatkan, sekarang tidak lagi. Sejauh mana budaya dapat ditoleransi? (Menurut ide "jilbab produk budaya Arab" ini)

      Realitas kehidupan sehari-hari . budaya kesopanan ditoleransi oleh kesepakatan kelompok masyarakat itu sendiri dengan membentuk HIMBAUAN secara Norma ( aturan tak tertulis) dan yang tertulis yaitu UNDANG-UNDANG . Kita adalah Homo sapiens atau MANUSIA YANG BIJAKSANA. Mempunyai akal pikiran yang berhubungan dengan nilai nilai-nilai luhur.

      Begini , agar jelas , maaf saya akan langsung bertanya pada anda para pembaca pria. Apakah anda berani memakai celana renang walaupun memakai hem lengan panjang maupun penedek pada resepsi pernikahan ? Pasti anda TIDAK BERANI melakukannya . Karena Homo Sapiens ( kita manusia modern yang bijaksana) TIDAK SENANG BERBEDA. Ada rasa risih dan malu karena selain berbeda anda menampakkan ANGGOTA BADAN YANG TIDAK BIASA TAMPAK. PAHA ATAS sampai BETIS. Padahal pada acara resepsi pernikahan seperti itu , anggota badan itu biasa tertutup ( anggota badan yang biasa tertutup itu dinamakan AURAT). Tapi bila anda di kolam renang pasti tidak malu karena anda TIDAK BERBEDA dengan sekeliling anda YANG MEMPERLIHATKAN ANGGOTA BADAN YANG SAMA. Memang aurat itu tergantung TEMPAT dan SITUASI kita berada dimana. Tidak baku harus ini dan ini.

      Sekarang , bila anda nekat memakai celana renang di pesta pernikahan dengan memperlihatkan aurat di pesta itu pasti ada HUKUMAN sosial menimpa anda. Pasti banyak orang akan marah . Ada pula orang dewasa yang bijaksana menasehati anda DENGAN MENGHIMBAU.
      “ NAK , tutuplah anggota badanmu kecuali YANG BIASA TAMPAK..” . Tutuplah paha dan betismu . Tapi kalau wajah dan lengan tanganmu , tidak apa apa , KARENA BIASA TAMPAK , dipesta pernikahan !..Demikianlah Tuhanpun menasehati kita DENGAN CARA YANG SAMA. Dengan bahasa manusia yang kita pahami.

      ”.. janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (biasa) nampak dari mereka.” ( An Nur 31)

      Manusia yang bijaksana itu mengatur dirinya sendiri. Inilah bukti bahwa masyarakat mengatur dirinya. Saat itu puluhan atau ratusan ulama Islam kita di IAIN Syarif Hidayatullah menghimbau masyarakat dengan mengatur tata acara kesopanan ,. dengan mengatakan bahwa tidak ada batas aurat yang pasti, tergantung tempat dan situasi kita berada.

      Forum pengkajian ISLAM IAIN SYARIF HIDAYATULLAH pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab : TIDAK MENUNJUKKAN BATAS AURAT YANG WAJIB DITUTUP menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan (5,166).

      Selain para Ulama yang berkumpul , para anggota DPR sebagai representasi masyarakat / bangsa Indonesia , juga berkumpul untuk membuat Undang-Undang Pornografi . UNDANG-UNDANG Pornografi ini adalah suatu produk hukum berbentuk undang-undang yang mengatur mengenai pornografi (dan pornoaksi pada awalnya). UU ini disahkan menjadi UNDANG-UNDANG dalam Sidang Paripurna DPR pada 30 Oktober 2008.

      Bagaimana dengan bangsa lain di dunia ? sama saja. . Apakah anda pernah melihat Hillary Clinton memakai bikini saat pidato di depan Senat Amerika? Mereka itu sama dengan kita punya rasa malu. Banyak penanya disini dengan sinis mempermasalahkan “kebobrokan moral orang non Islam “ karena mereka sering memakai bikini. Padahal mereka mamakai bikini di tempat tertutup atau tempat tertentu dipantai seperti halnya kita pakai celana renang di kolam renang , dan ini sah -sah saja. Konsep Islam kita , tidak boleh mencela atau melarang bila tidak setuju. Kita tidak berhak mengatur budaya mereka itu. Memangnya kita siapa? Dunia milik kita bersama. Mereka juga berhak seperti anda juga berhak berpakaian seperti yang anda inginkan. Kalau anda tidak setuju , ya sudah, tidak usah meniru mereka, titik. Setiap orang diciptakan mempunyai budaya yang berbeda.

