Kamis, 13 April 2017

CARA SHALAT DARI NABI IBRAHIM , BUKAN DARI LANGIT

Assalaamualaikum saya tertarik diskusinya. Saya punya bbrp pertanyaan:
1. Bolehkah Quran diterjemahkan secara bebas, tafsir birro'yi dan bukan birriwayah?
2. Apakah bagi muslimah afrika, berarti tidak memakai penutup dada adalah dibenarkan? (Menurut ide bapak ini)
3. Apakah tari perut termasuk budaya Arab? Dalam tafsir ibnu katsir, disebutkan bahwa wanita2 pada masa itu biasa menampakkan bagian leher dan dada, bgmn itu tidak menjadi bagian dari budaya mereka?
4. Evolusi fashion sbg bagian dari produk budaya, bisa dilihat pada perubahan pakaian renang dan pakaian tenis di Eropa dari tiap dekade. Apa yang dulu tabu untuk diperlihatkan, sekarang tidak lagi. Sejauh mana budaya dapat ditoleransi? (Menurut ide "jilbab produk budaya Arab" ini)
5. Apakah ada ayat Quran yg menyuruh umat Islam sholat fardu 5 waktu? Mengapa sebagian besar mereka melakukannya?
Demikian, saya sangat senang jika Anda mau berdiskusi. Terima kasih
Terima kasih , anda telah bertanya kepada saya.
Wa’alaikum salam Wr.Wb. Selamat malam ( saat ini malam hari ). Terima kasih buat mbak Thia Label , anda telah meluangkan waktu untuk bertanya kepada saya. Baiklah saya akan menjawab pertanyaan anda.
1.Bolehkah Quran diterjemahkan secara bebas, tafsir berdasarkan akal pikiran ( Tafsir birro'yi ) dan bukan Tafsir AlQuran berdasar Alquran , Riwayat Hadis , Riwayat Sahabat ( Tafsir birriwayah )?
Jawab pertanyaan anda : boleh saja Alquran ditafsirkan dengan metode apa saja . Yang penting SESUAI REALITAS KEHIDUPAN tentang KEMANUSIAAN .
Pertama –tama tentu saya akan menggunakan AKAL PIKIRAN SAYA , ini tentu suatu reaitas kehidupan bahwa manusia menggunakan akal pikirannya . Bukankah sekarang ini anda dan para pembaca juga sedang menggunakan akal pikirannya masing-masing ? Ini sesuai petunjuk sang Maha pencipta dan Maha Kuasa :
“ ..Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya”. ( Yunus 10 : 100 )
Inilah inti atau pokok ajaran Islam , harus menggunakan akalnya sendiri. Gejala perilaku umat Islam sekarang yang hanya meniru dan membabi buta ( taklid) pada seseorang tokoh ( baca ulama) , tidak sesuai dengan ajaran Alquran itu sendiri. Setiap orang harus menggunakan akalnya sendiri , karena bila tidak , akan di murkai Tuhan. Berpendapatlah sendiri sesuai akal anda , jangan meniru. ( Yunus : 100)
Untuk itu , sebelumnya perkenankan saya untuk mebahas perbedaan dua buah pegangan umat Islam yaitu ALQURAN dan HADIS.
ALQURAN : Adalah petunjuk dari Sang Maha pencipta alam semesta termasuk sang pencipta bumi , bulan matahari , seluruh mahluk hidup di dunia in , termasuk hewan , timbuhan dan manusia itu sendiri , termasuk anda dan saya. Petunjuk itu di wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril di tahun 610 di Mekah. Setelah menerima wahyu itu , sang Nabi mendiktekan langsung kepada para sahabatnya. Tentu disini Alquran ditulis dengan SEPENGETAHUAN Nabi Muhammad. Kebenarannya di jaga sendiri oleh Allah swt. Sedang Hadis tidak dijamin karena hadis di tulis 100 tahun setelah Nabi meninggal.Seperti dalam firmannya :
Sesungguhnya  Kami-lah yang  menurunkan  Al  Qur’an,  dan sesungguhnya Kami benar-benar  memeliharanya. (Qur’an Surat Al-Hijr ayat 9)
Inilah sebabnya saya bersandar HANYA ALQURAN SAJA.