      Hapus
    7. 5. Apakah ada ayat Quran yg menyuruh umat Islam sholat fardu 5 waktu? Mengapa sebagian besar mereka melakukannya?

      Perkiraan tahun hidup para Nabi bersdasarkan peneliti para ahli sejarah. Nabi Ibrahim hidup tahun 1850 SM , Nabi Musa hidup tahun 1300 SM , Nabi Isa hidup tahun 0 M. Nabi Muhammad hidup tahun 600an M. Sekarang kita hidup di tahun 2017 M.

      Seperti yang saya kemukakan diatas , Tafsir yang benar dari Alquran harus sesuai dengan “ realitas kehidupan “ , Karena keduanya di ciptakan oleh dzat yang sama. Dengan Teknologi Internet ( sebuah karunia dari Tuhan yang tiada tara) kita dapat melihat kedalam “Rumah orang lain”. Kita bisa menyaksikan ( yang tidak bisa dilihat oleh umat Islam terdulu) bahwa di “ dalam rumah saudara kita “ mereka umat penganut Yahudi dan umat kristen “ awal” (orthodox) . Mereka ini sama persis dengan cara kita shalat dan wudu . Realitas kehidupan ini dapat anda saksikan setiap saat berkat Teknologi internet, silahkan buka : di Youtube : Jewish pray like muslim , Christian pray like muslim. Mengapa semua ini bisa terjadi ? Semua ini ada kaitannya dengan pertanyaan anda. Baiklah saya jawab dulu pertanyaan anda..

      Di Alquran tidak ada keharusan BERDOA (Shalat) 5 waktu . Mereka , umat Islam ini , melakukan shalat 5 waktu beserta CARA BERDOA (shalat) dan Wudhunya berasal dari cara shalat Nabi Ibrahim. Ini bisa dilihat dari Agama Kristen Orthodox , agama anak cucu Nabi Ishak ( anak Nabi Ibrahin) yang shalat 7 waktu. Google ketik : shalat 7 waktu Kristen. Waktu shalat nya mirip dengan kita. Yang berbeda waktu shalat sunat kita jam 8 pagi dan shalat malam jam 3 shalat Tahajud , di agama mereka wajib. Sehingga kalau kita shalat wajib 5 waktu , mereka Kristen Orthodox itu wajib 7 waktu. Jadi kewajiban shalat 5 waktu adalah kewajiban tradisi. Ini tidak mengapa , saya-pun berusaha shalat 5 waktu walau banyak bolongnya. Pertanyaannya mengapa ke 3 agama ini sangat mirip cara shalat dan wudhu nya ? Mengapa hal ini bisa terjadi ?

      NABI IBRAHIM mempunyai anak NABI ISHAK dan NABI ISMAIL. Seperti halnya kita, yang bisa melakukan shalat karena di bimbing oleh ayah dan ibu kita . Dan ayah ibu kita-pun bisa melakukan shalat karena di bimbing kakek kita. Dengan cara demikian , cara shalat kita yang bersumber dari cara Nabi Muhammad , bisa di urutkan keatas , ayah , kakek , kakek buyut beliau ( sang Nabi) terus keatas sampai NABI ISMAIL dan berujung paling awal dari Nabi Ibrahim. Demikian pula cara shalat agama Yahudi Orthodox yang bersumber dari Nabi Musa dan Kristen Orthodox yang berasaldari Nabi Isa ( Ortho : Lama . Doxa : pendapat , berarti pendapat lama , atau pendapat kuno yang mengacu orang orang semasa Nabi Musa dan Nabi Isa). Cara shalat kedua agama ini juga bersumber dari kakek buyut mereka yaitu Nabi Yakub kemudian kita urutkan keatas mempunyai ayah Nabi Ishak dan Nabi Ishak mempunyai ayah Nabi Ibrahim. Kesimpulannya , Nabi Ibrahim menurunkan cara shalat dan wudhu nya melewati anak-anaknya Nabi Ishak dan Nabi Ismail, dan dilanjutkan sampai anak cucunya, sampai sekarang. Demikianlah Realitas kehidupan menerangkan pertanyaan anda. Bagaimana Alquran menerangkan cara BERDOA ( shalat )itu ?

      Para ulama kita sepakat bahwa agama Islam kita sekarang ini adalah sama dengan AGAMA IBRAHIM. Alquran yang kita yakini ucapan Tuhan menerangkan bahwa Nabi Ibrahim telah mewasiatkan “ucapannya” . ajarannya kepada anak-anaknya. Hal ini persis sama dengan realitas kehidupan yang saya kemukakan tadi :
      ”Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim ( berserah diri )". (Al Baqarah 132)
      lanjutan dibawah :

      Hapus

    8. Hal ini sesuai dengan catatan sejarah yang juga merupakan realitas kehidupan. Pada abad ke-5 (tahun 400 – 500 M, 100-an tahun sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW). Sozomenus, sejarawan Kristen dari Palestina, mengatakan SEBAGIAN ORANG ARAB MENEMUKAN AGAMA LAMA IBRAHIM dan meneruskan praktik agama itu di masanya sendiri. (7, 100 ). Tampaknya 200 tahun sebelum Nabi Muhammad menerima wahyu , sebagian orang Arab sudah shalat 5 waktu dengan cara kita. Wallahu a’lam Bishawab. Hanya Tuhan yang mengetahui jawaban yang sebenar-benarnya.

      Terima kasih.

      Hapus
    9. Sebagai tambahan. Masjid berarti tempat umat Islam bersujud . Masjidil Aqsa adalah masjid yang di bangun Oleh Nabi Ibrahim. Sekarang kita ingat bahwa ketika Nabi Muhammad Isra' Mi'raj dari masjidil haram ke masjidil Aqsa. Saat Itu sekitar tahun 620-621 di Mekah , sebelum hijrah ke Madinah , umat Islam sangat sedikit belum sebanyak sekarang. Umat Islam terdapat HANYA DI MEKAH , belum Ada satu pun yang Ada di luar MEKAH. Bagi anda yang berpikiran kritis , jumlah umat Islam masih sedikit dan terbatas hanya di MEKAH .

      Tapi , mengapa sudah Ada Masjid , atau tempat sembahyang bersujud di YERUSALEM ? Jawabnya , memang Nabi Ibrahim bersembahyang Ada GERAKAN BERSUJUDNYA . Itu berarti beliau bersembahyang seperti anak cucunya . Lihat YouTube : Jewish pray like Muslim Dan Christian pray like Muslim. Persis Cara sembahyang yang Anda dan saya lakukan sekarang. Perbedaannya mereka shalatnya 7 waktu ( Google ketik: shalat Kristen orthodox 7 waktu). Raka'atnya 3 , Cara wudhunya 80 persen sama. Sedang di kita , umat Islam , shalat kita 5 raka at , Dan sekarang sedang di gencarkan para ulama untuk shalat Sunat Dhuha jam 8 pagi , Dan shalat malam tahajud jam 3. Dakwah para ulama kita Itu menjadikan ke dua shalat ini , seolah -Olah menjadi WAJIB . Akhirnya shalat kita pun 7 waktu , seperti shalatnya " saudara kandung kita " Itu. Wallahu a'lam bishawab. Hanya Tuhanlah yang mengetahui jawaban yang sebenar-benarnya.

      Hapus
  139. Terima kasih sekali sudah memberi rujukan sangat lengkap (sejauh ini) tentang jilbab. Saya sepaham bahwa jilbab versi yg dikenal banyak orang (penutup kepala, dst) adalah tidak wajib, tapi pakaian dan aurat disesuaikan dengan lokalitas setempat. Semakin aneh melihat perempuan semakin banyak memakai jilbab dengan alasan perintah agama. Agama pemahaman nenek lo! Begitu kata Ahok.

    BalasHapus