HATI-HATI HADIS PALSU
HADIS : Ditulis di tahun 717 saat pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz , 100 tahun setelah meninggalnya Nabi Muhammad tahun 632 . Adanya jarak hampir seratus tahun ini , dikarenakan LARANGAN BELIAU SENDIRI agar wajah tidak boleh di gambar dan kata-katanya ( Hadis : kata-kata ) tidak boleh ditulis. Tujuan beliau jelas , agar tidak ada pemujaan terhadap beliau secara berlebihan. Pemujaan berlebihan terhadap wajah dan kata-kata ( hadis ) akanmemalingkan umat dari Ajaran Tuhan/Alquran.Tentang pelarangan penulisan Hadis oleh Nabi Muhammad sendiri , anda bisa baca sendiri di Ensiklopedi pelajar Islam jilid 2 hal 65 atau buku Pengantar Studi Ilmu Hadis : oleh Syeikh Manna’ Alqaththan, seorang Profesor dan pembimbing S3 , pasca sarjana di Universitas Islam Imam Muhammad bin Suud di Arab Saudi ( 48 hal 52). Kalau anda tidak punya bukunya boleh lihat di tulisan saya di bagian akhir “ Bagi wanita Indonesia jilbab tidak wajib dan punahnya budaya Indonesia. Bisa juga google ketik : jejak sejarah pelarangan penulisan hadis.
Akibat larangan penulisan Hadis ( Hadis : kata-kata Nabi ) , kata-kata beliau hanya dihafalkan oleh generasi pertama (sahabat ) kemudian dituturkan kepada anaknya ( generasi kedua) . Dan anaknya bercerita lagi kepada anaknya , cucu para sahabat ( generasi ketiga). Kata-kata Nabi otomatis menyebar dari mulut kemulut menjadi cerita diantara masyarakat Arab dan Timur Tengah ( Irak , Iran , Suriah dll). Ada yang salah dengar , salah tangkap maksudnya , ada yang membumbui sana sini sesuai kepentingan nya . Dari kepentingan politik , ekonomi sampai menakuti orang lain demi maksud baik. Misalnya saja ada seorang ayah berkata bahwa , nak , Nabi berkata begini…agar anaknya tunduk dan takut mengikutinya. Padahal Nabi tidak mengatakan demikian. Demikianlah Hadis kemudian menjadi seperti cerita rakyat , “ Folk Tail “ , kabar burung yang tidak bisa dijamin kebenarannya.
Sampai kemudian Khalifah Umar bin Abdul Aziz di tahun 717 ( hampir seratus tahun setelah meninggalnya Nabi di tahun 632) menyerukan penulisan Hadis. Beliau menyerukan keseluruh Negeri , Iran , Irak , Suriah , Arab Saudi , Maroko , Libya sampai Cordoba ( Spanyol) : “ barang siap yang mendengar perkataan Nabi ( Hadis) , tuliskan lah . Seluruh penduduk kemudian kemudian menulis. Hadis kemudian berjumlah jutaan , karena yang menulis juga jutaan orang. Hadis selalu berbentuk , aku ( generasi ketiga ) mendengar dari ayahku ( generasi kedua ) , ayahku mendenar dari ayahnya ( kakek penutur pertama atau generasi pertama yaitu generasi sahabat) . Barulah generasi ketiga ini mendengar dari Aisyah , Abu Bakar , Umar , Ali dll yang mendengar langsung dari Nabi Muhammad.
Seratus tahun ( 100 Tahun ) kemudian setelah hadis di tulis ( Tahun 717) , lahirlah para ulama peneliti Hadis , Bukhari ( lahir 810 ) , Muslim , Abu Daud , Tirmizi dan lain sebagainya. Beliau ini lah kelak yang menyatakan suatu HADIS SHAHIH atau TIDAK. Apakah hadis shahih pasti benar isinya seperti yang dikatakan Nabi ? Tentu Tidak bisa di cek kebenarannya , karena beliau tidak bisa mengeceknya secara langsung kepada sang Nabi , lantaran nabi Muhammad sendiri sudah meninggal 200 tahun , saat beliau beliau ini dilahirkan. Apakah anda bisa mengecek ucapan pangeran Diponegoro benar atau tidak , ketika beliau mengucapkan kalimat ditahun 1825 yang di ceritakan anak cucunya ? tentu saja kita yang hidup di tahun 2017 ini , tidak bisa dan mustahil bisa memastikan kata-kata pangeran Diponegoro benar atau tidak. Karena sang Pangeran sendiri sudah meninggal 200 tahun yang lalu. Hadis sangat rumit dan kusut seperti benang. Bahkan Imam Bukhari mengumpulkan 1 juta hadis dan hanya menganggap 7275 yang shahih ( shahih : benar urutan periwayatnya dari generasi ketiga , kedua dan pertama ). Dan yang tidak shahih berarti 993.000.
Oleh sebab itu saya hanya menyandarkan hidup saya pada ALQURAN SAJA dan REALITAS KEHIDUPAN SEHAR-HARI TENTANG KEMANUSIAAN.
Baiklah contohnya begini , tafsir JIHAD , bagaimana tafsir yang baik dan benar ? Tafsir Jihad yang benar harus nya membuat setiap orang tersenyum bahagia. Tapi yang diperagakan para teroris di Indonesia , Perancis , Jerman, Irak , Afghanistan dan di seantero dunia adalah Tafsir birriwayah yaitu menafsirkan Alquran dengan Alquran , bila tidak ada di Alquran dengan riwayat Hadis Nabi Muhammad dan riwayat tentang para sahabat ( bagi pembaca yang belum paham mohon di dalami dulu di Google ) . Tafsir mereka ini MENGABAIKAN REALITAS KEHIDUPAN. Realitas kehidupan , setiap orang mempunyai RASA SAKIT dan NYERI di kulit bila terluka kena Trauma. Akibatnya tak seorangpun yang ingin kena pecahan besi bom bunuh diri dengan terluka wajahnya , buta matanya , dipotong kakinya karena pecahan bomnya atau terbunuh sanak saudaranya. Tafsir Jihad yang mengatakan bom bunuh diri masuk surga bagi pelakunya dengan meninggalkan kesengsaraan pada manusia di sekitar nya adalah tafsir yang salah. Apakah diantara pembaca ada yang mau jadi korban bom bunuh diri ? Kalau saya , terus terang saja tidak mau.
2. . Apakah bagi muslimah afrika, berarti tidak memakai penutup dada adalah dibenarkan? (Menurut ide bapak ini)
Sejatinya ini bukan ide saya. Tapi ini dari ajaran Alquran , bahwa kita DIWAJIBKAN untuk berperilaku SESUAI KEADAAN kita sejak lahir , termasuk adat budaya kita , agama kita , kepercayaan kita , pakaian kita dan masih banyak lagi. Orang Jepang BER-HAK memakai kimono , orang Korea ber-hak pakai Hanbok , orang Jawa ber-Hak pakai kebaya dan sanggul rambutnya , orang Arab berhak pakai Jilbab , orang Afrika , Dayak , Papua-pun boleh dan berhak dengan pakaian tradisinya yang serba terbuka itu. Karena DUNIA INI bukan milik satu golongan agama atau milik perorangan yang dengan sombong mengatakan KAMU SALAH , AKULAH YANG PALING BENAR. Ajaran Tuhan bukan begitu . DUNIA INI ADALAH MILIK KITA BERSAMA . Mari kita renungkan :
Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut KEADAANNYA masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. ( Al Isra 84 )
Begitu juga dengan melarang orang lain yang berbuat sesuai dengan budayanya . Melarang seseorang , berarti melanggar HAK orang yang lain.
“ Dan janganlah kamu merugikan manusia pada HAK-HAKNYA....” (Asy-Syu’ara 26:183)
Dengan begitu seorang Islam : BOLEH TIDAK SETUJU TAPI TIDAK BOLEH MENCELA APALAGI MELARANG . Dengan MENCELA seolah kita yang benar. Padahal yang benar sesuai ajaran di Al Isra 84 diatas adalah Tuhan sendiri. Seperti arti “ Wallahu A’lam ishowab “ , hanya Tuhanlah yang mengerti jawaban yang sebenar-benanya. Dengan MELARANG seseorang berpakaian sesuai keadaannya sehari-hari dan mewajibkan memakai pakaian tertutup , MERUGIKAN HAK ORANG ITU (orang Afrika yang anda tanyakan tadi).
Sekarang saya bertanya pada anda. Kalau saya lihat di internet , anda memakai pakaian yang BIASA TERLIHAT WAJAHNYA. Tapi , pakaian anda itu tidak benar bagi para pemakai jilbab yang menutup seluruh tubuh , karena bagi mereka WAJAH ADALAH AURAT ( suatu anggota badan yang tidak layak atau Tabu di perlihatkan) . Kemudian anda DIPAKSA dengan kata yang lebih menekan lagi DIWAJIBKAN AGAMA ISLAM untuk berpakaian jilbab menutup seluruh tubuh yang berwarna hitam itu ? . Nah , Apakah mau anda memakai pakaian seperti itu ?...Tolong di jawab ya….Tapi saya sudah tahu jawabannnya “ Pasti anda tidak mau” , DAN ANDAPUN MERASA TIDAK SENANG HAK ANDA DILANGGAR.
Itulah sekarang yang terjadi . Wanita kita yang sejak ratusan atau ribuan tahun yang lalu bisa memperlihatkan rambut , sekarang dengan dalih ATAS NAMA AGAMA ISLAM , diwajibkan menutupi seluruh tubuh KECUALI WAJAH DAN TELAPAKTANGAN. Sekarang tolong cari kata itu di Alquran. Secara bercanda saya sering berkata pada murid saya. Kalau kamu bisa mendapatkan kata itu di Alquran akan saya beri hadiah yang bisa untuk beli sepeda motor Honda Vario terbaru. Tentu saja mereka tak BISA menemukannya . Karena ini adalah ucapan seorang manusia seperti kita , kebetulan beliau asli orang Arab yang bernama Ibnu Abbas ( salah seorang sahabat Nabi). Mohon di baca lagi artikel saya copy tafsir Ibnu Katsir. Silahkan bila anda berpedoman dengan KATA-KATA SEORANG MANUSIA yang bernama Ibnu Abbas . Tetapi saya tetap berpedoman dengan KATA-KATA TUHAN / Alquran , bahwa SETIAP SUKU BANGSA BOLEH DAN BER-HAK DENGAN BUDAYANYA MASING-MASING. Berbeda pendapat itu , tidak apa-apa. Saya tetap menghargai pendapat anda. Biarlah Tuhan sendirilah yang mengetahui kebenarannya ( Al Isra 84)
3. Apakah tari perut termasuk budaya Arab? Dalam tafsir ibnu katsir, disebutkan bahwa wanita2 pada masa itu biasa menampakkan bagian leher dan dada, bgmn itu tidak menjadi bagian dari budaya mereka?
Ya , tari perut hanya salah satu dari bermacam ragam budaya Arab.Penjelasannya begini .
Ketika dulu masa 200.000 sampai 100.000 tahun yang lalu , di bumi kita ini belum ada manusia modern seperti kita . Saat itu nenek moyang kita keluar dari Afrika ( mohon baca di google : Homo Sapiens Out of Africa atau Homo Sapiens keluar dari Afrika) . Mereka mengisi KEKOSONGAN MANUSIA MODERN daratan di bumi yang saat itu antara benua masih menyambung ( jauh hari sebelum akhir jaman Pleistosen atau jaman es). Mereka menyebar ke utara menjadi orang Kulit putih Eropa kemudian menyeberang melewati Siberia menjadi orang Kulit Kuning Mongoloid dan lewat jalur selatan akhirnya mereka mendarat di Papua dan Australia 50.000 tahun yang lalu menjadi ras Australoid. Otomatis dalam setiap daerah penyebarannya mereka membentuk BUDAYA PAKAIANNYA sendiri , SESUAI IKLIM dan kompleksitas antara rasa seni dan kecerdasan manusia. Misalnya di Indonesia setiap daerah mempunyai pakaian adatnya sendiri-sendiri seperti : pakaian adat Makasssar ( baju bodo) , pakaian adat sunda , Maluku dan lain lian. Ketik google images : pakaian adat Nusantara. Demikian pula di abad ke 7 itu , tentu disana ( di Mekah dan Madinah) bukan hanya pakaian jilbab tentu beragam pakaian ada. Silahkan ketik google Images : paint persian women classic before conquered islam atau lukisan lukisan wanita di jaman kerajaan Persia ( sekarang Negara Iran/Irak) sebelum di taklukkan Islam.Sebagai catatan Budaya yang hebat dan indah ini kemudian di hancurkan , di musnahkan oleh bangsanya sendiri saat Revolusi Islam Iran 1979 dengan mewajibkan budaya Arab diantaranya jilbab . Silahkan ketik google Images : Iran Women in Revolution Islam 1979. Anda akan takjub dengan kemajuan budaya bangsa Iran /Irak ini. Mungkin saja ada pakaian seperti itu ( pakaian penari perut) kalau melihat begitu bervariasinya pakaian bangsa Persia abad ke 4 ( ratusan tahun sebelum datangnya Islam di abad ke 7 ).
Oh ya , Negara Irak/Iran ( dulu Persia) seperti propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketik google Images . Iran Saudi Maps. Jarak yang dekat ini memungkinkan mobilisasi orang dari Iran (Persia ) ke Arab Saudi sekarang. Hal inilah yang menyebabkan BANYAK BUDAYA di Mekah saat Nabi Muhammad mendapat wahyu Islam di abad ke 7.
4. Evolusi fashion sbg bagian dari produk budaya, bisa dilihat pada perubahan pakaian renang dan pakaian tenis di Eropa dari tiap dekade. Apa yang dulu tabu untuk diperlihatkan, sekarang tidak lagi. Sejauh mana budaya dapat ditoleransi? (Menurut ide "jilbab produk budaya Arab" ini)
Realitas kehidupan sehari-hari . budaya kesopanan ditoleransi oleh kesepakatan kelompok masyarakat itu sendiri dengan membentuk HIMBAUAN secara Norma ( aturan tak tertulis) dan yang tertulis yaitu UNDANG-UNDANG . Kita adalah Homo sapiens atau MANUSIA YANG BIJAKSANA. Mempunyai akal pikiran yang berhubungan dengan nilai nilai-nilai luhur.
Begini , agar jelas , maaf saya akan langsung bertanya pada anda para pembaca pria. Apakah anda berani memakai celana renang walaupun memakai hem lengan panjang maupun penedek pada resepsi pernikahan ? Pasti anda TIDAK BERANI melakukannya . Karena Homo Sapiens ( kita manusia modern yang bijaksana) TIDAK SENANG BERBEDA. Ada rasa risih dan malu karena selain berbeda anda menampakkan ANGGOTA BADAN YANG TIDAK BIASA TAMPAK. PAHA ATAS sampai BETIS. Padahal pada acara resepsi pernikahan seperti itu , anggota badan itu biasa tertutup ( anggota badan yang biasa tertutup itu dinamakan AURAT). Tapi bila anda di kolam renang pasti tidak malu karena anda TIDAK BERBEDA dengan sekeliling anda YANG MEMPERLIHATKAN ANGGOTA BADAN YANG SAMA. Memang aurat itu tergantung TEMPAT dan SITUASI kita berada dimana. Tidak baku harus ini dan ini.
Sekarang , bila anda nekat memakai celana renang di pesta pernikahan dengan memperlihatkan aurat di pesta itu pasti ada HUKUMAN sosial menimpa anda. Pasti banyak orang akan marah . Ada pula orang dewasa yang bijaksana menasehati anda DENGAN MENGHIMBAU.
“ NAK , tutuplah anggota badanmu kecuali YANG BIASA TAMPAK..” . Tutuplah paha dan betismu . Tapi kalau wajah dan lengan tanganmu , tidak apa apa , KARENA BIASA TAMPAK , dipesta pernikahan !..Demikianlah Tuhanpun menasehati kita DENGAN CARA YANG SAMA. Dengan bahasa manusia yang kita pahami.
”.. janganlah mereka menampakkan perhiasannya (anggota badannya) kecuali (anggota badannya) yang (biasa) nampak dari mereka.” ( An Nur 31)
Manusia yang bijaksana itu mengatur dirinya sendiri. Inilah bukti bahwa masyarakat mengatur dirinya. Saat itu puluhan atau ratusan ulama Islam kita di IAIN Syarif Hidayatullah menghimbau masyarakat dengan mengatur tata acara kesopanan ,. dengan mengatakan bahwa tidak ada batas aurat yang pasti, tergantung tempat dan situasi kita berada :
Forum pengkajian ISLAM IAIN SYARIF HIDAYATULLAH pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab : TIDAK MENUNJUKKAN BATAS AURAT YANG WAJIB DITUTUP menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan (5,166).
Selain para Ulama yang berkumpul , para anggota DPR sebagai representasi masyarakat / bangsa Indonesia , juga berkumpul untuk membuat Undang-Undang Pornografi . UNDANG-UNDANG Pornografi ini adalah suatu produk hukum berbentuk undang-undang yang mengatur mengenai pornografi (dan pornoaksi pada awalnya). UU ini disahkan menjadi UNDANG-UNDANG dalam Sidang Paripurna DPR pada 30 Oktober 2008.
Bagaimana dengan bangsa lain di dunia ? sama saja. . Apakah anda pernah melihat Hillary Clinton memakai bikini saat pidato di depan Senat Amerika? Mereka itu sama dengan kita punya rasa malu. Banyak penanya disini dengan sinis mempermasalahkan “kebobrokan moral orang non Islam “ karena mereka sering memakai bikini. Padahal mereka mamakai bikini di tempat tertutup atau tempat tertentu dipantai seperti halnya kita pakai celana renang di kolam renang , dan ini sah -sah saja. Konsep Islam kita , tidak boleh mencela atau melarang bila tidak setuju. Kita tidak berhak mengatur budaya mereka itu. Memangnya kita siapa? Dunia milik kita bersama. Mereka juga berhak seperti anda juga berhak berpakaian seperti yang anda inginkan. Kalau anda tidak setuju , ya sudah, tidak usah meniru mereka, titik. Setiap orang diciptakan mempunyai budaya yang berbeda.
5. Apakah ada ayat Quran yg menyuruh umat Islam sholat fardu 5 waktu? Mengapa sebagian besar mereka melakukannya?
Perkiraan tahun hidup para Nabi bersdasarkan peneliti para ahli sejarah. Nabi Ibrahim hidup tahun 1850 SM , Nabi Musa hidup tahun 1300 SM , Nabi Isa hidup tahun 0 M. Nabi Muhammad hidup tahun 600an M. Sekarang kita hidup di tahun 2017 M.
Seperti yang saya kemukakan diatas , Tafsir yang benar dari Alquran harus sesuai dengan “ realitas kehidupan “ , Karena keduanya di ciptakan oleh dzat yang sama. Dengan Teknologi Internet ( sebuah karunia dari Tuhan yang tiada tara) kita dapat melihat kedalam “Rumah orang lain”. Kita bisa menyaksikan ( yang tidak bisa dilihat oleh umat Islam terdulu) bahwa di “ dalam rumah saudara kita “ mereka umat penganut Yahudi dan umat kristen “ awal” (orthodox) . Mereka ini sama persis dengan cara kita shalat dan wudu . Realitas kehidupan ini dapat anda saksikan setiap saat berkat Teknologi internet, silahkan buka : di Youtube : Jewish pray like muslim , Christian pray like muslim. Mengapa semua ini bisa terjadi ? Semua ini ada kaitannya dengan pertanyaan anda. Baiklah saya jawab dulu pertanyaan anda..
Di Alquran tidak ada keharusan BERDOA (Shalat) 5 waktu . Mereka , umat Islam ini , melakukan shalat 5 waktu beserta CARA BERDOA (shalat) dan Wudhunya berasal dari cara shalat Nabi Ibrahim. Ini bisa dilihat dari Agama Kristen Orthodox , agama anak cucu Nabi Ishak ( anak Nabi Ibrahin) yang shalat 7 waktu. Google ketik : shalat 7 waktu Kristen. Waktu shalat nya mirip dengan kita. Yang berbeda waktu shalat sunat kita jam 8 pagi dan shalat malam jam 3 shalat Tahajud , di agama mereka wajib. Sehingga kalau kita shalat wajib 5 waktu , mereka Kristen Orthodox itu wajib 7 waktu. Jadi kewajiban shalat 5 waktu adalah kewajiban tradisi. Ini tidak mengapa , saya-pun berusaha shalat 5 waktu walau banyak bolongnya. Pertanyaannya mengapa ke 3 agama ini sangat mirip cara shalat dan wudhu nya ? Mengapa hal ini bisa terjadi ?
NABI IBRAHIM mempunyai anak NABI ISHAK dan NABI ISMAIL. Seperti halnya kita, yang bisa melakukan shalat karena di bimbing oleh ayah dan ibu kita . Dan ayah ibu kita-pun bisa melakukan shalat karena di bimbing kakek kita. Dengan cara demikian , cara shalat kita yang bersumber dari cara Nabi Muhammad , bisa di urutkan keatas , ayah , kakek , kakek buyut beliau ( sang Nabi) terus keatas sampai NABI ISMAIL dan berujung paling awal dari Nabi Ibrahim. Demikian pula cara shalat agama Yahudi Orthodox yang bersumber dari Nabi Musa dan Kristen Orthodox yang berasaldari Nabi Isa ( Ortho : Lama . Doxa : pendapat , berarti pendapat lama , atau pendapat kuno yang mengacu orang orang semasa Nabi Musa dan Nabi Isa). Cara shalat kedua agama ini juga bersumber dari kakek buyut mereka yaitu Nabi Yakub kemudian kita urutkan keatas mempunyai ayah Nabi Ishak dan Nabi Ishak mempunyai ayah Nabi Ibrahim. Kesimpulannya , Nabi Ibrahim menurunkan cara shalat dan wudhu nya melewati anak-anaknya Nabi Ishak dan Nabi Ismail, dan dilanjutkan sampai anak cucunya, sampai sekarang. Demikianlah Realitas kehidupan menerangkan pertanyaan anda. Bagaimana Alquran menerangkan cara BERDOA ( shalat )itu ?
Para ulama kita sepakat bahwa agama Islam kita sekarang ini adalah sama dengan AGAMA IBRAHIM. Alquran yang kita yakini ucapan Tuhan menerangkan bahwa Nabi Ibrahim telah mewasiatkan “ucapannya” . ajarannya kepada anak-anaknya. Hal ini persis sama dengan realitas kehidupan yang saya kemukakan tadi :
”Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim ( berserah diri )". (Al Baqarah 132)
Hal ini sesuai dengan catatan sejarah yang juga merupakan realitas kehidupan. Pada abad ke-5 (tahun 400 – 500 M, 100-an tahun sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW). Sozomenus, sejarawan Kristen dari Palestina, mengatakan SEBAGIAN ORANG ARAB MENEMUKAN AGAMA LAMA IBRAHIM dan meneruskan praktik agama itu di masanya sendiri. (7, 100 ). Tampaknya 200 tahun sebelum Nabi Muhammad menerima wahyu , sebagian orang Arab sudah shalat 5 waktu dengan cara kita. Wallahu a’lam Bishawab. Hanya Tuhan yang mengetahui jawaban yang sebenar-benarnya. Terima kasih.

3 komentar:

  1. Kata-kata bapa ada di atas tadi yaitu "menurut ulama kita", nah ..bukannya apa hanya merujuk pada Al Qur'an saja?
    .
    Kemudian apakah bapak memakai hukum fiqih dalam beragama?
    Terimakasih

    BalasHapus
  2. Banyak orang selalu mencari cari dan mempermasalahkan 1 kesalahan dan melupakan 99 kebenaran...

    BalasHapus
  3. Dokterabimanyu... sy respect dengan pemikiran anda....

    Islam adalah rahmatan lil Alamin...

    Smg Allah senantiasa merahmati Anda sekeluarga...aamiin

    BalasHapus